NovelToon NovelToon
Kisah Pangeran Yang Terbuang

Kisah Pangeran Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi Timur / Ilmu Kanuragan
Popularitas:149.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ikri Sa'ati

Novel kali ini mengisahkan tentang seorang pangeran yang dibuang oleh ibunya atas suruhan ayahnya, karena menganggap anaknya yang lahir itu adalah sebuah kutukan dari langit.

Namun siapa sangka pangeran yang dibuang itu ternyata diselamatkan oleh orang-orang baik. Dari orang-orang baik itu dia mempelajari tentang banyak hal.

Sehingga dengan itu dia menjadi seorang pendekar tanpa tanding bermula dari mempelajari sebuah kitab legenda.

Berbagai ragam lika-liku kehidupan dia lalui selama dalam pengembaraannya, baik suka maupun duka, termasuk tentang lika-liku asmaranya dengan beberapa orang gadis.

Jika penasaran tentang kisahnya, yuk ikuti perjalanan Kisah Pangeran Yang Terbuang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KPYT 032. Melumpuhkan Lou Geng dan Anak Buahnya

Sebenarnya Zhao Jinlong tidak ingin membawa Hui Lan ke markas Lou Geng. Tapi untuk meyakinkan Hui Lan kalau dia bisa melindungi gadis kecil nan cantik itu dari gangguan Lou Geng dan anak buahnya, maka Zhao Jinlong terpaksa membawanya serta.

Sedangkan Wang Hui Lan, awalnya malah melarang Zhao Jinlong untuk menyatroni markas Juragan Lou Geng. Dia takut kalau Zhao Jinlong tidak bisa mengalahkan Lou Geng. Masalahnya Lou Geng cukup hebat ilmu bela dirinya.

Namun setelah Zhao Jinlong meyakinkan Hui Lan kalau dia bisa mengatasi juragan jahat itu, akhirnya Hui Lan meluaskan juga.

Singkat cerita, datanglah Zhao Jinlong ke markas Lou Geng bersama Wang Hui Lan pada waktu siang, tiga hari setelah kejadian Zhao Jinlong menghajar tiga orang anak buah Lou Geng.

Begitu Zhao Jinlong dan Wang Hui Lan sampai di markas Lou Geng, mereka langsung disambut oleh para anak buah Lou Geng. Maksudnya, seluruh anak buah Lou Geng yang tinggal lima orang langsung menghadang Zhao Jinlong dan Hui Lan.

Maksudnya tinggal lima orang, tiga orang anak buah Lou Geng yang dihajar oleh Zhao Jinlong langsung disingkirkan oleh sang juragan alias dipecat menjadi anak buahnya.

Alasannya, mereka tidak becus dalam bertugas. Melawan seorang bocah saja tidak bisa. Maka dipecatlah tiga remaja lelaki itu.

Melihat tampang-tampang lima pria yang umurnya kisaran 17 sampai 20 tahun itu yang sangar dan bengis, apalagi telah mengepung segala, membuat Hui Lan langsung ketakutan.

Cepat-cepat dia memeluk lengan Zhao Jinlong untuk menenangkan dirinya. Sementara Zhao Jinlong tetap membujuknya agar tenang dan jangan takut. Dan jangan jauh-jauh darinya.

Setelah membujuk Hui Lan agar tenang, Zhao Jinlong mengamati kelima lelaki yang menghadang di depan itu. Dan tidak pake lama Zhao Jinlong sudah mengetahui tingkat kehebatan mereka yang kesemuanya tidak memiliki energi sakti, apalagi tenaga dalam.

Rata-rata kelima orang itu cuma memiliki tenaga kasar dan tenaga luar serta ilmu bela diri yang belum seberapa. Dua di antara mereka punya ilmu bela diri yang lumayan. Sedangkan yang tiganya hampir tidak jauh beda dengan tiga remaja yang dihajar Zhao Jinlong tempo hari.

"Akhirnya kau datang juga untuk menyerahkan nyawamu, bocah tengik," kata lelaki berumur sekitar 20-an tahun yang berdiri nyaris tepat di depan Zhao Jinlong dan Hui Lan bernada dingin sambil tersenyum sinis.

"Panggil Juragan Lou Geng! Aku ada urusan dengan dia," kata Zhao Jinlong bernada dingin. Sikapnya begitu tenang, tidak ada rasa takut dengan kelima anak buah Lou Geng sedikit pun.

"Rupanya kau bisa sombong juga, bocah!" kata lelaki itu lagi masih tersenyum dingin. "Jangan dikira kau sudah mengalahkan tiga kecoa tak berguna, kau sudah berani sombong di sini."

"Bawa bocah gembel itu ke mari!" bentak lelaki itu cukup keras, "lalu kau berlutut di kakiku meminta ampun atas kelancanganmu!"

"Aku berkata sekali lagi, cepat panggil juragan kalian!" kata Zhao Jinlong makin dingin nada suaranya. "Aku tidak punya banyak waktu meladeni kalian."

"Keparat...!" damprat lelaki itu menggeram marah.

Lalu dia mengibaskan tangan kanannya ke depan, sebagai isyarat penyerangan. Maka tiga orang laki-laki yang berumur di bawah 20 tahun langsung maju menyerang Zhao Jinlong, tanpa ragu dan tanpa rasa malu.

Sedangkan Zhao Jinlong, setelah menyuruh Wang Hui Lan untuk mundur ke belakang, dia langsung berkelebat cepat dengan posisi melayang di udara, menyongsong serangan ketiga lawannya tanpa menunggu mereka sampai di depannya.

Begitu Zhao Jinlong sudah berada dalam jangkauan serangan dengan ketiga lawannya, kaki kanan dan kirinya langsung direntangkan ke samping dengan cepat. Menyusul tinju tangan kanannya menghantam ke depan.

Gerakan Zhao Jinlong dalam menyerang begitu cepat, hampir tidak terdeteksi oleh ketiga lawannya. Mereka hanya melihat bagai bayangan yang berkelebat.

Tahu-tahu kepala dua lelaki yang berada di samping kiri dan kanan langsung terhantam tendangan Zhao Jinlong dengan telak dan keras yang dilambari dengan sedikit tenaga dalam.

Sedangkan tinju bocah sakti itu yang juga dilambari tenaga sakti langsung menghantam wajah lawan di depannya yang juga dengan telak dan keras.

Sehingga membuat dua lelaki yang berada di samping kiri kanan langsung terjajar ke samping. Sedangkan lelaki yang ada di depan langsung terdorong ke belakang. Masing-masing mereka mengeluarkan keluhan tertahan.

Tidak..., tidak sampai di situ saja aksi Zhao Jinlong. Dia sudah kadung kesal dengan perbuatan anak buah Lou Geng itu yang tidak mengindahkan ucapannya.

Begitu sepasang kakinya sudah mendarat di tanah, Zhao Jinlong seketika melesat melayang ke depan. Melakukan dua tendangan secara berurut. Kaki kiri langsung menjebol dada lawan yang ada di depan, lalu dengan berputar kaki kanan menghantam samping kanan kepala sang lawan.

Membuat salah satu anak buah Lou Geng itu bukan saja terjajar lagi, melainkan terlempar sejauh satu tombak ke belakang dengan badan sedikit melintir. Lalu jatuh ke tanah dengan amat mengenaskan.

Tidak..., aksi Zhao Jinlong belum berhenti....

Selesai menghajar lawannya yang ada di depannya tadi, Zhao Jinlong kembali melancarkan aksinya, menghajar habis-habisan dua lawannya yang lainnya.

Gerakan Zhao Jinlong terlalu cepat, dan ilmu bela dirinya sudah tergolong lincah dan lihai, apalagi setiap pukulan dan tendangannya dilambari oleh tenaga dalam dan sedikit energi sakti. Sulit bagi kedua lawannya untuk menandingi.

Membuat mereka tidak bisa berbuat banyak, selain hanya bisa menerima pukulan dan tendangan Zhao Jinlong yang begitu cepat, telak dan keras. Sehingga belum lama pertarungan berlangsung mereka sudah tumbang babak belur.

Sementara dua lelaki anak buah Lou Geng yang masih tegak berdiri, tidak bisa tidak mereka hanya bisa melongo terkejut untuk beberapa saat lamanya. Mereka tidak menyangka kalau Zhao Jinlong, yang masih seorang bocah bisa sehebat itu.

Sedangkan Hui Lan, melihat aksi memukau Zhao Jinlong tadi, semakin membuatnya kagum terhadap bocah sakti itu, dan semakin yakin dan percaya kalau Zhao Jinlong bisa melindunginya.

Dan Hui Lan juga bisa memperkirakan kalau Zhao Jinlong dapat mengatasi dua anak buah Lou Geng yang tersisa.

"Kenapa kalian bengong saja hah?! Bunuh bocah sialan itu!"

Seketika terdengar suara lelaki dewasa membentak cukup keras dari arah belakang dua lelaki yang masih bengong itu. Dan seketika itu juga mereka langsung tersentak bangun dari keterperangahan.

Mereka tahu siapa yang membentak garang itu. Siapa lagi kalau bukan juragan mereka, Lou Geng.

Sedangkan Wang Hui Lan, melihat Lou Geng sudah muncul, tentu saja dia terkejut ketakutan. Namun dia amat berharap kalau Zhao Jinlong bisa mengatasi lelaki muda umur 25-an tahun itu.

Lain halnya dengan Zhao Jinlong. Dia tidak merasa gentar apalagi takut terhadap Lou Geng. Malah dia senang dengan kemunculan orang itu tanpa harus susah payah memanggilnya. Dan sekali melihat dia sudah tahu akan tingkat kehebatan sang juragan.

★☆★☆

Dua orang anak buah Lou Geng yang tersisa, tanpa menunggu perintah dua kali mereka langsung maju secara serempak, menyerang Zhao Jinlong dengan brutal dan ganas, menurut penglihatan Hui Lan.

Namun di mata Zhao Jinlong, serangan kedua lelaki itu tidak ada apa-apanya, meski keduanya memiliki ilmu bela diri yang kumayan.

Lebih jauh lagi, meski tubuh Zhao Jinlong masih tergolong kecil dibanding dengan kedua lawannya, tidak membuat bocah sakti itu terganggu.

Beberapa saat lamanya Zhao Jinlong tidak balas menyerang. Dia hanya menghindari dan menangkis saja semua serangan kedua lawannya.

Sehingga membuat kedua anak buah Lou Geng itu semakin bernafsu dalam menyerang, semakin bernafsu untuk menjatuhkan Zhao Jinlong. Namun sampai detik ini belum satu pun serangan mereka mampir di tubuh Zhao Jinlong.

Sementara Lou Geng dan Wang Hui Lan melihat jalannya pertarungan dari dua sisi yang berbeda.

Lou Geng cukup memahami kalau Zhao Jinlong belum balas menyerang bukan karena kewalahan menghadapi kedua lawannya, melainkan hanya menjajaki kehebatan kedua lawannya.

Sedangkan Wang Hui Lan, melihat Zhao Jinlong seperti digempur habis-habisan oleh kedua lawannya, membuatnya amat khawatir. Dia khawatir jangan-jangan Zhao Jinlong tidak bisa mengalahkan kedua anak buah Lou Geng itu.

Namun kekhawatirannya segera terobati.

Karena begitu pertarungan sudah memakan waktu dua jurus, Zhao Jinlong mulai beraksi. Dan begitu Zhao Jinlong melancarkan serangan balasan, kedua lawannya langsung kewalahan.

Serangan-serangan yang dilakukan Zhao Jinlong begitu cepat, lincah, dan berbobot. Sulit bagi masing-masing kedua anak buah Lou Geng yang tersisa menghindari. Padahal mereka memiliki ilmu bela diri yang lumayan.

Akan tetapi toh ilmu bela diri yang mereka miliki tidak ada apa-apanya di hadapan Zhao Jinlong. Belum lama bocah sakti itu melancarkan serangan, kedua lawannya sudah terhantam pukulan dan tendangan keras dan kuat dari Zhao Jinlong.

Hingga suatu ketika di penghujung serangan Zhao Jinlong, selagi kedua lawannya terjajar ke belakang dengan tubuh limbung, seketika Zhao Jinlong mendorong kedua telapak tangannya yang terbuka lebar ke depan, ke arah dua lawannya.

Hentakan dorongan kedua telapak tangan itu begitu kuat dan cepat. Melontarkan dua rangkum angin padat yang melesat cepat. Dan tanpa dapat dicegat, dua lontaran tenaga sakti tak berwujud itu langsung menghantam dada kedua lelaki itu.

Desss!

Desss!

"Aaakh!"

"Aukh...!"

Demikian telak dan kuat dua lontaran tenaga sakti Zhao Jinlong menghantam dada kedua lawannya. Membuat mereka terlontar ke belakang sambil menjerit tertahan. Lalu jatuh ke tanah berdebu dengan keras.

★☆★☆

Sementara Lou Geng, melihat semua anak buahnya dapat dikalahkan dengan mudah oleh Zhao Jinlong, membuatnya jadi berpikir kalau bocah itu tidak bisa dianggap remeh.

Oleh karena itu, jika hendak melawan bocah sakti itu, dia harus mengerahkan seluruh kemampuannya di awal serangan. Tidak boleh meremehkan atau coba-coba hendak menjajal bocah itu segala.

Akan tetapi baru saja dia selesai merencanakan apa yang dia pikirkan, tiba-tiba saja di sekitar dia berdiri seperti ada kumparan angin tak berwujud yang berputar-putar mengelilingi tubuhnya.

Belum juga dia berpikir jauh tentang apa yang terjadi, seketika kumparan tak berwujud itu langsung melilit tubuhnya dengan erat dan kuat. Membuatnya tidak bisa bergerak, kecuali leher ke atas.

Tentu saja Lou Geng menjadi terkejut bukan main. Tapi belum juga keterkejutannya itu dia nikmati dengan baik, tiba-tiba tubuhnya langsung bergerak melayang ke udara setinggi setengah tombak ke depan.

Kali ini bukan lagi dia terkejut, bahkan menjerit ketakutan. Rasa ngeri dan ketakutan langsung menyelubunginya. Lou Geng benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa. Karena sekujur tubuhnya tidak bisa dia gerakkan.

Lou Geng terus saja menjerit ketakutan. Tubuhnya yang masih melayang terus bergerak ke depan, hingga berhenti dua tombak di depan Zhao Jinlong.

Sementara Hui Lan masih belum terlalu paham apa diperbuat Zhao Jinlong terhadap Lou Geng hingga membuatnya sedemikian rupa.

Yang dia tahu dan lihat tangan kiri Zhao Jinlong yang telapaknya terbuka cukup lebar terentang ke depan, ke arah Lou Geng yang masih menjerit ketakutan, bahkan meminta ampun kepada Zhao Jinlong.

Ya, aksi yang menakjubkan sekaligus mengerikan itu tercipta dari energi ghaib dan energi sakti yang dilancarkan Zhao Jinlong terhadap Lou Geng. Sehingga terjadilah seperti apa yang terlihat.

Tak lama kemudian, seketika Zhao Jinlong menyentak tangan kirinya itu ke belakang bagai membetot sesuatu. Maka meretaslah kumparan tak berwujud yang melilit sekujur tubuh Lou Geng seketika itu juga.

Bersamaan dengan itu, telapak tangan kanan Zhao Jinlong yang terbuka lebar disentak ke depan dengan cepat dan kuat. Maka kejap itu pula serangkum angin padat langsung melesat dengan cepat ke arah Lou Geng.

Sedangkan Lou Geng, selepas kumparan energi sakti meretas dari tubuhnya, belum juga jatuh ke tanah, serangan angin padat langsung menjebol dadanya tanpa kenal ampun.

Sehingga membuat tubuhnya terlontar ke belakang sejauh dua tombak sambil menjerit kesakitan. Lalu tubuhnya langsung jatuh ke tanah berdebu dengan keras.

Itulah jurus Telapak Pemusnah Sinar Bulan, salah satu dari rangkaian jurus Telapak Rembulan yang ada di dalam Kitab Sembilan Bulan. Jurus itu juga telah digunakan pada dua anak buah Lou Geng yang terakhir.

Korban yang terkena jurus itu langsung lumpuh hingga dua bulan lamanya. Kemudian seluruh kehebatannya, kesaktian dan ilmu bela dirinya akan musnah selamanya.

Setelah menuntaskan urusan dengan Lou Geng, bahkan melumpuhkan juragan jahat itu dan seluruh anak buahnya sekaligus, Zhao Jinlong bersama Wang Hui Lan meninggalkan tempat itu.

Bahkan Zhao Jinlong mengajak Wang Hui Lan meninggalkan Kota Shan-hu Jia. Hal itu Zhao Jinlong maksudkan untuk menjaga kemungkinan yang tidak diinginkan yang akan merugikan mereka.

Sedangkan Hui Lan mau-mau saja. Ke mana pun Zhao Jinlong membawanya dia akan tetap ikut dengannya. Aksi yang dipertunjukkan oleh Zhao Jinlong di depan matanya menjadikannya semakin yakin kalau Zhao Jinlong bisa melindunginya.

★☆★☆★

1
Megs Kitchen
Sorry Thor... W lama2 pusing baca novel mu... Lama ga ada update, sekali nongol udah lupa cerita yg lalu, terus muncul banyak nama2 dengan gelar2 nya ... W stop sampe sini 😑😑
Wahyu Budi
seru euy ceritana tpi ngan saetik
d tunggu kelanjutannya om bro
Adhie: siap bro...
total 1 replies
jhoni
ngejelasin soal penyakit aja bertele tele thor smpe 1 capter
Adhie: sorry kaka, itu memang gaya saya dalam menulis novel.
total 1 replies
bob
rekomendasi bagi yang suka fantasi timur, novel " zaman para dewa
bob
rekomendasi novel "zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur
Adhie: terima kasih sudah berkunjung kaka
👍👍👍
total 1 replies
Jati Sasongko
semingguan cm 1 bab saja.. yg bener wae Thor.. niat apa enggak lu...
Adhie: sudah up lagi kaka
total 2 replies
Wahyu Budi
d tunggu om bro updatenya
Adhie: siap...
terima kasih masih mengikuti novel ini...
🙏🙏🙏
total 1 replies
aleena
kenapa kepala ketua petir merah tidak dinawa saja,
supaya permaisuri dapat.lihat jika apa yg direncanakan telah gatot alias gagal total😀😀🤭
Adhie: permaisuri sudah melarikan diri, kaka.
dan yang mati itu cuma komandan pasukan, bukan ketua klan.
total 1 replies
Wahyu Budi
d tunggu lanjutannya om bro semakin seru
Adhie: siap kaka
total 1 replies
Jati Sasongko
sikaaattt semua pemberontak ya tong
Adhie: sikat bang
total 1 replies
aleena
wow perang sudah dimulaii💪💪💪💪💪
Adhie: kayaknya...
total 1 replies
Kustri
duh, kasian🫂
Kustri
qu berharap anak'a sdh menerima warisan smua ilmu beladiri'a
Adhie: amin...
makasih sudah mampir
total 1 replies
aleena
aku aakan mmenggulingkan kakanv prabu🤣🤣🤣🤣🤣

tpi boong
Jati Sasongko
terlalu panjang dan sangat bertele-tele Thor penjelasan mu itu..
Adhie: makasi atas kritikannya kaka
total 1 replies
Nanik S
Terlalu banyak nama kadang bikin kurang greget
Adhie: hehehe...
makasih
total 1 replies
aleena
Zhang Jiang wei coba kau tanyakan. ada hubungan apa ibu yin Hua dgn istri jendraal
Adhie: nanti akan ada chapternya dimana Zhao Jinlong alias Zhang Jiang Wu akan menceritakan riwayat keluarganya kepada Jenderal Wang dan istrinya
total 2 replies
aleena
ciee ada yg panas tpi bukan api🤣🤣
Nanik S
Gak Rela karena Cemburu
Adhie: sepertinya begitu kaka
total 1 replies
Wahyu Budi
semangat, d tunggu sambungannya
Adhie: semangat...
siap, ditunggu ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!