(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32 - Duduk Di Pangkuannya
"Baiklah kau boleh duduk dipangkuan ku"
Gian pun langsung menggendong Hilya dan langsung didudukinya dipangkuan Gian.
Gian melingkari tangan kanannya di pinggang Hilya dan tangan kirinya mengetik laptop, sedangkan kedua tangan Hilya memegang dada bidang milik Gian sambil menatap ke arah laptop.
Tak ada kecanggungan diantara mereka, bahkan mereka seperti sepasang kekasih sungguhan jika seperti ini.
"Apa pekerjaan Mas seperti ini setiap hari?" Tanya Hilya beralih menatap Gian.
"Tidak juga, kadang aku keluar kantor untuk mengecek proyek atau kadang aku juga mengikuti meeting penting" Jawabnya sambil menatap Hilya juga.
Kini tatapan mereka sangat dekat,,,, mereka seakan terhipnotis satu sama lain,,,, saling memandang wajah makhluk didepannya,,,, seolah olah detik jarum jam berhenti saat itu juga.
Kenapa dia cantik sekali saat dilihat dari dekat seperti ini, dia memang cantik dari pertama aku lihat, tapi.... Kali ini seperti ada yang berbeda. batin Gian
Beberapa detik mereka saling menatap hingga akhirnya
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan mereka,,, mereka pun langsung memalingkan pandangan ke arah lain, kejadian tadi benar benar memalukan bagi mereka saat ini.
Gian pun lantas menyuruh orang itu untuk masuk membiarkan Hilya yang masih tetap duduk dipangkuannya.
"Masuk"
Orang itu pun masuk ke dalam ruangan Gian yang tak lain adalah Angel Sekertaris Gian dan tak lama dia seperti terkejut melihat pemandangan didepannya.
Ia melihat Hilya sedang duduk dipaha Gian sambil memegang dada bidang milik Gian,,, itu membuat Angel emosi seketika.
"Maaf Pak saya hanya mau menyampaikan bahwa sebentar lagi bapak akan ada meeting bersama perusahaan yang kemarin" Ucap Angel sambil mengepalkan kedua tangan nya seraya menahan emosi.
"Baiklah, kamu boleh keluar" Angel menatap sinis Hilya lalu berbalik dan keluar dari ruangan Gian.
Hilya yang sadar ditatap Angel seperti itu merasa bahwa Angel tidak suka akan kehadiran nya, tapi Hilya tidak mau ambil pusing memikirkan hal tidak penting seperti itu toh dia juga tidak tau apa alasan nya.
"Wanita itu siapa Mas?" tanya Hilya pada Gian.
"Siapa? Angel? dia Sekertaris ku" Gian menjawab dengan jujur pertanyaan Hilya.
"Ohh... Apa kalian dekat?"
"Hah? tidak! aku dan dia hanya sebagai rekan bisnis tidak lebih" Jelas Gian
"Tapi dia cantik loh apa mas tidak pernah menyukai nya?" Mencoba memancing Gian dengan pertanyaan pertanyaan .
"Hahaha..... Banyak wanita cantik selain dia diluar sana,,, kau juga cantik, jadi kenapa aku harus suka padanya"
Hilya manggut manggut mengerti, tapi apa kata nya tadi? dia juga cantik? Oh Ya Tuhan apa dia tidak salah dengar? apa Gian tidak salah bicara? bisa bisa ia terbang saat ini juga.
Gian menatap wajah cantik Hilya diam diam,,, ingin sekali ia mengelus pipi nya yang mulus berwarna merah muda.
Tatapan nya beralih pada bibir milik Hilya, ia seperti kehilangan akal sehatnya.
Gian terus menatap bibir Hilya sampai satu titik kesadaran membuyarkan pikiran liar nya,,, ia menggeleng geleng kepala seraya menghilangkan pikiran dewasanya itu.
"Mas kenapa?" Sembari menatap Gian
"Hah? hmm... e-enggak apa apa kok" Jawabnya sambil memfokuskan kembali pada pekerjaan nya.
Huh apa yang akan difikirkan Hilya sekarang? pasti dia berfikir aku gila saat ini,,, benar benar memalukan kau Gian! Aaaaa........
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe