NovelToon NovelToon
Sumpah Yang Terlupakan Dari Sang Penjahat Wanita

Sumpah Yang Terlupakan Dari Sang Penjahat Wanita

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Isekai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: nadnote

Seorang wanita pekerja kantoran yang rasional bertransmigrasi ke dalam novel romansa tragis sebagai Geneviève de Montmirail, seorang putri Duke yang ditakdirkan dieksekusi karena cintanya yang gila dan obsesif kepada Duke muda, Lucien de Vaudémont.
​Bertekad untuk mematahkan bendera kematiannya (death flag), Geneviève memutuskan untuk menarik diri sepenuhnya dari kehidupan Lucien dan lingkungan istana yang beracun. Alih-alih mengejar cinta fana, ia menggunakan kecerdasannya dalam administrasi keuangan untuk memajukan wilayahnya dan membuka bisnis perhiasan yang mendobrak tren kekaisaran.
​Namun, sikap dingin Geneviève justru memicu retaknya "Sihir Putih" milik Putri Mahkota Camille, sang protagonis asli novel yang tampak suci namun bermuka dua. Saat Lucien mulai mengalami kilasan ingatan yang menyiksa tentang masa lalu yang tak pernah ia ketahui, Geneviève menemukan sebuah perhiasan rahasia peninggalan tubuh aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadnote, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingatan yang Tumpang Tindih

"Berhenti bicara, Tuan Duke. Menyimpan pasokan oksigen di dalam paru paru Anda saat ini jauh lebih menguntungkan daripada membuangnya untuk sebuah kalimat perpisahan yang konyol."

​Suara Geneviève terdengar sangat bergetar, namun nada bicaranya dipaksakan untuk tetap sedingin baja. Air mata memang sempat jatuh ke pipinya beberapa detik yang lalu, tetapi wanita rasional itu menolak membiarkan emosinya mengambil kendali penuh. Menangis tersedu sedu sambil memeluk pria yang sekarat adalah adegan picisan yang hanya akan mempercepat kebangkrutan nyawa mereka berdua.

​Saat ini, ia sedang berada dalam mode manajemen krisis tingkat tinggi.

​Geneviève melepaskan pelukannya secara kasar. Ia menatap luka tusuk di bahu kanan Lucien. Darah yang merembes keluar benar benar berwarna hitam pekat, menyebarkan bau busuk yang tidak wajar. Racun itu bekerja dengan sangat cepat.

​"Kau selalu tahu cara merusak suasana romantis, Nona Montmirail," kekeh Lucien dengan suara parau yang disusul oleh batuk pelan. Pria itu menyandarkan punggungnya pada bongkahan batu kapur di belakangnya. Napasnya terdengar semakin dangkal.

​"Suasana romantis tidak bisa digunakan untuk membayar biaya pemakaman Anda, Lucien," balas Geneviève tajam.

​Tangan Geneviève yang lentik meraba ujung gaun beludru birunya. Tanpa ragu sedikit pun, ia menarik kain mahal itu dengan sekuat tenaga hingga terdengar bunyi robekan yang sangat keras. Ia mengabaikan fakta bahwa gaun tersebut bernilai ratusan koin emas. Saat ini, aset terpenting yang harus ia selamatkan adalah nyawa pria di depannya, dan ia akan memperbaikinya layaknya sedang memperbaiki neraca keuangan yang hancur total.

​Geneviève melilitkan robekan kain beludru itu ke pangkal lengan kanan Lucien, tepat di bawah bahu yang terluka. Ia menarik simpulnya dengan sangat kuat untuk membuat sebuah turniket darurat.

​Lucien mengerang tertahan, otot rahangnya mengeras menahan rasa sakit saat lilitan kain itu menekan pembuluh darahnya secara paksa.

​"Tahan sedikit," perintah Geneviève dengan napas memburu. Ia mengikat simpul itu sekali lagi. "Aku memblokir jalur sirkulasi utama. Ini akan menghambat aliran darah agar racun hitam sialan itu tidak menyebar terlalu cepat menuju jantung Anda. Kita sedang membeli waktu."

​Tangan Geneviève gemetar saat ia membersihkan sisa darah hitam di sekitar luka menggunakan sapu tangannya yang bersih. Ia terus menerus mensugesti otaknya untuk tidak panik. Ia adalah seorang auditor keuangan, dan tubuh Lucien saat ini adalah buku besar yang sedang mengalami defisit mematikan. Ia harus menstabilkan angkanya.

​Namun, saat Geneviève mencondongkan tubuhnya lebih dekat untuk memeriksa kedalaman luka tersebut, sebuah reaksi magis yang sama sekali tidak ia perhitungkan mulai terjadi.

​Sihir Putih milik Putri Mahkota Camille memang dirancang dengan sangat sempurna untuk mencuci otak dan menanamkan kebencian. Tetapi, ada satu hukum magis yang sangat logis di dunia ini. Ketika tubuh fisik sang inang melemah dan sekarat akibat racun, energi yang menopang ketahanan sihir di dalam otaknya pun ikut merosot tajam.

​Benteng halusinasi di kepala Lucien sedang retak hebat. Dan pemicu kehancuran totalnya tepat berada di depan hidung pria itu.

​Saat wajah Geneviève berada hanya beberapa inci dari wajah Lucien, aroma khas dari tubuh wanita itu menguar kuat. Wangi alami dari kulit Geneviève yang bercampur dengan minyak esensial cengkeh dan lavender dari sapu tangannya menembus pertahanan otak Lucien bagaikan sebuah kunci yang membuka paksa pintu brankas baja.

​Mata hijau tua Lucien tiba tiba melebar. Rasa sakit dari racun di bahunya mendadak bertabrakan dengan gelombang memori masa lalu yang meledak di dalam tengkoraknya.

​Pandangan Lucien mengabur sejenak. Siluet gelap di sekitarnya menghilang. Di tengah kesadarannya yang mulai memudar, wajah Geneviève yang sedang menunduk serius membalut lukanya tampak tumpang tindih dengan wajah lain. Wajah seorang gadis remaja berambut cokelat bergelombang, mengenakan gaun putih sederhana, yang sedang tersenyum sangat manis ke arahnya di bawah naungan pohon ek besar bertahun tahun yang lalu.

​Itu adalah senyum yang tidak pernah dipenuhi obsesi gila. Itu adalah senyum tulus dari seorang wanita yang merangkai bunga bersamanya, yang tertawa saat ia melamarnya dengan sebuah cincin safir buatan tangan.

​Ilusi kebencian yang ditanamkan oleh istana hancur berkeping keping menjadi debu.

​Lucien mengingat semuanya. Ia mengingat hangatnya tangan Geneviève. Ia mengingat malam malam rahasia mereka. Dan ia mengingat betapa hancur hatinya saat ia tiba tiba terbangun tiga tahun lalu dengan perasaan muak yang dipaksakan oleh sihir Camille.

​Tangan kiri Lucien yang terasa sedingin es perlahan terangkat. Jari jarinya yang gemetar menyentuh rahang Geneviève, menghentikan gerakan panik wanita itu.

​Geneviève membeku. Ia menatap wajah Lucien. Ksatria yang selalu bersikap kaku dan penuh gengsi itu kini menatapnya dengan pandangan yang benar benar telanjang. Segala dinding pertahanan, kewibawaan militer, dan arogansi bangsawan Lucien telah runtuh tak tersisa.

​Ibu jari Lucien mengusap lembut sisa air mata di sudut mata Geneviève. Sentuhan itu begitu rapuh, seolah ia sedang menyentuh porselen yang sangat berharga.

​"Maafkan aku," bisik Lucien. Suaranya sangat lemah, namun setiap suku kata memancarkan penyesalan dan cinta yang teramat dalam. "Aku membiarkan mereka merampas ingatanku. Aku membiarkan mereka menyakitimu selama tiga tahun ini."

​Jantung Geneviève berdetak menyakitkan. "Berhenti membuang tenaga Anda untuk meminta maaf. Kita harus mencari jalan kembali ke kereta."

​Lucien menggeleng pelan. Matanya tidak pernah lepas dari wajah Geneviève. Dari bibirnya yang kini mulai berubah warna menjadi biru kehitaman, meluncur sebuah panggilan rahasia yang tidak pernah diketahui oleh siapa pun di dunia ini. Sebuah nama yang mengunci seluruh misteri masa lalu mereka.

​"C'eow-ku..."

​Kata kata itu diucapkan dengan kelembutan yang luar biasa, membelah kesunyian malam layaknya sambaran petir.

​Napas Geneviève benar benar terhenti. Ia tidak sanggup berkedip. Tubuhnya kaku bagaikan disiram air es.

​Le C'eow. Itu adalah nama bisnis perhiasan yang ia bangun dari nol. Sebuah nama acak yang ia pikir hanya muncul begitu saja dari ingatan masa lalu tubuh aslinya, sebuah nama yang ia anggap memiliki nilai komersial yang bagus untuk memikat pasar bangsawan.

​Tetapi ia salah besar. Itu bukan sekadar nama toko.

​Panggilan dari bibir Lucien itu menjadi bukti absolut. Itu adalah nama kesayangan. Sebuah panggilan intim yang diciptakan oleh Lucien secara khusus untuknya di masa lalu. Pemilik asli tubuh ini menyimpan nama itu di dasar alam bawah sadarnya sebagai harta karun yang paling berharga, hingga Geneviève tanpa sadar menggunakannya kembali sebagai nama bisnisnya.

​Fakta ini menghantam logika Geneviève bagaikan godam baja raksasa.

​Lucien di masa lalu tidak hanya membalas cintanya. Pria ini memujanya. Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang hidupnya dihancurkan secara brutal oleh konspirasi kotor Keluarga Kerajaan. Kehidupan yang damai, cinta yang tulus, semua itu dirampok oleh keegoisan Putri Mahkota Camille.

​Rasa frustrasi dan keputusasaan yang sedari tadi ia tekan akhirnya berubah wujud. Kini, emosi itu menjelma menjadi amarah yang sangat dingin dan mematikan. Istana Soleil telah bermain main dengan kehidupannya, dan Geneviève bersumpah akan memastikan Dinasti Aurelius membayar harga ganti rugi tersebut dengan darah mereka sendiri.

​"Tetap buka mata Anda, Lucien," perintah Geneviève dengan suara yang bergetar karena emosi yang tertahan. Tangannya menggenggam erat tangan Lucien yang menempel di pipinya. "Jika kau berani menutup mata dan mati meninggalkanku di tempat kotor ini, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Aku akan menagih semua hutang budi ini, mengerti?"

​Lucien tersenyum sangat tipis. "Sangat kapitalis seperti biasa, C'eow-ku."

​Suasana haru dan emosional itu terasa menghentikan waktu di sekitar mereka. Geneviève merengkuh kepala Lucien dengan lembut, bersiap untuk membantunya berdiri.

​Namun, Putri Mahkota Camille adalah wanita yang sangat licik dan obsesif. Penguasa bayangan istana itu tidak pernah hanya mengandalkan satu rencana untuk menyingkirkan musuhnya. Jika lima orang algojo gagal, selalu ada rencana cadangan yang siap dieksekusi.

​Tepat saat Geneviève hendak menarik tangan Lucien, insting tempur sang komandan ksatria yang sedang sekarat itu tiba tiba bereaksi. Telinga Lucien yang sangat terlatih menangkap sebuah suara gesekan halus yang sama sekali tidak alami dari arah atas.

​Itu bukan suara angin yang meniup dedaunan. Itu adalah suara gesekan serat rami yang ditarik secara maksimal.

​Lucien menggunakan sisa tenaga terakhirnya untuk mendorong tubuh Geneviève menjauh darinya, menjatuhkan wanita itu ke samping bebatuan agar terlindung dari arah serangan.

​"Menunduk!" erang Lucien.

​Geneviève tersungkur ke atas tanah berbatu. Ia menoleh dengan cepat ke arah kegelapan hutan.

​Di atas salah satu dahan pohon ek raksasa yang menjorok ke arah tebing, bersembunyi seorang pembunuh bayaran keenam. Pria itu adalah seorang penembak jitu rahasia yang mengenakan jubah kamuflase hijau gelap, benar benar menyatu dengan dedaunan rimbun di sekitarnya.

​Pembunuh itu telah mengamati seluruh pertarungan dari atas tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, menunggu momen yang paling tepat saat targetnya lengah.

​Suara tarikan tali busur itu semakin terdengar jelas dan menakutkan di tengah kesunyian malam.

​Di detik terakhir sebelum logika Geneviève sempat memerintahkan tubuhnya untuk bertindak, ujung anak panah berbahan besi hitam memantulkan sinar cahaya bulan purnama. Anak panah yang ujungnya meneteskan cairan racun itu membidik lurus ke arah punggung Lucien yang kini sedang terkapar tak berdaya di atas tanah terbuka.

​Jari sang penembak jitu perlahan melepaskan tali busurnya.

1
tenny
makin seru ceritanya
Cty Badria
good
Pa Muhsid
lagi kenceng kenceng nya tarik gas eh bensin habis😩😩😩
tenny
lagi seru serunya eeh abis 🤣🤣nunggu update lagi..
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Sindrom penyelamat dunia atau dikenal sebagai savior complex atau hero complex adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa terdorong secara berlebihan untuk membantu, memperbaiki, atau menyelamatkan hidup orang lain.
Selalu ingin menjadi pahlawan, mencari atau mendekati orang-orang yang punya masalah besar agar bisa dijadikan "proyek" perbaikan.
Memaksa memberi solusi:, suka memengaruhi dan memaksa mengubah kehidupan orang lain agar menjadi lebih baik sesuai anggapannya atau mendikte hidup orang lain bahkan saat tidak diminta atau tidak dibutuhkan.
Membantu dan menolong orang lain memang perbuatan yang terpuji.
Namun, ketika Anda memiliki perilaku savior complex, bantuan yang Anda lakukan justru membuat orang lain merasa terganggu dan tidak nyaman...🤔🫣🤨
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Puisimu sangat indah dan penuh semangat, Genevieve...😅😂🤣
Baris-baris itu melukiskan rasa cinta yang kuat dan hangat di tengah cuaca yang sangat dingin.
Makna dari Puisimu adalah
Cinta yang hangat:
Rasa sayang digambarkan seperti tungku besi panas yang melawan dinginnya badai.
Perjuangan:
Kayu bakar yang dibakar menunjukkan usaha keras untuk menjaga api cinta tetap menyala.
Berikut adalah kelanjutan bait puisi untuk melengkapi ungkapan perasaanmu.
Oh Lucien, cintaku padamu sepanas tungku besi, membakar kayu bakar di tengah badai salju.
Biar angin menderu menghantam dinding sunyi, hangatnya dekapku takkan pernah jadi abu.
Ketukan rintik es kian mencerca jendela, namun bara di dada enggan untuk mereda.
Dunia boleh membeku dalam balutan lara, kita tetap menyala, berdua tanpa jeda.
lin sya
genevieve jgn krn marah , gaun semahal itu mnding jual buat nambah kekayaan dripd dibakar, buang2 energi krn amarah
tenny
ceritanya seru banget,kere keren 🥰🥰🥰👏👏
tenny
baru baca bab bab awal udah seru banget 👍👍👍👏👏
nadnote: makasih ka, semoga suka ama ceritanya🫶
total 1 replies
netizen nyinyir
double up dong thorrrr😍
nadnote: nanti aku bakal up 3 bab🤭
total 1 replies
Tio Buki
Hadiah untukmu dek🙏👍
Tio Buki
Semangat ya🙏🙏👍
Tio Buki
Mampir dek👍👍👍
Tio Buki
Oh, ternya Dewi cahaya toh
Tio Buki
Apa, jangan jangan
Tio Buki
Main suruh aja
Tio Buki
Cuma satu gentong kok
Tio Buki
Teringat akan
Tio Buki
Ada orang lain rupanya
Tio Buki
Apa yang terjadi??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!