Aurora Felicia atau biasa dipanggil dengan Cia. Gadis manis dan polos berusia 16 tahun yang hidupnya tiba-tiba berubah setelah bertemu dengan keluarga kandungnya.
Cia yang biasanya hidup susah tiba-tiba menjadi anak dan cucu kesayangan keluarga kaya raya. Bahkan Cia juga memiliki tiga orang kakak yang sangat posesif padanya.
Bagaimana Cia menghadapi keluarga yang ternyata sangat posesif padanya?.
Dan bagaimana bisa Cia terpisah dari keluarga kandungnya?.
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya 🤗 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Cia bergegas duduk di samping Felly, sedangkan Felly yang melihat wajah Cia dadi dekat merasa sangat gemas.
"ih kamu imut banget si. Aku jadi gemes deh. Oh iya, nama aku Felly" ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Nama aku Cia" ucapnya membalas uluran tangan Felly.
"Oke Cia, mulai sekarang kita berteman ya. Kalau kamu butuh sesuatu bilang aja sama aku" ucap Felly.
"Iya, makasih ya" ucap Cia.
"Sama-sama" ucap Felly.
Cia sendiri merasa sangat senang karena dihari pertamanya berada di sekolah baru bisa langsung memiliki teman. Melihat Felly, Cia jadi teringat Mia sahabatnya saat di kampung.
"Baiklah anak-anak, kita lanjutkan lagi pelajarannya ya. Oh iya Felly, karena Cia belum punya buku pelajarannya jadi untuk sementara kamu bisa berbagi dengan Cia ya" ucap Bu Putri.
"Iya Bu" ucap Felly.
Jam pelajaran kembali di lanjutkan, Cia sendiri bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Sedangkan di mobil, mommy Aletta sedang memikirkan Cia. Dirinya khawatir kalau putrinya belum bisa beradaptasi dengan sekolah barunya.
"Semoga princess baik-baik aja. Semoga dia bisa beradaptasi dengan sekolah barunya" batin mommy Aletta.
"Sayang, kenapa melamun. Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Daddy James yang berada di sebelah.
"Eh gak papa mas. Aku cuma sedikit khawatir sama princess. Aku takut princess belum bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya".
"Seharusnya tadi kita jangan pulang dulu. Kita lihat princesa sampai masuk ke kelasnya" ucap mommy Aletta.
"Ya ampun sayang, udah tenang aja. Putri kita pasti akan baik-baik aja kok. Aku yakin, dia akan mudah beradaptasi dengan sekolah barunya" ucap Daddy James sambil menggenggam tangan istrinya.
"Mom, jangan khawatir. Aku percaya princess pasti baik-baik aja. Di sekolah barunya pasti princess bisa punya banyak teman".
"Apalagi di sekolah itu juga ada Reynand kan. Pasti Reynand akan menjaga princess dengan baik" ucap Arsen.
"Semoga aja ya. Aku gak mau apa yang princess alami di sekolah yang lama terjadi lagi" ucap mommy Aletta.
Mommy Aletta memang sudah tahu kalau dulu di sekolah yang lama putrinya merupakan korban bully teman-temannya. Karena itu sekarang dirinya merasa sedikit khawatir.
"Kamu tenang aja sayang, hal seperti itu gak akan pernah terjadi lagi. Aku akan pastikan princess gak akan pernah mengalami hal itu lagi" ucap Daddy James.
Sedangkan di kelas Reynand, Guru yang mengajar sedang menjelaskan. Tapi sejak tadi Jason dan juga David terus mengintrogasi dirinya perihal kemarin.
"Jujur Rey, Lo kemarin kemana?" tanya Jason.
"Iya Rey, Lo tega banget si bolos gak ngajak-ngajak kita" ucap David.
"Kemarin gue ada urusan keluarga" jawab Reynand.
"Urusan keluarga?" kaget David dan juga Jason. Karena mereka berdua tahu, selama ini Reynand tidak pernah dekat dengan keluarganya.
"Lo seriusan urusan keluarga. Tapi sejak kapan Lo sama keluarga Lo. Em.... gimana ya bilangnya" ucap David.
"Gak usah kaget, gue udah berdamai sama keluarga gue" ucap Reynand.
"hah!?, seriusan?" ucap David dan Jason yang kembali terkejut mendengar ucapan Reynand.
"Udah lah, kenapa Lo berdua lebay banget si. Gak usah tanya-tanya gue lagi, kaya wartawan aja si Lo" ucap Reynand.
"Yee... Gue kan kepo Rey" ucap David.
"Gak usah kepo Lo" ucap Reynand.
Guru yang melihat Reynand dan gengnya terus berisik langsung memarahinya.
"Kalian bertiga, kalau masih mau mengobrol sebaiknya keluar dari kelas ini. Kalian sudah mengganggu murid yang lain" ucap sang guru.
Mendengar teguran dari sang guru, Reynand langsung menatap tajam David dan juga Jason.
"Gara-gara Lo berdua nih" ucap Reynand.
"Sorry Rey" ucap David dan juga Jason.
Ketiganya langsung berjalan keluar dari kelas. Elang yang sejak tadi tiduran diatas meja langsung mengikuti ketiga sahabatnya keluar dari kelas.
"Loh Elang, mau kemana kamu?" tanya sang guru.
"Ikut mereka" jawab Elang yang terus berjalan keluar kelas.
"Astaga mereka itu ya. Bikin pusing aja. Sudahlah biarkan saja".
"Baiklah murid-murid kita lanjutkan pelajarannya. Jangan tiru sikap mereka tadi ya" ucap sang guru.
Di luar, Reynand yang melihat Elang ikut keluar dari kelas merasa bingung.
"Ngapain Lo ikut keluar. Emang Lo dihukum juga?" tanya Reynand.
"Enggak, males aja dikelas sendirian" jawab Elang.
"Perasaan di kelas bukannya banyak murid lain ya" ucap Jason.
"Dih lemotnya mulai nih. Maksud Elang tuh karena gak ada kita. Masa gitu aja gak ngerti Lo" ucap David.
"Oh gitu. Ya ampun Lang, Lo emang setia kawan. Gue sampai terharu" ucap Jason yang ingin memeluk Elang.
"Berhenti, awas aja kalau Lo maju" peringat Elang.
"Ya ampun Lang, gue kan cuma mau peluk Lo" ucap Jason.
"Gak perlu" ucap Elang yang langsung berjalan pergi.
"Eh Lang, Lo mau kemana?" tanya David.
"Kantin" jawab Elang.
"Bukannya kita lagi di hukum ya, emang boleh ke kantin" ucap Jason.
"Boleh aja, lagian guru juga gak lihat. Tapi kalau Lo mau tetap disini ya silahkan" ucap Reynand ikut menyusul Elang.
"Eh...eh.. Kalau kita dapat hukuman tambahan gimana" ucap Jason.
"Udah tinggal kita jalanin ribet amat. Mending sekarang kita ikut Elang sama Reynand" ucap David yang langsung menarik tangan Jason.
"Eh tapi....".
"Udah diam gak usah berisik" ucap David.
"Yaudah iya iya" ucap Jason.
Di kelas Cia, sejak tadi Cia benar-benar memperhatikan pelajaran yang sedang di terangkan oleh guru.
Setiap pertanyaan yang guru ajukan Cia bisa menjawab semuanya dengan benar dan tepat
Felly yang melihat kepintaran Cia merasa kagum.
"Cia, kamu hebat banget loh" puji Felly.
"Aku gak sehebat itu Fel" ucap Cia.
"Jangan merendah, sejak tadi kamu bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Bu Putri".
"Aku aja pusing loh, tapi kamu bisa menjawab semuanya dengan benar" ucap Felly.
"Itu cuma kebetulan aja. Kebetulan juga sejak di sekolah yang lama aku paling suka sama pelajaran matematika" ucap Cia.
"Wah aku makin kagum sama kamu. Udah cantik pintar lagi. Nanti aku boleh minta ajarin kamu gak, ada beberapa rumus yang masih belum aku mengerti" ucap Felly.
"Iya boleh, nanti kamu bilang aja yang mana yang kamu kurang paham" ucap Cia.
"Oke, makasih ya" ucap Felly.
"Sama-sama" ucap Cia.
Tanpa terasa, bel istirahat sudah berbunyi. Mendengar itu, semua murid di kelas Cia langsung bersorak.
"Yesss istirahat" teriak mereka semua.
"Baiklah, karena bel istirahat sudah berbunyi kalian bisa beristirahat. Kita bertemu lagi di pelajaran berikutnya" ucap Bu putri.
"Iya Bu" ucap semua murid dengan semangat.
gak mau tau up lagi, Thor yang baik hati jangan pelit up ya😁😁😁