mahasiswi yang tidak haus dengan kehormatan dan bersikap dingin terhadap laki laki
dosen sekaligus tuan muda tampan berhawatak dingin dan mematikan
cerita ini hanya fantadi penulis saja ya... bukannya kisah nyata...
mohon beri dukungannya ya entah apa yang akan terjadi dengan wanita yang bersifat dingin dwngan tuan muda apakah akan merasakan cinta atau akan merasakan kebencian semata atau bahkan mereka adalah saudara kandung
entahlah sya juga blum mengetahuinya ikuti saja terus ceritanya 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V A SYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
dira yang melihat diego sedang di serang segera meminta bantuan melalui telpon genggamnya dan segera menghubungi pihak kepolisian.
tak lama diego terlihat terpental namun tidak sampai terjatuh. diego terus melawan ke empat preman itu tak lama pihak kepokisian datang dan menembakkan pistolnya mengarah ke atas. sebagai tanda peringatan.
perkelahianpun berhebti dan dengan segera ke empat pereman itu langsung berlati namun pihak ke pokisian juga bergerak dengab cepatnya untuk menangkap preman itu pada saat itulah dira keluar dari mobil dan langsung berlari ke diago
"apa kakak tidak apa apa" ucap dira khawatir dengan keadaan diego.
"kenapa kamu keluar sekarang kan sedang hujan, kembalilah ke mobil. aku baik baik saja" ucap dieho mengusap pipi dira dengan lembut dan menampilkan senyumannya. diego mengantar dira kembali ke mobik dan kemudian menghampiri pihak ke pokisian untuk memberikan keterangan dan di bantu oleh anggota ke polisian lainnya untuj menepikan dahan pohon tersebut.
diego kembali ke dalam mobil dengan ke adaan basah dan mengendarai mobilnya.
"apa kita bisa mampir sebentat ke apartemen saya untuk mengganti baju sebentar?" tanya fiego hati hati kepada dira
"baiklah tapi biar saya tunggu di luar apartemen kakak saja"
diego yang mendengarnyapun hanya mengangguk
diego melajukan mobilnya membelah keheningan malam dengan suara deru knalpotnya. diego menuju ke sebuah gedung pencakar langit dengan jumlah lantai sekitar lima belas lantai.
diego membukakan pintu untuk dira dan menggenggam tangan dira menuju lift dan kemudian menekan tombol yang bertuliskan angka 10 diego tidak pernah melepaskan genggamannya pada tangan dira.
dira merasakan ketenangan pada saat diego memggenggam tangannya. dia merasa pernah dekat dengan orang tersebut dira tidak mencoba melepaskan tangannya dari genggaman diego. dira tetap mengaitkan jari jarinya pada genggaman diego sampai di depan pintu apartemen diego. dieho menekan rangkaian nomor sebagai sandi untuk membuka pintunya dan kemudian melepaskan genggaman tangannya pada diri
"aku hanya sebentar saja tunggulah" ucap diego dan mengelus pipi dira.
dira merasakan ada hal aneh yang mengalir dalam tubuhnya saat matanya tak sengaja bertemu pandang dan saling bertautan dengan mata diego.
diego nerasa jantungbya sedang berpacu pada saat matanya saling bertautan dengan mata dira dan segera masuk untuk mengganti bajunya.
dira menubggu di luar apartemen diego dia tidak ingin ada yang salah paham jika dia ijut masuk sementara itu diego mengganti bajunya tanpa mandi dan segera keluar dari apartemennya mengingat ada seorang wanita yang sedang menunggubya di luar.
entah mengapa setiap dia mengingat dira jantungnya selalu berpacu dengan kuatnya serasa jantungnya itu akan segera keluar dari dalam rongga tubuhnya.
dira menubggu di sebuah kursi dwkat jendela yng tidak jauh dari apartemen diego dia melihat rintik hujan yang dengan setianya terus menetes seakan ada rindu yang tak pernah ada habisnya.
"dira ayo aku antar kamu pulang dulu" ajak diego yang telah selesakkb dan berjalan ke dekat dira.
dira mengalihkan pandangannya dan melihat diego yang telah berganti pakaian
"kamu curang kak yego kamu sekarang sudah berganti pakaian sementara sekarang aku masih sedikit basa" ucap dira sambil memanyunkan bibirnya.
"baiklah kamu boleh memakai apartemenku untuk mengganti bajumu?"
"tapi aku tidak punya baju ganti bisa aku pinjam bajumu"
"masuk dan mandilah aku akan menyuruh asistenku untuk mengambil pakaian untukmu di butik milikmu"
"baiklah terima kasih kak yego" ucap dira "tapi ingat jangan masuk sebelum aku selesai.
"bagaimana dengan bajumu jika sudah datang?"
ketuk sajalah pintunya atau telpon aku tetap lah berdiam diri di sini kak"
diegopun hanya mengangguk melihat dira yang melangkahkan kakinya masuk ke apartemen. tak lama dira masuk dia kembali keluar dan menanyakan di mana letak kamar dan toilet yang harus di gunakannya. setelah mendapat petunjuk itupun dira langsung masuk ke kamar diego.
tak lama asisten diegopun membawakan pakaian untuk dira dan memberikannya kepada diego dan segera pergi.
diego menyimpan papper bag itu di belakang pintu dan mengirimkan pesan ke pada dira.
setelah dira selesai dia langsung keluar.
"kak diego" diego yang mendengar namanya di panggil langsung membalikkan badannya dan berjalan mendekati dira kemudian mengabtar dira pulang ke rumahnya.
di dalam mobil dira tertidur sedangkan diego yang melihatnyapun hanya geleng geleng kepala saja setelah sampai dira tidak kunjubg bangun juga. dia segera mengetuk pintu rumah dan menggendong dira masuk ke dalan rumah.
"bibi tolong antarkan saya ke kamar dira"
"mari tuan kamar nona ada di lantai atas"
diego menggendong dira dan memaringkan tubuh dira secara perlahan di atas kasur diego mengamati wajah dira yang sedang terlelap
diego kembali merasakan jantungnya sedang berpacu seperti sedang lari maratoon di dalam sana.
lama memperhatikan dira diego keluar dan menutup pintu lamar dira secara perlahan.
"bibi tolong titip salam sama om dan tante dan juga untuk dira"
"baik tuan"
diego berjalan keluar dan melajukan mobilnya kembali ke apartemennya.
cerita nya bagus, tapi banyak sekali kata yang hilang, huruf yang salah,
mohon sebelum di phost, di telitii terlebih dahulu,
kita hanya membaca, memberi semangat, dan meluruskan,
semangat terus Thor,
----------------------------------
SEMOGA SuperWin😂