NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:731
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Seperti yang diharapkan Vick, anak-anak yang melakukan perudungan pada putrinya telah mendapatkan hukuman yang setimpal, mereka di skor selama seminggu, juga di minta membuat perjanjian tertulis. Untuk proses itu Yasmin juga diminta ini-itu, kerepotan yang sudah dipikirkan akhirnya terpaksa dijalankan.

Namun akhir dari masalah ini tentang perasaan mereka-Geng Centil, menjadi sedikit kekhawatiran yang mengganjal bagi Yasmin, apakah setelah nya akan ada dendam? Gadis itu pun membagi keresahan nya pada pria yang duduk di balik kemudi.

"Jika begitu mereka akan dikeluarkan dari sekolah Nona, sesuai perjanjian. Dan pastinya Tuan Vick tidak akan tinggal diam"

Yasmin mengangguk, "Sebenarnya aku ngga takut, cuma repot aja kalau berkepanjangan"imbuh nya lagi.

Sejurus kemudian, Yasmin mengubah topik pembicaraan, bertanya bagaimana hadiah belanjaan tempo lalu. "Kamu suka ngga pak Taka sama baju-baju nya?" Tanya Yasmin antusias, paper bag untuk pria itu baru bisa diberikan kemaren, itupun terpaksa dikirim lewat pelayan, membuatnya tidak bisa melihat respon pria itu secara langsung.

"Saya menyimpan nya Nona, terima kasih" jawab Rain jujur, meski dia tidak berencana memakai nya.

"Kata pelayan, kamu bingung ya? Ekspresi kamu begitu kata mereka, pas dikasih paper bag nya"

Rain menggangguk, gadis itu mengungkit kembali semua cerita pelayan nya kemaren, terus bicara sampai ke arah lain, seperti bagaimana perasaan Rain selama beberapa hari cuti, sebab Yasmin harus istirahat setelah perundungan, setelah malam dibawah guyuran hujan.

"Rindu ngga sama aku?"Tanya Yasmin, ekspresi nya tak sabar, gadis itu memilih duduk disamping Pengawal nya.

"Itu tidak pantas Nona"jawab Rain.

Membuat gadis itu berengut, lalu berdecak, "Ngga seru banget jawaban nya"protes nya. Ia kembali menghadap depan, melihat jalan yang ramai kendaraan dari balik jendela samping,

"Percuma aku mikirin dia" gumam nya.

Rain melirik sekilas gadis itu, tanpa peduli dengan sikap Yasmin yang berubah diam disertai ekspresi cemberut. Ia menyetir mobil dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang cukup padat. Sampai suara panggilan masuk dari ponsel Rain mengalihkan perhatian keduanya, yang ternyata datang dari Ibu angkat Rain.

Yasmin mengeryit kala melihat sang pengawal tidak berniat menerima panggilan, lantas tanpa izin, tangan nya terulur mengambil alih ponsel itu. Rain yang terkesiap segera melayangkan tanda tanya, apalagi sang majikan langsung bicara dengan orang diseberang,

"Apa? Aku Ngga tahu dimana, aku tanyakan dulu sama pak Taka" jelas Yasmin, ketika si pemanggil menanyakan, 'Mana Rain?'. Tubuh Yasmin juga sedikit menjauh dari tangan panjang Rain yang berusaha menggapai ponselnya kembali.

Orang diseberang pun semakin bingung, setelah mendengar suara sahutan seorang gadis dari nomor putranya, lalu ditambah lagi dengan jawaban itu. Yasmin melihat nama si penelpon-Ibu Itu, "Hallo Ibu Itu, apa Ibu salah sambung?"tanya Yasmin.

Sedangkan Ibu itu, dengan kebingungan yang sedikit heboh, memanggil putrinya menyelesaikan kesalahpahaman itu.

"Nona, berikan ponsel saya" ucap Rain, tampak kesal. Pria itu dibuat kerepotan, menyetir ditengah jalanan yang cukup padat sembari menggapai kembali ponselnya.

"Dia nanya mana Rain, Pak Taka."beritahu nya hasil percakapan mereka, dibandingkan menyerahkan ponsel yang diminta.

"Hallo, ini siapa ya? Saya Adel adik yang punya nomor ini"ujar orang diseberang, suaranya bukan yang tadi.

"Oh...aku Yasmin, ini Abang nya nyetir, bentar ya aku tanya lagi, akh...aduh"kedua orang diseberang terperanjat mendengar suara terakhir, lalu saling melempar tatapan penuh tanya.

"Hallo Bu, kenapa?" Ujar Rain. Ponsel berhasil di rebut meski tanpa sengaja membuat nya meremas payu*dara sang majikan, juga membuat mobil sempat hilang keseimbangan.

Gadis yang baru dilecehkan itu menatapnya kesal sembari mengelus dada nya yang sakit, ia mendumel dengan suara lirih. Karena berusaha merebut ponselnya, benda itu jatuh di atas dada Yasmin yang menyebabkan Rain salah tangkap. Lalu mendengar pekikkan gadis itu Rain terkesiap sesaat, sebelum dengan cepat mengambil ponsel dari genggaman Yasmin yang berhasil menahannya agar tidak jatuh.

"Ya" jawab Rain, Perempuan baya diseberang sana mengomel kenapa begini-begitu. Rain melirik sekilas gadis disamping, membuat nya mendapatkan pelototan tajam.

"Del, nanti abang telepon lagi. Sekarang lagi dijalan"ujar Rain mengakhiri panggilan sepihak, sebab mendengar Ibunya bicara bukan waktu yang tepat.

"Maaf Nona, tidak sengaja"ucapnya, melirik gadis itu.

Ia pun langsung disemprot dengan makian gadis itu yang tidak terima, "Mana mungkin tidak sengaja, kamu lihat sendiri bentuknya beda. Bisa-bisa nya salah tangkap"

"Maaf Nona, itu karena mata saya sambil lihat jalan"

"Alasan"

Rain melihat tangan nya yang meninggalkan kehangatan bagian tubuh gadis itu, lalu mengusap nya ke celana. Seolah baru saja memegang hal kotor, yang tentunya tidak luput dari perhatian gadis itu.

"Apa-apaan maksud kamu tadi itu Pak Taka?" Yasmin mendelik, tersinggung dengan tingkah pria itu.

"Apa Nona?" Tanpa rasa bersalah, pria itu bertanya tidak mengerti.

Yasmin berdecih, melihat sikap polos yang ditunjukkan, "Dasar sok suci, bajingan!"lirih nya.

Setelah ia yang dilecehkan, malah pria itu yang bersikap jijik. Sentuhan intim itu baru sekali ia rasakan, namun malah berakhir mengecewakan karena didapat dengan cara demikian. Ia tahu sering menggoda pria itu, tapi bukan berarti harga dirinya bisa dijatuhkan, bahkan sampai ditenggelamkan ke dasar bumi.

Rain pun terdiam karena gadis itu tidak melanjutkan ucapannya, hanya menggerutu sembari meremas tas nya gemas. "Sialan! dia kira aku apa-an, habis diremas terus tuh tangan di lap. Ani-ani aja ngga ada yang diperlakukan begitu"

Selama menempuh perjalanan pulang sekolah, Yasmin terus mendumel dalam hatinya. Sementara Rain bersikap acuh tak acuh pada Yasmin, yang menurut nya, mood gadis itu layaknya cuaca, suka berubah. Sekarang diam, lalu tidak lama lagi berulah. Pria itu tidak menyadari bahwa ialah sebab, emosi gadis itu tidak stabil. Bahkan setelah tangannya bertindak kesalahan, Rain tetap bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun, seperti saat itu dengan santai nya melontarkan pertanyaan, "Apa kita jadi mampir ke rumah Miss Putri hari ini, Nona?"

Yasmin menoleh, menatap pria itu mengeryit, tidak paham bagaimana bisa tetap bersikap santai setelah mengucapkan maaf, apakah menurut nya semua akan berakhir selama kata itu sudah dikumandangkan. "IYA" jawab nya dengan nada tinggi, sembari melengos.

Rain lantas membawa kendaraannya berbelok saat menemukan tikungan, mereka akan berhenti dirumah guru les Yasmin yang rumahnya terletak tidak jauh dari rumah Yasmin. Begitu rumah minimalis itu nampak, Rain memperlambat laju kendaraan nya.

"Kamu bisa langsung pulang, ngga usah nunggu aku" kata Yasmin, sembari bersiap turun.

"Tidak Nona, biar saya tunggu saja."

"Terserah"ujar nya.

Lalu keluar tanpa menunggu pengawal nya membuka pintu seperti biasa, Suara bedentum keras pun terdengar mengikuti ketika Yasmin menutup pintu, membuat Rain berdecak, "Dasar bocah"

1
Anala.
bocah edan😄
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!