𝐀𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐬𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐜𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥?
𝐂𝐚𝐦𝐞𝐥𝐥𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐝𝐢𝐚 𝐀𝐝𝐚𝐦 𝐑𝐢𝐜𝐡𝐚𝐫𝐝 𝐇𝐚𝐫𝐥𝐞𝐲 𝐬𝐞𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐍𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐤𝐢𝐧𝐢 𝐢𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐝𝐢𝐫 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐬𝐨𝐬𝐨𝐤 𝐩𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐢𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐬𝐨𝐬𝐨𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐩𝐢𝐧𝐭𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐚𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢.
𝐓𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐭 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐮𝐧𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐫𝐚𝐬𝐚, 𝐇𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐥 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐉𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐫 𝐛𝐚𝐥𝐢𝐤 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐀𝐝𝐚𝐦 𝐩𝐮𝐧 𝐝𝐢𝐦𝐮𝐥𝐚𝐢 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐤𝐞𝐛𝐨𝐡𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢.
𝐀𝐤𝐚𝐧𝐤𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐜𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐬𝐚𝐣𝐚?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan rindu
Di sebuah klab malam.
Alisha kini tengah frustasi. Adam sama sekali tidak mencarinya dan sedikitpun tidak mengabarinya benar-benar kali ini mendatangkan kecurigaan apakah ada wanita lain didekatnya?
Dentaman musik begitu memekak telinga. Alisha dan dua lelaki dan satu wanita tampak sedang berbincang disana. “Bagaimana kekasih mu?”Tanya lelaki itu pada Alisha.
“Mati!” Ketus Alisha melesap minumannya lagi.
Alisha pun ditertawakan disana, “Kau tidak dicari?” Tanya rekan lainnya.
“Omong kosong, jangan tanya apapun! Dia Pasti akan mencariku, Ini belum lama bukan?Salah seorang rekan Alisha mendekat mengecup pada pipi Alisha yang sudah mabuk itu.
“I want you tonight, Babe!”
Alisah yang sudah terlalu banyak minum sudah meracau, “Menjauhlah aku sedang tidak berselera dengan mu sekarang!”
Lelaki itu tidak mengindahkan penolakan ia menyesap tiba-tiba bibir sexy Alisha
Hemmmmmp..
Plakk Pukul Alisha yang sedang hangover temannya itu. “Eric, What the Fuckk! Menjauhlah!” Sarkasnya.
Lelaki itu terkekeh bersama para teman Alisha yang lain dan membiarkan Alisha terpejam di sana merebahkan diri karena mabuk parahnya
**
Adam membiarkan Camell tertidur dibahu miliknya yang ia miringkan. Sementara ia kembali berkutat pada fikiranya berkelana menerka-nerka apa yang sedang terjadi pada orangtuanya saat ini sebab sama sekali Moonela tidak bisa di hubungi Apa lagi Mama.
Netra Adam menatap kosong kedepan rasa tidak sabar pergi namun juga rasa tidak ingin pergi membimbanginya. Ia harus melihat keadaan orang tunya ia juga ingin segera menyelesaikan permasalahanya dengan ibu Camellia untuk dia busa kejenjang yang lebih baik memulai semua dari awal.
Tangan Adam kembali mengambil alih tangan Camellia yang menjuntai tidak berdaya karena terpejam memainkan jemari-jemari lentik yang rasanya selalu ia ingin genggam. Dia mulai sadar rasa ini mulai jauh mulai semakin berbeda.
Dia selalu ingin menghabiskan waktu bersama, Bahagia liat tawanya, terluka atas tangisannya.
Satu usapan tangan Adam kembali mengusap lembut rambut Camellia, kali ini Camell tersentak mendapati usapan itu. Ia terlonjak tiba-tiba menegak. “Eh kak maaf, Sudah sampai, Aku ketiduran ya?”
Adam pun menegakkan tubuhnya melengkungkan menyeringai pada Camel, “Sudah pagi” Tandasnya.
“Serius kak, Pukul berapa sekarang?” Camellia menarik tangan kiri Adam melihat pada arloji milik lelaki itu. “Ya Tuhan sudah pukul 11 lewat, Ih…kenapa sih enggak banggunin!”
“Sudah, Tapi tidak bangun-bangun juga” Bohongnya.
“Masak sih?” Tatap nya tidak percaya. “Ya sudah aku masuk ya!” Camellia merapikan tas dan barang-barangnya bersiap turun.
Lagi-lagi rasa tidak rela itu muncul seakan waktu begitu cepat berlalu, “Besok aku akan menjemputmu!”
Camellia yang sudah membuka pintu mobil pun berbalik, “Besok kan kakak berangkat, Kau yang menghantarian ku ke bandara!”
“Apa aku?” Tunjuk Camell dirinya.
“Tidak mau?” Tatap Adam.
“Ehmmm. Baiklah! Ya sudah pulang sana!”
Adam pun turun dari pintunya ketika Camellia turun, Camellia menatap penuh selidik, “Mau apa lagi kak!” Pada Adam dihadapannya.
Lelaki itu mengulum senyum dan mengusap rambutnya salah tingkah, “Ah tidak ada hanya memastikan kau sudah benar-benar aman, Masuklah aku segera pulang!”
“Dih nih orang kenapa sih?” Seringai Camellia menatap aneh.
Seakan akan ada perpisahan Adam yang sejujurnya tidak ingin pergi terus menatap Camellia yang masuk berjalan jauh hingga membuka pintu rumahnya dan menghilang disana.
*
Jarum waktu sudah bergerak maju Camellia siap kembali tidur setelah mengeringkan rambutnya gadis itu mengulas tawa mengingat hari ini, Adam dengan couple pink mereka.
Seperti biasa sebelum tidur Camellia memeriksa benda lipat miliknya melihat kembali perkembangan terkini tentang beasiswa yang diajukannya.
Satu tangan Camellia berkutat pada benda lipat nya, satu nya lagi meraih ponsel mendapati sebuah pesan.
Kak Adam
“Aku sudah sampai, selamat beristirahat, periksa jendela semua, Hati-hati”
Camellia terkekeh, “Duh kak, beneran deh lu bikin aku berbelok juga lama-lama” Letakkan Camellia Ponselnya kembali.
Fokus Camellia beralih ke sebuah laman di laptopnya menatap serius pada pemberitahuan disana. Dan kini netranya berkaca-kaca nama nya tertera sebagai penerima beasiswa itu ini ditempat berbeda bukan di Paris seperti keinginannya namun masih disebuah negara Perancis yaitu Bordeaux.
Sebuah kebimbangan muncul kepermukaan hati bagaimana jika yang didaftarkan oleh dosen nya itu benar lulus seperti yang di katakan Dewinda? Namun mendadak ia lebih tertarik pada kampus kedua di Bordeaux ini sebab disana ada beberapa temannya yang juga sedang menempuh pendidikan dikampus itu.
“Are you sure, Camell?” Ia bergelut dengan pilihannya, “Not bad, Bordeaux ke Paris cukup dekat bukan? Hanya 1 jam lebih dengan pesawat dan 2 jam lebih dengan kereta cepat.
Ya dan akhirnya salah aatu kampus di Bordeaux menjadi pilihan Camellia. Ayah, ibu, Bhumi sudah tahu akan ini namun seperti biasa mereka selalu menganggap itu mustahil untuk Camellia. Namun segala hal dan usaha yanh sudah mati-matian Camellia lakukan pun membuahkan hasil.
Kita pernah salah di awal namun kita bisa berhati-hati untuk tidak salah lagi kedepannya.
Camellia menjadi tidak sabar ingin mengabari ini pada ibu dan Ayah mereka pasti akan bangga, Satu bulir bening Camellia jatuh di uujung netranya, “Bu, Kakak mendapatkanya bu! Ini semua berkat doa ibu”
Di tempat lain
Adam sudah merbahkan dirinya di ranjang menatap pada langit-langit kamarnya rasanya rindu padahal baru saja pulang, Lelaki itu mengambil ponsel miliknya, membuka pada media penyimpanan disana potret-potret Camellia yang sudah Camell pindahkan ke ponselnya. “Tidak ada!” Camell sudah menghapusnya.
Bukan hal yang sulit Adam tahu cara mengembalikan media yang sudah di hapus beberapa langkah mudah ia lakukan dan ya berhasil. Lelaki itu sedang mengulas senyum menatap lamat-lamat pada slide foto Camellia. Wajah cantik nan cerianya. Tanpa polesan bibir pink yang lagi-lagi menjadi perhatian nya.
“Mungkin aku akan sangat merindukan mu, Nanti” Letakkan Adam ponselnya dan mulai memejam disana.
Seketika Adam mengingat sesuatu ia beringsut mendekat pada laci nakas disebelah tempat tidurnya. Tangan Adam meraih laci disana dan membukanya.
Sebuah cincin yang ia lemparkan kedalam sana ia raih kembali, Satu lengkungan terbit dari bibir Adam menatap pada benda logam itu kemudian ia memaikan benda itu pada jemarinya lagi.
Next >>
authornya kuerennn
terlove deh buba.../Kiss//Kiss//Kiss/