kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
pagi itu Hana bangun lebih awal dari Jimin, mendapati dirinya tidur dalam pelukan Jimin. Hana pun melihat sekilas tubuh nya yg tidak mengenakan apa pun, dan hanya tertutup selimut. "hubungan macam apa sebenarnya yg sedang kami jalani ini. apa hubungan ini memiliki rasa, atau hanya sekedar saling membutuhkan. " ucap Hana dalam hati nya.
Hana pun memandang Jimin yg masih terlelap "tapi tidak bisa ku pungkiri, aku mulai menyukai nya. setidak nya untuk saat ini, aku hanya merasakan perasaan ku. tapi dia... " lanjut nya dalam hati
Hana pun bangun dan langsung ke kamar mandi. saat itu, Jimin pun membuka mata nya. ternyata Jimin sudah bangun sebelum Hana bangun, tapi ia sengaja tidak membuat pergerakan karena takut akan membangun kan Hana.
"apa yg sedang di fikirkan nya tadi!?? apa dia menyesal melakukan nya pada ku, atau aku kurang memuaskan nya. aah, tidak tidak... Hana bukan lah orang seperti itu, tapi aku sungguh penasaran. " ucap Jimin sembari duduk
Hana pun keluar dengan mengusap rambut nya yg basah. melihat Jimin tidak ada di atas ranjang, mata Hana pun mulai mencari.
"mau aku bantu!?? " tanya Jimin memandang Hana yg berdiri di depan pintu kamar mandi
Hana pun hanya berdiri mematung melihat Jimin menyandar di depan meja rias yg hanya berbalut handuk. Hana pun berbalik badan "oppa... kau, kau mandi lah. aku, aku akan... " ucapan Hana yg terbata-bata itu pun langsung berhenti melihat Jimin berdiri di depan nya
"aku bantu... " Jimin pun mengambil handuk di tangan Hana, dan menuntun Hana duduk di depan meja rias.
Hana pun tidak menolak, ia hanya menurut apa yg di lakukan Jimin. sampai Jimin berhenti saat menyisir rambut nya, Hana pun mendongakkan kepala nya agar dapat melihat Jimin. tak di sangka, Jimin langsung mencium bibir Hana. Hana yg reflek pun tangan nya tidak sengaja menyentuh kemaluan Jimin.
Hana yg menyentuh, Hana juga yg terkejut. ia sontak berdiri dan mundur ke belakang "awas... " ucap Jimin
"aahk.... sssshhh..... " suara itu lah yg keluar dari mulut Hana saat pinggul nya membentur ujung meja yg ada di sebelah meja rias.
"kau tidak apa-apa... " Jimin pun akan menghampiri Hana
"aah oppa tetap lah di sana... sshh.... " tolak Hana
"tapi kau terluka... "
"tidak, aku tidak apa-apa. kau pergi lah mandi, aku akan buatkan sarapan" Hana pun berlalu pergi sembari memegang pinggul belakang nya, ia sengaja menghindari Jimin.
Jimin pun bingung, apa ia melakukan kesalahan.
Hana pun menyiapkan sarapan, ia berdiri di depan panggangan roti sembari melamun. "apa dia akan mikir bahwa aku aneh. sebenarnya aku memang aneh, entah kenapa aku bisa begitu. rasa nya seperti aku sangat malu. ah Hana, kau memang aneh. kau kan melakukan nya kepada suami mu. " hati Hana pun berkecamuk sendiri
dari arah belakang, Jimin pun memerhatikan Hana yg tampak tidak bergerak. Jimin pun memegang lengan Hana "Hana... " panggil nya
Hana pun kembali terkejut "aahhkkk.... " teriak nya karena tangan nya reflek menyentuh pemanggang roti
"astaga.... sebenarnya kau ini kenapa!??" ucap Jimin sembari meniup jari Hana
"maaf oppa... " ucap Hana
Jimin pun terus meniup nya "kemari lah, ini mulai memerah. aku akan memberikan salep" ucap Jimin membimbing Hana duduk dan mengambil kotak obat. Jimin pun mengoleskan salep pada jari Hana. setelah itu Jimin pun memegang kedua tangan Hana "ada apa sebenarnya!?? kenapa dengan mu pagi ini. apa ini ada hubungan nya dengan tadi malam"
"hah.... " Hana pun menunduk
"Hana, kita kan suami istri. kau harus berbagai cerita pada ku, apa pun itu. "
"aku tidak tau, aku hanya merasa malu karena hal tadi malam!?? "
"malu... " Jimin pun tertawa "maaf, kenapa kau merasa malu?? "
"entahlah, mungkin karena itu adalah pengalaman pertama ku. aku hanya takut, kalau aku tidak bisa memuaskan mu. " ucap Hana masih menunduk
"dia masih memikirkan aku, bukan hal lain nya" ucap Jimin dalam hati. "kau sudah memberikan yg terbaik Hana, aku sangat berterima kasih pada mu. aku berjanji, akan lebih berusaha yg terbaik untuk hubungan kita"
"maksud mu!?? " tanya Hana menatap Jimin
"maksud ku, ayo kita lakukan yg terbaik layak nya pasangan suami istri. bukan hanya di atas ranjang, tapi yg lain juga. " jawab Jimin memberi harapan
"tapi oppa, bagaimana dengan kekasih mu!?? bukan kah kau memiliki kekasih, apa kau tidak akan kembali pada nya!? apa kau sudah melupakan dia, atau apa kau.... "
"ssssttt.... " Jimin pun menutup mulut Hana "pertanyaan terlalu banyak Hana... " ucap Jimin menghentikan ucapan Hana.