Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Doktor Vell terjatuh berlutut, menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada lagi jalan keluar dari situasi yang ia hadapi. "T-tunggu, aku bisa memberimu informasi berharga!" serunya panik, mencoba tawar-menawar demi menyelamatkan diri. "Aku tahu lokasi markas utama organisasi ini, jauh lebih besar dari cabang kecil ini!"
Ryden menatap tajam pria di hadapannya, mempertimbangkan tawaran itu dengan hati-hati. Meski amarahnya masih membara menyaksikan penderitaan para tawanan yang baru saja diselamatkan, ia menyadari informasi yang ditawarkan Vell mungkin sangat berharga untuk mencegah organisasi ini melakukan kejahatan serupa di tempat lain.
"Bicara," ucap Ryden dingin, tidak menurunkan kewaspadaannya sedikit pun.
Vell dengan gemetar menjelaskan struktur organisasi yang ternyata jauh lebih besar dari yang mereka duga—sebuah jaringan tersembunyi yang beroperasi di berbagai pulau di Grand Line, menculik pengguna Buah Iblis dan melakukan eksperimen terlarang untuk menciptakan senjata biologis yang bisa dijual kepada penawar tertinggi, baik itu bajak laut, atau bahkan pihak-pihak berpengaruh lainnya yang menginginkan kekuatan tambahan secara instan.
"Markas utama mereka ada di sebuah pulau tersembunyi yang disebut 'Nol', letaknya di perbatasan Grand Line bagian tengah," Vell mengungkapkan detail terakhir, suaranya semakin lemah menyadari nasibnya yang akan segera berakhir di tangan Angkatan Laut atau otoritas lokal.
Setelah mengumpulkan informasi yang cukup, Ryden akhirnya mengikat Vell dengan tali kuat yang ia temukan di ruangan itu, menyerahkannya kepada otoritas pelabuhan setempat bersama bukti-bukti kejahatan yang mereka temukan di seluruh markas bawah tanah tersebut. Para tawanan yang berhasil diselamatkan—total sembilan orang dengan berbagai jenis Buah Iblis yang telah mereka konsumsi secara paksa sebagai bagian dari eksperimen—dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan yang layak.
"Kalian berdua benar-benar pahlawan," ucap salah satu petugas pelabuhan, kagum menyaksikan hasil penggerebekan yang berhasil mereka lakukan tanpa bantuan resmi dari otoritas mana pun. "Kami akan segera melaporkan penemuan markas utama ini ke Angkatan Laut pusat."
Ryden mengangguk, meski dalam benaknya ia sudah mulai memikirkan kemungkinan untuk menyelidiki lebih lanjut markas utama bernama Pulau Nol itu, sebuah misi besar yang mungkin akan menjadi bagian penting dari perjalanannya ke depan—meski untuk saat ini, prioritas utamanya adalah memulihkan diri dan memastikan Elira dalam kondisi baik-baik saja setelah insiden menegangkan ini.
Malam harinya, mereka berdua beristirahat di sebuah penginapan sederhana, kelelahan fisik dan mental dari pertarungan panjang hari itu mulai terasa jelas. Elira duduk di tepi ranjang, menatap Ryden yang sedang memeriksa kondisi tubuhnya sendiri, memastikan tidak ada luka serius yang tertinggal dari pertarungan sengit tadi.
"Kau benar-benar menakutkan tadi," ucap Elira pelan, nada suaranya campuran antara kagum dan sedikit khawatir. "Aku belum pernah melihatmu semarah itu sebelumnya."
"Maaf membuatmu takut," Ryden menghela napas, duduk di sampingnya. "Tapi ketika mereka mengancam akan melukaimu... aku tidak bisa menahan diri lagi."
Kata-kata itu membuat Elira terdiam, wajahnya sedikit memerah menyadari kepedulian tulus yang tersirat dalam pengakuan sederhana Ryden.
"Terima kasih," bisiknya akhirnya, "sudah melindungiku."
Sebuah notifikasi kecil muncul di sudut penglihatan Ryden, menandai hari baru yang akan segera dimulai meski malam masih panjang.
[SISTEM LOGIN HARIAN]
Rank Hadiah Hari Ini: F
Item: Air Mineral Murni Sebotol
Efek: Menghilangkan dahaga, menyegarkan tubuh yang lelah
Ryden tersenyum tipis membaca notifikasi sederhana itu, sebuah kontras yang cukup lucu setelah pertarungan besar yang baru saja mereka lalui. Ia menyerahkan botol air itu kepada Elira, yang menerimanya dengan senyuman kecil penuh terima kasih.
Di luar jendela penginapan, kota pelabuhan yang tadinya menyimpan rahasia kelam kini mulai kembali tenang, meski Ryden tahu betul bahwa perjalanan mereka masih jauh dari selesai—sebuah organisasi besar bernama Pulau Nol masih menanti untuk diungkap, dan reputasinya sebagai Sang Peretak akan terus membawa tantangan-tantangan baru yang tak terduga di setiap langkah perjalanannya ke depan.