NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Ting.

Pintu lift terbuka.

Steven melangkah keluar lebih dulu, diikuti Freya yang berjalan setengah langkah di belakangnya. Keduanya bergerak tegak menuju lobby, tempat Denis dan Rena menunggu.

Begitu Steven mendekat, Denis dan Rena segera berdiri. Senyum ramah langsung terpasang di wajah mereka.

"Steven, akhirnya kau mau menemui kami. Itu—"

Steven sama sekali tidak merespons. Ia langsung duduk di sofa dengan sikap santai namun berjarak. Freya berhenti tepat di belakangnya, berdiri tegap seperti bayangan yang setia.

"Ada apa kalian mencari ku?" tanya Steven dingin, wajahnya tidak menunjukkan emosi apa pun.

Denis dan Rena saling berpandangan, lalu ikut duduk di seberang meja.

"Ada hal penting yang ingin kami sampaikan," ucap Denis hati-hati. Pandangannya menyapu sekeliling lobby, lalu kembali ke Steven. "Tapi, akan lebih baik kalau kita bicara di ruang kerjamu saja."

"Kalian bukan orang sepenting itu, sampai harus masuk ke ruanganku," balas Steven datar.

Rahang Denis mengeras. Tangannya mengepal, tetapi ia memilih diam. Tatapannya melirik ke sekitar, dimana para staf yang lalu-lalang mulai berbisik, mencuri-curi pandang ke arah mereka.

"Kalau tidak ada yang ingin kalian katakan—" Steven bergerak hendak berdiri.

"Tunggu dulu!" Denis buru-buru menahannya. "Baik. Kami akan bicara di sini."

Steven kembali menyandarkan punggungnya, menyilangkan kaki dengan santai, seolah sedang menonton sandiwara murahan.

"Katakan!"

Denis menarik napas dalam. "Be-begini... kami sudah mencari bantuan ke mana-mana. Tapi... hanya Tuan Bayu yang bersedia memberikan suntikan dana."

"Lalu?" Steven mengangkat alis tipis.

"William menolak menikahi putri Tuan Bayu karena dia sudah punya kekasih," lanjut Denis. Suaranya semakin pelan. "Jadi, kami mohon padamu. Menikahlah dengan putri Tuan Bayu. Jika tidak, perusahaan kami—"

"Cih." Steven terkekeh singkat, penuh ejekan. "Kau adalah orang paling tidak tahu diri yang pernah aku kenal."

"Kau—"

"Kenapa? Tidak terima?" potong Steven tajam. "Walaupun kau bersujud di kakiku sekalipun, aku tetap menolak."

Ia menatap Denis tanpa belas kasihan. "Itu perusahaanmu, bukan perusahaan ku. Dan, aku tidak kekurangan dana apa pun. Jadi, berhentilah memohon." Steven berdiri, merapikan jasnya dengan gerakan tenang.

"Lebih baik kalian pergi. Kalian hanya membuang waktuku." Ia berbalik hendak pergi. Namun, baru beberapa langkah, suara Denis membuatnya berhenti.

"Kenapa memangnya kalau aku meminta bantuan pada putraku sendiri?" ujar Denis dengan nada meninggi. "Lagipula, bukankah hubunganmu dengan wanita itu juga tidak berjalan lancar?"

Ia menyeringai tipis. "Lebih baik kalian putus saja. Wanita itu tidak baik untukmu. Pasti dia hanya mengincar hartamu."

Freya seketika mengepalkan tangannya. Dadanya naik turun menahan amarah. Ia melangkah maju, hendak menyela namun, Steven lebih dulu bersuara.

"Bagaimana hubunganku dengan kekasihku, itu bukan urusanmu," ucap Steven dingin, tanpa menoleh.

Freya tertegun. Matanya tertuju pada punggung Steven.

"Aku bukan orang bodoh sepertimu, yang mencari wanita lain setiap kali bertengkar dengan pasangannya." Tanpa menoleh lagi, Steven melangkah pergi, meninggalkan Denis dan Rena dengan wajah tegang, serta Freya yang masih berdiri diam, menatap punggung pria itu dengan perasaan yang bergejolak.

"Brengsek," geram Denis tertahan. Dia menarik Rena keluar dari gedung perusahaan Steven dengan langkah cepat. Wajah mereka tetap terjaga di hadapan orang-orang, namun amarah tertahan jelas terpancar dari sorot mata keduanya.

Namun, baru saja mereka mendekati mobil, suara percakapan dua orang yang baru turun dari kendaraan lain tanpa sengaja tertangkap telinga mereka.

"Apa kau dengar gosip tentang keluarga Tuan Jacob?"

"Gosip apa?"

"Kabarnya, Tuan Jacob sempat menjodohkan putrinya dengan seorang pengusaha. Tapi, pernikahan itu dibatalkan. Entah apa alasannya."

"Wah, sayang sekali. Pasti banyak pria yang ingin menikahi putri Tuan Jacob."

"Tentu saja. Siapa yang tidak ingin menjadi menantu pria sekaya dan terpandang seperti Tuan Jacob?"

Langkah Denis dan Rena terhenti bersamaan. Mereka saling berpandangan.

"Kau dengar itu?" bisik Rena, matanya menyala penuh harap.

"Ya," jawab Denis datar. "Lalu?"

Rena tersenyum tipis, senyum yang tidak pernah membawa niat baik.

"Bukankah ini kesempatan bagus?" Ucapnya lirih namun, penuh perhitungan. "Kita bisa memanfaatkan situasi ini dan mendekatkan William dengan putri Tuan Jacob."

Denis mengerutkan kening, ragu dengan rencana istrinya. "Tapi, istri Tuan Jacob adalah sahabat Vivian. Aku tidak yakin mereka akan—"

"Kita bisa menggunakan cara lama," potong Rena cepat. "Jika mereka bisa bersama, kita tidak akan kebingungan seperti ini."

"Aku mengerti. Tapi, tuan Jacob dan istrinya tahu, aku mantan suami Vivian. Mereka juga yang membantu Steven setelah Vivian meninggal. Aku tidak yakin mereka akan menerima William," seru Denis khawatir.

"Bodoh!" gumam Rena. "Selama ini tidak ada yang tahu seperti apa putri tuan Jacob. Kita cukup mencari informasi putri tuan Jacob, lalu menggunakan cara lama untuk mendekatkan mereka. Bagaimana?" Ia membuka pintu mobil, senyumnya semakin lebar.

Denis terdiam sejenak, sebelum akhirnya mengangguk setuju.

"Baiklah. Lagipula, tidak ada salahnya mencoba."

Mesin mobil menyala, bersamaan dengan rencana baru yang perlahan mulai bergerak.

...****************...

Ucapan Steven pada Denis terus terngiang di kepala Freya sepanjang perjalanan pulang.

Cara pria itu membela, menyebutnya kekasih tanpa ragu, membuat satu hal terasa jelas baginya jika Steven masih mempunyai perasaan padanya.

Keyakinan itu menumbuhkan tekad di dadanya. Ia harus menjelaskan semuanya. Meluruskan kesalahpahaman yang telah menjauhkan mereka.

Freya melirik di kaca spion, menatap Steven yang memejamkan mata di kursi belakang.

"Kebetulan malam ini tuan Miko tidak ada. Jadi, tidak akan ada yang menghalangiku berbicara dengan Steven," batin Freya.

Namun, setibanya di mansion, setelah Freya membuka pintu untuk Steven, pria itu justru menghentikannya di ambang pintu utama.

"Kau pulang saja," ucapnya dingin. "Ke rumah orang tuamu yang jauh lebih besar dan nyaman daripada mansion ini."

Nada itu menusuk. Bukan penolakan biasa, melainkan amarah yang belum reda.

Freya menelan ludah, menatap Steven yang lebih dulu masuk, menuju kamar tanpa menoleh lagi padanya. Ia tahu, Steven masih marah. Tapi kali ini, ia tidak akan mundur.

Tanpa mengindahkan larangan itu, Freya memaksa masuk, menyusul Steven hingga ke kamarnya.

"Apa yang kau lakukan?" pekik Steven tajam, begitu melihat Freya yang menerobos masuk ke kamarnya.

Freya diam. Ia bersandar pada pintu yang tertutup, seolah sengaja menghalangi jalan keluar atau mencegah dirinya sendiri untuk diusir.

"Keluar!" bentak Steven.

"Tidak!" Freya menggeleng keras. "Aku tidak akan pergi. Setidaknya sebelum aku menjelaskan semuanya padamu."

Steven tersenyum miring, dingin dan getir. Ia melipat kedua tangannya di depan dada.

"Menjelaskan apa lagi, hah?" sindirnya. "Tentang kebohonganmu? Tentang bagaimana kau membuatku terlihat seperti orang bodoh yang mengira diriku, pria tidak normal? Atau—" Ucapannya terhenti saat tiba-tiba Freya mencium bibirnya.

Ciuman itu kaku dan canggung. Tidak ada balasan. Hanya keberanian yang bercampur putus asa.

Beberapa detik berlalu sebelum Freya menghentikannya. Ia membuka mata, lalu menjauh perlahan.

"Maaf," ucapnya lirih.

Satu kata itu mewakili penyesalan, rasa lelah, dan kekecewaan yang menumpuk bersamaan.

Freya berbalik hendak pergi. Namun, belum sempat melangkah, Steven menarik lengannya dengan keras, mendorongnya kembali ke pintu, lalu menghimpit tubuhnya.

Tanpa peringatan, Steven mencium bibirnya brutal dan dalam penuh emosi yang selama ini ia pendam.

Bukan sekadar ciuman, melainkan luapan amarah, kekecewaan, dan cinta yang tidak pernah benar-benar hilang.

1
yumna
steve ayo lawan merka smeua
+62 al
happy fasting kaka gemoy❤️
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
marhaban ya ramadhan ka thor🙏
🇦 🇵 🇷 🇾👎
penasaran jg
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
np korupsi kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
lp kn boy... skrg freya🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mokondo anjg.. ud lakor.. licik hdp pulak kau babi.... kpn mt ny mrk
🇦 🇵 🇷 🇾👎: ya lh kk🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kasian
🇦 🇵 🇷 🇾👎: bnr... jgn biar kn mokondo tu dkt" ayag beibh😡
total 2 replies
yumna
eh jngan sMpe tuh william macam"
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Biar aja dia macem-macem, siapa tahu, Stepen yang untung 😆
total 1 replies
yumna
miko mata"dadynya evelin kah....?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho/Applaud//Applaud/
total 1 replies
ana
lanjut thor.bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak 💜
total 1 replies
yumna
jangan sampe yaaa denis rena william ngingau d tempat acra 🤣🤣🤣🤣ngaku freya pacrnya
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Wah, bahaya inih😆
total 1 replies
yumna
jangan berantem xan ber2 yaaa🤭🤭🤭
indriyanii
wah salah paham STEV..tpi itu kan kata Miko..apa Miko kerja sama dengan di rena ya
yumna
miko mta"untk siapa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next... miko o miko.... jgn"😡
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Jangan-jangan, apa? /Chuckle/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
miko aq crg jg sm dy
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Miko anak baik😆
total 1 replies
shabiru Al
lhooo miko... ? dia memberi laporan sama siapa ya... jadi miko itu pengkhianat juga apa gimana...
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak mungkin /Scream/
total 1 replies
yumna
surh tlfn rena yg jd mata"nya 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!