Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.
Lee Jaehyun terkejut melihat siapa yang ada di dalam tempat itu bersamanya.
"Akh, ini jelas tidak normal," pikirnya.
"Siapa yang mengira akan bertemu dia di sini?! Jadi apa ini artinya dia memang sama sepertiku, masuk dalam daftar dukun-dukunan"
"Yah, meskipun aku bukan seorang dukun tapi pengusir roh jahat. Tetap saja ini aneh!!!"
Dengan ekspresi serius, Jaehyun tidak ragu mengarahkan pedang ke arahnya.
"Kenapa kau bisa di sini...Kang Hajin?"
Tidak ada yang saling tegur sapa dengan ramah sambil bertanya dimana mereka. Seolah sudah terbiasa dengan hal aneh di lokasi tempat mereka berada, yang aneh justru kenapa mereka bisa bertemu satu sama lain di sana.
"Aku yakin aku pergi ke sini sendirian. Kenapa kau juga ada di sini?" tanya Lee Jaehyun.
Kang Hajin-artis yang menanamkan rasa curiga dan berkata bahwa Lee Jaehyun yang sekarang bukanlah Lee Jaehyun yang asli sepertinya memiliki kesamaan dengan remaja yang sedang menghunuskan pedang ke arahnya.
[Dia mungkin memiliki kemampuan supranatural.]
Dugaan itu muncul di dalam kepala Jaehyun dan sebenarnya, tidak salah sepenuhnya.
Kang Hajin menatap tajam Jaehyun dan bertanya, "Kau tau dimana ini, kan?"
"Kenapa malah balik bertanya? Di sini aku yang bertanya padamu. Tolong cermati baik-baik polanya!" jawab Jaehyun ketus.
Kang Hajin menghela napas dan mengalah, "Baiklah. Aku memang di sini karena satu dan lain hal. Sekarang, tolong jawab pertanyaanku barusan."
Jaehyun menurunkan pedangnya dan menjawab, "Ini domain."
"Domain?"
"Aku menyebutnya sebagai batas dunia asli dan dunia yang diliputi oleh kegelapan, rasa takut dan dimana sumber masalah sesungguhnya berada. Itulah domain."
"Dengan kata lain, ini adalah dunia ghaib?" tanya Kang Hajin.
"Tidak salah tapi tidak benar. Singkatnya, ini adalah wilayah yang dibuat oleh kegelapan dan akan terus ada jika sumbernya tidak dihilangkan."
Kang Hajin terdiam dan berkata dalam hati, "Jadi dia tau soal domain ya. Kupikir ini memang agak aneh. Lee Jaehyun hanyalah seorang idol biasa."
"Sudah jelas di hadapanku ini bukanlah Lee Jaehyun."
Tampaknya ia terlalu fokus pada apa yang ada dihadapannya dan dengan siapa ia bicara.
Lee Jaehyun mulai melihat ke tanah, "Darah ini membuatku jijik."
Mendengar itu, Kang Hajin melihat ke bawah kakinya. Ini lucu, beberapa waktu lalu genangan darahnya tidak banyak. Namun sekarang sudah seperti genangan air yang tercipta saat hujan.
"Aku mau melihat ada apa di depan kita, kau mau ikut atau tidak?"
"...!" Kang Hajin melihat Jaehyun dengan ekspresi tidak percaya. Bisa jadi ini adalah hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya sama sekali.
"Kau...tidak mau bertanya lebih detail kenapa aku ada di sini?" tanya Kang Hajin.
Lee Jaehyun membalikkan tubuhnya dan berkata, "Kau akan menceritakan sendiri dan aku percaya itu."
"Seiring dengan berjalannya waktu, kita akan sama-sama tau pola pikir masing-masing. Untuk apa menghabiskan waktu dengan bertanya?"
Ini sangat aneh tapi cukup melegakan.
Keduanya berjalan di taman bermain yang gelap, sepi, penuh dengan darah dimana-mana.
Jaehyun sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya. Di sisi lain, Kang Hajin terus menatap Jaehyun.
"Pedang itu asli?"
"Kenapa? Tertarik mencicipinya?" Jaehyun melirik ke arah Kang Hajin, "Ini cukup tajam untuk menutup mulut orang cerewet."
"Oh."
Sungguh reaksi datar yang merepresentasikan kekesalan sesaat.
Saat keduanya berjalan, tiba-tiba tiang lampu yang tidak menyala di sekelilingnya mulai aktif.
Creek.
Creek.
Creeek.
Cahaya warna-warni mulai memberikan penerangan dan musik ceria mulai dimainkan.
Mendadak, suasana begitu hidup dan ramai. Banyak orang-orang yang datang dan banyak suara tawa menyelimuti.
"..."
"Ini..."
Hanya sesaat, langit gelap berubah jadi langit berbintang. Seolah tempat itu hidup, semua kegembiraan mulai terasa nyata.
Kedua remaja itu saling melihat satu sama lain.
"Ini jebakan," kata Jaehyun.
"Kebetulan sekali. Aku pun berpikir demikian."
Jaehyun sudah bersiap dengan pedangnya, "Domain ini...mungkin ingin mengundang kita ke acara yang menyenangkan."
Tap.
Tap.
Tap.
Langkah kaki yang mendekat ke arah keduanya membuat mereka menatap tajam siapa yang datang.
"Kakak, mau balonnya?"
Sosok yang menghampiri adalah badut manis dengan kostum kelinci manis berwarna merah muda, suara imut yang manja, aroma gulali dan penuh balon yang diikat dengan tali di tangannya.
Balon berwarna merah, kuning, hijau, biru, ungu, polkadot, bercorak, berbentuk kepala kelinci dan kucing, semua bentuk tampak menggemaskan.
"Kakak, mau balonnya?"
Sekali lagi, pertanyaan itu dilontarkan dan tampaknya mereka tidak bisa berhenti curiga.
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/