NovelToon NovelToon
Gita Senja Geetruida

Gita Senja Geetruida

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Poligami / Romantis / Patahhati
Popularitas:50.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Laviestbelle

Ini bukan dongeng kekinian tentang seorang CEO tampan, melainkan kisah jadul seorang noni Belanda yang seandainya bisa memilih, ia ingin jadi seseorang yang tidak menarik saja.
Kecantikan telah membuat Geetruida sejak belia terbiasa mengabaikan kebahagiaannya sendiri dengan berbagi kehangatan kemudian berpindah peluk lelaki satu ke lelaki lainnya, sehingga ia harus mengubur impiannya sendiri.
Untuk segala sesuatu ada masa dan tempatnya sendiri, sementara waktu tidak selamanya menjadi obat yang ampuh untuk menyembuhkan luka, sebab itu Geetruida tergelitik membagikan sesuatu yang bisa dikatakan aib kedalam sebuah kisah yang mana tokoh utamanya adalah kamuflase dirinya sendiri demi melegakan rasa yang membuatnya sulit untuk bahagia.
Di usia yang tidak lagi muda, Geetruida menggapai harapan masa kecilnya satu per satu dan kemudian bertemu cinta pertamanya, akankah Geetruida bahagia atau justru ratap tangis yang akan mengiringi senjanya?

-Selamat membaca, jangan lupa dukungannya😘-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Laviestbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertekan

Aya meringis saat buang air kecil dan membersihkan **** *************. Pedih.

Aya membersihkan dirinya dan berpakaian Di meja sudah terhidang makan siang, buah-buhan dan minuman. Walaupun tidak merasa lapar, Aya memaksakan dirinya untuk mengisi perut, agar jangan sampai dia sakit dan tidak bisa memperjuangkan hidupnya menjadi lebih baik

"Aku bisa, aku kuat. Semangat!" seru Aya pada dirinya sendiri.

Setelah perutnya terisi, Aya yang tubuhnya masih lelah itu tertidur hingga malam.

Brakk!!

Pintu kamar itu ditendang dari luar, membuat Aya terbangun dari tidurnya.

Belum lagi kesadarannya terkumpul, tahu-tahu orang yang membuka pintu tadi menindihnya.

Aya menahan nafas, karena bau minuman keras menguar dari mulut laki-laki itu.

"Hei, buka mulutmu," suruh pria itu.

Baru saja Aya membuka mulutnya sedikit, hoeeek. Aya mual.

"Dasar jalaang, berani-beraninya kamu menolak ciumanku. Rasakan!" Perwira mabuk itu, menggaulii Aya dengan tanpa perasaaan.

Aya menangis, sungguh ia ingin semua ini segera berlalu. Selesai satu orang itu berurusan dengan tubuhnya, datang lagi pria lain, selesai lagi, berganti lagi ... hingga Aya lagi-lagi tidak sadarkan diri, entah berapa lelaki yang memanfaatkannya, Aya tidak tahu. Sebab ketika terbangun keesokan harinya, ia merasa tubuhnya makin terasa remuk, kali ini malah ditambah banyak luka lebam.

"Aku sudah tidak melawan, tapi mengapa kalian menyakitiku?" tangis Aya.

Malam ke tiga, terulang lagi. Walaupun jumlahnya tidak sebanyak kemarin tapi tetap saja mereka bermain dengan tubuh Aya seenaknya.

Aya sudah tidak kuat menaggung beban.

"Kemana tuan Isao, tolong panggilkan," pinta Aya pada lelaki terakhir yang menindihnya.

"Kau mau apa? Aku akan panggilkan Isao jika kamu mau bermain lagi denganku."

"Tuan bilang yang barusan itu bermain?" Aya mendelik.

"Hei ... selain cantik, kamu berani juga ya," laki-laki itu menarik dagu Aya.

"Tuan tidak bisa membedakan? Bermain itu suka sama suka, bukan memakasakan kehendak!" Hardik Aya pada teman isao.

Jleb.

Tanpa diduga, Aya menancapkan pisau buah ke punggung lelaki yang masih mengungkunginya.

"Aduuuuh, kamu mau membunuhku?" pekik lelaki itu sampai terdengar oleh Isao yang sebelumnya ada di teras.

"Ada ap-" Isao tercengang melihat punggung temannya yang berdarah.

"Arrabella, apa yang kau lakukan?" tanya Isao.

Aya terkikik sambil berujar, "Aku sudah tidak melawan, tapi mengapa kalian menyakitiku?" lalu menangis sambil berjongkok di tepi tempat tidur.

Saat Isao akan meraihnya, Aya mengangkat garpu ... "Jangan mendekat atau ini akan kutancapkan ke matamu. Dasar orang jahat. Bejat. Kejam!" Aya meluapkan kemarahannya.

"Ok, ok. Arrabella, kenapa kau melukai temanku, hm?" tanya Isao lembut sambil berusaha mencairkan kemarahan Aya.

Aya menangis, punggungnya bergetar, "Aku sudah tidak melawan, tapi mengapa kalian menyakitiku? Kalian Jahat."

"Ok, Arrabella. Kamu tenangkan dirimu." Isao membiarkan Aya sendirian di kamar lalu gegas menolong temannya yang terluka.

"Lain kali kita harus hati-hati kalau bermain dengannya, jangan sampai ada benda yang berpotensi melukai kita di kamar," ujar teman Isao.

"Hm, syukurlah darahmu sudah berhenti keluar," kata Isao sambil menabur obat luka di punggung temannya.

"Untung saja tenaganya tidak terlalu kuat dan pisau itu tidak tajam"

"Maaf ya, jadi membuatmu begini, besok dia aku antar ke ianjo, biar Irene saja yang mengurusnya. Lagi pula aku sudah tidak butuh uang itu lagi."

"Kenapa, uangnya sudah cukup atau ...?

"Sebenarnya aku tidak kekurangan uang, hanya saja Monic yang mengelola keuanganku, aku takut dia curiga kalau ada pengeluaran yang sebesar itu. Makanya aku minta Ryujo berpura-pura meminjam uang padaku."

"Oh iya, aku dengar kabar Ryujo menikah tapi tidak tahu dengan siapa, pernikahan mereka diadakan secara private, sih."

"Tidak mungkin, beberapa hari lalu dia menginap di rumahku, dia yang mengatur agar aku bisa membeli Aya tanpa sepengetahuan Monic. Dia boleh meniduri Aya 2 malam cuma-cuma atas pertolongannya, tapi dia malah menolak. Katanya karena dapat tugas mendadak, jadi dia harus cepat berlayar."

"Hm, jadi dia membawa istrinya berlayar juga."

"Entahlah, aku tidak tahu kapan dia menikah dan dengan siapa, dia tidak pernah bercerita padaku."

"Hm, kalau gadis itu kamu bawa ke ianjo apa uang yang harus kamu kembalikan ke Monic sudah cukup?"

"Hah, dikembalikan ke mana? Monic pergi, makanya tadi kubilang aku sudah tidak butuh uang itu lagi."

"Pergi kemana?"

"Tidak tahu, sama orang rumah dia bilang cuma 3 hari, tapi ini sudah lewat. Kemarin aku menemukan surat dari Monic di laci kerjaku, intinya dia merasa sudah cukup denganku dan bilang jangan mencarinya lagi."

"Apa kalian berselisih?"

"Tidak, hari aku dan Ryujo menjemput Arrabella, dia mengantarku dengan senyuman, kami baik-baik saja."

"Apa dia yang kamu bilang mengelola uangmu, membawa uangmu kabur?"

"Tidak, uangku dibrankas dia tinggalkan berserta rincian pengeluaran, saldonya sesuai dengan yang tersimpan dan yang membuatku terkejut adalah ... di surat itu dia meninggalkan uang sejumlah 50.000 gulden, katanya sebagai ganti uang yang aku gunakan untuk menebusnya dari ianjo dulu."

"Wah, kalau dia tidak membawa uangmu dan malah membayar uang tebusan, berarti ada seseorang yang mendanai. Mungkin semua ini sudah terencana dengan baik, makanya kamu tidak menyadari," kata teman Isak lagi.

"Entahlah, makanya malam kemarin aku minum sampai mabuk dan ... menyakiti Arrabella. Aku telah melampiaskan kemarahanku pada Monic terhadap gadis itu. Tadi aku lihat tatapan matanya kosong, sepertinya dia tertekan."

"Ya, sudah. Uang dari Monic kamu gunakan untuk menebus noni itu saja."

"Ah, Irene memasang harga 100.000 gulden, aku masih banyak menambah."

"Astaga, ini kan demi kesenanganmu juga. Jangan terlalu pelit sama diri sendiri."

"Haha ... kalau sekedar bersenang-senang dengan wanita, di rumah ada 2 pelayan yang bisa kupakai bergantian, tidak perlu sampai merogoh kocek sedalam itu. Mereka sudah terlatih urusan beginian, bahkan tidak jarang mereka duluan menggodaku. Kalau noni itu ... sari manisnya sudah kucicipi, permainannya masih kurang, aku sudah tidak penasaran lagi, mana keadaannya begitu."

"Oh ... pantas saja kamu jarang ke ianjo walaupun ada barang baru, kufikir karena Monic selalu membelitmu, ternyata karena ada wanita lain yang memanjakanmu."

"Begitulah, kalau wajah dan body tentu Monic nomor satu, tapi kalau urusan begituan ... dia membosankan. Sering nafsuuku menguap saat bersamanya."

"Dan kamu memilih pembantumu itu walaupun tidak begitu cantik dan bodynya tidak sebagus Monic?"

"Yang penting rasanya, bikin ketagihan."

"Ah, aku jadi ingin menginap di rumahmu Isao."

"Boleh. Aku senang bisa membuat temanku bahagia. Jangan seperti Ryujo, dia menginap di rumahku murni untuk beristirahat, tidak mau bersenang-senang dengan pelayanku."

"Ah, dia kan memang gitu ... sukanya pilih-pilih wanita, ditambah lagi atasannya memang melarang mereka bermain wanita. Mungkin itu yang menjadi alasan Ryujo menikah, agar bisa membawa istrinya kemana saja."

1
Putri Minwa
awal cerita yang menarik ya say
Putri Minwa
hai thor kk putri mampir ya
Ika Ika
Mudah banget buat aku jatuh hati novel nya.
meylani p
keren
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
nama MC nya bagus dan unik... sukses selalu kak naa
delete account
ayo Gita semangat jangan menyerah walau menyerah yah bagaimana ya?
delete account
nah gimana tuh ingatan siapa yang ingatan?
delete account
aksi ditawari itu
delete account
kenapa dia berbohong kepada nya kasihan
anonymous
Wahh keren ternyata ceritanya tentang kisah jadul Noni Belanda, sok atuh author lanjutkan bakat mu
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
asiik ketemu kenalan lama
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
ceritanya menarik semngat teruss thorr berkarya nya ditunggu kelanjutan ceritanya
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
mampir kak salken dri kalsel
ᴷᴮ⃝🍓𝓓ͥ𝓪ͫ𝓷ͦ𝓲ͤ𝓪ͭᵇᵃˢᵉՇͫɧͧeᷡeͤՐͤՏꙷ
Semangat nel ditunggu karya" terbaikmu
.
𝒍𝒖𝒂𝒓 𝒃𝒊𝒂𝒔𝒂
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣˢ⍣⃟『⃟𝐉༄⃞⃟⚡
alur cerita na udah menarik ini
mau next bab aja lah
semoga gettruida bahagia gak sedih
ending gak suka yg sedih" soal na
nanti bikin mewek 🙏🤭
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
menceritakan kisah hidup dimasa lalu sebenernya sangat sulit, karna disana ada suatu kejadian atopun peristiwa yg mungkin akan jadi beban... tp salut sama Geetruida dia dengan senang hati mencurahkan kisah hidupnya menjadi sebuah cerita...

semangat kk,, sukses selalu💪💪💪
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
ish Geetruida kenapa g jujur aja sih, biar jelas gitu.. kan kasihani mangata.
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
jadi penasaran sama kehidupan Geetruida sekarang..kenpa dia bisa nikah sama kk iparnya
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
kira kira kabar baik apa y.. jadi penasaran deh 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!