NovelToon NovelToon
Dendam Yang Diwariskan

Dendam Yang Diwariskan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Nikah Kontrak
Popularitas:585
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Tujuh belas tahun lalu, satu perjanjian berdarah mengikat dua keluarga dalam kutukan. Nadira dan Fellisya menandatangani kontrak dengan darahnya sendiri, dan sejak itu, kebahagiaan jadi hal yang mustahil diwariskan.

Kini, Keandra dan Kallista tumbuh dengan luka yang mereka tak pahami. Namun saat rahasia lama terkuak, mereka sadar… bukan cinta yang mengikat keluarga mereka, melainkan dosa yang belum ditebus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab: 32 Ingin Dianggap Ada

Malam ini cafe tak begi ramai seperti biasanya. Kemungkinan karena rintiik hujan yang terus turun sejak tadi sore.

Alka berbaring di sofa ruang kasir. Sementara Athar, Cakra dan Lista sedang makan.

Alka memainkan ponsel dengan santai. Menonton setiap vidio pendek yang lewat ke bercandanya. Sebelum akhirnya, satu pesan masuk melalui emailnya.

Seketika napasnya terhenti, tangannya gemetar saat membuka pesan itu. Matanya bergerak cepat, membaca baris demi baris, sampai jantungnya berdegup lebih cepat.

"Anda di nyatakan lulus tahap seleksi dan resmi diterima sebagai calon trainee Vantis Entertainment."

Matanya terbuka lebar, mulut ternganga. Ia langsung berdiri dengan cepat.

"Anjir," ia ketawa sendiri, suara tawanya pecah, nyaris histeris.

Alka langsung lari nyamperin teman-temannya. Yang masih ngobrol santai.

"Woi!!" tangannya nepuk meja keras. "Gue lulus."

Athar refleks berdiri. "Apa?"

Cakra masih melongo. Lista langsung tersenyum lebar.

Alka ketawa ngakak, tanpa sadar ia lompat kecil, lalu meluk Athar tanpa aba-aba. "GUE LULUS, BUDEG!"

"HEH, LEPASIN. GILA!" Athar protes, tapi tawanya keras juga.

Cakra geleng-geleng, senyumnya nggak hilang. "Akhirnya."

Lista cuma lihatin sambil duduk. Senyumnya lebar. Perasaan hampir bahagia sama seperti Alka.

Alka langsung duduk, tak lama Athar juga ikut duduk di sebelahnya.

"Lihat kan, gue lulus juga," katanya lagi.

Athar menatapnya dari samping. "Awas aja kalau gagal pas trainee." ia nyikut lengan Alka pelan.

"Nggak lah. Ini impian gue dari lama. Gue bakal bertahan sampai suatu saat nanti gue debut." Alka natap Athar dengan wajah yang masih dipenuhi tawa.

"Malam ini, gue trakhir minum yang pahit-pahit." ia mengutak-atik ponselnya.

Athar mendengus. "Dikit-dikit minum. Percuma lo bahagia, kalau minumnya yang pahit."

"Untuk merayakan kebahagiaan," balas Alka, sambil menaik turunkan alisnya.

"Ka, jangan sampai teler. Kasian Lista harus angkut, lo." sahut Cakra, tangannya nepuk bahu Alka pelan.

"Aman," katanya santai.

Minuman yang Alka pesan kini sudah tiba. Di meja bulat itu, mereka minum lagi. Tapi kali ini rasanya berdeba. Bukan minum buat nutup kecewa, tapi rasa yang begitu bahagia bagi Alka.

Diantara mereka, memang Alka yang minumnya cukup kuat. Dia nggak berhenti ketawa, sambil cerita ngalor-ngidul nggak jelas. Nyenggol bahu Athar, nepuk bahu Cakra, ngelus kepala Lista. Nama mereka di sebut satu per satu, seolah takut momen ini cuma mimpi.

Sampai akhirnya, kepalanya terlalu berat buat tegak. Athar dan Cakra saling memandang, ada senyum diantara mereka.

"Teler lagi temen, lo." suara Athar lirih.

Cakra terkekeh pelan. "Biarin, gue seneng lihat dia ketawa."

"Kalau sadar banyak omong, pusing gue dengernya. Kadang nyebelin juga," kata Athar, yang di susul oleh tawanya.

Lista membuang napas panjang. Natap lama Alka. "Ka, gue harap kali ini lo bisa berjalan mulus gapai impian lo, yang sudah di depan mata."

Karena malam sudah semakin larut, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Mau tak mau, akhirnya tetap harus Lista yang membawa Alka pulang dalam keadaan teler seperti itu.

Motor Alka di simpan di cafe. Satu per satu lampu sudah di matikan. Lista pergi lebih dulu, lalu di susul Cakra, baru Athar.

Di jalanan malam yang lengang, angin berhembus lembut. Membawa hawa dingin yang menusuk. Lista melajukan motornya cukup ngebut. Karena takut jika tiba-tiba Alka kehilangan keseimbangan dan jatuh dari atas motornya.

Motor Lista kini masuk ke halaman rumah. Mesin motor di matikan.

"Ka, bangun udah nyampe rumah," kata Lista.

"Hm," Alka berusaha turun, tapi goyah. "Bantu gue jalan, Ta." tangannya terulur ke Lista.

Lista membuang napas kasar, menatapnya malas. Tapi tetap ia membantu Alka. Tangan Alka melingkar di leher Lista.

Lista mendorong pintu rumah. Pundaknya mulai terasa berat.

"FELLISYA!" teriak Alka tiba-tiba. Membuat Lista kaget.

"Ka, lo jangan cari gara-gara deh, gue males ribut." langkah Lista berhenti sebentar.

"Lo tenang aja, ada gue." Alka berusaha membuka mata.

Dalam seperkian detik, Fellisya muncul dengan wajah datar, tapi tatapan tajam. Tangan melingkar depan dada.

Alka berdiri sempoyongan di depannya. Senyumnya miring. "Tahu nggak?" ia nunjuk dadanya sendiri. "Gue lulus."

Ketawanya pecah lagi, tepat di depan wajah Fellisya.

Fellisya mendengus. "Kurang ajar. Sialan!"

"Lucu ya?" Alka nyeplos lagi. "Yang lo remehin, yang lo bilang nggak bisa jadi apa-apa. Eh, malah keterima."

Rahang Fellisya mengeras, tangannya hampir melayang.

Tapi Alka menangkap pergelangan tangannya. Masih ketawa, tapi pandangannya mulai kabur. "Udah ah, gue capek!" gumamnya.

"Kamu pikri semuanya selesai? Kamu masih bisa gagal, Alka." bisik Fellisya, ada senyum miring di wajahnya. Sebelum akhirnya ia pergi.

Lista yang berdiri dari jauh. Kini kembali mendekat. Membantu Alka yang jalannya sempoyongan, menuntunnya ke sofa.

"Ka, dia nggak mau kalah dari, lo," bisik Lista.

Alka tak menjawab, matanya terbuka sebentar.

Tak lama, pintu kamar terbuka. Renata dan Varel keluar.

Renata langsung duduk di sisi kiri Alka, kepala Alka langsung nyender bahunya. Lista kini duduk di sebelah Renata. Sementara Varel masih berdiri... lalu duduk di sisi kanan Alka.

Mulut Alka kembali terbuka, ngoceh lagi.

"Tahu nggak, Bu..." ia nyengir sendiri. "Biasanya aku selalu gagal. Usaha, dateng, pulang... nggak lolos."

Matanya setengah terpejam. "Tapi kali ini... aku bisa."

Renata ngelus rambutnya pelan.

"Aku harus buktiin," lanjut Alka lirih. "Kalau aku emang pantes."

Alka tertawa kecil lagi, lalu tiba-tiba menatap Renata. "Makasih ya..."

Renata cuma tersenyum, dan menggenggam erat tangan Alka yang dingin.

Alka lalu noleh ke sisi lain. Tatapannya jatuh ke Varel. "Papah..." suaranya melemah. "Kenapa diem aja?"

Ia terkekeh, tapi nadanya goyah. "Papa benci ya sama aku?"

Suasana mendadak tegang. Renata menatap Alka, lalu Varel. Lista menggenggam tangannya erat. Ingin pergi dari sana, tapi rasanya berat.

"Pah, aku sama Lista ini anak Papa loh..."

Alka nyengir kecil. "Tau nggak, Pah. Aku tuh capek pura-pura kuat."

Alka natap Varel dengan mata setengah terbuka. "Aku pengen banget, Papa bilang sekali aja... 'Nggak apa-apa, ka. Kamu pasti bisa.' Sekali aja."

Matanya berkedip lambat, sesekali ia memaksa buka mata. Memperlihatkan mata yang sudah merah itu.

"Pah, aku sama Lista nggak minta di banggain. Cuma... jangan kelihatan kecewa tiap kali lihat kita."

Alka tertawa kecil lagi, getir. "Papah... aku sama Lista nggak minta apapun. Kita cuma pengen di anggap ada. Di akui... kalau kita anak Papa juga."

Kata-katanya berantakan, nggak runtut. Tapi tiap kata jatuh menusuk ke dada Varel. Sesak. Berat. Bersalah.

Varel nggak bisa jawab apa-apa. Tangannya mengepal di atas paha.

Lista menunduk. Air mata keluar tanpa suara. Napasnya berat. Ia angkat wajah, tatapannya jatuh bertemu dengan Varel.

Renata langsung merangkul Lista, satu tangannya merangkul Alka. Di tengah kekacauan itu, Renata tetap sabar. Seolah ingin menahan Alka dan Lista di dunia yang aman.

Tak lama kemudian, napas Alka mulai teratur. Matanya tertutup sempurna. Ia tertidur dengan senyum kecil yang masih menggantung di wajahnya.

1
Apaqelasyy
Keren banget plotnya.
Lautan Ungu_07: Awww makasih udah baca🎀 seneng banget ada yang notice alurnya.💝💝
total 1 replies
Willian Marcano
Buatku melek sepanjang malam.
Lautan Ungu_07: Aduhh, kasihan matanya... tapi makasih loh, udah baca cerita ini.😅🥰🎀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!