NovelToon NovelToon
PENYIHIR TANPA SIHIR

PENYIHIR TANPA SIHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:797
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Lahir tanpa sihir (Nirmala) di dunia yang memuja kekuatan membuat Askara dibenci oleh ayahnya sendiri. Namun, sebuah rahasia besar terungkap: Askara tidak kosong, ia adalah "pemangsa sihir" yang mampu menyerap, menggabungkan, dan memantulkan kembali setiap serangan musuh. Berbekal kemampuan unik ini dan stamina fisik yang terlatih, Askara memulai perjalanan jauh demi membuktikan bahwa seorang tanpa sihir pun mampu mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Jebakan Tanah Hidup dan Pertarungan di Gerbang Nol

HALO SAHABAT SEMUA KALAU BACA NOVEL AKU INI JANGAN LUPA LIKE YA GUYS, COMENT JUGA GUYS,BANTU AKU YA GUYS SUPAYA NOVEL INI BISA TERPILIH DALAM 80 BAB TERBAIK,CARANYA DENGAN LIKE DAN JANGAN LUPA VOTE. TERIMAKASIH

SELAMAT MEMBACA

Kabut hitam di Gerbang Nol terasa jauh lebih pekat dan dingin daripada yang dibayangkan Askara dari luar. Jarak pandangnya terkikis drastis hingga hanya tersisa beberapa meter di depan dada. Aroma tanah basah dan bau busuk bangkai berpadu menyengat hidung, menciptakan atmosfer yang sanggup melumpuhkan mental seorang penjelajah amatir.

Askara melangkah maju dengan sangat perlahan, telapak kakinya menapak pada permukaan tanah gersang yang dipenuhi bebatuan hitam berlumut. Matanya menyisir setiap sudut bayangan pohon raksasa yang tampak meliuk-liuk di dalam kabut.

Tidak ada apa pun di sini... Ke mana monster tangan panjang itu? batin Askara, memperketat kewaspadaannya.

Ia terus melangkah makin dalam menerobos kegelapan yang sunyi mencekam. Namun, sejauh mata memandang, tidak ada tanda-tanda keberadaan makhluk hidup. Tidak ada geraman, tidak ada gesekan daun, bahkan tidak ada detak energi sihir yang mengancam di sekitarnya. Seolah-olah peristiwa mengerikan yang menimpa kesatria berzirah perak tadi hanyalah sebuah ilusi semata.

Namun, Askara menyadari sesuatu yang aneh. Permukaan tanah yang ia pijak sejak beberapa meter lalu mendadak terasa sedikit hangat dan memiliki tekstur yang kenyal—sangat berbeda dengan tanah berbatu yang kasar di batas hutan tadi.

Tunggu... tekstur ini—

GURRRKKK!

Sebelum pikiran Askara rampung, permukaan "tanah" sepanjang sepuluh meter di bawah kakinya mendadak bergoyang hebat! Tanah berlumut hitam yang diinjak Askara sejak tadi ternyata bukanlah pijakan bumi biasa, melainkan telapak tangan raksasa bersisik batu milik sang The Long-Armed Stone Lurker yang berbaring tersembunyi di bawah permukaan tanah!

"I-ini bukan tanah?!" batin Askara terkejut.

Jemari batu raksasa sepanjang beberapa meter itu seketika menekuk ke atas secara bersamaan, membentuk cengkeraman sangkar raksasa yang dengan cepat menutup ruang gerak

Askara. Di dasar telapak tangan tersebut, sebuah retakan tanah raksasa membelah, memperlihatkan sebuah lubang melingkar menganga yang dipenuhi oleh ribuan taring batu bergerigi yang berputar—mulut asli sang monster penjaga!

Tangan raksasa itu berniat menarik dan menjatuhkan tubuh

Askara langsung ke dalam tenggorokannya yang mematikan.

"Dasar monster jelek!" teriak Askara keras.

Dengan refleks fisik murninya yang telah teruji, Askara menghentakkan kakinya kuat-kuat pada salah satu sisik batu jemari sang monster sebelum mencengkeramnya penuh. Momentum hentakan itu melontarkan tubuh fisiknya melayang ke udara, meloloskan diri hanya terpaut beberapa sentimeter dari lubang taring batu yang mengatup keras.

CRASH!

Askara mendarat dengan anggun di atas sebuah pilar batu tinggi di tepi area pertempuran, jubah hitamnya berkibar hebat diterpa embusan angin dingin.

Dari dalam tanah dan kepulan asap debu hitam, sosok utuh sang penjaga Gerbang Nol akhirnya menampakkan wujud aslinya secara mengerikan. Tubuh monster itu berukuran sebesar bukit kecil, terbuat dari gugusan batu obsidian tebal tanpa mata. Namun, bagian paling abnormal dari makhluk ini adalah sepasang tangannya yang sangat panjang dan elastis—lengan kanan dan kirinya meliuk-liuk di atas tanah seperti dua ekor ular batu raksasa yang siap menelan mangsanya.

ROAAARRR!

Monster itu meraung keras hingga menggetarkan udara di sekitarnya, melayangkan tangan kanan panjangnya yang berukuran masif untuk meremukkan pilar batu tempat Askara berdiri.

"Kau pikir aku akan menjadi santapan mudah seperti kesatria tadi?" gumam Askara dingin.

SRAAANG!

Tanpa sedikit pun rasa gentar, Askara menarik Sunya dari sarung kulit hitam di pinggangnya. Desingan lembut bilah abu-abu gelap buatan Moses itu bergaung nyaring di tengah kegelapan hutan.

Askara merendahkan posisinya di ujung pilar, memegang gagang Sunya dengan kedua tangan, dan memasang kuda-kuda bertarung yang kokoh. Sepasang mata hitamnya berkilat penuh fokus, siap melepaskan ketajaman pedang barunya untuk merobek perisai batu sang penjaga Gerbang Nol.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!