NovelToon NovelToon
Istriku Ratu Iblis Dunia Murim

Istriku Ratu Iblis Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mafia / Time Travel / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: PENALIAR

Kang Yun-seo, seorang pemuda biasa dari dunia modern yang doyan main game, tiba-tiba terbangun di dunia Murim yang penuh intrik dan seni bela diri. Ia dipanggil oleh Hwang Yehwa, ratu iblis yang sekarat akibat pengkhianatan, dan kini kehilangan kekuatannya, berubah wujud menjadi manusia biasa. Untuk bertahan di wilayah manusia yang memusuhi iblis, Yun-seo harus berpura-pura sebagai suaminya. Dengan pengetahuan modernnya, Yun-seo beradaptasi di akademi pedang, menghadapi turnamen, konspirasi gelap, dan bangkitnya kekuatan iblis, sambil menumbuhkan ikatan tak terduga dengan ratu dingin itu. Sebuah kisah isekai penuh aksi, komedi, dan romansa di antara dua dunia yang bertabrakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENALIAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: KEMBALI KE AKADEMI

Perjalanan pulang dari Laut Timur memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

Yun-seo dan Yehwa memilih jalur memutar, melewati pedalaman untuk menghindari perhatian. Cincin Kekaisaran di jari Yun-seo masih bersinar redup kadang-kadang, seperti detak jantung kedua.

Mereka beristirahat di sebuah desa kecil di kaki pegunungan. Penginapan sederhana dengan pemilik ramah—sepasang suami istri tua yang senang menerima tamu.

Malam harinya, Yun-seo duduk di beranda kayu, menatap bintang. Yehwa keluar, duduk di sampingnya.

"Kau memikirkan kata-kata naga itu?" tanyanya.

Yun-seo mengangguk. "Aku jadi ingat masa kecil. Orang tuaku biasa saja. Ayah kerja di proyek, ibu di pabrik. Tidak ada yang aneh."

"Mungkin ada yang tidak mereka ceritakan."

"Mungkin." Yun-seo menghela napas. "Tapi bagaimana cara tahu? Aku tidak bisa pulang."

Yehwa meraih tangannya. "Kita cari tahu bersama. Nanti, setelah semua ini selesai."

Yun-seo tersenyum. "Janji?"

"Janji."

Mereka berdua diam, menikmati malam. Di kejauhan, sesekali terdengar lolongan serigala, tapi di sini, di beranda kayu ini, dunia terasa damai.

---

Tiga hari kemudian, mereka tiba di gerbang Akademi Pedang Iblis Langit.

Suasana akademi ramai seperti biasa. Murid-murid berlalu-lalang, beberapa berlatih di lapangan, yang lain duduk di taman membaca. Yun-seo merasa seperti baru pulang kampung setelah bertahun-tahun—padahal baru beberapa minggu pergi.

Cheol-soo menyambut mereka dengan teriakan gembira. "HYUNG! NYONYA HWANG! KALIAN KEMBALI!"

Ia berlari, memeluk Yun-seo erat. "Aku kangen banget! Tiga minggu nggak ada kabar!"

Yun-seo tertawa, membalas pelukannya. "Maaf, Cheol-soo. Banyak urusan."

"Urusan keluarga?" Cheol-soo menatap Yehwa. "Keluarga Nyonya Hwang baik-baik saja?"

Yehwa mengangguk sopan. "Baik. Terima kasih."

Kim Jung-soo dan Park Mu-jin juga menyusul. Mereka bertanya banyak hal, tapi tidak curiga. Yun-seo menjawab sebisanya, bersyukur punya teman-teman seperti mereka.

Malam harinya, di perpustakaan, Seo Jung-won sudah menunggu.

"Kembali dengan selamat," sapanya datar, tapi matanya menunjukkan kelegaan.

Yehwa menceritakan pertemuan dengan Tetua Kelima dan pertarungan melawan Naga Laut. Seo Jung-won mendengarkan dengan saksama. Saat sampai pada bagian Cincin Kekaisaran memilih Yun-seo, alisnya terangkat.

"Cincin Kekaisaran memilih manusia?" ia mengernyit. "Itu tidak biasa."

"Aku tahu." Yehwa menatap Yun-seo. "Ada rahasia di balik ini."

Seo Jung-won berpikir. "Mungkin kau bukan manusia biasa, Yun-seo. Mungkin ada darah iblis dalam dirimu?"

Yun-seo menggeleng. "Orang tuaku manusia biasa. Aku lahir di rumah sakit biasa. Tidak ada tanda-tanda aneh."

"Tapi kau dipanggil Cincin Pemanggil. Kau bisa gunakan pusaka. Itu bukan kebetulan."

Yehwa menambahkan, "Naga Laut bilang ada sesuatu yang kuno dalam dirimu. Mungkin... kau reinkarnasi?"

Yun-seo tertawa getir. "Reinkarnasi? Aku nggak percaya hal begitu."

"Di dunia ini, banyak hal yang tidak kau percayai ternyata nyata." Seo Jung-won tersenyum tipis. "Tapi untuk sekarang, fokus dulu pada pusaka berikutnya."

Yehwa mengangguk. "Lima pusaka lagi. Tapi kita butuh informasi."

"Aku bisa cari di arsip." Seo Jung-won bangkit. "Istirahat dulu. Besok kita cari tahu."

---

Keesokan harinya, kehidupan normal kembali berjalan.

Yun-seo mengikuti latihan seperti biasa, meski tubuhnya masih pegal setelah perjalanan panjang. Guru Song memuji peningkatannya—tanpa tahu bahwa Yun-seo baru saja bertarung melawan naga di dasar laut.

Cheol-soo heran. "Hyung, kau jadi kuat banget. Latihan rahasia?"

Yun-seo tersenyum. "Iya, rahasia."

"Bagi dong!"

"Nanti. Masih rahasia."

Cheol-soo cemberut, tapi tidak memaksa. Ia tahu sahabatnya itu menyimpan banyak hal, dan ia percaya suatu saat Yun-seo akan cerita.

Sore harinya, Yun-seo dan Yehwa bertemu di perpustakaan. Seo Jung-won sudah datang dengan setumpuk buku.

"Aku temukan sesuatu," katanya tanpa basa-basi. "Pusaka kelima—Baju Zirah Iblis—ada di Kuil Matahari."

Yehwa mengernyit. "Kuil Matahari? Itu markas sekte manusia yang memburu iblis."

"Tepat. Mereka tidak tahu apa yang mereka simpan." Seo Jung-won membuka buku, menunjukkan gambar baju zirah hitam dengan ukiran emas. "Baju zirah ini dikira peninggalan pahlawan kuno. Padahal, itu pusaka iblis."

"Bagaimana cara mengambilnya?"

"Itu masalahnya." Seo Jung-won menghela napas. "Kuil Matahari adalah markas besar. Banyak pendekar kuat di sana. Tidak mungkin menyusup."

Yehwa diam, berpikir. Lalu berkata, "Mungkin kita tidak perlu menyusup."

Mereka berdua menatapnya heran.

"Mereka tidak tahu itu pusaka iblis. Jadi mungkin... mereka akan meminjamkannya?"

Seo Jung-won mengerutkan kening. "Maksudmu?"

"Aku bisa menyamar sebagai pendekar yang membutuhkan zirah untuk misi besar. Dengan kekuatanku sekarang, aku bisa meyakinkan mereka."

Yun-seo menggeleng. "Terlalu berisiko. Kalau ketahuan—"

"Kalau ketahuan, aku lari. Dengan 50% kekuatan, aku bisa kabur." Yehwa tersenyum percaya diri. "Percaya padaku."

Yun-seo ingin protes, tapi tahu Yehwa benar. Ia hanya bisa menghela napas.

"Kapan berangkat?"

"Seminggu lagi. Aku perlu persiapan."

---

Seminggu berlalu cepat.

Yun-seo dan Yehwa menghabiskan setiap malam bersama—bukan hanya untuk latihan, tapi juga untuk menikmati kebersamaan. Mereka tahu misi ke Kuil Matahari berbahaya. Tidak ada jaminan Yehwa akan kembali.

Malam terakhir, mereka duduk di atap perpustakaan, tempat favorit mereka. Bintang di atas, angin malam sepoi-sepoi.

"Aku takut," bisik Yehwa tiba-tiba.

Yun-seo menoleh. "Kau? Ratu iblis takut?"

"Bukan takut mati. Tapi takut... tidak bisa kembali padamu." Yehwa menatapnya. "Aku tidak mau kehilangan apa yang kita punya."

Yun-seo meraih tangannya. "Kau akan kembali. Aku tunggu di sini."

"Janji?"

"Janji."

Mereka berpelukan, lama. Di bawah bintang, dua makhluk dari dunia berbeda bersatu dalam kehangatan yang tidak bisa dijelaskan.

---

Pagi harinya, Yehwa pergi.

Yun-seo mengantarnya sampai gerbang, seperti biasa. Cheol-soo ikut, tidak curiga apa-apa.

"Semoga urusan keluarga lancar, Nyonya Hwang!" serunya.

Yehwa mengangguk, lalu menatap Yun-seo. Di matanya, ada pesan yang hanya mereka berdua mengerti.

"Aku akan kembali."

Yun-seo membalas dengan anggukan. Kuda Yehwa berlari, meninggalkan debu di belakang.

Cheol-soo menepuk pundak Yun-seo. "Hyung, kenapa kau selalu melamun kalau Nyonya Hwang pergi?"

Yun-seo tersenyum getir. "Karena dia segalanya bagiku."

Cheol-soo mengerjap. "Wah, romantis sekali! Aku juga ingin punya istri seperti itu nanti."

Yun-seo tertawa kecil. "Semoga kau dapat, Cheol-soo."

Mereka berdua berjalan kembali ke akademi, meninggalkan gerbang di belakang. Di kejauhan, Yehwa terus berlari, menuju petualangan baru.

Dan di akademi, Yun-seo mulai menunggu—menunggu dengan hati yang penuh harap dan doa.

---

1
Amiera Syaqilla
hello author😄
Q. Zlatan Ibrahim: halo juga terimalasih sudah mampir
total 1 replies
Manusia Biasa
emang manusia kadang lebih dari iblis
Q. Zlatan Ibrahim: seringkali
total 1 replies
Manusia Biasa
wkwkw ngakak gua baca sandiwaranya, lucu🗿😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!