NovelToon NovelToon
My Dear Arrogant Husband

My Dear Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Istri ideal / Trauma masa lalu / CEO / Cinta Seiring Waktu / Office Romance / Romansa / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Apple Cherry

Sequel Cold Husband.

Elleora, tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan jatuh cinta pada pria ketus, angkuh dan menyebalkan.


Kennard Xavier Chin adalah putra sulung pasangan Dannis Chin dan Araabella Islean Frederic. Tanpa sengaja bertemu dengan gadis ceroboh seperti Elleora, yang ternyata adalah sekertaris barunya di kantor.


Karena suatu kejadian, membuat Ken berhutang budi pada Rara, entah kenapa dengan hatinya. Ken mulai merasakan ada yang aneh dengan hatinya.


Terlebih, Rara memiliki wajah yang begitu mirip dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal beberapa tahun silam.


Mungkinkah, Kennard menyukai sekertaris barunya itu? Lalu apa jadinya, jika gadis itu malah ingin menjauh darinya, hingga ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor Kennard.


Ikuti terus ceritanya ya 😅


LIKE
KOMEN
RATE BINTANG LIMA


gomawo 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MYDAH : Tidak sengaja mendengarnya.

"Ken, kau hari ini pagi sekali berangkat ke kantor?" tanya Araa pada putranya yang sudah terlihat rapi.

"Iya, aku memang selalu berangkat pagi Ma, sebagai boss harus memberi contoh yang baik," jawab Kennard.

Araa mengangguk, "Hmm baiklah, kalau begitu Mama juga mau ikut ke kantormu, boleh kan?" tanya Araa.

Ken mengernyit, "Tidak biasanya, kalau papa mencari Mama bagaimana?" tanyanya.

"Tidak, Mama sudah bilang pada papa, lagipula papamu kan sibuk, jadi tidak masalah kalau Mama sesekali berkunjung ke kantormu kan.." jawab Araa.

"Baiklah, terserah Mama saja, kalau begitu ayo kita jalan," ajak Ken.

"Ayo, Mama ambil tas dulu sebentar,"

Ken dan Araa segera berangkat ke kantor, Araa terlihat sangat antusias, sebenarnya salah satu alasan ia ingin ikut ke kantor Ken adalah menemui Rara, tapi ia tidak memberitahu Ken, karena takut Ken malah melarangnya ikut.

"Ma, apa Mama nanti tidak bosan di kantor? disana kan tidak ada hiburan," ucap Ken.

Araa tertawa kecil menanggapi ucapan Ken.

"Kau pikir Mama kesana mau mencari hiburan? Mama hanya ingin melihat kau bekerja." jawab Araa.

"Melihatku bekerja?" Ken merasa aneh dengan alasan Araa yang tidak biasanya itu, kenapa mendadak ingin melihatnya bekerja, batin Ken.

Araa mengangguk, "Iya sayang, kau kenapa sih? sudahlah tidak perlu berpikir macam-macam, lagipula Mama tidak akan mengganggumu." jawab Araa sambil tersenyum.

"Baiklah Ma," sahut Ken singkat.

Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di kantor Kennard.

Ken bersama Araa masuk ke dalam ruangan kerja Ken, disana Rara sudah duduk di mejanya, ia terkejut ketika melihat Ken, kenapa ada Tuan Ken? bukannya dia sedang ada pekerjaan diluar? batin Rara.

"Selamat pagi Tuan," ucap Rara memberi salam pada bossnya.

Ken hanya berdekhem, lalu duduk.

Setelah itu Araa muncul, memasuki ruangan Ken, Rara terkejut lagi, kenapa ada Nyonya Araa juga? batinnya.

"Selamat pagi Nyonya.." ucap Rara memberi salam.

"Pagi, apa kabar Rara?" tanya Araa sambil tersenyum ramah.

"Saya baik Nyonya, semoga Nyonya juga sehat selalu," sahut Rara sambil membungkuk.

"Terimakasih doanya, lanjutkan saja pekerjaanmu, aku hanya melihat-lihat saja kok," Araa duduk di sofa ruangan Ken.

"Baik Nyonya," jawab Rara singkat.

'Kenapa dia masuk kantor hari ini? Astaga.. aku tidak menyangka, kalau dia akan kembali bekerja hari ini, bagaimana ini, apa sebaiknya aku sekarang saja memberikan surat resainku? tapi ada nyonya Araa, aku tidak enak juga, lagipula sebaiknya aku tidak terburu-buru,'

Ken melirik sekilas ke arah Rara, dengan tatapan dingin seperti biasa.

"Buatkan minuman untukku dan Mama," perintah Ken.

"Baik Tuan," jawab Rara.

"Sayang, Mama tidak ingin minum, santai saja," sahut Araa.

"Kalau begitu buatkan aku saja," perintah Ken lagi.

"Baik, Nyonya sekalian saja saya buatkan ya, tunggu sebentar," ucap Rara.

Araa hanya tersenyum, ia sangat senang melihat Rara, menurutnya Rara adalah istri yang ideal untuk anaknya.

"Sayang, Rara sangat pengertian sekali, Mama sangat suka melihatnya, entah kenapa." ucap Araa.

"Pengertian seperti apa, dia baru membuatkan minum setelah aku yang menyuruhnya," celetuk Ken.

Araa mencebik, "Kau ini kenapa sih, selalu saja tidak sepaham dengan Mama, entah perempuan seperti apa yang kau sukai, Mama sudah cukup sabar." sahut Araa terlihat kesal.

Ken memijat keningnya, ia pusing menghadapi Mamanya.

Ia terdiam tidak mau menanggapi ucapan Mamanya tadi.

Araa juga diam, ia kesal dengan sikap anaknya, kenapa terlalu ketus pikirnya.

Beberapa saat kemudian, Araa masih kesal dengan sikap putranya itu, "Kau seharusnya jangan terlalu ketus, sampai kapan kau akan menolak permintan Mama?" tanyanya.

Ken memijat keningnya lagi.

"Lalu Mama mau aku harus bagaimana? melamarnya sekarang begitu?" tanya Ken penuh penekanan.

Rara tidak sengaja mendengarnya dari balik pintu.

'Apa maksudnya tadi? melamar siapa?'

Araa menghela napas panjang, "Mama hanya mau kau bahagia sayang, dan menurut Mama, Rara adalah wanita yang baik untukmu," sahut Araa.

Rara masih mendengarkan perbincangan Ken dan mamanya tersebut, karena ia tidak enak kalau langsung masuk begitu saja, ia tidak bermaksud menguping tapi suara itu terdengar jelas olehnya.

"Ma, kalau Mama ingin aku bahagia, maka biarkan aku yang menentukan jalan hidupku sendiri, Mama tidak perlu pusing memikirkan hal itu, aku sudah dewasa, sudah tahu bagaimana menentukan pilihanku sendiri," tegas Ken.

Saat itu Rara merasa kaget mendengarnya, ia jadi tidak enak hati, ternyata Araa masih saja berusaha menjodohkan dirinya dengan Ken, padahal sudah jelas Ken selalu menolak hal itu, pikir Rara.

Rara menarik napas dalam, lalu membuangnya, ia berusaha tenang, seolah tidak pernah mendengar apapun, ia segera masuk sambil membawa dua cangkir minuman untuk Ken dan mamanya.

"Silahkan diminum Tuan," ucap Rara sambil meletakkan secangkir teh hijau untuk Ken.

"Ya," jawab Ken datar.

"Silahkan diminum Nyonya," ucap Rara sambil meletakkan secangkir teh juga untuk Araa.

Araa menyentuh tangan Rara, menahan Rara pergi.

"Duduklah dulu, aku ingin bicara denganmu," ucap Araa.

"Tapi ini masih jam kerja Nyonya," jawab Rara sambil melirik ke arah bossnya, Ken tidak berkutik, dia hanya diam saja.

"Tidak apa-apa, Ken tidak akan marah," sahut Araa.

Rara sebenarnya ragu menuruti kemauan Araa, tapi ia juga tidak ingin menolak, "Baiklah Nyonya," jawab Rara duduk di samping Araa.

"Rara, minggu depan kita jadi pergi piknik ya? kau ikut kan?" tanya Araa.

"Iya," jawab Rara singkat.

"Kau kenapa? apa sedang memikirkan pekerjaan?" tanya Araa, ia melihat sepertinya Rara sedang memikirkan sesuatu.

Rara menggeleng, "Tidak Nyonya," jawabnya.

"Ma, ini masih waktu bekerja, lagipula lusa kan Mama bisa mengobrol dengannya saat piknik yang Mama katakan itu, sekarang biarkan dia kembali ke pekerjaannya," ucap Ken dari meja kerjanya.

Rara hanya diam saja, dia masih kepikiran apa yang tadi ia dengar, rasanya hal itu mengganggu pikiranya terus sampai saat ini.

"Baiklah, kau boleh melanjutkan pekerjaanmu, lusa kita bertemu saat piknik ya, kau harus ikut, karena kalau kau tidak ikut maka aku akan sedih," ucap Araa.

Rara tersenyum tipis, "Baiklah Nyonya, saya akan usahakan untuk ikut, asalkan kehadiran saya tidak mengganggu saja," sahut Rara.

"Mana mungkin mengganggu, aku sangat senang karena ada kau, jadi kalau kau tidak ikut maka pikniknya juga akan batal," tegas Araa.

"Sudahlah Ma," sahut Ken malas.

"Dan kau silahkan kembali bekerja," tegas Ken pada Rara.

"Baik," jawab Rara, ia segera kembali ke meja kerjanya.

Araa menggeleng melihat sikap anaknya, itu yang ia cemaskan selama ini, putranya itu terlalu ketus dan angkuh, sehingga ia takut kalau Ken akan sulit mendapatkan jodoh, Araa sudah merasa cocok dengan Rara, hanya saja sikap anaknya sendiri yang menurutnya sangat menyebalkan, batin Araa.

Ken melirik sekilas ke arah Rara, gadis itu sedang fokus memeriksa beberapa dokumen yang ada di mejanya, sejujurnya Ken juga memiliki perasaan yang berbeda terhadap Rara, hanya saja ia sendiri tidak mau menunjukkan hal itu, entah apa yang membuatnya ragu, ia masih menunggu waktu yang pas, untuk memastikan lagi perasaannya saat ini.

Selang beberapa lama, akhirnya Araa memutuskan untuk pulang ke rumahnya, ia diantar oleh Kevin, karena Ken masih harus meneruskan pekerjaannya.

Saat ini hanya tersisa Rara dan Ken saja di ruangan tersebut.

"Jangan terlalu di masukkan ke dalam hati, tentang perkataan mamaku tadi," ucap Ken secara tiba-tiba berkata seperti itu, Rara hanya terdiam, "Iya Tuan,"jawabnya.

"Kau sedang ada beban pikiran atau apa?" tanya Ken.

"Tidak, aku baik-baik saja," jawab Rara.

"Apa ada pria yang mengganggumu lagi?" tanya Ken.

Rara menggeleng, "Saya baik-baik saja Tuan," jawabnya.

Ken juga terdiam, "Yasudah,"

Setelah pekerjaan selesai, Rara bersiap untuk pulang.

"Kau bawa mobil?" tanya Ken.

Rara mengangguk, "Iya Tuan, saya membawa mobil," jawabnya.

"Hati-hati kalau menyetir," ucap Ken masih dengan wajah datar seperti biasanya.

"Baik Tuan, saya permisi dulu," Rara pun segera meninggalkan ruangan kerjanya.

______________

Author : Jangan lupa like dan komen yang banyak ya, vote nya juga 😊😊

1
Puput
Hey bodoh, semuanya emang membutuhkan uang tapi gak semuanya tentang uang🙄
Elen: /Facepalm//Scream/
total 1 replies
Puput
ini namannya campuran antara Korea, Nama orang dari negara negara barat sana China ya thor?
Rat Miyati
Luar biasa
Rat Miyati
Lumayan
Ellllll8
sedihhh Bgtttt thorrr tpi aku suka ceritanya bikin terharuuu
Ellllll8
ohh my God kennnn
Ellllll8
bagussss bgttt Thor bikin baperr
Ellllll8
hhhaaaa ciecieee kennnn buat aku trbng ajaaa
Ellllll8
ohhh my God maunya dijodohkan aja Daddy dane
Murni Asih
bgua
Nurilbasyaroh
bkn rara yg baper tpi aku yg baca jadi baper
Nurilbasyaroh
galak tapi perhatian sweet banget!
Nurilbasyaroh
ok ok lah buat visual y
Anita Septiani
ceritanya bagus.....
senja indah
aplk oren aplksi apa
Atika Darmawati
ok
Ismalinda
Luar biasa
Fitrianinaim_queen03
Kevin, makin lama makin meresahkan 🥴🥴
Eva Rubani
apa rara lg hamil tp dia ngak tau
Eva Rubani
istri Sultan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!