NovelToon NovelToon
RUNGKAD

RUNGKAD

Status: tamat
Genre:Komedi / Tamat
Popularitas:336.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Kecewa. Satu kata itulah yang mengubah Rukayah menjadi sosok berbeda. Hidup bersama lelaki yang berstatus suami tapi diperlakukan layaknya keset membuat Rukayah jengah dengan kehidupan rumah tangganya.

Bersabar bukan lagi jalan keluar. Dia tidak bisa terus bersama orang yang tidak menghargai dirinya.

Keputusan untuk berpisah sudah bulat meski suaminya, si Raden Manukan itu nantinya akan mengemis meminta untuk terus bersama.. I'm sorry mas, aku wes kadung rungkad!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak sengaja bertemu

Deretan mi instan menjadi pilihan Ru. Dia mengambil banyak rasa, rasa soto, rasa ayam bawang, rasa rendang , dan jangan lupakan rasa yang pernah ada!

Bibirnya mengerucut, tangannya menunjuk ke barisan detergent setelah itu dia melihat nominal harga, matanya sedikit membola. Dia ambil yang paling kecil dari ukuran lainnya, yang penting murah! Yang namanya sabun cuci, mau beda merek juga kan fungsinya sama aja.

Dengan kemampuan menghitung tanpa kalkulator secara manual, Ru mengkalkulasi semua belanjaannya terlebih dahulu. Dia nggak mau belanjaannya melebihi uang yang dia punya. Dia diam tanpa bicara. Mukanya terlihat serius sekali.

"Apa kamu lagi belajar bertapa? Ini bukan gua Ru. Jangan diem mematung kayak gitu." Suara Maulana yang mendekati Ru langsung mengalihkan fokus wanita itu.

"Eh itu.. Aku udah mas."

Ru menaruh lagi beberapa mi instan ke rak, mi mi tadi jadi kumpul kembali bareng sodara-sodaranya di sana. Tindakan Ru menarik perhatian Maulana. Kepalanya sedikit miring, dia bukan lelaki nggak peka.. Maulana tahu kenapa Ru menaruh lagi belanjaannya ke rak. Tapi, dia tidak mau menjatuhkan harga diri Ru dengan langsung memborongkan seluruh mi instan dan memberikan ke pada wanitanya.

Apa perasaan Maulana udah diterima Ru kok mengklaim Ru sebagai 'wanitanya'? Belum! Yang penting yakin aja dulu, urusan diterima apa enggak dipikir keri ae.

Setengah jam yang lalu Maulana berkendara dengan motornya menuju pinggiran kota. Karena capek, dia putuskan beli air mineral di mini market sekitaran sana. Siapa sangka keputusannya itu malah mempertemukan dirinya dengan Ru dan Lita.

"Mbak Lita.. Lagi belanja?" Tegur Maulana pada Lita yang ada di bagian snack dekat berjejernya lemari pendingin berisi minuman aneka rupa dan rasa.

"Ya Allah, astaghfirullah.. Mas Maul ngagetin tau nggak. Iya nih mas, mau beli pembalut!" Ucap Lita asal.

Maulana menatap ke arah barisan makanan ringan di samping Lita, mencari ke atas dan bawah apakah ada benda yang disebutkan gadis itu di antara deretan jajanan di sana.

"Cari pembalut di sini?" Maulana mengedip tak percaya.

"Iya! Pembalut lambung di kala lapar melanda." Baiklah.. Yang waras ngalah aja!

Dari pada terus bersama Lita yang masih berkutat mencari pembalut di deretan snack, Maulana memilih bergerak ke sisi sayap kanan. Ada Ru di sana. Wanita itu sedang melambai-lambaikan tangan ke arah cctv di pojok atas. Dia tersenyum sambil memperlihatkan keranjang kosong yang belum terisi apapun.

'Sebenarnya ada apa dengan dua makhluk Tuhan yang ngaku paling waras ini?'

Maulana berdiri di samping Ru. Ikut melihat ke arah kamera cctv yang ada di sana.

"Bujuuuk! Astaga maas! Astaghfirullah, ngapain tiba-tiba ada di sini." Sebenarnya itu hanya ekspresi orang malu aja karena ketahuan bertingkah nggak masuk akal.

"Hahaha.. Nggak mau nerusin dada-dadanya?"

Wajah Ru memerah menahan malu. Lita ikutan ngakak karena ulah nggak jelas Ru terciduk oleh Maulana. Padahal dia sendiri nggak kalah gajenya!

Dan sampailah mereka menuju kasir. Maulana dengan sabar menemani kedua makhluk Tuhan itu berbelanja. Padahal Ru dan Lita datengnya nggak bareng sama Maulana, tapi ya lelaki itu bersyukur aja... Nggak janjian tau-tau dipertemukan secara nggak sengaja kayak gini. Mungkin inilah yang dinamakan jodoh othor yang atur!

"Tujuh puluh lima ribu. Mau sekalian isi pulsa mbak?" Tanya sang kasir ramah. Ru menggeleng.

"Atau mau ambil promo kita, promo hari ini beli dua pasta gigi bisa mendapatkan satu kesempatan undian dengan hadiah utama pergi umroh." Jelas si mbak kasir.

"Umroh dari odol? Nyampenya bukan ke Mekah, yang ada malah nyasar ke Zimbabwe mbak. Udah belanjaan ku dibungkus aja. Lagian aku nggak sikat gigi pake odol mbak, aku biasa pake areng jerami." Ujar Ru menutup pembicaraan mereka tapi menciptakan gelak tawa Lita dan Maulana. Bisa-bisanya Ru ngelawak kayak gitu.

Lita memutuskan pulang sendiri, pake motornya. Nggak mau nganterin Ru karena Ru udah dapet pengawal pribadi. Oiya.. Dari hasil kerja di tempat Maulana, Lita bisa beli motor. Meski nyicil tapi tetap dia syukuri. Ibuk Lita aja senang bukan main waktu ada petugas dealer motor datang ke rumahnya untuk mengantarkan motor yang Lita beli dengan kredit itu.

"Mas Maul, jangan diajak ngelayap ya Ru nya. Aku pamit pulang dulu." Lita langsung noel gas motornya.

Meski tahu jika Maulana itu bosnya tapi Lita nggak terlalu mengagungkan Maulana. Dia bersikap seolah Maulana itu bestinya. Jadi ya akrabnya Maulana, Lita dan Ru itu nggak dibuat-buat. Pertemanan mereka mengalir apa adanya namun tetap dalam lingkup menjaga kesopanan jika di tempat kerja.

"Mas, bisa minta tolong nggak.." Ucap Ru yang udah nangkring di motor Maulana.

"Iya, ada apa Ru?" Menanti apa yang akan Ru katakan.

"Boleh minta nomernya pak dokter Fatih?"

'Lho kok malah minta nomernya si kepet itu. Nomerku aja nggak dia tanyain.. Piye to Ru'

"Kenapa? Maksudnya kenapa minta nomernya Fatih? Kamu sakit?"

"Bakal sakit kalo cara mas pake motor kayak orang bawa kambingnya yang keracunan menuju rumah mantri. Kenceng banget ya Allah maaaassh..."

"Eh sorry sorry Ru, sengaja hahaha.."

Ya sengaja! Wong biar Ru mau agak mepet ke dia kok. Semua cowok itu sama nona-nona. Jika mereka masih keliatan baik, belum aja nemu belangnya! Ingat, semua cowok sama!

Setelah Maulana memelankan laju motor, Ru bisa sedikit menikmati perjalanan malam mereka. Ru melihat ke sisi kanan dan kiri jalan. Sedikit senyum muncul. Dia suka naik motor kayak gini.. Dulu, Raden nggak pernah ngajak dia jalan-jalan malam sekedar beli cilok di ujung jalan, katanya ngirit.. Beli bensin mahal! Tapi kalo motor dipake buat klayapan nggak ngajak istrinya, apa bensin jadi murah? Soalnya Raden lebih suka motoran sendiri ketimbang ngajak sang bini.

Mata Ru mengunci seorang yang dia kenal sedang berjalan tertatih menutup pintu sebuah bangunan yang dia baca dari tomprangnya jika itu adalah klinik kecantikan.

"Eh.. Mas mas berhenti mas berhenti.." Ru menepuk pundak Maulana. Lelaki itu menarik rem dan motor hampir bermanuver menukik karenanya.

Meski kaget, tapi Ru nggak mau protes karena emang dia yang minta Maulana untuk berhenti mendadak.

"Ada apa mbak?" Tanya beberapa orang di sana yang ikut menghentikan kendaraan mereka karena melihat kepanikan Ru.

"Itu, di seberang ada orang yang aku kenal. Pingsan." Ru berlari menyeberangi jalan. Fokusnya terkunci pada sosok yang sekarang tergeletak nggak berdaya di sisi jalan dekat klinik kecantikan tempat dia keluar tadi. Maulana mengekor wanitanya tentunya!

"Nimas, bangun.. Kamu kenapa?" Ru menaruh kepala Nimas di pangkuannya.

Tentu aja Nimas diam, dia nggak jawab karena lagi nggak sadarkan diri. Mata Ru melotot karena melihat darah merembes melewati kaki mulus Nimas yang hanya memakai celana rok pendek selutut.

"Kita bawa ke tempat Fatih!" Kata Maulana diikuti anggukan cepat oleh Ru.

1
Wanita Aries
🤣🤣🤣🤣
Wanita Aries
litaaa kocakk abis
Wanita Aries
🤣🤣🤣
Wanita Aries
bener2 edannn 3th bisa gila kl mental gk kuat
Wanita Aries
karya author bagus bikin nagih bacanya
Wanita Aries
somplak bgt sih🤣
Wanita Aries
bner ada lagu 'jangan salah pasangan' hasilnya ya begini. ihh aku pny suami bgtu tak lempar panci
zuwariyah c
/Facepalm/
Mommy Fa²Sha²
Terus semangat berkarya....
Ceritanya menarik...
Mommy Fa²Sha²
Alurnya menarik, ceritanya jg menarik. Membahas kehidupan sehari-hari yang nyata terjadi. Tokoh-tokohnya juga unik, menarik...
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀
bab berapa sarden meninggal thor🤣🤣
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀
nah ru nikah aja ru
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀
🤣🤣🤣
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀
hama semua ih keluarganya
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀
kesel ih
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀
andumku udah end aj thorr, ini lanjut ke rungkad🤣 31+ masih sisa dikit lagi
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀
nah kan manukan🤣🤣 dikatin dikit doang mengkerut kamu
Endang Sulistia
salah sendiri ..
Endang Sulistia
sabar ya Nimas...
Endang Sulistia
pak le emang terbaik..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!