Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Selamat siang tuan Kevin, anda pasti tuan Zack, CEO Ramos Company. Senang bertemu denganmu..."
Brandon mengulurkan tangannya, tapi Zack yang tadinya menatap tajam ke arah Zack, langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Membuat Brandon, pada akhirnya harus menarik tangannya kembali.
Brandon duduk di kursi yang emang biasanya dia duduknya sebagai pimpinan perusahaan ini.
Lulu yang datang membawa beberapa dokumen, segera duduk di tempatnya.
"Biasanya, kalau tuan Kevin mau datang kan memberitahu dulu. Tadi, saya cukup terkejut..."
"Email sudah dikirim jam 6 pagi tadi! kalau kami akan datang ke perusahaan ini. Pada wakil direktur anda yang baru, tuan Brandon!" sela Kevin.
"Itu... pasti Siska sangat sibuk. Makanya dia lupa!"
"Bagus kalau memang sedang sibuk membalas laporan yang saya kirimkan!" kata Kevin lagi.
"Laporan?" tanya Brandon tergagap.
Tak lama pintu ruang meeting itu diketuk. Dan Siska masuk dengan laptop dan dokumen yang cukup banyak.
"Selamat siang!" kata Siska yang langsung duduk di samping Brandon.
"Siska, mereka sudah mengirim email padamu jam 6 pagi..."
"Maaf tuan, aku melewatkannya. Aku sungguh minta maaf!"
Wajah Zack sudah semakin gelap saja. Seperti akan ada kilat dan petir sewaktu-waktu di ruangan itu.
"Lalu bagaimana dengan laporan penundaan proses pembangunan yang saya kirim jam 11 malam tadi malam? saya bahkan tuliskan catatan, untuk kerjakan semuanya dalam satu jam. Saya menunggu sampai jam 3 pagi. Tapi nona wakil direktur sama sekali belum serahkan laporan itu ke saya!"
Brandon yang mendengar itu segera membuka laptop Siska. Email itu bahkan belum di buka oleh Siska. Brandon sangat panik.
"Tuan Kevin, ini kelalaian Siska. Saya akan minta dia segera memperbaiki laporannya!"
"Satu jam kerugian setara dengan 200 juta. Jadi sekarang sudah hampir jam 12 siang. Bisa hitung berapa kerugian akibat kelalaian wakil direktur baru anda ini?" tanya Zack.
Brandon benar-benar panik. Keningnya sudah berkeringat, padahal ruangan meeting ini menggunakan pendingin ruangan dengan suhu rendah.
"Tuan, mereka kirim jam 11 malam. Apa itu masih jam kerja....?"
Siska mencoba membela dirinya. Tapi Kevin langsung menyela.
"Apa wakil direktur punya jam kerja? seingat saya, perusahaan Wirawan ini sudah bekerja sama dengan Ramos Company selama lima tahun. Dan selama lima tahun itu, meski saya mengirimkan email jam 2 pagi. Nona Tatiana hanya perlu membalasnya dalam waktu setengah jam saja! beberapa waktu lalu, saya tidak melihat nona Tatiana di ruangannya, bahkan di jam kerja pun, nona wakil direktur yang baru juga tidak ada di ruangan anda! jadi sebenarnya yang tidak kompeten disini, siapa!"
Wajah Kevin sangat tegas. Wajahnya memang datar, ditambah lagi dia marah saat ini. Semakin mendominasi saja.
"Tuan Kevin, saya benar-benar minta maaf!"
"Dengan minta maaf, kerugian lebih dari 4 milyar itu tidak bisa ditutupi begitu saja! dalam 24 jam, aku mau kerugian itu dilunasi. Jika tidak, maka kerjasama semua vendor yang sudah berjalan akan aku hentikan!"
Wajah Brandon langsung pucat. Kalau semua dihentikan, bisa-bisa dia bangkrut.
"Tuan Zack, tolong jangan begitu. Kedua perusahaan kita sudah menjalin kerjasama selama 5 tahun. Bukankah selama itu selalu tidak ada masalah!"
"Memang, tapi selama itu wakil direktur yang bertanggung jawab adalah nona Tatiana. Sekarang begitu akhirnya direkturnya diganti langsung terjadi masalah sebesar ini! jadi kami harus bagaimana? kami harus merelakan 4 milyar itu untuk seorang yang tidak kompeten sama sekali? coba aku tanya pada nona Siska, apa nona Siska paham tentang Integrated Marketing Plan for Mega Development Project?" tanya Kevin dengan wajah seriusnya.
Siska langsung panik.
"Aku... aku tidak tahu!"
"Cih!" Zack sampai berdecih. Brandon benar-benar bodohh, sama seperti wanita yang membuatnya memperlakukan Tatiana dengan tidak baik itu.
Brandon benar-benar bingung.
"Aku... aku akan berikan jabatan wakil direktur kembali pada Tatiana. Tolong beri kami kelonggaran tuan Kevin, tuan Zack!"
Zack terkekeh.
"Aku rasa, sebenarnya harus diganti itu bukan wakil direktur perusahaan. Tapi pimpinannya. Kamu seenaknya memberhentikan Tatiana, lalu membiarkan orang yang sama sekali tidak becus bekerja menduduki jabatannya! lalu setelah terjadi kerugian 4 milyar lebih, kamu mau kembalikan kesulitan itu pada Tatiana! ini lucu sekali!" kata Zack tak habis pikir.
Brandon masih sangat panik.
"Sekarang aku putuskan. Untuk kedepannya vendor dihentikan! Ramos Company tidak akan bekerja sama dalam bentuk apapun dengan perusahaan Wirawan. Dan jika dalam 24 jam, tuan Brando Wirawan yang terhormat ini tidak bisa memberikan ganti rugi, maka semua vendor yang sedang berjalan pun akan aku hentikan!"
"Tuan...!"
"Jika ada keberatan, silahkan hubungi pengacara perusahan kami!" kata Kevin.
Zack segera berdiri dari kursinya.
"Tuan Zack, ini kesalahan pertama..."
"4 milyar, kamu pikir itu sedikit? sebaiknya banyak-banyak senam otak dan mata. Aku rasa matamu sudah bermasalah, kamu menyingkirkan orang yang kompeten dari jabatannya dan memberi jabatan tinggi pada seseorang yang tidak pantas sama sekali!" Zack mengatakan itu dengan wajah jijik melihat ke arah Siska.
Kevin juga langsung mengikuti Zack begitu saja tanpa berkata-kata.
Lulu yang memang tidak tahu harus bicara apa, hanya bisa pergi keluar untuk mengantarkan dua tamu terhormat itu meninggalkan perusahaan.
Setelah pintu tertutup. Dan suara langkah tidak terdengar lagi. Brandon sekali lagi menggebrak meja.
Brakkk
"Sial! darimana aku dapatkan 4 milyar itu dalam 24 jam!"
"Tuan..."
"Apalagi? ini salahmu!" pekik Brandon kesal.
Tapi Siska malah langsung menangis.
"Hiks... hiks... maafkan aku tuan, aku sungguh tidak tahu kalau tuan Kevin mengirimkan email terlarut itu. Aku akan berlutut minta maaf pada nyonya Tatiana. Aku akan minta dia membantu tuan, aku akan merendahkan diriku, yang penting tuan tidak pusing memikirkan ganti rugi itu!"
Melihat Siska menangis, Brandon menjadi tidak tega.
"Sudahlah, kamu benar. Tatiana pasti bisa mengatasi ini. Saat perusahaan hampir bangkrut, dia bahkan bisa mengatasinya. Hal seperti ini, dia juga pasti bisa!"
Brandon pun segera bergegas menemui Tatiana di ruangannya.
Tatiana hanya melihat sekilas ketika Brandon masuk. Lalu dia sibuk lagi dengan pekerjaannya.
"Tatiana!"
"Bukankah kalian sedang meeting, cepat sekali selesai" sindir Tatiana.
"Tatiana, Siska melakukan kesalahan. Tatiana, perusahaan di ambang masalah. Aku minta padaku, bisakah kamu menyelesaikan masalah ini? demi perusahaan Tatiana!"
Tatiana mengangkat kepalanya.
"Maksudmu, aku harus membereskan kekacauan yang dibuat oleh selingkuhanmu itu?"
"Tatiana, Siska bukan selingkuhan ku! dia masih baru, dia masih belajar. Wajar kalau dia membuat kesalahan. Tapi ini tentang perusahaan Tatiana..."
"Pecat saja aku, dan berikan pesangon ku. Aku lebih baik tidak bekerja di perusahaan ini. Daripada membereskan kekacauan yang dibuat wanita simpananmu itu!"
"Tatiana!" pekik Brandon.
"Apa kamu pikir aku tidak bisa berteriak?" balas Tatiana dengan suara tak kalah tinggi, "Aku berhenti!" pekik Tatiana memukul meja lalu meninggalkan ruangannya itu.
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣