NovelToon NovelToon
Takdir Dan Cinta Nafisa

Takdir Dan Cinta Nafisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:11.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lilik Bunda Abib

gadis yatim piatu yang harus berjuang hidup sendiri tanpa memiliki sanak saudara. ia melanjutkan kuliahnya dari bea siswa dan bekerja di sebuah tempat karaoke keluarga milik sahabnya.

namun semuanya berubah saat seorang pria yang mabuk memperkosanya. sehingga ia hamil.

bagaimana kelanjutan kisahnya.
nafisa. gadis cantik berusia 20 tahun. seorang mahasiswi di fakultas ekonomi. yg bekerja sebagai waiter di salah satu tempat karoke.

aldiansah Pratama
seorang mahasiswi dan pengusaha. berusia 21 tahun.

Julian Saputra.
pria mapan berusia 28 tahun.
seorang pengusaha muda yg sukses.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 32

Nafisa tertidur. Ia terbagun jam 2 malam. Badannya terasa sangat panas. Kepalanya begitu pusing. Nafisa menghubungi Aldi. Sudah beberapa kali panggilan tersebut di ulang-ulangnya. Akhirnya Aldi mengangkatnya. Ia melihat panggilan dari Nafisa.

“Hallo Sa.”

“Al.”

“Kamu kenapa?” Tanya Aldi.

“Al, aku demam. Aku sendiri di rumah.”

“Ya udah aku kesan.”

Aldi tau bagaimana sifat Nafisa. Ia tidak akan pernah mau meminta tolong kalau bukan karena terlalu butuh. Aldi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena kondisi jalan raya yang sepi. Ardi memberhentikan mobilnya di depan rumah Nafisa. Ia mengetuk pintu rumah tersebut.

Nafisa keluar dari dalam kamar dengan memegang dinding dan kemudian ia membuka pintu. Aldi terkejut saat melihat wajah Nafisa yang penuh memar dan luka-luka yang panjang tergores. Aldi membawa Nafisa masuk kemobilnya dan langsung menuju rumah sakit. Nafisa yang tampak lemas duduk di kursi sebelah Aldi.

Setelah mendapatkan penanganan serius, Nafisa diminta oleh dokter untuk beristirahat. Memastikan panasnya turun, setelah istirahat 2 jam panasnya turun 39,5 menjadi 38. Dokter mengizinkan Nafisa untuk pulang, tanpa rawat inap. Dokter memberikan beberapa obat dan juga antibiotik serta obat salap menghilangkan memar dan salap luka untuk yang menghilang bekas luka tersebut. Aldi membawa Nafisa untuk pulang.

“Kamu kenapa Sa?” Tanya Aldi.

Nafisa diam. Air matanya menetes.

“Siapa yang udah buat semua ini ke kamu Sa? Kamu ngomong Sa. Aku sudah tahu semua. Julian sudah perkosa kamukan?” Kata Aldi.

Mata Nafisa yang sembab tampak membesar. “Gimana kamu tahu Al?”

“Aku sudah mencari tahu semuanya.”

Tangisnya mulai pecah. “Dia perkosa aku Al. Aku hamil karena dia sudah perkosa aku. Dia ngancam aku bakalan motong lidah dan kaki aku kalau ada yang tahu tentang pemerkosaan itu Al.”

Aldi memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia mengusap kepala Nafisa. “Aku tahu Sa seperti apa keluarga Julian. Kita kembali ke rumah kontrakan kamu. Kamu ambil barang-barang berharga kamu. Terutama dokumen-dokumen yang kamu punya. Selebihnya tinggalkan.”

“Kenapa Al?”

“Nanti aku jelaskan.” Aldi kembali mengemudi mobilnya.

Ia masuk ke dalam rumah tersebut, membantu Nafisa untuk mengemasi semua barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam mobil.

“Kita ke mana Al?” Tanya Nafisa.

“Apertemen aku Sa.”

Nafisa diam. Ia hanya mengikuti apa yang di katakan Aldi. Mobil Aldi terparkir di sebuah parkiran apartemen elit. Ia turun dari mobilnya bersama dengan Nafisa. Mereka masuk ke dalam lift. Ia menekan tombol 20. Setelah sampai di lantai 20 mereka keluar dari dalam lift setelah lift terbuka. Aldi membuka pintu apartemen tersebut dengan memasukkan kata sandi tanggal kelahiran maminya. Ia membawa Nafisa masuk ke dalam apartemen mewah tersebut. Mata Nafisa menyapu ke seluruh penjuru apartemen tersebut.

“Ini apartemen aku Sa. Kamu akan tinggal di sini. “

Nafisa melihat Aldi dan kemudian menganggukkan kepalanya.

“Sa, kenapa kamu bisa seperti ini. Siapa yang buat.” Tanya Aldi.

“Ibunya Julian dan istrinya.”

Aldi mengepalkan tangannya. “Sa, aku akan meminta pengacara keluarga aku untuk mengurus surat cerai kamu dari Julian. Kamu akan selamat, bila kamu sudah bercerai dengannya. Keluarga Julian pasti akan mengejar kamu terus kalau kamu gak cerai dengan Julian. Aku bakal kasi pengawal pribadi untuk jaga kamu dan kamu gak usah kerja dulu. Aku akan cari art untuk nemani kamu di sini.”

“Tapi Al.”

“Sa, ini semua untuk keselamatan kamu. Aku akan tinggal di sini apa bila kamu sudah cerai dengan Julian. Aku akan menikahi kamu secara agama.” Jelas Aldi.

Air mata Nafisa meluncur dengan sempurna saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Aldi.

“Aku gak mau kita tinggal bersama. Tanpa ada ikatan yang sah Sa.”

Nafisa kembali menagis dan memeluk Aldi. “Al, kamu gak jijik sama aku.”

Aldi menggelengkan kepalanya. “Aku cinta, aku sayang sama kamu Sa. Aku janji akan lindungi kamu berserta anak kamu. Aku akan menyayangi kalian berdua dan aku janji.”

“Al, makasih Al.” Nafisa memeluk Aldi.

“Kita bakalan mulai hidup baru Sa. Aku udah gak sanggup lagi lihat kamu menderita dengan Julian. Aku akan hapus Julian dari hidup kamu Sa.” Jelas Aldi sambil menghibur Nafisa.

Nafisa masih menagis di dada bidang Aldi.

“Sa, kamu istirahat lagi ya. Aku akan bawa kamu ke kamar kamu.”

Nafisa menganggukkan kepalanya.

Aldi membawa Nafisa naik ke lantai 2. Ia membuka pintu kamar tersebut dan masuk bersama Nafisa. Kamar yang luas. Tempat tidur king size, lemari pakaian jati dan meja hias tampak tertata rapi di dalam kamar tersebut.

“Sa, di sini ada tiga kamar. Kamar aku yang paling depan. Ini kamar tamu. Tapi untuk sementara, kamu akan tidur di sini.” Jelas Aldi.

Nafisa memperhatikan kamar tersebut. Kamar yang sama luasnya dengan rumah yang di tempatinya.

“Apa ibuk dan bapak sering ke sini?” Tanya Nafisa.

“Gak Sa. Aku jarang tidur di sini. Aku lebih sering di rumah sama mami dan papi.”

Nafisa menganggukkan kepalanya.

Aldi duduk di pinggir tempat tidur. Ia menepuk tempat tidur tersebut dengan tangannya agar Nafisa duduk di sana. Nafisa menduduki tempat tidur tersebut. Aldi melihat wajah Nafisa yang amat tampak memprihatinkan. Besok pengacara aku akan langsung mengurus perceraian kamu dan Julian.

Nafisa senyum.

Aldi berdiri dari duduknya. Direbahkannya tubuh Nafisa. Kemudian kaki Nafisa yang masih menyentuh lantai, diangkatnya ke atas tempat tidur dan menutup tubuh tertentu dengan selimut hingga sepinggang.

“Kamu istirahat ya. Aku di kamar sebelah. Kamu panggil aja kalau ada apa-apa. Kalau kamu lapar, kasih tahu aku.”

Nafisa mengangguk.

Aldi menghidupkan lampu tidur yang ada di nangkas dan mematikan lampu di kamar tersebut. Aldi keluar dari kamar tersebut.

Nafisa masih menatap punggung Aldi hingga tubuh peri tersebut hilang di balik pintu. Namun Nafisa masih tetap menatap pintu tersebut dan kemudian memegang dadanya yang sejak tadi sudah berdetak dengan hebatnya.

“Ya allah. Terimakasih kau sudah mendengarkan do’a hamba.” Nafisa mulai terlelap dalam tidurnya.

Aldi yang berbeda di kamar sebelahnya tersenyum dan memegang dadanya. “Cuma kamu yang bisa membuat dada aku berdetak dengan hebatnya Sa. Kamu berhak mendapat kebahagiaan kamu Sa.”

***********

Amera mendapatkan perawatan intensif luka bakar yang dialaminya begitu serius. Ia harus tidur di rumah sakit. Julian yang mendengarkan istrinya masuk rumah sakit langsung masuk ke dalam dan melihat kaki Amera yang di perban.

“Apa yang terjadi Amera?”

***

Jangan lupa like, komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.

😊😊🙏🙏

1
Danny Muliawati
sedih banget
Danny Muliawati
Nafisa hrs nya cerita ke aldi khawatir Nafisa hamil
Danny Muliawati
biadab si Julian
Danny Muliawati
br bc sdh sedih Thor kasian banget nafisa
Nur Ajizah
Luar biasa
Winda 12
gak usah nanya lagi kalau mau ngasih makanan beliin aja🤦🤦🤦
Nurhayati
apa rendy sdh curiga itu amera ya
dan dia pura2 tidak mengenali
Nurhayati
apa rendy sdh curiga itu amera ya
dan dia pura2 tidak mengenali
Cerita Emmilia
ya Aalah tragis ya nasib nafusa, ga ada saudara, org tua, bingubg ya mau minta toling kesiapa
Cerita Emmilia
nafisa kurang srek
🐊⃝⃟★aza_thv🐨
kmu jahat bgt si thor, kpn bahagia ny si nafisa udh nyesek ni baca ny😭😭
Kadek Bella
lanjut thoor
Kadek Bella
terima kasih thoor ;;;tetap smangat
Mila Nurul Khanifa
huhuhu
Mila Nurul Khanifa
nangis aku 😭😭
epifania rendo
nasibnya nafisa
epifania rendo
suka
epifania rendo
nafisa pergi sja dri kota itu
epifania rendo
dasar laki2 sampah
epifania rendo
jadian aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!