Dewangga adalah seorang pangeran yang sebentar lagi akan dinobatkan menjadi seorang raja di zaman kuno. Dengan bantuan dari sistem, dia terlempar ke zaman modern ketika dia hampir saja terbunuh dari serangan musuh.
Tiba-tiba dia berada di dalam sebuah mobil dengan keadaan tanpa busana. Ternyata di dalam mobil tersebut terdapat seorang wanita cantik, membuat mereka dikira telah berbuat tak senonoh dan nikahkan oleh masyarakat secara paksa.
Dari sanalah perjalanan kehidupannya sebagai seorang manusia biasa dimulai. Dia yang awalnya hidup selalu dihormati dan disegani oleh semua orang di zaman kuno, kini di zaman modern dia hidup dengan penuh banyak rintangan.
Rupanya cincin warisan dari leluhur mengaktifkan sebuah sistem, untuk membantunya bisa kembali ke zaman kuno, dengan syarat dia harus melakukan misi-misi yang telah ditentukan oleh sistem, untuk memburu orang-orang yang melakukan kejahatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Rupanya Sandra sedang menemui dua orang security yang berjaga di hotel malam ini, mungkin karena dia sangat mengkhawatirkan Dewangga, siapa tahu sang suami pingsan di dalam kamar mandi.
Dewangga sudah hampir satu jam berada di dalam kamar mandi, bahkan Sandra beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil namanya, pria itu sama sekali tidak menyahut.
"Tolong kalian bongkar pintu kamar mandi di dalam kamar pengantin, sepertinya suamiku pingsan di dalam kamar mandi." Sandra memberikan perintah kepada kedua orang security untuk membongkar kamar mandi yang ada di dalam kamar pengantin.
Sandra sudah berganti pakaian yang menjadi gaun biasa.
"Baik, Nona." Setelah berkata seperti itu, para security pun segera pergi ke kamar pengantin.
Wiuww!
Wiuww!
Wiuww!
Sementara suara sirene ambulan terdengar begitu nyaring memekakan telinga, ternyata Sandra sudah menghubungi ambulan untuk menyelamatkan Dewangga.
Sandra manusia biasa, dia tidak mungkin berpikir suaminya adalah manusia super apalagi manusia yang telah melakukan time travel dari zaman kuno ke zaman modern, sehingga dia berpikir realistis saja, mungkin dia mengira suaminya tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi.
Walaupun rasanya sangat memalukan, bagaimana ceritanya pria itu bisa pingsan disaat hampir saja akan melakukan ritual malam pertama? Baru kali ini ada seorang pria yang pingsan akan melakukan malam pertama.
"Hhh... dia benar-benar payah," keluh Sandra dengan penuh rasa kesal.
Sandra pun segera melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam lift, dia harus mengetahui kondisi sang suami yang aneh bin ajaib itu.
Tapi tiba-tiba saja ada yang menarik tangan Sandra. Sandra terlonjak, rupanya ada Adit yang sedang menarik tangannya.
"Adit! Lepaskan tanganku!" Sandra mencoba untuk menarik tangannya dari genggaman Adit.
Namun, Adit tidak mendengarkan protes dari Sandra, dia semakin kencang menarik tangan Sandra, membawanya pergi ke halaman belakang hotel.
"Adit, lepas!" Sandra sangat merasakan kesakitan pada bagian pergelangan tangannya.
Adit pun segera melepaskan tangan Sandra setelah berada di halaman belakang hotel.
"Apa-apaan kamu ini? Untuk apa kamu membawa aku kesini?" bentak Sandra kepada Adit. Rupanya Sandra telah mengabaikan pesan dari Adit, dia sama sekali tidak membalas pesan dari pria itu ataupun berniat untuk menemuinya.
"Tinggalkan dia! Dan menikahlah denganku!" Adit berkata dengan sungguh-sungguh.
Sandra terdiam begitu mendengar perkataan Adit. Dari dulu dia menginginkan kepastian dari pria itu, tapi mengapa Adit mengajaknya menikah setelah Sandra telah menjadi istri orang lain, dan bahkan Adit saat ini statusnya adalah calon suaminya Marsha?
Adit meneruskan perkataannya, "Aku tidak rela jika kamu harus tidur dengannya. Hati aku sakit setiap kali memikirkan kamu dengan dia harus tinggal bersama. Aku tidak rela!"
Sandra terdiam sejenak, kemudian dia menjawab perkataan Adit, "Maaf, aku..."
Adit memotong perkataan Sandra, "Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku tahu kamu pasti harus menjaga nama baik kamu jika seandainya harus berpisah dengan dia dalam waktu cepat. Karena itulah aku akan menunggu kamu selama satu bulan. Tapi kamu harus berjanji jangan pernah tidur dengannya."
Setelah berkata seperti itu, Adit pun pergi meninggalkan Sandra, dia tidak ingin memberikan kesempatan kepada Sandra untuk menolak, karena dia tahu saat ini mungkin Sandra masih kesal kepadanya karena sudah mempermainkannya.
"Adit..." Sandra tak meneruskan perkataannya, karena Adit main pergi begitu saja meninggalkannya.
Sandra pun menghela nafas dengan kasar. Dia tidak tahu apakah dia harus senang atau sedih ketika diajak menikah oleh Adit. Bertahun-tahun dia menunggu kepastian dari pria itu, mengapa Adit harus mengajaknya menikah disaat waktu yang tidak tepat?