Frankey Christoper seorang miliarder yang tidak suka dengan kata pernikahan, ia jauh dari semua wanita dan tidak memikirkan untuk menikah. ia hanya menghabiskan semua waktunya untuk bisnis keluarga. karena ia berambisi mengembangkan bisnisnya ke beberapa negara lainnya.
Akan tetapi paksaan dari sang ayah yang sudah tua dan sakit kritis memintanya menikah demi penerus masa depan keluarganya.
Valencia Valentina yang dijual oleh keluarganya kepada Frankey. mulai dari saat itu nasibnya berubah menjadi sangat menyedihkan, pria itu selalu saja memperkosanya hingga hamil demi ingin mendapatkan keturunan untuk ayahnya yang hidupnya tidak bertahan lama.
Bagaimana nasib Valencia setelah melahirkan? memilih tinggal atau pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perangkap
"Josio, kau sangat menakutkan, terhadap wanita hamil saja kau juga ingin mengorbankan dia."
"Karena dia hanya cocok diperjual belikan, hahahahah...," jawab Josio dengan gembira.
Setelah beberapa menit kemudian lima anggota Torres mendatangi kediaman Frankey. mereka keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah mewah itu yang sedang terbuka pintunya.
Saat mereka melangkah masuk mereka melihat seorang pria yang sedang duduk sambil merokok dan memegang segelas minuman.
"Akhirnya kalian muncul," ucap Frankey yang menatap serius ke arah mereka.
Lima mafia itu saling memandang karena mendengar ucapan Frankey.
"Tidak perlu merasa aneh! aku duduk di sini untuk menyambut kedatangan kalian, kalian ke sini dengan tujuan membawa pergi seorang wanita. bukankah begitu?"
"Siapa kamu?" tanya salah mafia itu.
"Aku adalah pemilik rumah ini, aku hanya ingin memberitahu tidak ada wanita yang seperti kalian inginkan. semua ini hanyalah rekayasa Josio," jawab Frankey.
"Apa hubunganmu dengan Josio?"
"Dia adalah papaku, dia hanya ingin mengunakan cara ini untuk perangkap kalian," jawab Frankey.
"Jangan bercanda! ini tidak mungkin sama sekali," ketus salah satu mafia itu.
"Kalian adalah mafia penyeludup senjata, dan bisa begitu mudah masuk ke dalam perangkap dia. didunia ini mana mungkin ada orang merasa gembira saat dirinya sering diancam oleh teman lamanya karena uang. papaku merasa kesal dan mengunakan cara ini agar bisa menangkap kalian dan Torres."
Mafia itu lalu mengeluarkan senjatanya dan menodong ke arah Frankey yang sedang duduk santai di sana.
"Kalau kau adalah putra Josio, bukankah sama saja ingin memperangkap kami?"
"Frankey Christoper, kalau dia adalah ayahmu maka kau juga harus mati."
"Ingin menembak silakan saja! tapi walau bagaimana pun kalian tetap tidak akan bisa lolos. jadi, lebih baik kalian jangan bertindak gegabah," kata Frankey yang sambil meneguk minumannya.
"Kalian adalah mafia dan begitu mudah dibohongi oleh Josio, sangat tidak berguna sekali. mungkin saja posisi Torres juga tidak aman lagi," ujar Frankey yang sambil menuang minuman ke gelas beningnya.
"Frankey Christoper, itu mudah saja. kami akan membawamu bersama dan membunuh josio. setelah itu kami baru kembali ke tempat kami."
"Hahahahaha...apa kalian yakin bisa melakukan itu?" tanya Frankey sambil tertawa.
"Apa maksudmu?"
"Maksudku adalah apa kalian mengira bisa keluar dari sini dengan mudah," jawab Frankey.
Salah satu mafia itu ingin membunuh Frankey yang duduk sambil menikmati minumannya.
"Terima peluru kami dan kemudian Josio akan segera menyusulmu,"ketusnya yang ingin melepaskan tambakan.
Dor...
Tembakan yang dilakukan oleh salah satu anggota detektif dan mengenai tangan mafia itu sehingga pistolnya terlepas dan jatuh ke lantai.
"Aarrgghh...," jeritan pria itu yang tangannya terluka.
Semua anggota detektif keluar dan mengepung mereka. saat mereka belum tiba para detektif telah menunggu mereka selama beberapa hari. dan lima pria itu hanya bisa pasrah dan menurunkan pistol mereka tanpa perlawanan.
"Ingin menjadi mafia di sini, apa kalian tidak memilih tempat yang salah?" tanya salah detektif yang menodong pistol ke arah empat mafia itu.
"Sia.lan," ketus salah satu dari mereka yang merasa kesal karena telah dijebak.
"Kesalahan kalian adalah telah masuk jebakan dari Josio, dia sengaja membohongi kalian, sebenarnya tidak ada wanita hamil yang seperti dia katakan. hanya kalian yang begitu bodoh bisa tertipu oleh seorang pria yang sudah tua," kata Frankey dengan sengaja.
"Josio brengs*k, selama ini dia sering berkomunikasi dengan bos kami dan kini ia menjadi pengkhianat."
"Dan aku yakin bos kalian juga tidak aman, aku mendengar papaku itu sengaja ingin mengumpan kalian ke sini agar menghabiskan waktu kalian di tempat ini, dan dia juga mengirim anggotanya menuju ke tempat kalian untuk membunuh Torres," ujar Frankey.
"Apa...? ingin membunuh bos kami?"
"Walau papaku adalah pebisnis tapi dia memiliki anak buah yang tidak sedikit jumlahnya," ucap Frankey dengan sengaja.
"Josio Christoper kurang ajar....," teriak salah satu mafia itu.
"Tunjukan alamat sarang kalian!" bentak salah satu detektif yang sedang menodong senjata ke arahnya.
"Tidak, kami tidak akan menjadi pengkhianat."
"Kalian ingin setia terhadap bos kalian, akan tetapi dia akan mati kalau kalian masih tidak ingin mengatakannya," ujar Frankey yang bangkit dari tempat duduknya.
"Apa maksudmu?"
"Seperti yang ku katakan tadi, papaku sudah mengirim anggota menuju ke sarang kalian. kalian masih bisa memilih ingin bos kalian mati atau hidup," ucap Frankey yang menghampiri mereka yang sedang ditahan oleh dektektif.
"Masih merasa ragu? kalau masih ragu maka kalian hanya bisa menunggu jasadnya. Josio juga termasuk gangster karena memiliki banyak anggota. jika dia bisa membohongi kalian maka dia juga bisa mengambil nyawa Torres. kalian memiliki dua pilihan, ingin kematian Torres atau pun menyelamatkan dia?"