Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Yang Rumit
Benih-benih cinta yang rumit.
ALVIN POV..
Ciuman kami terus kami lanjutkan, seakan kami sedang kehausan akan nafsu birahi yang membara. Kami lanjutkan hingga entah berapa lama bibir kami saling menukar cinta bercampur nafsu..
Namun setelah itu aku lepaskan ciuman ku karena aku tahu Ayu seperti kehabisan nafas..
kami berdua saling mencari oksigen dengan saling bertatapan, kami berdua tersenyum penuh cinta dan kepuasan..
"Ayu... " Panggil ku lirih pada gadis cantik yang telah merebut hatiku.
Namun dia langsung tertunduk..
"Lihatlah kemari.. " Kata ku sambil mendongakkan dagunya..
"Maaf, namun aku ingin kamu tahu kalau sepertinya aku sudah jatuh hati padamu.. "
Dia tersenyum sambil menunduk kembali..
Aku langsung memeluknya, Ya kami berpelukan. Aku mendekap tubuhnya dan aku rasakan dia juga membalas dekapanku..
Suara degap Jantungku seakan seirama dengan degup jantungnya. Degup jantung kami seakan menyuarakan berapa kami saling jatuh cinta.
"Apakah cintaku akan terbalaskan? Apakah kamu juga mencintaiku? " Tanyaku lirih..
Dia hanya terdiam namun pelukannya ku rasakan semakin sangat erat dan aku tahu jawabannya..
"Terima kasih karena kamu juga mencintaiku.. "
Cup..
Aku mengecup puncak kepalanya dan harum rambutnya menenangkanku..
"Apa benar kamu mencintaiku? Atau cuma cinta karena nafsu? " Tanya ayu..
"Kenapa? Apa kamu meragukan ketulusan cintaku? "
" Iya.. Karena aku merasa tidak pantas di cintai oleh laki laki terhormat sepertimu.. "
Aku langsung melepaskan pelukanku padanya..
"Aku tulus padamu. Apa kamu tidak bisa merasakannya?" Kataku sambil menatap erat wajah cantiknya yang sudah membuatku sedikit menggila..
"Tidak, karena dulu kamu terlalu dingin padaku, jadi untuk perubahan sikap yang terlalu cepat, ini mengejutkan ku. "
"Maaf atas sikapku dulu padamu, itu karena aku sangat takut di kecewakan lagi dengan wanita, terlalu membekas rasa sakit itu.. "
"Lalu hubungan kita akan seperti apa selanjutnya? "
Tring... Tring... Tring...
Suara handphone ku..
"Maaf, aku angkat telfon dulu.. "
Aku berjalan menuju meja yang berada di samping ranjang ku..
BRAM memanggil..
"Kenapa harus sekarang BRAM,mengganggu saja " Gerutu ku..
"Hallo.. "
"Kamu dimana? "
"Di rumah. "
"Kamu tahu hari ini ada client penting, kenapa masih di rumah, dia sudah menunggumu.. "
"Batalkan semua acara, aku sakit.. "
"Sakit!?! " Teriak bram..
"Jangan teriak, aku tidak tuli bodoh.. Aku cuma butuh istirahat. Selesaikan semua tanpaku, atau cancel semua. "
"Tapi "
"Tidak ada tapi.. "
"Ayu dimana? Aku dari tadi menelponya tapi tidak di angkat.. "
"Kenapa kamu menanyakan ayu? "
"Aku ada urusan denganya.. "
"Urusan apa?? "
"Wait.. Kenapa nada bicara nada bicaramu tinggi padaku ketika aku menanyakan ayu? "
"Ah... Biasa aja.. Dia sedang bersamaku, ada yang ingin kau sampaikan.? "
"Nanti aku akan kesana saja, karena aku harus bertemu langsung denganya.. Aku juga rindu padanya.. "
"What.! Rindu.. Dia calon istriku, kamu terang terangan bilaang rindu padanya? Gila kamu ya! " Kataku agak keras hingga membuat ayu melihat ke arahku..
"Please Alvin, jangan bereaksi seperti itu, dia kan juga cuma istri bohonganmu.. "
"Walau bohong, kamu tidak punya hak untuk bilang rindu padanya.. "
"Haisttt... Kamu ini kenapa,? Kenapa jadi protektif dengan ayu, kemarin kan kita sepakat setelah kamu denganya, aku akan menikahi dia..,"
"NO.. aku rubah semuanya. "
"Maksudmu?? Apa jangan jangan kamu jatuh cinta padanya..? "
Namun aku hanya bisa terdiam mendengar hal itu dari bram..
"Alvin, apa kamu tidak kasian pada ayu jika kamu ingin memilikinya? Jangan ulangi kesalahan keduanya, cukup stevani, yang lain jangan dulu sampai kamu benar benar sembuh, karena aku takut kamu sakit hati kembali, ayu pasti akan meninggalkanmu jika tahu keadaanmu yang sebenarnya.... "
Benar perkataan bram, jangan sampai terulang, aku yakin ayu juga akan melakukan hal yang sama dengan stevani jika dia tahu keadaanku...
"Baik.. " Jawabku singkat..
"Aku akan kesana, ayu harus menandatangi berkas perceraian yang dengan mantan suaminya agar kalian bisa resmi menikah.. "
"Baik, aku akan tunggu.. "
"Ingat, jaga hatimu dan perasaanmu, karena kamu yang tahu akhir dari kisah cinta mu bagaimana. "
"Ya... "
Tit...aku putuskan sambungan terlfonku..
Seketika aku tersadar bahwa memang benar aku harus jaga hati dan perasaanku pada ayu..
Aku memandangi wanita cantik itu lagi, dia tepat di hadapanku dengan tatapan penuh harap dan cinta, dan juga senyuman merekah di wajahnya semakin memperindah kecantikannya..
Dia lalu perlahan mendekat dan ingin memelukku.
"Jaangan... " Kata ku sambil menahan tubuhnya mendekat lagi padaku.
"Kenapa? " Tanya ayu dengan sedikit terkejut dengan sikapku
"Maaf masalah tadi, jangan ambil serius segala ucapanku tadi... "
"Maksudmu?.. "
"Anggap aku tadi cuma bercanda padamu..aku tidak jatuh cinta padamu.. "
Dia perlahan menjauh sambil mengerutkan dahinya melihat ke arahku...
"Keluarilah.. Aku ingin istirahat.. "
"Alvin!!! " Teriak ayu.. Sungguh mengejutkan ku..
"Maksudmu apa! Kamu mau mempermainkan perasaanku, belum genap 5 menit kamu sudah mengubah keputusanmu, maksud kamu apa? "
"Aku hanya tidak ingin kamu menderita karena ku... "
"Apa yang akan membuatku menderita dari laki laki sempurna sepertimu? "
"Aku bukanlah laki laki sempurna seperti yang kau pikirkan, aku hanya laki laki tidak berguna... "
"Sebenarnya ada apa denganmu, maaf tapi aku tadi malam melihatmu menangis di ruang fitnes, sebenarnya apa yang kau sembunyikan, apa yang membuatmu menderita??"
"Kamu tidak perlu tahu, sekarang keluarlah dari kamarku, anggap semua yang terjadi tadi hanya sebuah ketidak sengajaan.. "
"Ketidak sengajaan katamu, aku sudah benar benar jatuh hati padamu dan kamu bilang ketidak sengajaan? Apa seperti ini sifat aslimu? "
"Iya.. Inilah aku! Puas kamu! Keluar dari kamarku sekarang! " Teriakkku..
Seketika aku melihat ayu menitikkan air mata sambil melihat ke arahku..
"Ternyata memang laki laki semuanya brengsek..! " Kata ayu sambil keluar dari kamar...
"Maafkan aku ayu, maafkan aku.. Aku tidak ingin kamu tersiksa denganku.. " Sesal ku dalam hati...
AYU POV..
Aku berlari keluar kamar Alvin dengan segala sakit hati yang dia torehkan padaku..
Apa maksud dia mempermainkan aku seperti ini, bodohnya aku, aku begitu mudah percaya pada laki laki brengsek seperti dia.Dulu saat bersama bayu aku juga mudah tergoda dengan rayuannya, sekarang Alvin pun sama.
"Ayu kamu bodoh.. " Teriakku di dalam kamar..
Airmataku tak berhentinya menetes. Aku merasa di permainkan, aku di patahkan hatinya di saat aku baru ingin memulainya.. Sebenarnya ada apa dengan dia. Dia begitu mudah mempermainkan perasaanku..
Tringg.. Tringg.. Tringg..
Suara handponeku berdering dan ternyata bram yang menelfon..
"Hallo" Jawabku dengan suara agak parau..
"Ayu, suara kamu kenapa? "
"Tidak apa apa.. "
"Kamu nangis ya..? "
"Tidak.. "
"Aku akan segera kesana.. "
"Tidak usah, aku baik baik saja.. "
"Aku ingin bertemu denganmu. Ada yang harus kamu tanda tangani.. "
"Apa? "
"Surat perceraian mu dengan mantan suamimu... "
"Secepat itukah? "
"Em.. Aku ingin kau segera menyelesaikan urusanmu dengan mantan suamimu, dan juga dengan Alvin, setahun lagi kita akan segera menikah.. "
"Hufttt... Aku sedang tidak ingin membahas masalah cinta.. "
"Kenapa? "
"Laki laki semua brengsek, bahkan temanmu itu yang paling brengsek! "
"Ayu, Alvin bukan laki laki seperti itu, dia laki laki baik.. "
"Baik katamu, dia baru saja mengungkapkan kalau cinta padaku, bahkan kami tadi sempat berciuman namun seketika itu juga dia memutuskan aku... "
"Apa! Kalian berciuman? "
"Opsss... Kenapa harus bilang ayu... " Gerutu ku dalam hati...
"Aku kesana sekarang, Alvin tidak boleh bertindak lebih jauh padamu.. "
"Maksud kamu? " Tit.. Sebelum aku melanjutkan percakapan ku bram menutup telfon ku..
Sebenarya apa yang terjadi pada Alvin.. Kenapa bram juga bersikap aneh seperti itu..
Beribu tanya berkecamuk menjadi satu dengan seribu sakit di hatiku tadi.
Pukul 10.00 Bram terlihat datang ke rumah..
Dia langsung masuk ke kamar Alvin, dan terjadi sedikit perdebatan di dalam namun aku tidak tahu apa yang mereka sebarkan..
"Ok ok fine.. " Kata Alvin sambil keluar kamar..
Dia langsung menuju dapur dan mengambil minum tanpa memperdulikan ku yang ada di sebelahnya..
"Ayu..kemarilah.. " Panggil Bram..
Aku pun segera ke ruang tamu di mana Bram berada..
Sedang Alvin sudah lebih dulu di depanku..
"Duduklah.. "
Akupun segera duduk di samping Bram, sedang Alvin berada di seberang meja sambil memandang kami berdua dengan tatapan tidak enak..
"Ini adalah surat perceraianmu dengan mantan suamimu, besok aku akan kesana untuk meminta tanda tanganya dan juga mengurus hal asuh anakmu.. Kamu ingin ikut?? "
"Boleh? "
"Boleh, namun aku sarankan jangan di rumahmu.. "
"Baiklah, aku akan pergi berdua dengan mu, aku juga butuh refresing.. "
"Ehem... Ehem.. Aku tidak mengizinkan.. " Sela Alvin..
"Kenapa? " Tanyaku.
"Aku tidak memperbolehkan kalian berdua bersama, jangan tanya alasanku.! "
"Tapi... "
"Jika kamu memaksa, uang 100juta sebagai uang muka perjanjian kita tidak akan aku berikan padamu.. "
"Tapi.. "
"Sudah, jangan membantahnya, dia itu gila.. " Kata Bram padaku dan itu membuatku sedikit tersenyum.
"BRAM!! "
"APA!!kamu memang gila, pemarah, egois, sesukamu sendiri.. "
"Terserah, tapi kamu jangan akan pernah bisa pergi bersama ayu, ayu sudah jadi milikku. Tanda tanganya di surat perjanjian tidak bisa di rubah.. "
"Cih.. Dasar laki laki brengsek, semudah itu dia mengatakan aku miliknya.. " Gerutu ku..
"Ayu aku mendengarmu.. " Kata Alvin sambil melirik ke arahku..
"Iya, yang 100juta itu di transfer ke rekening mantan suamimu atau bentuk uang cas? " Tanya Bram..
"CAS.. dan tolong lemparkan uang 100juta itu tepat di mukanya.. Aku sudah berjanji akan melempar yang itu ke wajahnya. Akan aku buktikan bahwa aku memang benar benar serius membuktikan bahwa aku mampu tanpa dia.. Katakan juga sekarang aku akan menjadi nyonya besar biar dia tahu siapa aku ssbenarnya. Aku bukanlah wanita yang bisa dia permainkan seenaknya.. "
"Kenapa kamu begitu dendam padanya? " Tanya Alvin..
"Ketika aku memberikan cinta dan perhatianku seutuhnya padanya, ketika aku rela hidup menderita dan meninggalkan segala kemewahan ku untuk dia, dia malah mempermainkan ku, menyiksa batinku, bahkan selalu melukai hatiku dengan perkataan dan sikap kasarnya. Dulu dia selalu melampiaskan kekesalanya padaku, dia tidak segan segan menamparku, mencaci maki ku, dan di titik terendah kesabaranku ketika dia berselingkuh, namun bukanya dia minta maaf, dia malah mengusir ku dan menahan anakku, dia minta uang tebusan 100juta sebagai pengganti makan selama aku menjadi istrinya, padahal dulu dia hanya memberiku 15rb per hari.. "
"What!! 15rb.." Kata Bram terkejut..
"Ya.. 15rb dan dia minta ganti 100juta..memang brengsek mas bayu.. "
"Kenapa kamu bertahan selama itu jika laki laki itu tidak baik untukmu? "
"Angel, aku tidak ingin angel kehilangan sosok ayah, dan juga aku memang benar benar mencintai mas bayu dengan segala sikapnya.. Namun ternyata cintaku membodohi ku.. "
"Tenang sayang, akan aku lempar uang 100juta itu ke wajahnya sebagai tanda kemenanganmu.. " Kata Bram sambil memegangi pundakku dan memandang ke arah wajahku..
BRAKKKK...
Alvin tiba tiba menggeprak meja..
Dia lalu berjalan mendekatiku dan meraih tanganku..
"Lepaskan dia.. Dia milikku.. MENGERTI!! " teriak Alvin sambil menyeretku menjauh dari Bram ...