Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.
Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?
Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?
NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Robek
"Berhenti!" Ucap Nungky dengan tiba-tiba.
Ricko tak langsung menghentikan mobilnya, dia menoleh menatap gadis yang sedari dia tadi mengacuhkannya."Untuk apa?, ini sudah dekat dengan rumahmu jadi tunggu saja setelah kita sampai di rumahmu baru kamu turun!" Ucapnya tak mau menuruti permintaan Nungky.
Sejak pulang dari pantai gadis itu benar-benar mengabaikannya, dia sendiri terlalu gengsi untuk mengajaknya bicara lebih lanjut hingga suasana di antara mereka menjadi tegang, dan sekarang dengan tiba-tiba gadis itu malah minta turun. Sungguh dia tidak mengerti dengan apa yang diinginkan Nungky darinya.
Ricko jadi mengingat kembali perkataan dari gadis yang mereka temui saat makan tadi, apa benar Nungky memang ingin kepastian darinya? Ditambah kata-kata Nungky yang juga seolah menyindirnya membuat Ricko tambah yakin jika gadis itu benar-benar ingin kejelasan tentang hubungan mereka, dia tersenyum kecil membayangkannya.
"Bang, aku bilang berhenti!" Nungky meminta turun untuk kedua kalinya, Ricko tidak menjawab dia tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, namun saat Nungky ingin melompat keluar mobil dengan cepat Ricko langsung menghentikan mobilnya hingga terdengar suaranya berdecit antara aspal dan ban mobil yang mengerem mendadak itu.
"Apa kamu sudah gila?" Bentak Ricko dengan suara agak meninggi.
Nungky tidak menjawab gadis itu memilih keluar dari mobil Ricko dan berjalan dengan cepat menyusuri trotoar, Ricko berdecak kesal sambil memukul stir mobilnya."Dasar Gadis aneh!" Gumamnya sambil beranjak keluar mobil dan mengejar Nungky.
"Nungky tunggu!" Panggil Ricko seraya berjalan menyusul gadis di depannya. Saat Nungky tidak memedulikan dan mengabaikan panggilannya Ricko langsung mengejar gadisnya itu.
"Tunggu aku bilang ada yang ingin aku bicarakan!"
Brukk
Karena terkejut dan berhenti mendadak Nungky bertabrakan dengan seorang gadis kecil yang sedang memakan es krim, gadis itu mendongak menatap Nungky kesal."Kak Ky jangan main tabrak dong, gak lihat apa ada gadis imut dan baik hati kayak Chika" Omelnya menatap Nungky sebal."Ayo ganti rugi beliin aku es krim lagi!" Tuntutnya meminta pertanggungjawaban sambil menengadahkan tangannya.
"Heh Ikan Buntel harusnya kamu tanggung jawab, lihat nih bajuku jadi ada nodanya" Nungky menatap noda es krim berwarna coklat yang mengotori baju putihnya."Lagian malam-malam gini malah kelayaban Chik, dimarahin Tante Hen bisa habis kamu" Tambahnya lagi menakut-nakuti Chika.
"Gak bakalan orang Mama aja lagi sibuk sama Papa di kamar, aku panggil-panggil gak nyahut!" Balas Chika membela diri, kemudian dia menoleh menatap Ricko."Hai Bang mau es krim gak? kalau mau biar Chika yang beliin" Ucapnya sok baik sambil meminta uang kepada Ricko.
"Tidak perlu, kamu beli untukmu saja sebagai ganti rugi es krim yang jatuh barusan!" Ricko menyodorkan selembar uang seratus ribuan yang dia ambil di dompetnya.
"Biar aku saja yang beli, kalau sama Chika uang sisanya bisa hilang!" Nungky merebut uang untuk Chika dan langsung berlalu pergi bersama Chika menuju penjual es krim sambil bergandengan tangan.
"Kak Ky, Banh Rick kenapa kok mukanya kayak kelihatan sedih gitu?" Tanya Chika saat keduanya sedang berjalan menghampiri Ricko yang masih setia berdiri dipinggir trotoar.
"Biasa Chik mau yang enak tapi gak mau tanggung jawab" Jawab Nungky asal sambil menikmati es krim miliknya.
"Emangnya Bang Rick suka nyolong makanan juga kayak kita? Kok harus tanggung jawab?" Tanya Chika tambah bingung dengan Jawaban Nungky.
"Bukan itu maksudku Chik, ah sudahlah Bocah kecil sepertimu mana ngerti!" Balas Nungky malas menjelaskan dan memilih mempercepat langkah kakinya."Nih Bang es krimnya!" Ucapnya saat sudah dekat dengan Ricko.
"Kamu tidak marah padaku?" Tanya Ricko saat dia sudah mengambil es krim pemberian Nungky.
Gadis berwajah cantik dan imut itu menggeleng seraya tersenyum menampilkan senyum manisnya."Tidak, untuk apa aku marah, tadi aku lagi sariawan Bang makanya males ngomong!" Ucapnya sambil cengengesan.
"Apa?" Ricko seakan tak percaya mendengar jawaban Nungky, jadi sejak tadi gadis itu tidak sedang marah padanya, dia tersenyum kecut merasa bodoh karena berpikir mungkin Nungky juga memiliki perasaan yang sama padanya."Sudahlah ayo pergi!" Ucapnya sambil melangkah kakinya.
Nungky menatap Ricko yang terlihat sendu dengan bingung, apakah ada yang salah dengan perkataannya hingga membuat pria tampannya itu jadi murung, tidak mau berpikir terlalu banyak dia menarik tangan Chika dan menyusul Ricko."Ayo Chik pulang sebelum ditangkap kolong Wewe!" Ucapnya asal.
"Arghhh!"
Srett
Bruk
Nungky yang kehilangan keseimbangan karena terpeleset dengan es krim milik Chika yang terjatuh tadi langsung menarik kerah kemeja Ricko yang berada tepat di depannya untuk menahan agar dirinya tidak terjatuh, namun sayang dia tetap terjatuh dengan kondisi yang mengenaskan.
"Ya Allah sial banget aku hari ini" Ucapnya sambil beranjak berdiri."Abang Kerokan" Ucapnya pelan dengan mulut yang terbuka lebar, bagaimana tidak kini Ricko menatapnya tajam dengan kancing kemeja yang sudah terbuka semua, Nungky meneguk ludahnya sendiri saat melihat bentuk perut Ricko yang sangat menggoda untuk disentuh dan dinikmati.
"Apa yang kamu lakukan Nungky!" Pekik Ricko sambil menutupi badannya dengan tangan, bagaimana tidak Nungky dengan tatapan lapar malah menyentuh dada bidangnya yang terekspos."Sadarlah, jangan pernah berani menyentuh tubuhku!" Ucapnya mengingatkan.
"Maaf Bang Khilaf, badan Abang bikin aku jadi pengen nyosor!" Ucap Nungky sambil tersipu malu karena sudah ketahuan ingin menggerayangi tubuh Ricko.
"Kak Ky malu-maluin kaum wanita jomblo!" Bisik Chika membuat Nungky menatapnya sebal.
Chika tersenyum senang sambil melihat beberapa gambar yang dia ambil barusan saat Ricko sedang bertelanjang dada, gadis itu berpikir untuk menjual foto Ricko yang tampan kepada para wanita kesepian atau siapapun itu selama dia bisa mendapatkan uang, dia akan menjualnya dengan harga mahal.
"Dasar Gadis mesum, cepat belikan aku baju apapun, aku tidak mau pulang dengan keadaan telanjang seperti ini!" Perintah Ricko sambil menyerahkan dompet miliknya kepada Nungky.
"Pulang ke rumah aku aja Bang,Adek ikhlas kok berbagi ranjang sama Abang Kerokan" Ucap Nungky sambil cengengesan, sepertinya dia sudah kehilangan akal sehat setelah melihat tubuh Ricko.
"Nungky!" Teriak Ricko marah.
"Iya Suamiku sayang Nungky siap Abang halalkan!" Balas Nungky yang tentu saja membuat Ricko merasa sakit kepala.
"Cepatlah pergi jangan bicara hal yang aneh terus Nungky!" Ucapnya mencoba mengusir Nungky pergi dengan kesabaran yang masih tersisa.
Ayo kak Ky, kita ke sana ada pasar malam pasti banyak baju!" Chika menarik tangan Nungky dan membawanya pergi sebelum gadis itu benar-benar melakukan hal tak senonoh pada Ricko yang sudah ketakutan.
Sambil menunggu kedatangan Nungky kembali dari membeli baju untuknya, Ricko duduk di dalam mobilnya dengan tenang sambil merapatkan kemeja yang sudah tidak memiliki kancing itu untuk menutupi bagian tubuhnya, Ricko tersenyum mengingat reaksi Nungky padanya, gadis itu memang tidak bisa mengontrol diri seperti gadis lain pada umumnya, tapi karena itulah yang membuat Ricko jatuh hati padanya. Gadis yang apa adanya dan selalu terlihat ceria yang mampu membuat hatinya yang beku mencair karena pesona Nungky.
"Kamu memang ajaib, aku mungkin tidak akan pernah menemui gadis sepertimu di dunia ini, kecuali jika kita memiliki anak yang sifatnya dan kelakuannya mirip denganmu itu beda lagi ceritanya"
Ricko terkekeh geli membayangkan masa depannya bersama Nungky, padahal dia sendiri tidak tahu jodohnya itu siapa dan dimana.
Dengan perlahan Ricko membuka dashboard mobil miliknya, di sana terdapat kotak kecil berwarna biru yang memang sudah dia persiapkan sebelum menemui Nungky, saat dia membukanya terlihat kalung berbentuk hati yang begitu indah.
"Kalung ini akan terlihat cantik untuk kamu pakai Gadis Manisku!" Ucapnya sambil tersenyum membayangkan wajah Nungky.
_________
Hayoloh Nungguin adegan ditembak ya?😁😁😁