Siapa yang tak mengenal seorang bernama belakang Alfonso?
Maximo Alfonso adalah laki-laki bergaris keturunan bangsawan Alfonso yang saat ini mengambil alih tugas pekerjaan gelap ayahnya.
Seorang mafia terkenal kejam dan sering bergonta-ganti wanita. Siapa sangka, dirinya terpikat oleh salah satu budaknya yang sangat cantik hingga membuatnya meninggalkan kebiasaan bermain dengan banyak wanita.
Wanita itu bernama Alea, gadis yang sangat malang. Akibat iri hati saudara tirinya membuatnya tega menjual Alea sebagai seorang budak hingga jatuh ke tangan Maximo.
Akankah Alea dan Maximo bersatu menuju ikatan suci? Ataukah hanya sebatas hubungan budak dan majikan?
Ikuti terus kelanjutannya!
CEKIDOT!😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan
"Huh! Baiklah, aku tidak akan menghukum mu asal kau mau menuruti perintah ku." Tuan Max pura-pura bersikap arogan didepan Alea. Kenyataan nya, dia ingin terus mendekap tubuh ringkih itu untuk mengobati rasa rindu yang begitu membuncah setelah satu bulan lebih ditinggalkan.
"A-apa itu?" Alea sangat takut, tubuh nya yang sejak tadi menahan gemetar kini bahkan getaran itu semakin bertambah hingga tak mampu lagi ditutup-tutupi.
Mendengar Tuan Max menyuruh nya untuk menuruti perintah, maka pikiran Alea sudah mengarah pada perilaku buruk Tuan Max sebelum nya. Dimana pria itu selalu bersikap kejam pada para budak-budak nya. Hanya kepada nya lah pria angkuh itu sedikit memiliki hati.
"Kau yakin ingin menyetujui nya?" Seringai tipis itu menghiasi bibir Tuan Max membuat bulu kuduk Alea terasa meremang. Biasanya Alea akan menyetujui begitu saja bila merasa mendapat tantangan.
"Ya, saya menyetujui nya!" Sudah diduga, Alea akan menyetujui begitu saja setelah ditantang tuan Max. Bahkan kali ini dia tak lagi merasa takut-takut. Gemetar di tubuh nya sedikit demi sedikit kini berangsur membaik. Tubuh nya kembali relaks dan tak lagi ketakutan.
Tuan Max tak dapat menahan senyum, pria itu benar-benar tak seperti biasanya. Kali ini dia terlihat lebih banyak tersenyum dan tak pernah melepaskan pandangan nya dari Alea. Untung saja wanita itu belum menyadari, jika saja Alea menyadari apa yang dilakukan Tuanya, mungkin dia sudah mati gaya sejak tadi.
"Mari kita menikah,"
Deg.
Kepala Alea mendongak, menatap Tuan Max yang sejak tadi menatap nya. Dia syok dan merasa tak percaya dengan apa yang baru saja didengar nya. Namun untuk meminta mengulang perkataan, tentu Alea tak seberani itu. Dia masih tetap budak dari pria dihadapan nya, lalu mana mungkin dia seberani itu bersikap lancang?
"Mati kita menikah, Saya ingin kau menjadi budak ku seumur hidup." Perintah nya tegas tanpa mau dibantah.
Seakan tahu dengan kebingungan yang Alea rasakan, pria itu kembali mengulang perkataan nya dengan kata-kata yang lebih lugas dan jelas sehingga mampu dipahami Alea di tiap-tiap abjad huruf nya.
"M-menikah?" Tidak, Alea bukan bertanya. Dia hanya ingin kembali memastikan, dua kali Tuan Max mengulangi perkataan nya tak membuat Alea percaya begitu saja. Dia masih beranggapan, siapa tahu ini hanya mimpi?
"Ya, Alea. Saya ingin menjadikan mu budak seumur hidup secara legal. Dengan menikahi mu, maka saya bisa." Oh astaga, apakah ada kata-kata yang lebih halus dari ini.
Perkataan itu sebenarnya mengandung makna yang membuat perut Alea seperti dihinggapi ribuan kupu kupu yang bertebaran disana.
Ingin melegalkan budak seumur hidup? Apakah terlalu tinggi gengsi mu, wahai Tuan Max? Bisakah kau mengatakan ingin memiliki Alea seumur hidup dan ingin mengikat nya? Setidaknya bila memang hidup mu anti dengan kata-kata manis, maka buatlah rangakaian kata yang tidak terlalu pahit. Untung saja Alea sedikit cerdas mencerna perkataan yang dilontarkan Tuan nya, hingga tubuh nya yang ringan seperti kapas seakan seperti sedang terbang, melayang begitu tinggi membayangkan Tuan nya menginginkan dia ada disampingnya seumur hidup!
"Saya akan menyetujui nya dengan satu syarat,"
Alea tak ingin terlena begitu saja, meskipun dia sedang bahagia, tapi tetap bisa berpikir jernih.
"Apa itu?" Tuan Max tak sabaran ingin mendengar keinginan Alea.
"Saya ingin hanya saya yang menjadi budak. Aetelah menikahi saya, maka hanya ada saya, wanita satu-satunya yang menemani sisa hidup Anda. Tapi bila Anda keberatan, maka lebih baik batalkan keinginan Anda, karena saya juga keberatan menikah dengan Anda."
Mendengar hal itu bukan nya marah Tuan Max justru tersenyum sinis menatap nya. "Kau ingin menantang saya? Saya tidak keberatan! Saya menyetujui permintaan mu!"
Mata Alea membulat sempurna! Jantung nya bahkan sudah meloncat sejak tadi dan berlarian kesana-kemari dan seperti tak ingin kembali lagi ke tubuh nya.
hanya kurang melow melow saat mereka pertemukan,,andai anaknya sudah berusia 3 tahun dengan wajah bak pinang di belah 2..hehehee mau ku thorr..kependekan kisahnya..😀