NovelToon NovelToon
The Prince Woman

The Prince Woman

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: @Miss_Kha11

[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?

****

"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.

"Nona sudah sadar?"

Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.

"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"

Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 32: Bunga penghias istana

"Kenapa berhenti eum?"

Woo hyun mnegerutkan dahinya karena Jae yoon tiba tiba berhenti. Saat ini ia dan Jae yoon sedang berjalan ke kediaman Jae yoon. Ia mengantarkan anak itu.

"Sampai disini saja paman"

Woo hyun tersenyum, sekalipun baru kemarin di istana tetapi ia tahu jika jarak mereka dengan tempat tinggal Jae yoon masih sekitar 100meter.

"Kenapa?"

"Tidak apa apa"

"Biarkan paman mengantarmu"

"Ibu akan marah pada paman, sebaiknya paman kembali"

"Benarkah?"

Jae yoon mengangguk. Ia tidak ingin ibunya marah kepada paman di depanya. Jika kepadanya sudah pasti ibunya akan marah dan itu sudah biasa bukan.

"Paman sebaiknya kembali"

Woo hyun mengangguk, jika Naeri tahu dirinya sudah bertemu Jae yoon bukan tidak mungkin ia akan dipisahkan dengan putranya itu. Tentu saja Woo Hyun tidak ingin itu hal itu terjadi.

"Baiklah, kau harus berhati hati. Paman akan melihatmu dari sini"

Jae yoon mengangguk lalu anak itu beranjak dan melambaikan tanganya ke arah Woo Hyun. Senang rasanya saat bertambah lagi orang orang yang menyayanginya.

Setelah sampai di kediamanya Jae yoon melihat sang Ibu dan kakeknya tengah duduk di depan kediaman. Sesaat ia ragu untuk beranjak tetapi sudah biasa terkena perkataan pedas ibunya. Rasanya sudah biasa bagi dirinya.

"Darimana saja kau?"

"Mianhamnida"

"Aku bertanya kenapa kau minta maaf!"

"Jae hanya pergi bermain-"

Naeri menarik tangan bocah itu membawanya ke sebuah pavilum yang berada 20 meter dari kediamanya. Ia sangat kesal dengan anak itu. Sedangkan Jae yoon terlihat pasrah pasrah saja dengan apa yang dilakukan ibunya.

"Diamlah disitu dan renungi kesalahanmu"

"Ibu Jae lapar"

"Tidak ada makanan untukmu"

Jae yoon kecil terisak perutnya sudah meronta minta diisi sedangkan ibunya menolak untuk memberinya makan. Bagaimanapun ia hanyalah seorang bocah kecil yang takut kepada ibunya.

"Ui bin apa yang kau lakukan"

Suara wanita itu mampu membuat Jae yoon yang tengah menangis langsung bergerak untuk memeluknya. Siapa lagi jika bukan Haerin.

Naeri melotot saat melihat Jae yoon justru pergi memeluk Haerin ia merasa harga dirinya merosot jatuh di depan Haerin.

"Maaf ini bukan urusan anda, biarkan saya mendidik Putra saya" ucap Naeri dengan menekankan kalimat terakhir.

Mata Naeri beralih menatap Jae yoon, berusaha berbicara dengan anak itu melalui mata. Tetapo diluar dugaan Jae yoon justru menggeleng dan semakin memeperat pelukanya pada kaki Haerin seolah ia sangat ketakutan melihat Naeri. Haerin turut mengernyit saat melihat Jae yoon setakut itu terhadap Nae ri.

"Marilah sayang, kau harus kembali" ucap Naeri dengan nada yang dibuat buat, tetapi Jae yoon tak kunjung mau.

"Biarkan Jae yoon bersamaku"

"Maaf dia Putraku"

Senyum meremehkan terukir di bibir Naeri. Seolah menegaskan jika Haerin sampai saat ini belum juga memiliki anak.

"Tapi Jae yoon takut kepadamu, biarkan dia menginap di kediamanku atau paling tidak di kamar lain untuk beberapa hari"

"Anda tidak memiliki hak Jungjeon-Mama"

"Ini perintahku tidak ada yang bisa membatahnya, sekalipun kau"

Naeri geram, rasanya ingin sekali menjambak dan mengacak acak rambut Haerin hingga ia puas. Mengapa wanita di depanya ini sangat menguji kesabaranya.

"Sebaiknya anda kembali, biarkan saya mengurus putra saya"

"Tidak"

"Kau pasti iri denganku, karena nyatanya sampai saat ini pun kau tidak bisa hamil"

Haerin justru tersenyum. Sindiran keras itu kini sama sekali tak mengusok hatinya. Toh, ia tidak bisa hamil juga ada penyebabnya.

"Iri? Bukankah kau seharusnya yang iri denganku? Bahkan Jeonha tidak bersedia sekalipun menyentuhmu bukan?"

Buku buku jari Naeri mengepal. Sejak kapan Haerin membalas kata kata nya. Ia kira Haerin adalah wanita baik yang akan diam saja saat dilawan tetapi ternyata di luar dugaan. Mulai sekarang ia harus hati hati. Bukan tidak mungkin jika Haerin juga tengah menyiapkan sesuatu.

"Jeonha mencintaiku dari dulu, bukankah kau tahu itu. Aku adalah wanita pilihanya"

"Ah benarkah? Mungkin Jeonha mencintaimu tapi itu dulu, sekarang pun akan mudah untuku menyingkirkanmu. Jadi kumohon jangan jangan melebihi batasanmu Han Naeri"

Haerin meraih tangan Jae yoon lalu mengajaknya untuk pergi. Naeri diam saja. Perasaanya sangat dongkol dan ingin sekali rasanya mencabik cabik Haerin. Rasanya harga dirinya telah dijatuhkan di tempat terendah lalu diinjak injak oleh Haerin.

"Jaeyoon-ie menginap saja di kediaman Eomma-mama ne?"

Haerin rasa itu yang terbaik, Jaeyoon tidak bisa terus menerus tertekan oleh Nae ri. Lebih baik jika Jae yoon menginap sebentar paling tidak sampai suasana hati Nae ri semakin baik. Karena bagaimana pun ia tidak sepenuhnya berhak atas Jae yoon. Akan ada masalah jika Haerin kukuh meminta Jae yoon bersamanya. Ia takut justru hal itu akam di jadikan bumerang oleh Nae ri, wanita itu sangatlah licik.

"Tapi-" Jae yoon menggeleng.

"Semalam saja menginap? Bagaimana"

Jae yoon tetap menggeleng.

"Kenapa?"

"Abba-Mama akan marah"

Setakut takutnya Jae yoon pada Nae ri bocah itu lebih takut lagi pada Hwan. Jae yoon tau jika Hwan sangat membencinya. Dan melihat wajahnya saja Jae yoon sudah takut.

"Tidak, Eomma akan membela Jae yoon-ie"

Jae yoon kembali menggeleng, anak itu tidak mau hanya sekedar bertemu Hwan saja.

Haerin menghela nafas, akhirnya pada pilihan terakhir. Membiarkan Jae yoon tidur di kamar kosong. Banyak sekali memamg kamar kosong tetapi Haerin tentu saja tidak tega membiarkan Jae yoon harus tidur sendirian dan hanya ditemani oleh pelayan. Ia rasa itu tidak terlalu aman karena istana adalah tempat yang berbahaya. Tapi bukankah pihak yang dengan berani melakukan kejahatan secara langsung adalah tabib Han dan orang oramg yg bersamanya. Lagi pula Jae yoon adalah cucunya tidak mungkin jika akan disakiti. Setidaknya dimanapun selain di kediaman Naeri.

"Dayang Im, bisa bersihkan kamar pavilun timur?"

"Ye Mama"

"Eomma akan mengantar Jae yoon, lalu nanti Jae yoon akan ditemani Dayang im, Ne"

Anak itu mengangguk, lalu memeluk Haerin senyuman polos terbit di bibir bocah itu. Sangat senang karena setidaknya masih ada orang yang mau menerimanya. Andaikan saja Haerin adalah ibu kandungnya pasti ia akan menjadi anak paling bahagia di dunia ini bukan.

1
Maya Audina
thor..aku dah mengulang ke sekian, aku kangen haerin&hwan😍
Khalisa: waaa makasihhh kak sudah mampir lagii😍
total 1 replies
arfan
up
Nanik Lestari
Membosankan
Nanik Lestari
Dari awal cerita cengeng
Nanik Lestari
Terlalu naif bodoh apa Oon
Nanik Lestari
cengeng
Nanik Lestari
Nangis lagi, ya ampun
Nanik Lestari
Goblok
Nanik Lestari
Orang modern tapi cengeng
Nanik Lestari
lemah semua perempuan nya
Maya Audina
aku sudah dua kali baca Thor..aku suka kangen sama Hwan &haerin
Nuzlie🎭eiLzun
aku juga tidak mencintai siapa2 d dunia ini.. kerna itu mencari cerita cinta d sini wkwkwkwkw
Nuzlie🎭eiLzun
sayanya ga skip thorr.. tapi.. bacanya laju🤭🤭
Minarni Saranani
aq bingung pilih yg mana 😁
Khalisa: hehe jangan bingung kak 🤣😁
total 1 replies
Tien Kumalasari
bagus..
Khalisa: Termina kasihhh 🙏😍
total 1 replies
Selamet Kabu
ff CC ffuhyili
Susan Elga Pontoh
keren
Mien Mey
serasa nontor dakor🤗
Jamilah Bee
coba haerinx punya kelebihan gitu,, jago beladiri kh,, pintar politik
Amrih Ledjaringtyas
thor senja di kahuripan tdk ada di pencarian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!