NovelToon NovelToon
Sahabatku Cinta Pertamaku

Sahabatku Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Diam-Diam Cinta / Romansa-Teen school
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Akiva Az-Zahra

Elin dan Evan adalah dua sahabat karib. Mereka berdua bersahabat saat mereka berdua masih kecil hingga dewasa.

Dan pada akhirnya Elin menaruh suka terhadap Evan. Dan tanpa di sangka Evan pun juga menaruh perasaan lebih terhadap Elin. Saat mengetahui Elin suka pada Evan, Evan pun menyatakan perasaannya pada Elin. Tapi Elin menolak lantaran Evan cowok playboy. Elin tidak ingin persahabatan mereka berdua hancur saat mereka putus di kemudian hari.

Diantara persahabatan mereka hadir pula Susanti dan Rio diantara kisah mereka berdua. Siapakah Susanti itu? dan siapakah Rio itu?...

Penasaran dengan cerita persahabatan dan cinta mereka berdua?... Ayo baca cerita kisah mereka berdua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akiva Az-Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 Rio mengantar Rania

Setelah mengantar tante Melly pulang Rio kemudian mengantarkan Rania untuk pulang kerumahnya.

Mereka berdua hanya diam saja saat di perjalanan pulang.

Rania hanya diam sambil memperhatikan ramainya jalanan di jalan raya. Sementara Rio melirik gadis cantik yang berada di sampingnya ini.

"Kamu teman Elin sewaktu masih SMA ya?" tanya Rio mulai buka suara.

Rania mengangguk dan tersenyum pada Rio.

Seerrr.

Seakan jantung Rio berdebar begitu kencang. "Senyuman yang manis," kata Rio dalam hati.

Rania kembali menunduk dan tersipu malu. Padahal Rania pun jantungnya seakan-akan mau copot. Bagi Rania sendiri ini baru pertama kalinya ia bertemu dengan seseorang pria yang membuatnya begitu malu. Rania tidak bisa membohongi perasaannya kalau Rio memang benar-benar tampan.

"Kamu sudah lama bekerja di rumah sakit itu?" tanya Rio lagi yang memecah lamunannya.

"Tidak." Jawab Rania lembut."Aku bekerja di rumah sakit baru enam bulan yang lalu." Tambahkan.

Rio mengangguk-angguk.

" Kalau boleh tahu kamu tinggal di mana?, soalnya aku belum tahu rumah kamu, nanti bisa nyasar." Tanya Rio lagi.

"Rumahku masih jauh dari sini nanti. Rumahku berada di jalan mawar di rumah ada pagar cat warna coklat nomer 35B," jelas Rania.

"Untung masih jauh." gumam Reno dalam hati sambil tersenyum sendiri.

"Kenapa mas?" tanya Rania.

"Enggak, enggak kenapa-napa Rania." Jawab Rio merasa gugup.

"O..."

Lalu keduanya terdiam. Rio kemudian fokus pada menyetir tapi matanya sedikit melirik ke arahnya Rania.

Rania memang gadis yang cantik dan berkulit putih. Kalau dibandingkan Elin postur tubuh Rania lebih kecil sementara Elin mempunyai postur tubuh tinggi dan seperti para atlet-atlet olah raga pada umumnya karena Elin memang seorang atlet.

"Di rumah kamu ada anggota keluarga siapa saja Dan?" tanya Rio lagi.

"Ada mama, papa dan juga nenek aku." Jawab Rania.

" O... Apa kamu punya saudara Tan?" tanya Rio lagi.

"Tidak. Aku anak tunggal." Jelas Rania.

Rio mengangguk-angguk kembali. "Kamu sama Elin sudah lama kenalnya?"

"Kami saling kenal saat kami masih duduk di bangku SMA. Kami berdua satu bangku dan kami bersahabat sejak SMA. Tapi, kami harus berpisah saat orang tua ku mengajak aku untuk tinggal di Jakarta. Dan kami baru bertemu kembali beberapa hari yang lalu." Jelas Rania.

Rania tak lagi merasa canggung karena Rio terus bertanya dan dapat mencairkan suasana.

" Aku sangat suka punya temen dan sahabat seperti Elin mas." Katanya lagi sambil tersenyum.

"Oh Tuhan...gadis ini benar-benar cantik" gumam Rio dalam hati.

"Mas Rio sudah lama berteman dengan Elin." Kini Rania tak lagi canggung dan merasa malu lagi.

" Iya, kami berteman akrab dan kami sama-sama mengajar di tempat latihan teekwondo milik Elin." Jawab Rio sambil sekali-kali melihat Rania dan melihat kearah jalan raya yang padat Kendaraan.

Mereka berdua lalu saling diam sambil melihat hiruk pikuknya kendaraan yang berlalu lalang dalam perjalanan.

" Rania, apa kamu sudah makan?" tanya Rio lagi.

" Belum mas." Jawab Rania.

" Bagaimana kalau kita makan nasi pecel Surabaya yang ada di ujung jalan sana?. Nasinya pecelnya Enak dan itu nasi pecel favoritku." Kata Rio yang mengajak makan nasi pecel favoritnya.

" Iya mas boleh. Itu juga kebetulan nasi pecel langganan aku pula mas." kata Rania yang senang dengan ajakan Rio.

Setelah beberapa menit kemudian Rio dan Rania sampai di penjual nasi pecel Surabaya favorit mereka berdua.

Rio kemudian memarkir mobilnya tepat di alon-alon kota Surabaya karena letak penjual nasi pecel itu di Alon-alon kota Surabaya dengan tempat sederhana dan duduknya beralaskan tikar karena memang warung pecel ini di buat tempat lesehan. Penjual pecel ini sudah turun-temurun sehingga pecel khas Surabaya ini di gemari oleh banyak orang.

Di tempat ini sudah banyak orang yang duduk sambil menikmati pecel Surabaya ini.

Rio mengajak Rania duduk di bawah pohon, kemudian Rio memesan dua porsi pecel Surabaya dengan minimnya es teh manis sebagai minumannya.

Warung yang sederhana dan tapi ramai sekali dan menjadi favorit para wisatawan asing dan juga wisatawan lokal yang berkunjung ke kota Pahlawan. Di mana kota Surabaya dulu menjadi kota yang sangat bersejarah bagi arek-arek Suroboyo untuk merebutnya dari bangsa penjajah.

Surabaya merupakan kota kebanggaan bagi semua orang.

Jadi bahas tentang sejarah Surabaya...😊😊😊

Akhirnya dua porsi pecel Surabaya dan es teh manisnya pun datang.

"Permisi mas, mbk, ini pesanan kalian." Kata pegawai warung pecel Surabaya itu sambil meletakkan di meja pendek di depan mereka.

"Terimakasih mas,"kata Rio.

Kemudian Rio dan Rania meminum es tehnya sebagai pelepas dahaga, lalu mereka pun mulai menyantap makanan mereka.

Sungguh suatu kenikmatan yang luar biasa. Seporsi nasi dengan lauk pauk, serundeng, tauge, dan kemangi. Pasti siapa saja yang menyantapnya akan merasakan dan ingin mencobanya lagi. Hem....Lezat...

"Bagaimana Rania Kumu suka?" tanya Rio yang kembali menyendok nasinya dan memasukkan kedalam mulutnya yang terbuka lebar.

"Enak mas. Makanya dari itu Rania suka banget makan di sini. Yang menjadi favorit di sini itu karena penjualannya yang sudah turun temurun mas." Ujar Rania yang ikut menikmati nasi pecel Surabaya ini.

Mereka berdua menikmati nasi pecel ini. Rio masih curi-curi pandang pada Rania. Rio memperhatikan Rania yang makan dengan lahapnya saat ia sudah selesai makan.

Kemudian mereka pun selesai makan.

Terlihat didekat bibir Rania ada satu biji nasi dan tiba-tiba Rio pun membersihkan dengan tangannya. Dan saat itu pula keduanya saling bertatapan. Tanpa di sadari Rania pun tersipu malu dan wajahnya pun bersemu merah.

Rio pun mengalihkan pandangannya, ia tidak ingin Rania merasa malu di hadapannya.

"Maaf aku telah lancang," kata Rio.

" Tidak apa-apa mas." Jawab Rania.

" Ya sudah, ayo kita pulang." Ajak Rio untuk pulang.

Mereka berdua pun pulang. Rio mengantar Rania pulang kerumahnya.

"Dasar Rio yang bodoh! kenapa tangan lo nggak bisa ditahan kenapa?. Benar-benar lancang!" maki Rio dalam hati.

Ia tak habis pikir kalau ia lancang di hadapan Rania. Padahal Ia baru saja beberapa jam mengenal Rania, belum juga sehari, belum juga dua hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun?!. Dasar Rio...Rio... Jadi apa entar Rania kalau sudah jadian sama kamu...🤭🤭🤭

akhirnya beberapa menit kemudian mereka berdua sudah sampai di depan rumah Rania.

" Akhirnya sampai juga." Kata Rio. Tapi dalam hatinya ia tidak ingin cepat sampai ia ingin bersama dengan Rania.

Rania turun dari mobil. " Terimakasih mas Rio karena sudah di antara dan sudah di traktir makan." Ucap Rania pada Rio.

" Iya Rania say..." katanya yang hampir keceplosan. " Maaf, maksudnya Rania," katanya lagi meralat ucapannya.

Rania tersenyum sambil mengangguk. Kemudian Rania pun berjalan menuju pagar rumahnya dan di situ sudah ada satpam rumah yang siap membukakan pintu pagar.

Tiba-tiba Rio memanggilnya kembali.

"Rania..."

"Iya mas?" tanya Rania dan menghampiri.

"Mas boleh minta nomer hpnya tidak?" kata Rio.

Rania mengangguk lalu Rania memberikan nomer ponselnya dan mereka pun saling tuker-tukeran nomer handphone mereka.

Rania pun kembali pergi dan masuk kedalam rumah.

Rio terus memandang sampai Rania hilang dari pintu pagar yang di tutup oleh seorang satpam penjaga rumah.

" Rania yang cantik," gumam Rio yang kemudian menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan Rumah Rania.

*************

1
Nety Manurung
sangat bagus ceritanya
Erlinda
Sukses terus kak🖤

Salam dari INSEPARABLE🌻
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Kembali memberikan like nya. Maaf agak telat tapi saya selalu mendukung kakak. Semangat terus ya.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Beby Na21
Terus semangat berkarya kakak😄

salam dari ....

#Rindu With Me

#Suamiku kakak sahabatku
Radin Zakiyah Musbich
aq mampir ❤️❤️❤️

jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:

"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊

ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
Diandra Attarilham Awaluddin
lama banget up nya thor
Kiva trepes: maaf kak novelnya sudah tamat
total 1 replies
Lina Marhayana Simanullang
mana kelanjutan ceritanya saya mau baca dong
Lina Marhayana Simanullang
mana episode selanjutnya kog nga ada
Lina Marhayana Simanullang
mana kelanjutan ceritanya
Lina Marhayana Simanullang
saya suka plotnya
Lina Marhayana Simanullang
jln ceritanya bagus
Ftl03
Like dari Little Rainbow.. semangat terus Thor.. jgn lupa mampir dan tinggalkan jejak.. mari saling mendukung...
Susi Ana
lanjut
Sri Harlina
lanjut thor
Velma Asmara
lanjut...
Sarah Manik
lanjutan cerita nya Uda ada belum
YonhiarCY (Hiatus): hai kak😇 lirik ceritaku juga yuk😇

My Destiny is Mr Zhao😇

ditunggu kehadirannya ya kak😇 langsung cek profilku saja oke😉
total 1 replies
DeputiG_Rahma
like DEBU mendarat thor...

maaf nih baru mampir lagi🤧🤧🤧
Sarah Manik
di tunggu lanjutan cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!