" Nona tunggu, nona jangan lari " teriak salah satu bodyguard yang bertugas menjaga dan mengikuti kemanapun sang nona pergi.
" Kalau tidak lari, mana mungkin aku bisa kabur " jawab sang nona dengan gaya tengilnya tanpa menghentikan kakinya untuk berlari menjauh dari kejaran para bodyguard sang daddy.
" Nona fyth, jika nda kabur lagi tuan besar akan marah nona " lanjut sang bodyguard mencoba membujuk song nona agar mau berhenti berlari. namun sayang, nonanya itu tetap berlari menjauh menuju kerumuman orang yang hendak menyeberang jalan untuk mengecoh pandangan para bodyguardnya.
Gadis yang bernama lengkap Aurora Fythania Pratama putri bungsu Barack Pratama dan Nathalie Pratama ini, rela pergi meninggalkan rumahnya karena sang Daddy yang bersikeras menjodohkannya dengan putra teman bisnisnya. gadis cantik yang sudah menginjak usia 20 tahun itu tak mau menuruti keinginan sang Daddy yang memaksanya untuk menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kh_fytha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Hari minggu suasana di kediaman Pratama sangat ramai, sudah menjadi kebiasaan bagi keluarga Pratama melakukan senam bersama untuk mengisi weekend mereka. Semua pekerja tak luput dari kegiatan tersebut.
Mulai dari pelayan, tukang kebun bahkan seluruh bodyguard wajib mengikuti acara weekend keluarga Pratama. Namun tidak dengan Fyth yang tidak pernah menyukai olahraga apapun apalagi senam.
Fyth melangkahkan kakinya ke belakang mansion dengan gontai, bisa dipastikan jika ia belum mandi namun sudah berganti dengan pakaian olahraganya. Melihat semua telah berkumpul, Fyth mendengus kesal.
Melihat sepupunya tidak semangat terlintas ide jahil dalam pikiran Tama. Dimintanya peluit pada salah satu bodyguard yang berada di sampingnya. Dengan berjalan pelan tanpa suara Tama kini berdiri tepat di belakang Fyth. Sementara Fyth yang sedari tadi menguap tak menyadari jika Tama sudah berada di belakangnya dengan membawa peluit.
Para pelayan dan bodyguard yang melihat kejahilan sepupu nonanya sontak kesusahan menelan ludahnya masing-masing. Sungguh cari mati, pikir mereka.
Tama tidak tahu saja, bagaimana buasnya amukan sepupu tengilnya itu. Karena hal yang paling tidak disukai Fyth adalah di kejutkan saat nyawanya masih belum terkumpul sempurna.
Dari kejauhan Mommy Nathalie melihat Tama yang akan menganggu putri tengilnya sontak menahan nafas seketika. Baru saja akan memanggil Tama untuk memperingatinya namun terlambat. Tama sudah meniup kencang peluit tepat di belakang telinga Fyth.
Fyth sontak menutup telinga dan juga matanya, sedangkan Tama justru tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengejutkan sepupunya.
"Hahaha," Tama tertawa tanpa melihat Fyth yang sudah berbalik menghadapnya dengan wajah datar. Dengan segala kedongkolan dalam hatinya, Fyth menendang tulang kering pada kaki Tama dengan kencang. Tak lupa satu bogeman mendarat pada perut Tama.
"Rasain, Lue pikir lucu hah? Lue main ngagetin orang, gimana kalo itu orang punya penyakit jantung! Mau tanggung jawab lue?", murka Fyth.
"Sorry bontot, gue cuma mau bikin lue semangat aja kok," jelas Tama sembari menahan sakit pada perut akibat bogeman sepupunya.
"****!, Nyebelin Lue".
Alih-alih menuju tempat senam, Fyth justru kembali masuk ke dalam mansion. Bahkan panggilan dari Mommy dan Daddy-nya di abaikan begitu saja.
Melihat sepupunya marah, Tama merasa bersalah sekali. Raffa mendekat ke arah Tama, lalu menepuk bahunya seraya memberikan nasihat.
"Lain kali jangan gitu, lue harus tahu satu hal Tam. Bontot selain tidak suka kegiatan olahraga, dia paling tidak suka jika masih mengantuk ada yang mengganggunya. Coba kau perhatikan seluruh orang, apa ada yang berani mendekat saat melihat bontot. Tidak ada bukan?, Lebih baik kau minta maaf padanya sebelum bontot mengeluarkan taringnya kembali saat melihatmu." Nasihat Tama kemudian berlalu untuk menyalakan musik senam.
"Apa iya dia se-galak itu, astaga! Aku cari mati rupanya. Belum pula aku meminta bantuannya tentang masalah Indri. Tidak, tidak... Aku harus meminta maaf padanya." gumam Tama seraya masuk kedalam mansion, menuju dapur menemui si bontot.
Setelah melakukan kencan dan memastikan tentang perasaannya, Sammy kini semakin intens dalam mendekati Cieciez. Bahkan dirinya sering menelpon bahkan berbalas pesan dengan Cieciez.
Cieciez sendiri yang telah jatuh hati pada Sammy mencoba membuka peluang untuk lebih dekat lagi. Dirinya sadar jika ia memiliki rasa pada Sammy sejak pertama kali berjumpa. Kali ini akan ia pastikan Sammy akan menjadi miliknya, begitupun Sammy yang berfikiran sama seperti Cieciez saat ini.
Diraihnya ponsel diatas nakas yang sedari tadi bergetar, Cieciez melihat Sammy melakukan panggilan video. Tanpa menunggu lama Cieciez menggeser tombol hijau sembari bangun dari tidurnya.
"Hay sayang, selamat pagi," sapa Sammy dengan senyum mengembangnya.
"Selamat pagi juga, ada apa meneleponku? " tanya Cieciez seraya menguap kecil.
"Tentu saja merindukanmu sayang." Cieciez mencebikkan bibirnya, "Halah gombal." ujar Cieciez dengan menahan senyum mendengar godaan Sammy.
"Aku benar-benar merindukanmu, sayang. Apa aku tidak boleh merindukanmu?" goda Sammy sambil mengerlingkan satu matanya.
Wajah Cieciez merah merona akibat perkataan Sammy. Sungguh membuat orang salah tingkah saja. Cieciez berdehem mencoba menutupi rasa bahagianya, dia tak ingin terlalu percaya diri. Apalagi saat ini Sammy masih belum mengutarakan perasaannya.
"Kenapa diam, kau tak percaya padaku?" duga Sammy.
"Bukan, hanya saja diantara kita belum ada status bukan? Lagian mana mungkin kau merindukanku Sam," ucap Cieciez seraya menggenggam erat seprei ranjangnya.
"Aku bersungguh- sungguh, nanti malam aku dan keluargaku akan ke sana," kata Sammy mantap.
Sedangkan Cieciez melongo mendengar ucapan Sammy. Akan datang kemari, bersama keluarganya. Apa ini sebuah lamaran?, tanya Cieciez dalam hatinya.
"Sayang, mengapa tidak menjawab? Kau tak ingin aku ke sana ya?" Rajuk Sammy.
"Bukan Sam, aku hanya terkejut saja," ucap Cieciez dengan senyumnya. "Datanglah, aku akan menunggu." lanjut Cieciez.
Senyum Sammy mengembang sempurna mendengar persetujuan Cieciez, dalam hatinya berjanji akan menjaga dan mencintai Cieciez segenap jiwanya serta membahagiakan selama hidupnya.
"Kau tidak bertanya untuk apa aku kesana sayang?", tanya Sammy heran.
"Tidak, apapun tujuannya ku harap itu suatu hal yang baik," Cieciez mengerlingkan satu matanya menggoda Sammy.
"Nakal!, tentu saja. kau akan tahu nanti." lama mereka mengobrol membahas banyak hal. Sementara di ruang tamu, Ayah dan bunda Cieciez sedang terlibat pembicaraan sangat serius tentang perjodohan putri semata wayangnya, Cieciez.
🐿️🐿️
Dengan siapa ya Cieciez akan dijodohkan?, Apakah Cieciez dan Sammy akan bersatu?
Tetap pantengin dan simak kelanjutannya sayangku 😘😘
tp koq cepat, min. lulus kuliah/wisuda gt