NovelToon NovelToon
Pengantar CINTA Untuk Mbak Janda

Pengantar CINTA Untuk Mbak Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Cintamanis / Janda / Cinta Seiring Waktu / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Resti_sR

"𝘏𝘢𝘭𝘰, 𝘪𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘬𝘦𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮, 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘱𝘢𝘮 𝘤𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨.
𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵,
𝘑𝘢𝘷𝘢𝘴—𝘬𝘶𝘳𝘪𝘳 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘫𝘢𝘳 𝘫𝘢𝘯𝘥𝘢!"

Bagi Javas, seorang kurir dengan sejuta cara untuk mencuri perhatian, mengantarkan paket hanyalah alasan untuk bertemu dengannya: seorang janda anak satu yang menjadi langganan tetapnya. Dengan senyum menawan dan tekad sekuat baja, Javas bertekad untuk memenangkan hatinya. Tapi, masa lalu yang kelam dan tembok pertahanan yang tinggi membuat misinya terasa mustahil. Mampukah Javas menaklukkan hati sang janda, ataukah ia hanya akan menjadi kurir pengantar paket biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resti_sR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Maunya sama Selena terus.

Lima hari berlalu. Tidak ada perubahan pada kondisi Javas. Pria itu masih terbaring koma, dan hal itu membuat kesedihan tidak pernah benar-benar pergi dari wajah keluarganya. Mommy Kanaya hampir selalu berada di rumah sakit, hanya pulang pada waktu-waktu tertentu. Sebuah ruang khusus di rumah sakit bahkan sudah seperti rumah kedua bagi mereka. Haidar pun sama. Setiap pagi ia pergi ke kantor, lalu setelah itu kembali untuk menjaga putranya, bergantian dengan sang istri. Begitu pula Vallerie. Beberapa hari terakhir gadis itu selalu datang bersama Leonel, yang juga memiliki alasan untuk menjenguk Javas.

Selena pun demikian. Sejak Javas dirawat, ia tidak pernah benar-benar fokus pada pekerjaannya. Sebagian tugas ia serahkan kepada karyawan. Selebihnya, hampir setiap hari ia datang ke rumah sakit, berusaha melupakan traumanya terhadap tempat itu, sambil terus berharap keajaiban akan datang. Ia hanya ingin melihat Javas segera sadar.

Kehadiran Selena juga diterima oleh Mommy Kanaya. Wanita itu sudah mendengar penjelasan suaminya lima hari lalu dan memilih membebaskan Selena datang kapan pun ia mau.

Saat ini Selena duduk di kursi di samping ranjang Javas. Tatapannya terpaku pada wajah pria yang sudah lima hari terbaring tanpa membuka mata dan tanpa ocehan alay yang biasanya keluar dari mulutnya. Hidung Javas masih terpasang selang oksigen, kepalanya masih diperban, tangannya terhubung dengan selang infus, kakinya pun masih diperban. Di sisi ranjang, alat monitor terus berbunyi pelan, menjadi satu-satunya suara yang menemani sepi di dalam ruangan itu.

Selena meraih tangan Javas dan menggenggamnya erat.

“Masih belum mau bangun, Javas?” ucapnya pelan sambil menatap sendu.

“Sudah lima hari. Kenapa betah sekali tidurnya?” bisik Selena lirih, suara itu hampir tak terdengar, seolah hanya ingin didengar oleh pria yang masih terpejam di hadapannya.

“Saya minta maaf karena sudah mengacuhkan kamu selama tiga minggu. Tapi kamu harus tahu kalau selama ini saya juga sedang menahan diri supaya bisa menjaga jarak. Jauh di dalam hati, saya sebenarnya tidak bisa, Jav. Kehadiran kamu, setiap kalimat random, perhatian kecil yang sederhana, semua itu pelan-pelan membuat saya semakin dekat. Maaf karena saya tidak memberi alasan yang jelas kenapa saya memilih menjauh. Sejujurnya, saya sendiri bingung kenapa harus seperti itu.”

Selena mengusap punggung tangan pria itu dengan lembut.

“Bangun, Jav... kamu tidak bosan tidur terus? Ayo kita makan roti bersama lagi. Ayo jemput Lala dan ngobrol seperti dulu. Ayo kirim pesan random lagi. Kali ini saya janji tidak hanya membacanya saja, saya akan membalas. Jadi bangun ya, Jav...” lirih Selena, suaranya bergetar penuh harap.

Di depan pintu, ada Lala, Bibi Arumi, dan Vallerie yang duduk sambil mendengar celotehan Lala. Gadis kecil itu sudah dua kali datang ke sini dan dengan cepat akrab dengan adiknya Javas, juga dengan Mommy Kanaya.

“Kakak, Papi kapan bangunnya ya?” tanya Lala polos, menatap ke dalam ruangan, di mana ia kembali melihat kesedihan Maminya.

“Lala, kamu panggil Kak Javas Papi. Kenapa aku tidak dipanggil aunty? Harusnya Lala panggil aku Aunty Valle, gitu,” protes Vallerie pura-pura kesal.

“Aunty, kenapa Papi belum juga bangun?” Lala kembali bertanya dengan wajah cemas. Vallerie tersenyum tipis. Kehadiran Lala benar-benar sedikit mengobati kesedihan yang selama ini menempel di hatinya.

“Doakan semoga Papi cepat bangun ya, La,” ujar Vallerie. Ia tidak menjawab kapan Javas akan sadar, karena dirinya pun tidak tahu pasti.

Sorot mata Lala berubah sendu mendengar jawaban itu. Lima hari tanpa kehadiran Javas benar-benar terasa baginya, rasa kehilangan itu jelas tergambar dari wajah kecilnya.

“Lala jangan sedih. Bagaimana kalau ikut Aunty ke kantin depan, kita jajan, hm?” bujuk Vallerie lembut.

“Aku mau tunggu Papi saja di sini, Aunty…” jawab Lala pelan.

Mendengar itu, Vallerie tidak memaksa. Dia ikut duduk di sebelah Lala, menemaninya dan mengajak gadis kecil itu terus berbicara agar pikirannya tidak hanya pada kesedihan.

...----------------...

Tanpa Selena sadari, dalam genggamannya jari tangan Javas bergerak kecil. Getaran itu nyaris tidak terlihat, hanya sekejap, lalu diam kembali. Di sudut mata pria itu ada sebulir air mata yang tertahan, menggantung sebelum akhirnya meluncur pelan di pipinya yang pucat.

"Kamu benaran tidak mau bangun ya, Jav? Sebegitu marahnya ya?" suara Selena pecah.

"Maaf… maaf karena saya egois. Tapi kamu harus tahu kalau saya janji tidak akan begitu lagi ke depannya. Mari ngobrol bersama lagi. Saya akan membiarkan kamu hadir. Kamu mau jadi papinya Lala kan? Ayo bangun sebelum ada orang lain yang mengganti posisi kamu," ucap Selena dengan suara bergetar. Tangannya semakin erat menggenggam tangan Javas, seolah takut sesuatu kembali pergi darinya.

"Saya memang belum merasakan perasaan itu sepenuhnya, tapi saya janji akan mencoba membuka hati. Ayo temani saya untuk memulai yang baru, seperti yang selalu kamu bilang. Saya tidak mau kehilangan lagi, Jav. Cukup mereka… Mami, Papi, Kakak yang pergi. Saya mohon kamu tetap di sini. Jangan pergi lagi," tutur Selena panjang lebar, air mata terus jatuh tanpa bisa ia tahan.

"Aku tidak akan pergi..."

Suara itu pelan, serak, seperti keluar dari tenggorokan yang lama terkunci. Tapi cukup untuk membuat Selena membeku. Matanya membulat sempurna. Napasnya tertahan.

"Maunya sama Selena terus..."

"Javas… ka… kamu sudah bangun… kamu bangun…"

Selena langsung menubruk tubuh pria itu. Pelukannya rapat, kuat, seolah kalau dia melepas sedikit saja Javas akan hilang lagi. Tangisnya pecah, gemetar, penuh rasa takut dan lega yang bercampur jadi satu. Namun tubuh Javas terlihat tertekan, dadanya naik turun berat, sesak.

Bip... bip... bip...

suara monitor pemantau mendadak meninggi. ritmenya tak lagi stabil, garis hijau di layar melonjak tak beraturan, hal itu membuat Selena makin panik.

"Eh… ini kenapa…"

Tangannya gemetar, lututnya lemas. Tatapannya tidak beralih dari Javas yang masih lemah. Dia menekan bel darurat dengan tangan dingin dan basah oleh keringat.

"Jav, kamu kenapa? Kenapa monitornya begitu? Kamu…"

Selena panik memeriksa tubuh Javas. Selang oksigen masih terpasang rapi, perban masih kuat menahan luka, tapi rasa takutnya semakin besar.

"Dok… dokter…"

Dia akhirnya berlari keluar ruangan. Padahal bel sudah dipencet, tapi ketakutan membuatnya kehilangan logika. Wajahnya sembab, napasnya berat, matanya penuh cemas.

"Ada apa, Kak?" Vallerie langsung berdiri begitu melihat Selena.

"Javas… dia…"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
javas di mata mommy kamu, kamu tetep bocahnya walaupun sudah besar juga😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
javas sikap selengek an nya😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga sadar ya papi jav
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
dokter jadian telepon siapa ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
idih sera belum apa apa sdh galak, maen nampar nampar aja, semoga mommy javes liat waktu zera nampar selana
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
trauma it susah di hilang kan sama seperti aq trauma denger bunyi hallikopter
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ: seperti mau perang😂
total 2 replies
Tulisan_nic
Pro sekali bro satu ini ya
Tulisan_nic
nyogok
Tulisan_nic
pepet troooos
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hayo selena ke RS jangan sampe dengan kehadiran mi javes bisa sadar dari koma
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
saling kenal
R_Bell
too much javas, banyak yg single.. jangan rusak rumah tangga orang 🤣😂
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Ngincernya istri orang kak😭🤣🤣
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
lanjut thor🤭
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: besok kak😁
total 1 replies
Cibby
yuk jadian yuk🤭
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: heummmm
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
pepet terus mas, gpp kaku tangan demi cinta🥰
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Javas: gini banget pepet janda🤣🤣
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagusss cerita nya thor ada lucu lucunya 🤣
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Terima kasih kak🥰🥰
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
cinta dengan tulis ya javes
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
ada ada aja😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
🤣🤣🤣🤣🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
yang lagi viral skg namanya mas🤣 menguasai 3 negara, Indonesia korea n malaysia🤣😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ: iy thor🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!