Cellin Anastasya...
Biasa di panggil Cellin, seorang mafia yang harus terperangkat di dunia novel dan komik yang pernah ia baca "Mencintai sang Kaisar". Cellin yang pernah menangisi kehidupan Ratu Anastasya yang tidak di cintai oleh sang Kaisar dan melemparkan sebuah surat kontrak. Bahkan dengan teganya, Kaisar terang-terangan membawa wanita lain.
Bahkan di saat Cellin sedang jatuh cinta, ia harus kehilangannya selamanya.
Bagaimana kehidupan Cellin saat itu??
Season 2
Kisah Putri Viola yang harus berjuang demi mempertahankan hubungannya dengan tunangannya.
"Aku lembut, bukan berarti aku lemah."
Season 3
Kisah Putri Maya yang berumur 15 tahun mencintai seorang laki-laki yang layaknya seorang paman. Lika liku kehidupannya di mulai saat kedatangan dua wanita, lantas bisakah Putri Maya mempertahankan hubungannya, saat sang tunangan tak lagi mempercayainya?
"Aku menundukkan kepala ku, jika aku bersalah dan menegakkan kepalaku jika aku benar."
Season 4.
Kisah anak dari Putri Maya dan Duke Rachid dengan anak dari Viscount dan Caroline (novel Paman, Duke).
Berkisah seorang laki-laki yang jatuh cinta pada seorang gadis kecil dimana dirinya tengah memiliki seorang istri.
#Menjadi Istri Kedua Tuan Viscount.
ig:@riiez.kha.37
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32_puas?? kita impas kan.
Wanita itu langsung lari ketika melihat darah keluar dari mulut Kaisar Alex.
"Yang Mulia, Yang Mulia tidak apa-apa?" tanya wanita itu menatap khawatir. Sedari tadi ia mencari Kaisar Alex. Hatinya khawatir jika Kaisar Alex berduaan dengan Permaisuri Anastasya.
"Aku tidak apa, ayo kita masuk Elisha." ucap Kaisar Alex datar.
Selir Elisha menatap tajam Pangeran Gabriel, ia tidak terima Kaisar Alex terluka, "Pangeran Gabriel jaga sopan santun Pangeran. Bagaimana bisa seorang Pangeran melukai Yang Mulia?," bentak Elisha dengan amarah yang mulai meluap-luap.
"Tentu saja aku memiliki sopan santu karna aku tidak pernah merebut milik orang dan aku juga berfikir, jika orang itu menyia-nyiakannya tentunya aku ambil," ucap Pangeran Gabriel tersenyum hangat. Namun di balik perkataan tadi tersimpan sindiran pedas.
Perkataan Pangeran Gabriel membuat Elisha bertambah emosi sama saja perkataan tadi menyatakan dia perebut milik orang.
Dan yang kedua perkataan Pangeran Gabriel membuat Kaisar Alex mengepalkan tangannya. Perkataan itu justru menyindirnya. Dulu ia menyia-nyiakan Permaisuri dan sekarang Pangeran Gabriel ingin mengambilnya.
Kaisar Alex memejamkan matanya. Sejenak ia meredakan amarahnya. Setelah dirasa cukup reda, Kaisar Alex membuka matanya. Lalu membalikkan badannya menuju aula istana.
"Yang Mulia, apa Yang Mulia tidak apa-apa?" tanya Elisha lagi seraya mengelus lengan Kaisar Alex.
"Aku tidak apa-apa Elisha. Kau tidak perlu Khawatir," jawab Kaisar Alex dengan lembut.
Mata Kaisar Alex menelusuri tiap orang, ia mencari sosok itu kembali. Namun tanpa di duga amarahnya mulai keluar lagi.
Melihat Permaisuri Anastasya bercanda bersama Duke Rachid.
Elisha mengernyitkan dahinya, ia penasaran apa yang di lihat oleh Kaisar Alex. Ia pun mengikuti ekor mata Kaisar Alex. Dirinya langsung merasa geram, rupanya Kaisar Alex memperhatikan Permaisuri Anastasya.
"Yang Mulia,"
"Hah," Kaisar Alex menghembuskan nafas kasarnya.
Tak terasa pesta itu telah usai, Kaisar Alex sedari tadi merasa geram karna Permaisuri Anastasya bercanda dengan orang lain. Bukan cuman Duke Rachid, Enzo dan Enzi bahkan banyak Putra bangsawan yang terang-terangan mengucapkan terimakasih. Ia pun langsung meninggalkan aula dan kembali ke kamarnya. Sebelum itu ia berpesan terhadap kedua pengawalnya tidak ada yang boleh menemuinya.
Sementara Elisha menahan kekesalannya, Kaisar Alex hanya mengabaikannya bukan hanya di pesta, tapi pada acara malam pertama mereka pun. Kaisar Alex justru tidur sendiri.
Lain halnya dengan Permaisuri Anastasya, ia langsung membaringkan tubuhnya. Menjemput alam mimpinya.
Ke esokan paginya,
Dikarnakan bosan, Ratu Anastasya bersantai di halaman depan istana. Seraya membaca koran di pagi itu di temani secangkir teh.
"Permaisuri apa tidak masalah menolak makan bersama dengan Yang Mulia?" tanya pelayan Mery yang mulai khawatir.
"Sudahlah, dari dulu kita memang seperti ini." balas Permaisuri Anastasya seraya masih fokus membaca korannya.
Ternyata di zaman ini sudah ada koran ya, tidak terlalu kuno. Tapi ngomong-ngomong apa yang harus aku lakukan. Memang aku tidak bisa mencegah Elisha dan Kaisar Alex menikah, tapi setidaknya aku harus bisa bertahan hidup. Jika aku telusuri, aku harus mencari kemana orang itu?? batin Permaisuri Anastasya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Permaisuri," sapa seorang wanita di ikuti dua pelayan dengan membawa dua nampan yang berisi buah dan kue.
Permaisuri Anastasya hanya menaikkan salah satu alisnya, "Untuk apa dia kesini?" gumamnya.
"Maaf Permaisuri aku mengganggu waktunya. Jujur saja aku khawatir dengan kesehatan Permaisuri. Jadi aku membawa camilan untuk Permaisuri," tutur Elisha tersenyum hangat. Ia pun mengambil salah satu teh panas bermaksud memberikannya pada Permaisuri Anastasya.
"Aku tidak butuh teh mu," ucap Permaisuri Anastasya datar.
"Tidak Permaisuri, Permaisuri belum makan pagi tapi setidaknya minum teh ini dulu." ucapnya lembut.
Tanpa sengaja Permaisuri Anastasya menepis teh panas itu hingga teh itu tumpah di gaun kuning Selir Elisha tepat di perutnya.
"Panas, panas," ucap Elisha menahan amarah.
"Kau," Elisha seakan ingin mengumpat namun berhenti ketika mendengarkan seseorang memanggil nama Permaisuri Anastasya.
"Permaisuri,"
Suara yang tegas dan dingin menuju ke arahnya, ia menatap tajam Permaisuri Anastasya.
"Apa yang kau lakukan padanya hah? apa kau tidak bisa menerima kebaikannya?" bentaknya.
Permaisuri Anastasya yang sedari tadi hanya duduk santai, tiba-tiba santainya hancur lembur dengan kedatangan satu orang dan sekarang di tambah lagi.
Permaisuri Anastasya beranjak berdiri, ia mengambil teh panas satunya di nampan pelayan yang berada di sampingnya. Kemudian ia menumpahkan teh itu tepat di lengannya sampai teh itu tidak tersisa sedikit pun.
"Permaisuri," teriak Kaisar Alex ia tidak mengira Permaisuri Anastasya menyiram lengannya dengan teh panas itu.
Lengan Permaisuri Anastasya langsung memerah, ia menahannya. Dirinya tidak ingin di injak-injak lagi oleh Elisha.
"Puas?? kita impas kan. Aku tadi tidak sengaja menumpahkan di gaunnya. Andai saja Elisha tidak menyodorkan atau memaksaku meminum teh itu, tentu saja teh itu tidak akan tumpah di gaunnya. Jadi sebelum Yang Mulia Kaisar Terhormat ingin menghakimi ornag, cari tau dulu kebenarannya," ucap Permaisuri Anastasya dengan tajam dan berlalu pergi.
aq mau😫😫😫😫😫😫🤣sangat
asyikkkkkkkkkk
sambil nyimak Thor ya..
😍😍😍