NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Dihina di Balai Pertunangan

Balai Agung Perguruan Langit Biru hari ini penuh sesak.

Semua murid inti, semua tetua, dan semua kepala keluarga cabang datang berkumpul. Harum dupa kemenyan bercampur aroma teh melati memenuhi ruangan yang megah itu. Di tengah balai, berdiri seorang pemuda dengan pakaian sederhana yang sudah sedikit pudar warnanya.

Namanya Arya Langit.

Usianya dua puluh tahun, dan dia adalah bahan tertawaan terbesar di seluruh Perguruan Langit Biru dalam tiga tahun terakhir.

Tiga tahun lalu, Arya Langit adalah jenius nomor satu. Di usia tujuh belas tahun dia sudah menembus Alam Meridian tingkat sembilan, selangkah lagi masuk ke Alam Jiwa Kesatria. Semua orang berkata dia akan menjadi penerus Perguruan.

Sampai pada malam itu. Malam di mana meridiannya hancur total saat mencoba menyatu dengan Batu Roh Langit.

Sejak saat itu, dia menjadi sampah. Tidak bisa menyerap energi langit dan bumi sedikit pun. Jangankan berkultivasi, untuk mengangkat pedang besi biasa pun tangannya akan gemetar.

Dan hari ini adalah hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya.

Hari pertunangannya.

Pintu besar balai terbuka dengan suara berat. Angin lembut masuk membawa aroma bunga kenanga.

Seorang wanita berjalan masuk.

Seluruh balai langsung hening.

Dia adalah Kezia Adinegara. Putri tunggal dari Keluarga Adinegara, salah satu dari empat keluarga besar di Kota Biru. Usianya sembilan belas tahun, sudah berada di Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga. Wajahnya cantik luar biasa, kulitnya putih bersih, matanya tajam seperti bintang. Dia mengenakan gaun panjang berwarna ungu keemasan yang membuatnya terlihat seperti seorang putri sejati.

Dia adalah tunangan Arya Langit. Pertunangan yang dijodohkan oleh kakek mereka sejak mereka masih kecil.

Kezia berjalan melewati Arya tanpa menatapnya sama sekali, seolah Arya hanyalah patung yang tidak terlihat. Dia berjalan langsung ke depan Tetua Agung dan membungkuk dengan anggun.

"Tetua Agung, para tetua yang terhormat," suara Kezia jernih namun dingin menusuk tulang. "Hari ini Kezia datang bukan untuk melanjutkan pertunangan, tapi untuk memutuskannya."

Satu kalimat itu meledak seperti petir di tengah balai yang sunyi.

Semua mata langsung tertuju pada Arya Langit. Ada yang kasihan, ada yang mengejek, kebanyakan menertawakan.

Arya mengepalkan tangannya dengan keras hingga kukunya menancap ke daging. Dia sudah menduga hal ini akan terjadi, tapi rasa sakitnya tetap tidak bisa ditahan.

"Kezia," Tetua Agung mengerutkan kening. "Pertunangan ini adalah wasiat dari kakekmu dan kakek Arya. Tidak bisa diputuskan sembarangan."

Kezia tersenyum dingin. Senyum itu cantik, tapi kejam.

"Tetua Agung, Kezia sekarang adalah murid inti dari Istana Teratai Suci. Guru saya adalah Sekar Embun, salah satu dari Tiga Bidadari Langit Biru. Masa depan Kezia adalah Alam Raja Langit, bahkan mungkin Alam Kaisar. Apakah Tetua Agung tega membiarkan Kezia menikah dengan seorang cacat yang bahkan tidak bisa berkultivasi?"

Setiap kata yang diucapkan Kezia adalah pisau yang menancap di dada Arya.

Cacat.

Kata itu sudah tiga tahun menempel pada dirinya seperti cap besi panas.

"Arya Langit," Kezia akhirnya menatap Arya untuk pertama kalinya hari itu. Tatapannya penuh dengan jijik dan superioritas. "Kamu dan aku sudah berada di dua dunia yang berbeda. Kamu adalah lumpur di tanah, sedangkan aku adalah bintang di langit. Jangan bermimpi lagi. Batalkan pertunangan ini, dan aku akan memberimu seratus Batu Roh sebagai kompensasi. Cukup untukmu hidup sebagai orang biasa selama sisa hidupmu."

Tawa mulai terdengar dari sudut balai.

Seratus Batu Roh. Itu adalah penghinaan yang lebih besar daripada tamparan.

Pada saat itu, dari barisan murid inti, seorang pemuda tampan dengan jubah mewah berwarna emas berdiri. Wajahnya penuh dengan kesombongan.

Dia adalah Rafa Adiputra, putra tunggal kepala Keluarga Adiputra, jenius nomor satu yang baru di Perguruan Langit Biru. Usianya dua puluh satu tahun, sudah Alam Jiwa Kesatria tingkat lima.

Rafa berjalan mendekati Kezia dan dengan mesra merangkul pinggang ramping Kezia di depan semua orang. Kezia tidak menolak, malah bersandar manja.

"Arya, kamu harusnya berterima kasih pada Kezia," kata Rafa dengan suara keras agar semua orang mendengar. "Dia masih memberimu muka dengan memberimu Batu Roh. Kalau aku jadi kamu, aku sudah menggali lubang dan mengubur diri sendiri karena malu. Sampah sepertimu tidak pantas bahkan untuk membawa sandal Kezia."

Arya akhirnya tidak tahan lagi. Darahnya mendidih.

"Rafa Adiputra, jaga mulutmu!" Arya meraung, matanya merah.

Rafa tertawa terbahak bahak.

"Kenapa? Kamu mau memukulku? Dengan meridianmu yang hancur itu? Ayo, coba aku lihat."

Rafa melangkah maju dengan cepat. Kecepatannya jauh di atas Arya. Dia mengangkat tangannya dan sebuah tamparan keras mendarat di wajah Arya.

PLAK!

Suara tamparan itu menggema di seluruh balai.

Arya terlempar beberapa meter, jatuh menghantam lantai dengan keras. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari pipinya hingga ke seluruh kepalanya. Dunia di depan matanya berputar.

Tidak ada satu pun tetua yang bergerak untuk membantunya. Mereka hanya menatap dengan dingin, seolah ini adalah hiburan yang menarik.

Di tengah rasa sakit dan keputusasaan yang paling dalam, di saat dia merasa seluruh dunia telah membuangnya, sebuah suara aneh tiba tiba terdengar di dalam kepalanya.

Bukan suara manusia. Lebih seperti dentingan lonceng kuno yang berasal dari kedalaman jiwanya.

[DING!]

[Syarat kebangkitan terpenuhi. Keputusasaan terdalam, penghinaan publik, darah keturunan Kaisar. Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi aktif.]

Arya tertegun. Dia mengira dia sedang berhalusinasi karena tamparan itu.

Di depan matanya yang berkunang kunang, sebuah layar cahaya berwarna biru keemasan yang hanya bisa dilihat olehnya tiba muncul.

[Selamat datang, Tuan Rumah Arya Langit.]

[Anda telah memperoleh kemampuan awal: Mata Takdir. Anda dapat melihat takdir tragis dari setiap wanita yang memiliki Takdir Kaisar.]

[Ubah takdir mereka, buat mereka jatuh hati dan menjadi istrimu, maka Anda akan memperoleh 50% dari bakat, keberuntungan, dan kultivasi mereka.]

[Hadiah paket pemula: Pemulihan Meridian Sempurna dan satu kali Lotre Takdir. Apakah ingin digunakan sekarang?]

Jantung Arya berdegup kencang seperti genderang perang. Ini bukan halusinasi. Ini nyata. Energi hangat yang belum pernah dia rasakan selama tiga tahun tiba tiba mengalir deras di dalam tubuhnya yang rusak.

Meridiannya yang hancur, yang dikatakan oleh tabib terbaik tidak akan pernah bisa sembuh, sedang diperbaiki dengan kecepatan yang gila. Rasa sakitnya hilang, digantikan oleh kekuatan yang meluap luap.

Di saat yang sama, pintu samping balai terbuka lagi.

Seorang wanita berjalan masuk dengan langkah tenang.

Semua suara tawa dan ejekan langsung berhenti total. Bahkan Rafa Adiputra dan Kezia Adinegara pun wajahnya berubah pucat dan penuh hormat.

Wanita itu mengenakan gaun putih sederhana tanpa hiasan apapun, namun kecantikannya membuat seluruh balai kehilangan warna. Rambutnya hitam panjang tergerai, wajahnya dingin seperti embun pagi di puncak gunung, matanya seperti danau yang tenang namun dalam. Di punggungnya tergantung sebuah pedang panjang berwarna biru es.

Dia adalah Sekar Embun. Kakak senior nomor satu di Perguruan Langit Biru, murid kesayangan Pemimpin Perguruan, wanita yang dijuluki Bidadari Pedang Embun. Usianya dua puluh dua tahun dan sudah berada di Alam Raja Langit tingkat satu, eksistensi yang tidak bisa disentuh oleh siapapun di balai ini.

Sekar Embun menatap kekacauan di balai, lalu tatapannya berhenti pada Arya Langit yang masih tergeletak di lantai dengan darah di bibirnya.

Dan pada saat itulah, Mata Takdir Arya aktif secara otomatis.

Di atas kepala Sekar Embun, Arya melihat barisan tulisan berwarna merah darah yang hanya bisa dia lihat.

[Nama: Sekar Embun]

[Takdir: Bidadari Pedang Embun, memiliki Tubuh Meridian Embun Beku yang legendaris]

[Takdir Tragis: Dalam 7 hari, Tubuh Meridian Embun Beku akan mengamuk saat terobosan, membuatnya menjadi lumpuh total dan kehilangan semua kultivasi. Akan diusir dari perguruan dan mati kedinginan di lembah terpencil tiga bulan kemudian.]

[Tingkat Penyelamatan: Jika menjadi istri Tuan Rumah, 100% takdir tragis bisa diubah dan membangkitkan Tubuh Dewi Embun Sejati.]

Otak Arya meledak.

Sekar Embun? Bidadari nomor satu yang dikagumi seluruh kota? Dalam tujuh hari akan lumpuh dan mati mengenaskan?

Sekar Embun merasakan tatapan Arya. Dia sedikit mengerutkan kening, lalu berjalan perlahan ke arah Arya.

Setiap langkahnya membuat jantung semua pria di balai berdebar kencang.

Dia berhenti tepat di depan Arya, menatap pemuda sampah yang baru saja dihina dan ditampar itu.

Lalu, dengan suara yang dingin namun jernih seperti air gunung, dia berkata.

"Arya Langit, kamu mau menjadi muridku?"

Satu kalimat itu membuat seluruh Balai Agung meledak dalam keheningan yang mematikan.

Kezia Adinegara membelalakkan matanya tidak percaya. Rafa Adiputra wajahnya langsung membiru karena cemburu dan marah.

Dan Arya Langit, dengan darah di bibirnya dan sistem kaisar yang baru bangkit di dalam jiwanya, perlahan lahan mengangkat kepalanya dan tersenyum untuk pertama kalinya setelah tiga tahun.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!