NovelToon NovelToon
Dibalik Tirani Pernikahan

Dibalik Tirani Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Balas Dendam / Teen / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Rama dan Ayana dulunya adalah sahabat sejak kecil. Namun karena insiden kecelakaan yang menewaskan Kakaknya-Arsayd, membuat Rama pada saat itu memutuskan untuk membenci keluarga Ayana, karena kesalahpahaman.

Dalih membenci, rupanya Rama malah di jodohkan sang Ayah dengan Ayana sendiri.

Sering mendapat perlakuan buruk, bahkan tidak di akui, membuat Ayana harus menerima getirnya hidup, ketika sang buah hati lahir kedunia.

"Ibu... Dimana Ayah Zeva? Kenapa Zeva tidak pelnah beltemu Ayah?"

Zeva Arfana-bocah kecil berusia 3 tahun itu tidak pernah tahu siapa Ayah kandungnya sendiri. Bahkan, Rama selalu menunjukan sikap dinginya pada sang buah hati.

Ayana yang sudah lelah karena tahu suaminya secara terbuka menjalin hubungan dengan Mawar, justru memutuskan menerima tawaran Devan-untuk menjadi pacar sewaan Dokter tampan itu.

"Kamu berkhianat-aku juga bisa berkhianat, Mas! Jadi kita impas!"

Mampukah Ayana melewati prahara rumah tangganya? Atau dia dihadapkan pada pilihan sulit nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

"Hallo, bagaimana Deril?"

"Hallo, Pak... Menurut cctv, Mbak Mawar lah yang sengaja menyenggol Mbak Ayana hingga terjebur di kolam renang!" ujar Deril di sebrang telfon.

Rama mengepalkan satu tangannya, batinnya terdengar berisik, "Kurang ajar! Mawar rupanya pelaku dari terjeburnya Ayana. Wanita itu lama-lama buat aku muak saja!"

"Oh ya, Deril... Tugas kamu sekarang, cari tahu tentang hubungan Ayana dengan Devan! Saya yakin, pasti ada sesuatu yang Devan tidak tahu tentang siapa Ayana!"

"Baik, Pak Rama!"

Panggilan terputus sepihak oleh Rama. Ia sejak tadi belum tidur, dan masih berdiam diatas balkon kamar sambil menatap dalam kearah Paviliun.

Satu notif pesan masuk dalam gawai Rama.

Mawar?

"Rama, lusa aku ingin dinner romantis dengan kamu. Aku tunggu di cafe langganan kita pukul 7 malam!"

Begitulah kira-kira pesan yang di kirimkan Mawar kepada sang kekasih.

Rama agak sedikit mengernyit. Ia merasa janggal, sebab tak biasanya Mawar datang sendiri ke cafe, jika bukan di jemput olehnya.

"Baik, Mawar." (Send)

Tak ingin larut dalam pikiran buruknya, Rama segera masuk, dan langsung merebahkan tubuh lelahnya.

*

*

Pyar!

Brak!

"Kamu benar-benar keterlaluan, Rama...." teriak Mawar frustasi sambil melempar barang-barangnya kearah dinding.

Wanita cantik itu meluruhkan tubuhnya diatas lantai dengan tangisan memilukan. Sebagai kekasih yang telah menjalin hubungan begitu lamanya, Mawar merasa semua yang terjadi beberapa jam lalu bagaikan bencana besar dalam hidupnya.

Dibalik lampu temaram itu, Mawar bagaikan sosok raga yang jiwanya sudah mati beberapa jam lalu.

Waktu-kesetiaan-perjuangan, semuanya musnah dalam kenyataan sekejab mata.

"Pantas saja kamu begitu dekat dengan bocah kecil itu. Ternyata dia anakmu sendiri, Ramaaaa....!" teriak Mawar merasa hancur. Padahal, lamaran mereka tinggal menghitung hari saja.

Di tengah keputusasaan itu, tetiba gawainya berdering.

Mawar menggapai gawai itu, lalu segera mengangkatnya.

"Hallo, bagaimana Pram?" Mawar bangkit, mencoba mengusap sisa air matanya, lalu berjalan menuju balkon.

"Hallo Non, saya sudah berhasil mendapatkan nomor yang Anda minta. Dan ternyata... Wanita itu diam-diam memiliki bisnis dengan beberapa desainer ternama."

Mawar agak mengernyit, "Maksud kamu, Pram? Dia juga seorang desainer?"

"Bukan desainer, Non! Tapi lebih tepatnya... Dia memiliki keahlian dalam bidang desain busana. Beberapa gambar busananya, banyak di rekrut butik ternama di jakarta ini. Dan salah satunya milik Bu Mira, Tante Non sendiri," jabar Pram.

Mawar terperanjat. Kedua matanya terbuka lebar.

"Apa? Jangan-jangan... Baju lamaran yang aku pesan, itu buatan si Ayana?! Nggak, nggak! Aku harus telfon Tante Mira lebih dulu buat pasti'in."

Pram disebrang juga menimpali, "Non, wanita itu tidak memakai nama panggilannya. Dia memakai nama Neswari, sebagai bisnisnya."

"Ya sudah, Pram... Kamu segera kirim aja nomornya."

Setelah itu panggilan terputus oleh Mawar. Begitu mendapatkan nomor Ayana, ia tampak mengotak atik gawainya kembali, entah bermaksud seperti apa.

Tok!

Tok!

"Maw... Are you oke, Sayang?" Bu Imelda mengetuk pintu putrinya, sebab tadi mendengar suata benda pecah dari lantai dua.

Mawar menyudai aktivitasnya. Wanita itu segera berjalan kearah pintu, dan mengusap sisa air matanya.

"Mawar baik-baik aja, Mah! Tadi nggak sengaja Mawar nyenggol vas diatas nakas," balasnya tersenyum.

Bu Imelda tampak mengerutkan dahi, menelisik wajah putrinya. "Kamu habis nangis?"

Mawar mengerjabkan matanya, "Nggak! Mawar nggak nangis, Mah. Oh... Itu, tadi Mawar baru aja nonton drama korea terbaru. Ceritanya sedih banget," jawabnya memelas.

"Yakin? Nggak sedang ada masalah sama Rama 'kan?"

Mawar menggeleng lemah. Lalu memegang lengan Ibunya, "Nggak, Mah! Mawar sama Rama baik-baik aja kok. Udah... Mending Mamah istirahat aja, ini udah malem loh. Nanti kulit Mamah pada kendur, gimana?" kekehnya.

Bu Imelda tersenyum, "Kamu ini ngawur aja. Ya udah, kamu juga cepetan tidur! Jangan sampe malem nontonya."

"Okay, Mah!"

Begitu pintu tertutup kembali. Mawar menyandarkan tubuhnya pada pintu, sambil menghela nafas berat.

"Maafin Mawar, Mah!"

*** ***

Pagi itu, tepatnya pukul 06.30 wib.

Sebuah mobil alphard baru saja tiba di depan teras rumah utama. Seorang pria setengah baya dengan postur tubuh tinggi tegap, berparas tampan, namun rambut yang sudah sebagian memutih itu, kini turun dari mobil, menarik kerah jasnya, lalu segera berjalan masuk kedalam.

Wajahnya begitu damai, namun sorot matanya sangat kuat.

Milya yang baru saja turun dari tangga, terperanjat dan langsung memekik girang, "Papahhhh....."

Tuan Ibrahim sudah merentangkan kedua tangannya.

Gadis cantik itu segera berlari dan langsung menghambur dalam pelukan sang Papah.

"Papah... Kok pulang nggak ngabarin Milya, sih?!" gadis itu mendongak kecil, menampakan raut wajah tidak setuju.

Tuan Ibrahim mengusap kepala Milya, tersenyum lembut lalu berkata, "Papah sengaja mau buat kejutan sama kamu, Milya!"

"Milya kangen tau nggak, sama Papah!" Milya masih terus memeluk tubuh sang Ayah, melapaskan rindu yang sudah menumpuk.

"Papah juga kangen sama putri kecil Papah ini," kekeh Tuan Ibrahim.

Dan tak lama itu, dari atas tangga Rama yang sedang turun juga tersentak kaget melihat sang Papah sudah berdiri di ruang tengah bersama adiknya.

"Papah pulang? Kenapa nggak bilang sama Rama... Kan bisa Rama jemput," protesnya sambil berjalan mendekat.

Tuan Ibrahim menghela nafas lirih, lalu menepuk pelan pundak putranya. "Papah tahu kamu itu sibuk, Rama. Tadi Papah udah minta jemput sama Pak Ihsan, sekalian mampir lihat proyek baru kamu."

Rama terdiam sejenak. Kedatangan Ayahnya bagaikan ancaman besar terhadap rumah tangganya dengan Ayana.

"Loh, Papah? Kok pulang nggak ngabarin Mamah dulu? Kan bisa Mamah masakin kesukaan Papah kalau gitu," ucap Bu Anita saat keluar dari kamarnya.

Wanita yang sudah rapi dengan dress casualnya itu berjalan mendekat, menatap sang suami penuh damba.

"Nggak papa, mumpung kerjaan udah selesai, jadi ya... Buat kejutan anak-anak aja," balas Tuan Ibrahim acuh.

Dari arah dapur, Bik Sumi berjalan menghampiri. "Nyah... Sarapan sudah siap!" lalu pandangan Bik Sumi terhelak kearah Tuan Ibrahim, "Tuan... Baru pulang?"

"Iya, Bik Sumi! Terimakasih, sudah membantu mengurus cucu saya." Tuan Ibrahim sudah tidak sabar ingin bertemu cucu semata wayangnya. "Oh ya... Zeva sudah bangun?"

"Sudah, Tuan! Baru saja selesai dimandikan Non Aya," jawab Bik Sumi.

Setelah mengatakan itu ia kembali lagi ke dapur.

Rama terdiam kaku di tempatnya.

Tuan Ibrahim sudah tahu bagaimana tabiat keluarganya dengan menantu serta cucunya itu. Ia hanya mampu melirik sekilas, lalu berlalu menuju dapur begitu saja.

Bu Anita segara menegur putranya, "Rama, kamu lihat sendiri 'kan? Papahmu pulang itu, pasti ingin melihat lamaran kamu sama Mawar! Dan Mamah yakin, pasti sebentar lagi Papahmu juga akan mengajukan gugatan pernikahanmu dengan Ayana."

Mika yang berdiri dekat guci sudut sofa, hanya dapat bergeming menahan rasa panik perihal terbongkarnya rumah tangga sang Kakak.

Masalahnya semakin bertambah runyam, karena ialah dalang dibalik terbongkarnya rahasia itu.

"Duh... Moga aja Mbak Mawar nggak bilang sama Mas Rama dan Mamah, kalau aku yang udah bilang sama dia," batin Milya cemas.

Rama masih terdiam, larut dalam pikirannya. Hingga tak lama itu ia langsung melenggang kearah ruang makan begitu saja.

*

*

"Hallo Zeva... Selamat pagi, Sayangnya Kakek!" pekik Tuan Ibrahim di ambang pintu paviliun.

Zeva yang habis selesai mandi, dan sudah rapi, wangi itu, reflek saja menoleh.

"Kakek Jaya...." Zeva bangkit, dan langsung menghambur dalam pelukan kakeknya itu.

Meskipun terhalang oleh rapatnya status pernikahan orang tuanya, hal itu tidak menyurutkan kedekatan antara Zeva dan sang Kakek, meskipun keduanya jarang sekali bertemu.

Namun, sebagai sosok pengganti Ayahnya, Tuan Ibrahim selalu meluangkan waktu sesibuk apapun untuk bercengkrama dengan cucunya.

"Pak Ibrahim... Anda sudah pulang?" sapa Bu Ratih yang baru saja keluar dari dapur dengan kursi rodanya.

Tuan Ibrahim mengangkat cucunya untuk diajak masuk. "Bagaimana kabar Anda, Bu Rati?"

"Alhamdulillah, seperti yang Anda lihat, Pak Ibrahim. Saya sudah mulai belajar berjalan, dan masih menjalani teraphi setiap minggu."

Tuan Ibrahim mengangguk lemah, "Saya turut bahagia, Bu Ratih! Oh ya... Ayana kemana?"

"Itu... Aya baru saja selesai mandi, Pak Ibrahim!"

Dan tak lama itu Ayana keluar dengan seragam kerjanya. Ia terperanjat, melihat Mertuanya sudah tiba di rumah.

"Tuan Ibrahim...." Sapa Ayana tertunduk.

"Ayana... Kenapa kamu harus memakai seragam pelayan? Siapa yang menyuruhmu?" protes Tuan Ibrahim.

"Bukan masalah besar, Tuan! Karena saya sebagai pelayan, jadi Bu Anita memberikan saya seragam ini," jawab Ayana apa adanya.

Tuan Ibrahim memalingkan wajah menahan geram, "Anita benar-benar keterlaluan!" batinya.

Dan tak lama itu, Tuan Ibrahim bangkit sambil menggendong Zeva.

"Kakek, kita mau kemana?"

1
Dini Anggraini
Alhamdulillah akhirnya karina terbebas dari Arash si jahat dan neraka itu semoga karina bisa hidup bahagia dengan Arsyad. 👍👍😍😍
Daulat Pasaribu
kenapa jodoh similya harus dika si thor.gk sukalah thor.wanita gk baik yah jodohnya sama yg gk baik
Septi.sari: nggak jadi kak, keduanya saling tentang🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Daulat Pasaribu
bisa bisa wanita kotor macam milya dpt nya dika,berzinah ma org lai tapi si dika yg tanggung jawab.gk adil itu thor namanya.uda jahat perangainya.klo baik tadi gk papa
Septi.sari: ia nih kak, dika si lugu kasian jadi korban😭🔥
total 1 replies
Dini Anggraini
Enak banget milya habis yang senang2 dika kena imbasnya Q gak setuju milya menikah dengan dika Thor biarkan anaknya hidup dengan milya sendiri saja agar milya merasakan bagaimana rasanya jadi ayana hidup sendiri mengurus ibu sakit suami gak peduli. 🙏
Dini Anggraini: belum bunda karena banyak yang masih jahat banget anita, mawar dan milya kapan mereka jadi baik masih saja jahat meskipun di penjara. 🙏😭😭
total 2 replies
Dew666
💎💎💎💎
اختی وحی
typo nya thor, imelda jdi anita sampe bingung bacanya
Septi.sari: oh iya kak, maapken😭
total 2 replies
Dini Anggraini
Alhamdulillah kakak author mendengar nasihat kami para pembaca dengan Arsyad balik sama karina agar karina hidupnya gak menderita lagi bila mawar dan keluarganya menderita biarkan saja karena mereka jahat banget tapi kalau karina kan baik kasihan. Makasih kakak author yang baik. 👍👍😍😍😍
Dini Anggraini: ya kak
total 3 replies
Daulat Pasaribu
uda hamil pun ditinggalkan cowoknya gk mau bertanggung jawab,malah tetap jahat.dasar milya perempuan bodoh
Septi.sari: kesel banget ya kak🤭
total 1 replies
Elly Irawati
ditunggu episode selanjutnya kak, gas up lagiiiii biar ndx penisirin😅😅.. critanya loh masyaallah bikin greget.. ternyata si mawar dalang dari semuanya😡
Septi.sari: masya allah, tersayang, macihhhhh❤❤❤❤🤭🤭🤭
total 1 replies
Daulat Pasaribu
itulah balasan buat si milya karena uda jahat sama kaka iparnya ayana
Septi.sari: biar kapok kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
si pak arman apa gk syok kalao tau anaknya otak dari pelaku pembunuhan berencana arsyad
Septi.sari: ntar di penjara dua2nya kak🤭🔥
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Dini Anggraini
Benar rama kamu sudah putuskan yang terbaik kamu tidak tahu saja yang mencoba membunuh Arsyad bukan anita saja tapi juga mawar malah mawar dalang dari semua ini. Semoga pak Ibrahim segera menemukan video rekaman percakapan mawar dan anita tentang perencanaan pembunuhan Arsyad dan menguasai kekayaan pak ibrahim ya bunda. 😍😍
Septi.sari: apa di buatin novel buat Karina ya kak, 🤭
total 3 replies
اختی وحی
gk rela klw ayana balik sama rama. sama devam aja biar rama kapok
اختی وحی
males bngt rama msih ketemu² ayana, jrs ny cerai aja beres
اختی وحی
suka bngt karakter pak ibrahim jos👍👍
Septi.sari: bijaksana banget kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
smoga rama dan ayana serta zeva keluarganya hidup bahagia.
Daulat Pasaribu
jgn sampai ada masalah lagi,smoga aja rama betul betul berjuang untuk ayana dan zeva
Septi.sari: iya kak, setelah bahagia, mau lanjutin kisahnya Arsyad🔥
total 1 replies
kalea rizuky
novel terburuk yg pernah q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!