NovelToon NovelToon
Alexandria

Alexandria

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ayyona

Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.

Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.

Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.

Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.

Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?

Ataukah dia menemukan kebahagian lain?

Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?

Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.

IG:ayyona_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 - Am Worry Bout You

Pertemuan pendiri Brahmana Corporation, Keitaro dan Wan Ramli teman lamanya yang merupakan pemilik sebuah perusahaan jasa konstruksi di kota Batam berlangsung di sebuah restoran Thailand di dekat apartemen Natasya dan Keitaro. Natasya sendiri tidak tampak hadir malam itu. Devon  yang datang terlambat segera menyapa dan meminta maaf atas keterlambatannya.

Cerita lama pun mengalir di meja bundar itu. Derai tawa terdengar silih berganti dari dua mantan rekan kerja itu. Keitaro dan Devon pun hanya sesekali ikut mengomentari percakapan para lansia itu. Di sela-sela perbincangan, Devon terlihat memainkan telepon genggamnya. Sepertinya dia sedang berbalas pesan dengan gadis yang dia tinggalkan di hotel.

Devon: Masih sakit?

Alexa: Sedikit. Btw thanks ya.

Devon: Jangan lupa makan malam. Bisa kan?

Alexa: Iya, ini mau pesen room service.

Gadis itu pun kemudian meraih gagang in house phone di kamarnya, dia membaca sekilas panduan nomor layanan yang tertera di nakas samping ranjangnya. Lalu dia pun menekan tombol 3. Tak lebih dari 3 dering, terdengar suara seorang petugas hotel menyapanya.

“Room service Good Evening, Martha speaking may I help you”

“Hmm I want to order some food”

“Certainly, Madam. Room 1405 Do you want to add some more food?”

“Sorry? I haven’t ordered yet!

“Yes Madam, There is an order for room 1405 under named Mr. Devon. Wanton Noodle, a slice of red velvet cake and hot orange juice”

“Oh I see, alright. I am just waiting for that order then. Thank you

“The order is on the way, Thank you madam.

Alexa tersenyum sambil menghela napasnya. Ternyata Devon masih ingat untuk memesankan makan malam

untuknya. Rasanya seperti punya Anthony kedua, gumam Alexa yang mulai menyadari perhatian Devon seperti adiknya Anthony yang selalu cerewet mengingatkan makan atau panik ketika kakaknya sakit.

Yakin kayak adik sendiri, apa ga berasa lain nih kayak perhatian seorang yang special gitu calon gebetan mungkin, goda devil terngiang di dalam pikirannya.

“Ya ga lah, mana mungkin. Anak kecil ini. Lagian tipenya Devon yang body gitar spanyol tinggi putih muda minimal selebgram kali," balas Alexa menghapus pikirannya sendiri.

Terus kok kemaren gandengan, terus pakain gelang dan tadi dibuatin teh dan kompres hangat so sweet, goda devil lagi.

Ting tong!

Perang batin Alexa terhenti ketika terdengar suara bel di pintu utama kamar itu. Alexa pun bergerak dan melihat siapa yang datang dari lubang pengintai. Setelah mendapati seorang petugas hotel yang berdiri dengan trolley makanan di sampingnya, Alexa pun membuka pintu. Petugas itu pun masuk setelah memberi salam.

Tak butuh waktu lama baginya menyusun semua menu yang telah dipesan Devon untuk Alexa di atas meja makan. Setelah selesai dia pun menyodorkan bill yang kemudian ditanda-tangani oleh Alexa. Petugas itu pun pamit dan segera beranjak menuju pintu keluar.

Alexa kemudian meraih telepon genggamnya dan memilih menu kamera lalu membidik meja makan yang telah ditempati oleh makanan dan minuman. Setelah mendapatkan gambar yang bagus, gadis itu pun menambahkan text dengan kata 'thank you' dan kemudian mengirimkan ke pemesan makanan itu.

Devon kembali membuka ponselnya ketika merasakan getar benda itu di sakunya. Seraut senyum terukir di wajahnya mendapatkan sebuah foto makanan dan minuman yang tersaji di sebuah meja dengan tulisan thank you di pojok kanan. Devon pun kemudian membalas pesan di wa messanger itu.

Devon: Kok masih utuh?

Alexa: Baru nyampe

Devon: Ya udah makan, habisin

Alexa: Iya. Merci

Devon: Micu

Alexa: Micu itu apa?

Devon ingin kembali membalas pesan itu, namun sudut matanya melihat sang kakek ternyata sedang memperhatikannya. Laki-laki itu pun menyimpan kembali ponselnya dan memusatkan perhatiannya ke pertemuan itu.

Wajah Devon terlihat lega setelah memastikan tamu kakeknya berpamitan meninggalkan restaurant, Devon yang diminta kekeknya menginap di apartemen kakaknya dengan terpaksa menolak dan mengakatan jika dia ada janji bertemu temannya yang sedang transit di negara ini. Hal yang  sebenarnya adalah dia masih mengkhawatirkan Alexa.

Begitu sampai di kamar business suite itu, Devon medapati meja makan telah bersih. Pasti sudah di clear up oleh petugas room service pikirnya. Sebelum menuju kamarnya sendiri, Devon memutar langkahnya dan berjalan menuju kamar Alexa. Dia kemudian mengetuk pintu kamar gadis itu. Menunggu berapa lama, namun tidak ada sahutan atau kehadiran gadis itu membukakan pintu.

Devon pun meraih handle pintu dan membukanya perlahan. Matanya langsung tertuju ke ranjang yang terlihat telah dipakai namun tidak ada Alexa di sana. Laki-laki itu pun masuk lebih dalam dan menuju kamar mandi yang terbuka. Sudah pasti gadis itu tidak ada di sana. Kening Devon mulai berkerut memikirkan kira-kira kemana gadis itu.

Apakah bertemu dengan Anthony pikirnya lagi. Lebih baik di telepon saja gumamnya lagi.

Namun justru dia mendengar ring tone ponsel Alexa dari atas ranjang. Ternyata benda pipih itu tergeletak di samping bantal. Devon pun meraih benda persegi itu. Dia mulai berjalan keluar kamar dan menuju pintu utama. Otak Devon berpikir cepat, dia harus bertanya ke bagian receptionis, siapa tahu Alexa pergi keluar dan terlihat oleh petugas di sana. Kalau perlu dia akan meminta security untuk melihat rekaman CCTV atau sekalian akan menanyakan nomor kamar Anthony.

Devon menunggu di depan lift sambil memainkan telepon pintarnya. Ketika pintu lift terbuka matanya menangkap bayangan sepasang kaki yang memakai sandal hotel dengan sebuah gelang tali berwarna merah. Sontak dia mengangkat wajahnya. Di depannya Alexa yang juga sedang berjalan menunduk sambil membawa sebuah kantong kertas hampir menabraknya.

“Lain kali kalo mau pergi kasih tau!" ujar Devon yang telah menarik tangan Alexa sehingga gadis itu tersentak.

“Loh Dev, sudah pulang?" Alexa balik bertanya.

“Cari apa malam-malam sendirian? Laper lagi?" Devon terus bertanya.

“Ngga, ini beli roti perempuan sama koyo di drug store yang di lobby. Lupa bawa," jelas Alexa sambil menunjukan bungkusan yang dibawanya.

Devon melirik isi kantong kertas itu dan akhirnya mengerti apa yang dimaksud Alexa sebagai roti perempuan adalah pembalut wanita.

“Kan sudah dibilangin. Singapur itu kecil dan relatif aman tapi tetap ga boleh sembrono. Malam-malam keluar sendiri, di dalam hotel lagi dan tidak bawa alat komunikasi. Ga bisa nunggu aku pulang," ceramah Devon.

Alexa pun tidak mau membantah laki-laki itu yang terlihat antara khawatir dan marah. Dia lupa apa kecil-kecil  gini sudah latihan muay thai hampir enam bulan gumam Alexa.

“Iya tadi buru-buru lupa bawa HP. Maaf ya," balas Alexa tidak mau berdebat.

Sepasang muda mudi beda umur itu pun kemudian melangkah kembali ke kamar mereka. Devon terlihat sedikit lega dan kemudian senyum tipis menghias wajahnya ketika kembali menatap gelang kaki tali merah yang terlihat kontras dengan warna kulit gadis yang berada beberapa langkah di depannya.

Beruntung di drug store ada tersedia koyo, sehingga obat tempel  yang memberikan efek panas di kulit itu mengurangi rasa pegal di kaki dan pinggang Alexa serta rasa nyeri di perut bagian bawahnya. Gadis itu pun terlihat bisa tidur dengan nyaman dalam balutan duvet putih tebal milik hotel atau yang biasa selimut.

Tanpa gadis itu sadari, lelaki yang sempat kebingungan mencarinya sedang mengintip untuk mencari tahu keadaannya. Dia mendekati ranjang di mana Alexa terbaring, memperhatikan gulungan tubuh yang ditutupi kain tebal putih yang hanya memperlihatkan kepala gadis itu.

Tangannya kemudian meraih saklar lampu nakas dan mematikannya. Setelah dirasa penerangan di kamar itu sesuai untuk tidur, dia pun keluar kamar tanpa menimbulkan bunyi yang bisa membangunkan Alexa yang telah tidur sangat nyenyak.

1
jawir
Rasanya pingin loncat2 aja bacany langsung ke part di mn devon udh jd suami alexa ,,hmmm tp penasaran y weslah pelan2 aj bcny 🤭😅
jawir
Makmur makmur amat ya manusia2 di dunua pernovelan ,aaah andai saja .......
jawir
Telat membaca sepertinya ,baiklah mari membaca marathon !!! semoga ceritanya ta membosankan heeee
💐Nie Surtian💐
Baru mulai baca... Menarik... bikin penasaran...
Etik Widarwati Dtt Wtda
kerennnnnnn ..semoga bisa menulis dengan cerita yg kerennnn semangat ..../Good//Good//Good//Good/
Etik Widarwati Dtt Wtda
buket lust sudah dilengkapi
Etik Widarwati Dtt Wtda
waktu terus berlalu umur semakin bertambah anak2 sudah beranjak remaja ...pa lagi selain menikmati dan bersyukur ..badai yg takhenti2 sudah dilalui
Etik Widarwati Dtt Wtda
50 th ...42
Etik Widarwati Dtt Wtda
momo dokter mujarab
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn devon ....
Etik Widarwati Dtt Wtda
raymundo itu lexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
nobita sudah dewasa
Etik Widarwati Dtt Wtda
wah jadian athony jasmine
Etik Widarwati Dtt Wtda
udah jadian saja
Etik Widarwati Dtt Wtda
perasaan alexa kan kuat dan g gampang menyerah
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasian adrian kena batu sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
sedihhhhjj bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
kena batu nya ..adik2nya g tau diri
Etik Widarwati Dtt Wtda
haduuhh sembrono ah alexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn2 adtian yg masuk rs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!