dr. Lizza, seorang dokter muda yang terjebak dalam lingkaran gelap obat tidur, meninggal secara tragis karena overdosis. Namun, di dunia setelah kematian, ia terbangun dalam tubuh putri Duke Ashborn yang cantik dan berkuasa, bernama Lizra Ashborn, dalam Kerajaan Eldoria yang megah.
Terjebak dalam identitas baru yang jauh berbeda, dr. Lizza menyadari bahwa ia telah berada dalam jantung konspirasi dan intrik politik di kerajaan tersebut. Lizra, tubuh yang ia huni, merupakan sasaran perencanaan kejahatan yang meresahkan stabilitas kerajaan.
Dalam perjalanan yang penuh keputusan sulit dan pengorbanan, dr. Lizza harus menemukan keberanian dan kebijaksanaan untuk menghadapi musuh-musuhnya, sambil mengatasi konflik internalnya yang paling dalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melsbay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencarian Media Sihir
Lucia dan pasukan Christopher Monfort menembus hutan timur yang diliputi oleh tebalnya salju. Mereka menyusuri lorong-lorong gelap di antara pepohonan yang terlalu rapat, di mana bayangan lebat dan misterius tercipta oleh cahaya remang-remang. Salju putih berkilauan berhamburan di udara ketika mereka melangkah maju, dan angin dingin menusuk tulang.
Dalam upaya mereka untuk mencari media sihir hitam, mereka harus berhadapan dengan berbagai rintangan, termasuk serangan mendadak dari monster salju yang muncul dari penjuru gelap hutan. Dengan senjata mereka yang terhunus, pasukan itu harus bergumul melawan monster-monster tersebut yang terus menerus muncul dari antara pepohonan yang menakutkan.
Christ memimpin dengan kepandaian dan keberanian yang luar biasa, menyuarakan instruksi dan strategi dengan jelas kepada pasukannya. Dia menggunakan sihirnya dengan bijak, melepaskan api yang menyala-nyala untuk membakar monster-monster salju itu. Sementara pasukan Monfort bergerak dengan sigap, berani melawan serangan monster dengan keberanian yang tak tergoyahkan. Lucia mengikuti dengan fokus utama untuk menemukan media sihir tersebut.
Pertempuran berlangsung di tengah hutan yang sunyi, di mana suara teriakan dan tabrakan senjata terdengar bergema di antara pohon-pohon yang rimbun. Namun, meskipun serangan monster yang terus-menerus, mereka tidak kehilangan fokus dalam misi mereka.
***
Duke Winslow menahan boneka kecil yang menyerupai Putri Gabriella dengan penuh perhatian, sementara suara yang lembut dan mantap keluar dari mulut boneka tersebut. Di ujung lain, Putri Gabriella merespon dengan serius, mata nya yang tajam memandang layar di depannya.
"Duke Winslow, saya sungguh merasa gelisah dengan kehadiran monster jenis baru dan sihir hitam yang semakin mengintensifkan ancaman terhadap wilayah ini," desis suara Putri Gabriella dari boneka, mengungkapkan ketidaknyamanan yang mendalam.
Duke Winslow mengangguk dengan serius, "Saya setuju, Putri. Kami telah menghadapi banyak tantangan dalam beberapa waktu terakhir ini, dan ancaman ini semakin menguat."
Putri Gabriella mengangguk, ekspresi wajahnya menegang. "Kita harus menemukan siapa yang bertanggung jawab atas semua ini. Mereka tidak boleh lolos dari keadilan."
Duke Winslow menatap boneka kecil itu dengan penuh keyakinan. "Kami akan bekerja sama, Putri, dan kami tidak akan berhenti sampai kebenaran terungkap dan keamanan wilayah ini dipulihkan sepenuhnya."
Dengan suara tegas, Putri Gabriella melanjutkan perintahnya kepada Duke Winslow, "Duke Winslow, arahkan pencarian kalian di hutan bagian barat. Saya memiliki firasat bahwa media sihir hitam mungkin ada di sana juga. Kalian harus menyelidiki setiap kemungkinan dengan cermat dan hati-hati. Lucia dan Marquess Monfort telah melakukan pencarian di hutan timur. Media ini yang memungkinkan si pengendali untuk mentransfer para monster ke setiap bagian hutan. Tolong sampaikan pesan ku pada Tuan Ethan dan Nona Sonia, aku akan menghubungi Putra Mahkota dan Nona Lizra."
Duke Winslow mengangguk penuh pengertian, "Baik, Putri. Saya akan mengatur pasukan untuk melakukan pencarian media tersebut sambil bertahan melawan monster yang menyerang."
Putri Gabriella tersenyum, meskipun hanya boneka kecil yang dia pegang yang merespon, namun ekspresi wajahnya tetap serius. "Saya percaya pada kemampuan dan dedikasi Duke Winslow. Semoga kalian berhasil dalam misi ini."
Setelah itu Boneka Putri Gabriella kaku di tangan Duke Winslow yang berarti Putri Gabreilla telah memutus kan koneksi.
***
Di Hutan Utara, Rozen, Lizra dan Pasukan Istana.
"Apa?" Suara Rozen menggema di dalam Gua.
Dalam percakapan yang penuh kekhawatiran, Putri Gabriella menjelaskan kepada Rozen dan Lizra tentang potensi keterlibatan seorang elementalis hitam dalam keberadaan portal sihir dan monster yang semakin mengancam wilayah Duchy Winslow.
"Situasi semakin mengkhawatirkan, Putra Mahkota, Nona Lizra," ucap Putri Gabriella dengan serius, suaranya terdengar tenang namun penuh urgensi. "Kehadiran portal sihir dan kemungkinan keterlibatan seorang elementalis hitam menambah kompleksitas masalah ini. Kita harus bertindak cepat."
Rozen menatap Boneka Putri Gabriella dengan penuh perhatian, "Apa langkah selanjutnya?"
"Kita perlu menemukan media yang digunakan oleh elementalis hitam untuk menjalankan ritual sihir dan mentransfer monster ke wilayah yang jauh dari portal. Tanpa media itu, mereka tidak dapat melanjutkan agenda jahat mereka."
Lizra menambahkan, "Tapi mencari media sihir di hutan yang begitu luas akan menjadi tantangan tersendiri. Kami perlu detail terkait keberadaan media tersebut."
Putri Gabriella mengangguk setuju, "Kalian benar. Dia menambahkan, "Keberadaan media Sihir tidak jauh dari Monster jenis baru berkumpul dengan jumlah yang cukup banyak, biasa nya mereka jalan berkelompok dua sampai 3 monster. Namun, di tempat media tersebut berada, Monster jenis baru tersebut bisa lebih dari 5 sampai 6 monster bahkan lebih. Itu karena selain mereka muncul disana, media sihir harus tetap terjaga dengan aman."
"Jadi para monster itu akan menjaga media itu dengan baik?" Seru Rozen dengan wajah serius, menatap Boneka Putri Gabriella.
"Benar."
"Baiklah, aku dan Liz akan membuar rencana strategi dalam melakukan misi ini terutama di hutam utara yang lapisan saljunya lebih tebal dan cukup menyulitkan."
"Aku serahkan pada kalian. Berhati-hatilah"
"Terima kasih banyak, Putri Gabriella" seru Lizra sebelum Gabriella memutuskan koneksi.
Rozen dan Lizra saling bertatapan dengan kekhawatiran di dalam pikiran mereka masing-masing.
"Kita harus membuat rencana pencarian yang sistematis dan terkoordinasi," kata Rozen dengan mantap. "Kita akan membagi wilayah pencarian menjadi sektor-sektor dan menyusun strategi untuk setiap tim."
Lizra menambahkan, "Kita juga perlu meningkatkan keamanan di sekitar tempat-tempat penting di hutan Utara."
Di dalam Gua, Rozen, Lizra, dan Prajurit Rozen duduk mengelilingi peta strategis yang terpampang di atas batu. Dengan sorotan obor tepat di atasnya, peta itu menyala dengan warna-warni yang memperlihatkan bagian-bagian wilayah yang akan mereka telusuri.
Rozen memandang peta dengan serius, "Kita harus memastikan setiap regu terkoordinasi dengan baik dan menghindari pertempuran langsung dengan monster jika memungkinkan. Prioritas kita adalah menemukan media sihir."
Lizra menambahkan, "Saya setuju. Bagi regu-regu untuk menjaga komunikasi tetap terjaga. Panah api akan menjadi tanda keselamatan dan keberhasilan pencarian."
Prajurit Rozen mengangguk setuju, memperhatikan dengan seksama setiap instruksi dari Rozen dan Lizra. Dengan strategi yang sudah disusun rapi, mereka pun siap untuk meluncurkan misi pencarian keesokan harinya.
Regu terbagi menjadi dua regu pencarian yaitu regu Rozen dan Regu Lizra.
Regu Rozen dipimpin langsung oleh Rozen sendiri, dengan sekelompok prajurit terpilih yang siap mengikuti setiap instruksi dengan cermat. Mereka mempersiapkan perbekalan dan senjata, siap untuk memulai pencarian di daerah yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Lizra memimpin Regu Lizra mengecek persediaan dan memastikan bahwa setiap anggota regu memiliki segala perlengkapan yang diperlukan.
Malam itu, Lizra tenggelam dalam pikiran nya terhadap pembasmian monster jenis baru yang jauh dari alur cerita seharus nya. Tidak pernah di sebutkan tentang Elementalis Hitam, ini terlalu jauh melenceng. Niat nya hanya agar terbebas dari mati karena pengkhianatan terhadap kerajaan, namun pelik nya situasi di wilayah Utara mengantarnya ke bahaya yang lebih besar.