Seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang sudah sangat bosan dengan kehidupannya saat ini tiba-tiba saja tertarik masuk ke dunia lain.
Saat dia sudah berada di dunia lain itu, dia melihat ada empat raja iblis yang sudah berdiri di depannya.
Disaat dirinya masih kaget dan bingung dengan apa yang terjadi, keempat raja iblis itu meminta gadis tersebut untuk menjadi Wanita Bintang Pijar mereka.
Dan tanpa berpikir panjang, wanita tersebut pun langsung menerima permintaan dari raja iblis yang baru saja dia temui itu.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah petualangan wanita itu dengan keempat raja iblisnya?
Jika kalian penasaran, maka ayo ikuti kisah Zeena yang tertarik masuk ke dunia lain, dan langsung menjadi wanita dari keempat raja iblis sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 30. Menerobos Masuk!
Minggu, 21 November 2067 merupakan hari dimana Zeena sang Wanita Bintang Pijar, akan melakukan pekerjaan pertamanya di lembah kematian, yaitu membantu Juerlos untuk menghukum para iblis yang ada disana.
Zeena juga sudah tidur dan beristirahat dengan cukup kemarin, semua itu dia lakukan agar kinerja kerjanya hari ini bisa maksimal.
Setelah mandi dan juga sarapan, Zeena pun segera membuat lingkaran sihir di lantai ruang tamu rumahnya.
Dan tidak perlu waktu lama bagi wanita itu untuk membuat lingkaran sihir tersebut, karena pada dasarnya Zeena memang sudah sangat sering melihat keempat raja iblis, maupun Xenos melakukan hal itu.
"Siap!" seru Zeena sembari tersenyum melihat mahakaryanya itu, lingkaran sihir pertama yang dia buat sendiri.
Karena lingkaran sihirnya sudah ada, maka tanpa menunggu lebih lama lagi, Zeena mengalirkan mana yang dia punya ke telapak tangannya.
"Vasíleio Daimónon, lembah kematian!" Zeena mengucapkan nama dunia tempat keempat raja iblisnya tinggal itu dengan suara yang jelas.
Seketika saja cahaya putih yang sangat terang menyinari ruang tamu tersebut. Perlahan Zeena pun mulai merasakan dirinya yang ditarik masuk ke dalam lingkaran sihir yang dia buat.
Setelah beberapa saat, cahaya terang itu mulai meredup, dan dengan perlahan Zeena membuka matanya yang sempat tertutup karena silau dengan terangnya cahaya itu.
Zeena melihat sekelilingnya, dia mencoba mengingat-ingat dimana posisinya saat ini.
Dan ternyata, saat ini Zeena ada di hutan gelap yang sama dengan kemarin, saat Xenos yang membawanya ke lembah kematian itu.
"Hmm ... Kenapa harus dimulai dari sini? Mengapa aku tidak bisa langsung berada di dalam kastil itu saja? Sama seperti ketika aku teleportasi ke kerajaan Hans, aku bisa langsung berada di dalamnya!" gumam Zeena, karena sejujurnya dia sangat malas untuk berjalan ke kastil besar itu dari tempat dia saat ini.
Namun, meski sangat enggan untuk berjalan, pada akhirnya Zeena pun tetap melangkahkan kakinya menuju kastil besar tempat kerjanya itu.
Setiap langkah kaki yang dia lakukan membuat jaraknya dengan kastil itu semakin dekat, dan karena Wanita Bintang Pijar itu berjalan dengan cepat, dia jadi bisa sampai ke kastil besar yang jaraknya cukup jauh hanya dalam 2 menit saja.
Lava panas yang mengelilingi kastil berkedok penjara itu, juga jembatan sekaligus pintu yang masih belum turun, membuat pekerja baru itu menjadi sedikit bingung tentang bagaimana caranya agar dia bisa masuk ke dalam.
Zeena juga belum tahu, bagaimana cara menghubungi iblis yang jauh di dunia ini.
Jika di dunia manusia, ada ponsel yang dapat Zeena gunakan untuk menghubungi seseorang yang jaraknya jauh dari dia. Namun di dunia ini, bagaimana caranya melakukan hal seperti itu?
"Juerlos!" teriak Zeena memanggil nama penjaga dari lembah kematian itu, tapi meski dia sudah melakukannya beberapa kali, Juerlos tidak kunjung muncul juga.
Zeena menyipitkan matanya, "Apa dia sedang di toilet ya saat ini? Kan dia punya masalah dengan perutnya itu. Tapi kalau memang iya, bagaimana caraku bisa masuk ke dalam? Jika terlalu lama di sini, pasti akan ada hewan buas ataupun iblis jahat yang datang!"
Wanita Bintang Pijar itu semakin putus asa, dia benar-benar sudah lelah berdiri di depan gerbang kastil itu, terlebih lagi lava panas yang ada membuat keringatnya terus bercucuran.
"Arrghh ... Sudahlah! Aku sudah benar-benar kesal saat ini! Maaf Juerlos, tapi sepertinya aku akan masuk dengan sedikit kasar!" ujar Zeena.
Dia tersenyum licik sekilas, "Ku harap Juerlos tidak akan memotong gaji ku, karena merusak gerbang masuk ini!"
"Bála fotiás!" seru Zeena merapalkan mantra sihir api tingkat menengah itu, dan dia mengarahkan serangannya ke pintu besar yang menutupi jalan masuknya ke dalam kastil tersebut.
Dengan mana yang cukup besar, hanya dengan menggunakan sihir tingkat menengah, Zeena sudah mampu menghancurkan gerbang yang kokoh itu dalam sekali serangan.
Setelah jalannya sudah terbuka, maka hanya tinggal satu masalah yang harus dia pecahkan, yaitu menyemberangi lava panas tersebut.
Zeena diam untuk berpikir sejenak, memikirkan apakah sihir es nya dapat membekukan lava itu setidaknya selama beberapa detik saja.
"Sihir tingkat menengah, atau langsung sihir tingkat tinggi saja, ya?" gumam Zeena masih sulit untuk memutuskan.
Hingga akhirnya, "Baiklah! Mumpung saat ini aku sedang berhadapan dengan lava yang panas, maka ini akan menjadi kesempatanku untuk menggunakan sihir es tingkat tinggi itu!"
Karena telah memutuskan pilihannya, Zeena pun langsung mengalirkan mana yang dia punya ke telapak tangannya itu. Dan kali ini, dia hanya akan menggunakan 3% dari mana yang dia punya.
Jika 3% mana nya saja dapat menghancurkan batu yang sangat besar hanya dengan sihir api tingkat menengah, seperti yang terjadi saat dia melakukan pelatihan dengan keempat raja iblis. Maka menggunakan 3% mana nya untuk sihir es tingkat tinggi itu sudah sangat kuat.
"Pagoménos!" ucap Zeena merapalkan mantra es tingkat tinggi itu dengan suara yang lantang.
Setelah Zeena selesai merapalkan mantranya, seketika saja suhu disana menjadi benar-benar sangat dingin, dan dengan sangat cepat, lava panas yang mengelilingi kastil besar itu merubah menjadi es yang berkilauan.
"Ahh ... Keputusanku benar ternyata! Ini es yang sangat kokoh, aku bisa menyemberangi nya!" Zeena berbicara dengan kegirangan.
Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Wanita Bintang Pijar itu langsung berjalan di atas es yang dia buat untuk memasuki kastil tersebut.
Saat dirinya sudah melewati gerbang yang telah dia hancurkan sebelumnya, dengan iseng Zeena berbalik untuk melihat ke arah belakangnya.
Betapa kagetnya dia, saat menyadari bahwa bukan hanya lava panas itu saja yang berubah menjadi es, tapi hampir seluruh hutan yang ada di belakangnya pun juga ditutupi oleh es. Pantas saja suhu dinginnya tidak main-main.
"Hehe ... Maaf, akan aku kembalikan seperti semula kok!" Dengan tertawa kecil, Zeena melihat betapa kacaunya hal yang telah dia lakukan dengan sihir es nya itu.
"Epistrépste ópos prin!" Zeena merapalkan mantra sihir yang dapat membuat situasi kembali seperti semula, dan selang beberapa saat setelah dia selesai merapalkan mantra tersebut, semua kerusakan yang dia lakukan pulih kembali.
Pintu yang hancur kembali utuh, begitupun dengan semua hal yang membeku, lava panas kembali mengalir, hutan-hutan yang beku kemudian mencair.
Karena dia telah memperbaiki semua kerusakan yang telah dia perbuat, Zeena pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam kastil besar itu, karena dia harus segera bekerja.
Disisi lain, ada 2 iblis yang memantau Zeena sejak tadi dari kejauhan, 2 iblis yang sangat kuat, mereka adalah Ferre dan juga Belzuse.
"Haha ... Betapa lucunya perilaku dari Wanita Bintang Pijar kita itu!" ucap Belzuse diiringi dengan tawanya yang gembira.
"Kau benar ... Tapi, mengapa Zeena datang ke lembah kematian ini? Ada keperluan apa dirinya di tempat seperti ini?" sahut Ferre yang kemudian bertanya karena bingung.
"Lucis mengatakan padaku tadi, kalau wanita kita akan bekerja di kastil itu selama beberapa hari untuk membantu Juerlos," balas Belzuse.
Ferre menganggukkan kepalanya, "Ternyata begitu. Ini lucu sekali, seorang wanita terkuat di dunia ini, wanita yang merupakan Wanita Bintang Pijar dari keempat raja iblis, malah bekerja di tempat seperti itu. Betapa menariknya dia!"
bersiaplah menghadapi penjahat yg sebenarnya Zeena 😁