Marcelo, seorang anak pengusaha terkenal jatuh cinta pada seorang gadis sederhana. Sayangnya cintanya tidak direstui oleh sang ibu, sehingga dia harus berpura-pura gila agar bisa bersatu dengan gadis itu.
Demi cintanya, Mitha rela menikah dengan laki-laki gila dan hidup menderita karena mertua yang menjadikannya seorang pembantu di rumah mewahnya.
Mampukah Mitha bertahan demi cintanya pada Celo sang suami? Yuk ikuti kisah selanjutnya dalam Cinta Gila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CG# 32
Laras menggeliat dalam gendongan Mahesa karena merasa tidurnya terusik oleh suara Tuan Sapto Hudoyo, sang ayah, yang menggelegar. Mahesa yang merasakan pergerakan tunangannya, langsung semakin mempererat pelukan, takut Laras terjatuh. Namun, tindakan itu malah membuat gadis itu langsung membuka matanya lebar.
Setelah sadar dengan keberadaannya, Laras minta diturunkan. Mahesa dengan perlahan menurunkan sang kekasih agar tidak terjatuh. Begitu melihat sang ayah berada di ruangan yang sama, gadis itu tidak tahu harus bagaimana.
"Dari mana kalian? Kenapa sampai larut baru sampai rumah, padahal kalian tadi pulang terlebih dahulu dibandingkan kami?" Tuan Sapto Hudoyo kembali mencecar pertanyaan pada Mahesa dan Laras.
Kedua tangan Sapto sudah mengepal kuat siap untuk memukul sang calon menantu. Namun, dia tahan karena ingin mendengar penjelasan mereka. Walau bagaimanapun juga, Sapto tidak bisa main hakim sendiri. Setiap kejadian memiliki sebab akibat, lebih baik mendengarkan penjelasan terlebih dahulu.
"Kami hanya mengobrol di kafe, Om. Sudah lama kami tidak bertemu. Jadi, kami ngobrol untuk melepas rindu," jawab Mahesa menjelaskan.
"Betul hanya ngobrol saja?" tanya Sapto Hudoyo penuh selidik. "Tidak melakukan suatu hal yang membuat keluarga malu?"
"Betul, Dad. Mana mungkin Laras bohong? Memang gak boleh ya kalau pergi berduaan?".
"Bukan tidak boleh, Laras. Kamu itu anak perempuan, tidak bisa sembarangan keluyuran bersama lawan jenis walaupun dia kekasih kamu. Wanita baik-baik akan menjaga marwahnya. Jangan seperti ini lagi! Daddy tidak sanggup menanggungnya jika masih kamu lakukan apa yang menjadi larangan agama," jelas tuan Sapto Hudoyo.
Laras diminta sang ayah untuk segera masuk ke kamar. Sementara Mahesa ditahan oleh Sapto Hudoyo untuk diinterogasi. Laki-laki paruh baya itu takut sang anak terlalu bebas bergaul, mengikuti pola hidup orang barat seperti Mahesa.
Mahesa pun menjelaskan alasannya membawa Laras keluar sampai larut, padahal baru saja acara pertunangan mereka. Namun, laki-laki usia dua puluh tiga tahun itu tidak menceritakan secara mendetail karena takut sang kakak.
Setelah selesai memberi penjelasan, Mahesa diusir tuan Sapto begitu saja. Laki-laki itu tidak peduli hari sudah berganti dan sang calon menantu yang terlihat lelah. Tanpa belas kasihan dia mengusir Mahesa demi kebaikan bersama.
Sementara itu, Laras langsung masuk ke kamarnya. Gadis cantik yang memiliki tubuh bak gitar Spanyol itu hanya mengganti pakaian dan mencuci muka lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Beberapa menit berlalu, tetapi rasa kantuk tidak kunjung datang menjemput.
Pikiran gadis itu menerawang jauh di masa sekolah memakai seragam abu-abu. Saat pertama kali kenal dengan seorang Mahesa Weasley yang terkenal angkuh dan dingin. Namun, sangat lembut dan baik hatinya.
Pembawaan Mahesa yang sulit didekati membuat Laras semakin penasaran ingin mengenal lebih dekat. Akan tetapi, baru mendapatkan informasi sedikit tentang anak pertama Weasley, dia harus menelan kekecewaan. Mahesa memilih melanjutkan sekolah di luar negeri, sehingga mereka terpisah jarak dan waktu.
"Akhirnya, aku bisa mendapatkan kamu. Betul kata orang jaman dahulu. Kalau jodoh tak akan kemana," gumam Laras optimis dengan senyum mengembang.
Laras guling-guling di atas ranjang karena rasa bahagia. Mimpinya untuk bersatu dengan laki-laki yang dia cintai pun sebentar lagi terlaksana. Setelah lelah berguling di atas ranjang, gadis itu akhirnya tertidur dengan kondisi selimut berantakan.
***
sukses selalu Thor
Laras baik untungnya
meski banyak rintangan yang selama ini menghalangi,akhirnya semua bisa bahagia.
semau sendiri.