Sequel dari Menikahi Mr. Rajendra
_________________________________
"Mencintaimu adalah luka paling hebat dalam hidupku, yang dimana hadirnya tidak bisa aku hindari."
-Azizah Ghaffara Dananjaya-
Zizi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya yaitu melihat secara langsung laki-laki yang ia cintai menyatakan perasaannya pada wanita lain. Apalagi saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri.
Namun, disaat Zizi ingin memulai kehidupan barunya dengan laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tristan malah menyadari perasaannya terhadap Zizi.
"Aku terlambat menyadari siapa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku," ucap Tristan dengan frustasi.
Permainan takdir apa yang akan dihadapi oleh Zizi kedepannya ? Dan siapa yang akhirnya akan menjadi pendamping hidup Zizi ?
Jangan lupa ikuti ceritanya ya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Pertama Tristan
^^^~ Aku memang bukan yang terbaik, namun aku akan selalu belajar untuk memberikan yang terbaik, dan untuk jadi yang terbaik ~^^^
Dikediaman utama keluarga Rajendra, Nana dan Zayyan tampak sedang memperhatikan sang buah hati yang tengah terlelap dalam heningnya malam. Larut dalam keindahan alam bawah sadarnya. Menikmati dan berlari bersama teman bintang-bintangnya di alam yang hanya bisa ia masuki sendiri – alam mimpinya.
“Dia sangat mirip sama kamu, bahkan aku ngak kebagian sedikitpun,” ucap Nana setelah sekian lama menatap wajah putranya.
Zayyan tersenyum lalu mengangguk setuju dengan ucapan sang istri. Nana benar, putra mereka memang sangat mirip dengannya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari ketampanan, mata indah, bibir tipis, senyuman, dan semuanya adalah warisan dari Zayyan.
“Iya-iyalah mirip, kan dia anak aku sayang. Wajar dong !” seru Zayyan.
“Tapi aku ngerasa ngak adil aja gitu, masa mirip kamu semua. Padahal kan aku yang mengandungnya selama 9 bulan, terus aku juga yang lahirin dia,” ucap Nana tidak terima.
Zayyan menghela nafasnya. Ia terlalu lelah untuk berdebat masalah ini dengan istrinya. Ini bukan pertama kalinya Nana protes akan hal ini, tapi udah kesekian kalinya. “Ya udah, kalau fisiknya mirik aku, mudah-mudahan aja sifatnya mirip kamu,” jawab Zayyan. “Sekarang adilkan ?” Tanya Zayyan.
Nana mengangguk meskipun masih cemberut. Sebenarnya dia tidak mempermasalahkan itu, hanya saja kadang ia merasa kesal melihatnya.
“Karena sekarang masalahnya udah selesai, gimana kalau kita bobok ? Aku udah ngantuk ditambah capek banget yang,” ucap Zayyan lagi.
“Iya, selamat malam sayang,” ujar Nana. Zayyan tersenyum sebelum didetik kemudian mengecup wajah sang istri dengan penuh kasih sayang.
***
Ditempat lain, Zizi tampak sedang mencari keberadaan Tristan. Ia memeriksa semua tempat, namun masih belum menemukan sosok orang yang dicarinya.
Zizi melangkah menuju halaman belakang. Ini adalah satu-satunya tempat yang belum ia periksa. Dan benar saja, ternyata Tristan sedang berada disana. Ditemani sebuah gitar yang dipetik indah oleh jemarinya. Suaranya yang merdu mampu menghipnotis Zizi seketika apalagi ditambah dengan lagu yang sedang dibawakan oleh sang suami.
...‘Salahkah bila diriku, terlalu mencintaimu’...
...‘Jangan tanyakan mengapa, karna aku tak tahu’...
...‘Aku pun tak ingin bila, kau pergi tinggalkan aku’...
...‘Masihkah ada hasrat mu ? Tuk mencintaiku lagi ?’...
Penggalan lirik lagu dari Fatin Shidqia itu sangat membekas diingatan Zizi. Ia termangu, larut dalam pikirannya. Hatinya sesak melihat ini semua. Apa dia salah menyembunyikan perasaannya untuk melihat seberapa besar Tristan mencintainya ? Apa dia salah jika menguji kadar cinta dari suaminya sendiri ?
Ia hanya berusaha agar hatinya tidak terluka lagi setelah memberikan kesempatan. Ia hanya memastikan agar tidak ada penghiatan lagi setelah ini. Apa cara yang ia ambil ini salah ?
Zizi bisa melihat bagaimana sedihnya Tristan saat melantunkan lagu itu. Ada air mata yang sengaja ditahannya. Ada luka dan kecewa yang sengaja dipendamnya. Ada rasa bersalah juga egois yang disembunyikannya.
Bagaimana pun juga, saat ini Tristan mengira bahwa Zizi sudah tidak mencintainya lagi. Rasa yang dulu menjadi miliknya kini telah di ganti dengan orang lain. Sekarang bukan lagi dia yang ada dalam hati wanita yang kini telah menjadi istrinya itu. Begitulah pemikiran Tristan saat ini.
Padahal tanpa ia sadari, hati dan cinta Zizi masih menjadi miliknya seutuhnya. Bahkan sampai detik ini, belum ada yang bisa menggantikan posisi Tristan dihatinya, termasuk Kavindra sendiri.
“Sayang, kamu disini ?” Tanya Tristan saat melihat sang istri sedang menatapnya. Tristan meletakkan gitarnya lalu segera menghampiri Zizi. Tristan mengerutkan dahinya tak kala melihat Zizi menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
Zizi tidak menjawab pertanyaan Tristan, namun di detik berikutnya gadis itu langsung memeluk laki-laki yang telah menjadi suaminya itu. Tristan semakin bingung melihat hal itu, karena biasanya Zizi selalu menolak jika dipeluk oleh nya. Tapi sekarang apa ? Istrinya sendiri yang datang memeluknya dengan erat.
Meskipun bingung dengan sikap sang istri tapi Tristan bahagia. Ia tersenyum sebelum kemudian membalas pelukan Zizi. “Kamu kenapa ? Kangen ya sama aku !” Seru Tristan dengan percaya diri.
Zizi langsung melepas pelukannya, lalu memukul pelan lengan Tristan. “Kepedean banget sih kamu. Siapa juga yang kangen,” jawab Zizi dengan mengerucutkan bibirnya. Ia sengaja mengalihkan wajahnya agar Tristan tidak melihat rona merah di wajahnya.
“Kalau ngak kangen terus kenapa meluk aku ? Mana kenceng banget lagi !” Goda Tristan.
“I-itu aku cuma-“
“Cuma apa ? Cuma pengen peluk aja ?” Tanya Tristan semakin gencar menggoda sang istri.
“Bukan itu. Tau ah, terserah kamu.” Zizi langsung pergi dari hadapan Tristan. Namun sebelum ia sempat melangkah Tristan sudah lebih dulu merengkuhnya dari belakang. Tristan membenamkan wajahnya diceruk leher Zizi sembari memejam matanya. Entah kenapa, ada ketenangan sendiri saat melakukan ini.
Zizi meronta ingin lepas dari pelukan sang suami, namun Tristan menahannya dan tidak membiarkan Zizi pergi dengan mudah. Laki-laki itu malah semakin mengencangkan pelukannya.
‘Sayang.” Zizi tidak menanggapi panggilan Tristan.
“Sayaaanggg.” Tristan kembali memanggil Zizi namun kali ini dengan nada bicara yang sangat manja. Hingga sampai-sampai Zizi menjadi geli sendiri mendengarnya.
“Apa ?”
“Aku lapar.” Zizi mengerutkan dahinya. Jika lapar harusnya Tristan makan, tapi kenapa malah mengatakannya pada Zizi. Jangan bilang jika suaminya ini minta disuapi.
“Kalau lapar ya makan aja, kenapa malah bilang sama aku,” ucap Zizi.
“Tapi ngak ada makanan didapur.” Zizi baru ingat bahwa di rumah ini belum ada asisten rumah tangga dan ia belum masak untuk sarapan pagi mereka hari ini.
“Ya udah, kita pesan makanan aja kalau gitu.” Tristan menolak tawaran Zizi dengan sebuah gelengan.
“Aku mau makan masakan kamu,” tutur Tristan.
Zizi menimbang permintaan Tristan untuk dibuatkan makanan. Namun ia baru ingat kalau mereka belum membeli peralatan memasak dan tidak ada satupun bahan makanan dirumah ini. Lalu ia akan memasak pakai apa ?
“Tapi dirumah ini belum ada peralatan masak dan bahan makanan,” ujar Zizi.
Tristan menghela nafasnya. Keinginannya untuk makan masakan Zizi sepertinya harus kandas saat ini. “Kita pesan makanan untuk sarapan pagi aja dulu. Nanti setelah itu baru kita pergi untuk beli peralatan masak dan bahan makanan, gimana ?” Tawar Zizi.
Tristan mengangguk lalu tersenyum. “Ya udah terserah kamu aja deh. Tapi nanti masakin aku opor ayam ya,” pinta Tristan.
Zizi terdiam. Dipandangnya Tristan dengan lekat. Ini adalah pertama kalinya Tristan meminta dibuatkan makanan olehnya. Dan ini juga akan menjadi masakan pertama yang dibuat Zizi untuk suaminya.
Zizi mengangguk sembari tersenyum. “Okee, nanti aku masakin.” Tristan sangat bahagia mendengar jawaban Zizi. Bahkan ternyata hal kecil seperti ini mampu membuat hatinya berbunga-bunga.
To Be Continue…
Hallo Gengs !!!
Hari ini author update lagi yups !!
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Vote, Like dan Koment ya.
Terima Kasih.
26 Nov 2020
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu