NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:35.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Wind Rahma

Rania adalah seorang gadis kelas 3 SMA, berusia 17 tahun. Ia di utus oleh abangnya meminjam uang untuk keselamatan ibu mereka yang saat itu sakit parah, kepada pria pemimpin di perusahaan tempat dirinya bekerja. Pria yang di katakannya baik itu ternyata memiliki sifat asli yang sombong dan kejam. Namum, di balik semua itu ada alasannya mengapa ia seperti itu.

Rania harus menikahi pria itu untuk melunasi hutangnya, bukan karena pria itu mencintainya. Tapi Bagas menjadikan pernikahannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Rania rela berkorban demi keselamatan ibunya. Bahkan ia rela meninggalkan sekolahnya yang sudah ia pertahankan mati-matian sebelumnya, agar tidak pernah putus sekolah.

Ig: windyrahmawati26

Follow ya guys.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mood

Pagi hari tiba, matahari sudah memancarkan sinarnya dan masuk ke celah jendela. Sehingga membuat beberapa penghuni bumi harus segara bangun dari tidurnya.

Bagas bangun dari tidur dan menggeliatkan tubuhnya di sertai mulut yang ia sengaja buka lebar ketika menguap. Ia melirik jam dinding, jam sudah menunjukan pukul 05.55.

Ia turun dari ranjang tempat tidurnya, dan mendapati gadis remaja masih tidur di atas karpet permadani.

Sebuah ide jahil tiba-tiba melintas dalam pikirannya untuk membangunkan gadis itu dengan cara yang akan di lakukannya. Ia mengangkat sudut kanan bibirnya membayangkan sebuah rencana jahat itu akan menjadi sebuah hiburan sepagi ini.

Ini akan menjadi hiburan yang seru di bandingkan dengan sirkus.

Ia melirik ke atas meja kecil di samping tempat tidur, ada beberapa botol minyak wangi miliknya. Dengan cepat ia mengambil botol minyak wangi tersebut dan kembali berdiri di tempat di mana gadis remaja itu tidur.

Asik rasanya jika menjahili gadis ini, kemudian ia marah. Haha. Aku tidak perduli nanti dengan kemarahannya. Yang penting aku merasa terhibur.

Bagas mengocok botol minyak wangi itu terlebih dahulu dan menyemprotkannya ke atas untuk percobaan. Setelah percobaan itu ia lakukan, ia berdiri semakin dekat dengan gadis itu. Bagas berjongkok di depan kaki pemilik gadis itu. Ia mengulang untuk mengocokan botol minyak wangi, dan.

SROTTT SROTTT..

Bagas menyemprotkan minyak wangi itu ke daerah kewanitaan milik gadis itu, sehingga membuatnya basah dan tembus pandang.

Waw, dia ternyata memakai celana dalam berwarna hitam. Imut sekali punyanya. Aku sudah tidak sabar ingin mencicipi tubuhnya kalau aku tidak gengsi. Terlihat empuk.

Gadis itu tidak bangun dari tidurnya.

Bagas bangkit berdiri dan menahan tawa agar tidak pecah yang akan membuat gadis itu akan terbangun.

Bagas menjalankan misi selanjutnya, ia melemparkan botol minyak wangi ke atas tempat tidurnya. Ia membungkukkan tubuhnya dan meraih ujung karpet.

Siap ya gadis bodoh! Satu, dua, tiga.

Bagas menarik karpet permadani yang menjadi alas tidur gadis itu. Membuat gadis itu terguling dan meneriakan kata "GEMPA.. GEMPA.."

Gadis itu bangun dan reflek langsung berdiri, nafasnya tidak beraturan dan rambutnya berantakan. Gadis itu mendapati seorang pria berdiri di hadapannya sedang tertawa terbahak-bahak.

Apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang baru saja ia lakukan terhadapku?

"Apa yang anda lakukan, tuan?" tanya Rania yang mencurigai pria yang terus saja terbahak di hadapannya.

Bagas langsung berhenti tertawa dan memasang ekspresi wajah dinginnya.

"Harusnya aku yang tanya padamu, apa yang kau lakukan? Kau ngigau? Atau kau bermimpi?" Bagas melirik daerah kewanitaan Rania yang basah, "menjijikan!"

Rania segara melihat bagian tubuh yang baru saja Bagas lirik. Basah. Ia segera menutupi dengan kedua buah tangannya.

Ya ampun, kenapa jadi basah begini. Apa benar aku mimpi... ah rasanya tidak. Ini pasti ulahnya. Tapi, mana mungkin ia melakukan hal yang menurutnya tidak penting.

Haha, pasti sekarang dia sedang kebingungan. Mana mungkin ia berfikir bahwa itu semua perbuatanku. Ini sangat seru.

"Cepat pergi dari hadapanku! Aku tidak mau melihatmu yang menjijikan itu. Jangan lupa siapkan air untukku mandi!"

Rania tidak menjawab perintah Bagas, ia masih memikirkan hal yang baru saja terjadi.

"Apa kau tuli? CEPAT PERGI DAN SIAPKAN AIR UNTUKKU MANDI!" bentak Bagas yang membuat tubuh Rania tersentak dan bergegas pergi ke kamar mandi.

Bagas kembali tertawa tanpa suara, agar gadis itu tidak mendengarnya. Rencananya berhasil dan membuat ia mendapatkan hiburan menarik sepagi ini.

Rania yang sudah berada di kamar mandi mencium aroma parfum yang tidak asing dalam indra penciumannya. Ia mendengus-dengus seperti kucing yang sedang mencari ikan. Ia mencari asal aroma parfum yang semakin lama menyengat, ia mendekatkan telapak tangan ke lubang hidung.

Kenapa tanganku wangi parfum, padahal aku baru saja bangun tidur. Ada yang tidak beres.

Rania mengusap daerah kewanitaan yang basah, kemudian mencium kembali telapak tangannya. Benar, dari sini sumber aroma parfum berasal.

Hah, ternyata seorang tuan tajir dapat melakukan hal yang tidak penting ini untuk mendapatkan sebuah hiburan. Kenapa dia tidak menggunakan uangnya untuk pergi ke bioskop atau kebun binatang menemui saudaranya yang terkurung di sana. Dasar gila, sudah sesibuk itu ia masih kurang kerjaan.

"TUAN GILAAAA. ******* KAU!!" teriak Rania mengeluarkan kekesalannya dari dalam kamar mandi.

Bagas yang mendengarnya reflek membantingkan tubuh ke atas tempat tidur. Untung refleknya bagus ke kasur, coba aja ke lantai. Bisa di bayangkan kan, segimana sakitnya?

*****

Masih sepagi itu, Bagas sudah merusak mood Rania. Tapi Rania tetap saja mau melakukan perintah untuk menyiapkan air untuk mandi, dan menyiapkan pakaian kerja untuk Bagas.

Ia harus setia menunggu suaminya di depan pintu kamar ketika memakai pakaian. Dan akan kembali masuk ketika ia di butuhkan lagi.

"Gadis bodoh" teriak seseorang dari dalam kamar.

Rania segera membuka pintu dan masuk ke dalam kamar dengan wajah kesal.

Rania tidak melihat ke Bagas, ia melihat ke arah lain, "Ada apa lagi?"

"Tidak usah memasang ekspresi seperti itu, wajahmu sudah jelek! Jadi jangan di jelek-jelekan lagi. Mataku tambah sakit melihatnya."

"Tidak usah di lihat! Simple." jawab Rania masih kesal.

Bagas tersenyum kecil.

Kau terlihat imut saat marah seperti ini. Rasanya aku ingin mencium bibir seksimu. Ah, aku semakin tidak tahan ingin melakukan itu.

"Pejamkan matamu!"

Rania menatap Bagas, menyipitkan kedua matanya untuk melihat rencana apa lagi yang akan ia lakukan.

"Kau mau melakukan apa lagi? Belum puas mengerjai saya tadi?" tanya Rania sinis, mencurigai ada rencana buruk yang akan Bagas lakukan lagi terhadapnya.

"Tidak usah banyak tanya, cepat lakukan!"

Mau tidak mau Rania menurut juga dengan perintahnya.

Semoga dia tidak macam-macam.

Bagas mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya.

"Sekarang, buka matamu!"

Lagi lagi Rania menurut, ia membuka matanya dengan hati-hati. Takutnya sesuatu buruk akan menimpanya. Tapi kali ini salah besar. Sebuah cokelat di acungkan tepat ke depan wajahnya. Mata Rania langsung terbuka sempurna.

Apa ini maksudnya? Aku semakin tidak mengerti.

Bagas memberikan cokelat untuk Rania yang sempat ia beli di minimarket kemarin.

"Ambilah!"

Tangan Rania hampir mengambil cokelat itu, tapi seketika berhenti.

Apa akan ada hal yang harus aku bayar lagi? Tapi, ah sudahlah. Aku pikirkan itu nanti saja.

Rania langsung mengembat cokelat itu, tidak membiarkan cokelat itu sia-sia.

Bagas tersenyum, "Katanya obat untuk mengembalikan mood perempuan itu, salah satunya cokelat. Apa mood-mu sudah membaik?"

Tidak di sangka, sebuah kata-kata keluar dari mulut Bagas. Mulut yang selama ini ia pakai hanya untuk memakinya.

Rania masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Berulang kali ia menepok-nepok pipinya untuk memastikan apakah ia sudah benar-benar bangun tidurnya.

Dia kesambet apa? Apa Tuhan baru saja memberinya hidayah untuk memastikan bahwa ia adalah manusia sungguhan. Aneh.

"Kau siap-siap! Aku akan turun duluan untuk sarapan."

Bagas pergi melewati Rania yang masih membeku di tempat, tidak percaya dengan kejadian pagi ini. Tuhan telah memberinya kejuatan sepagi ini.

Bersambung...

Hay.. Gimana? Makin suka gak? Makin penasaran gak? Silahkan jawab di kolom komentar!

Like dan vote juga ya😊🤗

1
kalea rizuky
kok mirip saga dania/Slight/ moga cm awalan aja
nayla shaliha
selamat menempuh hidup baru
nayla shaliha
demi seorang ibu
nayla shaliha
apa mungkin rania bukan anak kandungnya
nayla shaliha
ketika harta mulai berbicara
nayla shaliha
cerita yang bagus
Rafanda 2018
nanggis aja terus
Rafanda 2018
orang kaya memang sombong.semaunya
Zulkarnael Tamppubolon
Luar biasa
anypuji
Abang sama ayah nya jahat bnget..harus nya bisa melindungi rania.tp mlh menjadikan Rania terpuruk
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
Selamat ya Bagas, Rania. Kalian akan jadi Orangtua baru. Jaga baik² baby kalian ya. Ciieee calon Daddy and Mommy baru. 😘😍😍
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Duo absurd and somplak
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
aaaa aku suka visual pemainnya kak windy.. thanks ❤💋
yang visual cowoknya hampir mirip Eza Gionino artis indo ya. 🤭😂
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
setuju sekali aku kak.. cocok Frans dan Nadira. sma² dewasa. 🤗🤗❤
Tiorida Rajagukguk
baru mampir,hi thor
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
semoga bahagia ini tidak cepat berlalu dan semoga keromantisan ini juga tidak cepat berlalu..
jangan biarkan pelakor merusaknya. Kak Wind ntar hempaskan pelakornya ya.
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ngakak aku
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
oh so sweet nya.. mau dong Bagas jadi istrimu.. 🤩🤣
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
siapa sih?? aku kok gk kenal banget. 🤔
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
Duh sayang sekali.. kasihannya dan malang sekali nasib meja itu. gk tahu apa² eh dianiaya sama Arshilla. Sabar ya meja. tabahkanlah hatimu..
Ginjalku bergetar thor, saat Arshilla menggebrak meja itu. kaget cuuyy.. 😱🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!