NovelToon NovelToon
Stalker Girl Dan Si Kembar Nakal

Stalker Girl Dan Si Kembar Nakal

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:437.8k
Nilai: 5
Nama Author: Reni Juli

Bagaikan seorang Cinderella, Belinda Caleste yang memiliki tubuh gemuk dan penampilan tidak menarik tiba-tiba saja dilamar oleh sang idola yang dia puja selama ini. Semua itu berawal dari aksinya yang mengintip sang idola saat mendengar suara anak-anak. Belinda kepergok dan karena aksi nekatnya, dia justru dilamar oleh sang idola, Evan Barack. Belinda tentu saja menerima meski pernikahan mereka dilakukan dengan sebuah perjanjian sebab Evan mengajaknya menikah hanya untuk memanfaatkan Belinda agar publik tidak mengetahui keberadaan si kembar yang mengaku sebagai putranya. Dia tidak ingin ada scandal yang bisa mempengaruhi kariernya dan menikahi Belinda adalah pilihan tepat apalagi mereka sepakat untuk berpisah setelah dia menemukan ibu Oliver dan Xavier namun semua tidak berjalan sesuai dengan rencana dan ketika saatnya sudah tiba, di mana mereka harus berpisah setelah kebenaran akan Xavier dan Oliver terkuak, akankah Evan menceraikan Belinda seperti kesepakatan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Pertama Yang Peduli

Evan pulang ke rumah dengan hati-hati karena dia takut Sarah mengikuti dirinya lalu tahu rumah barunya. Jangan sampai hal itu terjadi sebab ketenangannya akan terganggu. Sarah akan datang setiap hari dan meneror dirinya seperti yang dulu dia lakukan. Bagaimanapun dia harus mencegah, jangan sampai Sarah tahu.

Situasi tampak aman, Evan bergegas menuju mobilnya di mana Jimmy sudah menunggu. Selama ini Jimmy hanya mengantar saja tanpa masuk ke dalam rumah Evan jadi dia tidak tahu akan keberadaan si kembar.

“Cepat pergi!” pinta Evan setelah dia berada di dalam mobil.

“Sepertinya kau begitu takut dengan Sarah. Apa dia begitu menakutkan bagimu?” tanya Jimmy padanya.

“Dia itu stalker gila. Stalker yang melebihi seorang stalker. Apa kau tidak tahu kenapa aku pindah? Aku pindah karena aku tidak tahan diganggu olehnya setiap hari. Sekarang kehidupanku sudah aman dan damai jadi aku tidak mau dia mengganggu kehidupan tenangku!" ucap Evan sambil melihat sekitar.

“Salahmu sendiri yang tak bisa menolak setiap kali ada yang  mengajakmu berkencan sampai wanita seperti Sarah pun tak kau lewatkan padahal kau sudah tahu dia begitu terobsesi denganmu jadi sekarang tanggung sendiri risikonya dikejar oleh wanita seperti dirinya!”

“Ck, jika aku tahu dia adalah wanita gila yang penuh dengan obsesi maka aku tidak sudi berkencan dengannya bahkan mengenalnya pun aku tidak mau!” dia juga menyesal telah menghabiskan satu malam dengan Sarah  karena hal itu membuatnya terjebak dengan wanita gila seperti Sarah dan dia rasa wanita itu tidak akan berhenti mengganggunya. Sekarang dia benar-benar harus berhati-hati untuk menghindari Sarah agar hidupnya aman.

"Bagus, kau terkena batunya sekarang!" ucap Jimmy seraya membawa mobilnya pergi.

"Jangan kejam seperti itu. Aku hanya sedang menikmati masa mudaku jadi antar aku pulang!" Evan masih memantau karena dia takut ada yang mengikuti dirinya.

“Aku penasaran denganmu, apakah rumah barumu begitu nyaman dari pada rumah sebelumnya?”

“Oh, tentu saja. Rumah itu jauh lebih nyaman. Tidak ada yang peduli aku artis atau bukan, tinggal di sana tidak ada yang mengganggu aku tapi kau tidak boleh datang karena rumah itu sedang direnovasi jadi tidak ada tempat duduk untukmu!” dusta Evan pada manajernya.

Jimmy cuek saja karena dia tahu Evan pasti berbohong mengenai hal itu. Dia menebak Evan sedang menyembunyikan seorang wanita agar dia tidak tahu dengan apa yang dia lakukan. Rasanya seperti sebuah lagu lama yang di cover ulang menjadi baru jadi dia sudah tidak heran dengan apa yang Evan lakukan.

Setelah tiba, Evan bergegas dan meminta Jimmy untuk pergi agar tidak ada yang melihat. Evan bahkan berlari dan masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa sampai membuat Belinda sangat heran.

“Kenapa kau ketakutan seperti itu?” tanya Belinda padanya yang baru saja keluar dari kamar si kembar sambil membawa baju kotor milik kedua anak itu.

“Tidak… tidak ada apa-apa. Anggap aku sedang dikejar hantu!” ucap Evan.

“Karena kau sudah kembali, aku ingin pulang. Makan malam tinggal kau panaskan saja. Oliver dan Xavier sudah tidur jadi tidak ada lagi yang aku lakukan.”

“Tunggu, jangan pergi Belinda. Bagaimana jika temani aku makan. Aku ingin berbincang denganmu.”

“Tapi sudah malam ,aku sudah harus pulang.”

“Ayolah, menginap satu malam di sini. Rumah kita dekat jadi tidak ada salahnya jika kau menginap. Sudah aku katakan ada yang hendak aku bicarakan padamu tapi tunggu setelah aku selesai mandi.”

Belinda memandanginya sejenak lalu dia mengangguk sebagai tanda setuju. Evan tersenyum karena Belinda setuju. Entah kenapa dia merasa sangat senang padahal setiap hari dia bertemu dengan Belinda tapi keberadaan Belinda, mendadak seperti begitu berarti baginya.

Evan pergi mandi dengan cepat dan setelah itu dia makan malam ditemani Belinda. Mereka berbincang sebentar di meja makan dan setelah itu mereka melanjutkannya dengan duduk di balkon kamar Evan sambil menikmati cola.

“Apa yang hendak kau bicarakan denganku??” tanya Belinda tanpa basa-basi saat Evan menghampiri dirinya.

“Bukan hal yang begitu serius tapi aku pikir sebaiknya kau mulai fitness untuk menurunkan berat badanmu itu. Jika kau melakukannya secara rutin setiap hari, percayalah kau akan cepat kurus tapi jangan lupa kau pun harus menjaga pola makan.”

“Tapi aku harus pergi bekerja, jadi aku tidak bisa membagi waktuku apalagi aku juga harus menjaga Oliver dan Xavier.”

“Untuk itu kau tidak perlu khawatir karena kita bisa membagi waktu. Saat aku berada di rumah kau bisa pergi fitness dan aku yang akan menjaga kedua anak nakal itu dan ketika kau kembali, aku akan pergi bekerja. Tidak perlu memikirkan pekerjaanmu, ambillah cuti untuk beberapa bulan dan fokuslah dengan apa yang kau lakukan. Jika kau melakukannya dengan bersungguh-sungguh, kau pasti akan mendapatkan bentuk badan yang ideal dengan cepat. Aku perhatikan wajahmu juga sudah cukup bersih dan jerawatnya sudah berkurang.”

“Kau benar dan semua ini berkat obat yang kau berikan padaku. Terima kasih. Wajahku juga sudah tidak gatal berkat obat dari dokter dan aku merasa jerawatku memang sudah berkurang.”

“Bagus. Lakukan seperti apa yang aku katakan. Kau bantu aku mengurus kedua anak itu sampai aku menemukan ibu mereka dan kau mendapatkan imbalannya. Cukup adil, bukan? Bahkan aku rasa ini sudah di luar perjanjian kita berdua tapi aku tidak suka kau dihina hanya karena wajah dan bentuk badanmu itu jadi kau tidak perlu khawatir karena aku akan membantumu untuk membungkam mereka yang menertawakan dirimu.”.

“Terima kasih, Evan,” Belinda mendekatinya lalu bersandar di bahu Evan.

“Kau adalah pria pertama yang peduli padaku. Aku sangat berterima kasih padamu meskipun yang kau lakukan karena perjanjian yang saling menguntungkan tapi tidak seharusnya kau peduli sampai seperti ini dan aku benar-benar berterima kasih.”

“Sudahlah,” Evan merangkul bahu Belinda dan mengusapnya.

"Langitnya indah!" ucap Belinda.

"Kau benar. Bersulang untuk malam kita!" Evan mengangkat kaleng minuman, Belinda juga mengangkat kaleng minumannya lalu mengadukannya.

"Apa menyenangkan menjadi seorang artis?" tanya Belinda.

"Tentu, itu cita-citaku sejak dulu sebab itu aku melakukannya dengan begitu tekun."

"Kau pasti bangga pada dirimu!"

"Tentu saja, apa kau tidak memiliki cita-cita?"

"Tidak. Aku orang yang simple dan hidup mengikuti arus."

"Jika begitu kau tidak perlu lagi memikirkan penghinaan dari pria itu. Perbaiki dirimu untuk dirimu sendiri dan jangan memikirkan lagi penghinaannya."

"Aku sedang melakukannya," Belinda mengangkat wajah, mereka berdua pun saling pandang.

Mendadak suasana jadi terasa berbeda dan entah karena apa, mungkin karena suasana yang mendadak berbeda membuat mereka terbuai. Evan memegangi dagu Belinda, dia tak lagi memikirkan apa pun begitu juga dengan Belinda.

Kaleng minuman dicengkeram dengan erat saat Evan mendekatkan bibir mereka berdua. Jantung Belinda berdegup, dia merasa Evan akan menciumnya oleh sebab itu Belinda memejamkan kedua matanya. Dia siap menerima ciuman dari Evan namun tiba-tiba saja, sesuatu melompat dari semak-semak mengejutkan mereka berdua.

Belinda berteriak akibat terkejut dan karena hal itu, Belinda terpeleset dari tempat duduk dan secara refleks Belinda menarik Evan untuk mencari pegangan. Evan pun terkejut namun dia tidak bisa menahan berat badan Belinda sehingga mereka berdua jatuh secara bersama-sama.

"Maaf, maafkan aku!" ucap Belinda.

"Untung kau tidak menimpa aku!" ucap Evan yang jatuh di atas tubuh Belinda.

"Aku benar-benar minta maaf!"

"Sudahlah, bukan salahmu!" Evan menyingkir dari atas tubuh Belinda lalu berbaring di sampingnya.

"Sial!" umpatnya. Entah umpatan itu dia lontarkan karena dia gagal ataukah karena dia terjatuh.

"Maaf," ucap Belinda lagi.

Evan berbalik, begitu juga Belinda. Mereka berdua kembali saling pandang tapi tidak lama kemudian mereka berdua tertawa, menertawakan malam konyol mereka.

1
Sylvia Violetta
sukaaaa ...
Sylvia Violetta
makanya buruan diet dan olganya bel
Sylvia Violetta
dengan masalah yg seabreg-abreg seperti itu ... belinda teteup ngga kurus-kurus ... klo aku udah pasti susah makan 🤔
Sylvia Violetta
lagian si belinda ngga fitnes2 buat nurunin berat badannya dari awal cuma wacana doang
Sylvia Violetta
belinda buruan atuch turunin berat badanmu
Sylvia Violetta
evan once klo nurutin keinginan sarah ...
Sylvia Violetta
ada perempuan murahan seperti sarah ini ... ngga punya harga diri ... 🤔
Nona_Bell
Cerita Othor Reni selalu menarik dan selalu aku tunggu, tapi aku kalau baca nunggu end karena aku tidak bisa sabar menunggu
Nona_Bell
Mudah²an Jimmy jatuh cinta sama cewek yang segede gorila
Sylvia Violetta: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nona_Bell
Nah loh 🤣
Nona_Bell
Nanti pasti ketemu kalau Belinda sudah kurus dan cantik, pasti Evan juga belum ngurus surat cerai nya
Nona_Bell
Apa mungkin ibunya kembar penggemar berat Evan, dan sudah meninggal. Terus kembar di asuh paman bibinya. Ibunya Pernah foto bareng Evan terus dikira kembar itu ayah nya..
Nona_Bell
Dari cerita yang lain, cerita ini yang paling lucu tapi aku tetap penggemar berat cerita keluarga Smiths 🥰
sinh
/Smile/
Aidul Putra
KOQ BODOH... SITU ARTIS NY KNP HRS TAKUT DGN MANAGER DOANK....!!??? HANCURKAN TUH MANAGER....!!??
Aidul Putra
KLO ANJING Y BGTU BISA NY GONGGONG DOANK... GAK PNY OTAK.... JIKA ORG PINTAR HRS NY MIKIR ANAK SEKECIL ITU KNP BISA LARI DR RUMAH..!!?? KARAKTER BODOH JANGAN D BUAT THOR..... INGAT ILMU PSIKOLOGIS ANAK..... DMN STIAP ANAK 2 ITU PASTI AKAN MENUNJUKAN EXPRESI NY YG SEBENAR NYA APA PUN ITU.. SO PLEASE JGN D BUAT BODOH....
Mboke Oco
gigiku sampe garing tor 😆😆
Aidul Putra
tcih KOQ BODOH ANDA BUAT THOR.... EMANK GAK DA CCTV Y DRMH YG BISA MEREKAM KEJADIAN ITU, ATAU DIA TDK PNY HP UNTUK MEREKAM PEMBICARA AN ITU..!!??? PASTI PNY DONK.... JIKA DIA MEMBEBERKAN TINGGAL SEBARKAN SAJA APA MAU WANITA ITU, LIAT SIAPA YG HANCUR..... GTU AJA KOQ BODOH....
Maimunah Anjarang
kasiiiaann bnget si evan /Grin//Grin//Grin//Grin/
im3ld4
ad rt🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!