seorang gadis cantik bernama Aom Shusar Manaying adalah seorang agen kepercayaan pemerintah di negara ini... kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi...
tapi kali ini ia benar-benar mendapatkan suatu misi yang sangat berat... misi untuk melumpuhkan mafia terkuat di negaranya itu...
***
seorang pemuda gagah berani yang tengah berdiri di sebuah dermaga tersenyum penuh arti setelah mendengar laporan dari anak buahnya
"Semua informasi telah saya sampaikan bos.. selanjutnya bagaimana bos?" tanyanya serius kepada laki-laki tampan yang ia panggil bos itu
"biarkan saja mereka mencobanya..." sahutnya dengan seringaian tajam yang terlukis di wajah tampannya itu...
Ya... dia adalah sang pimpinan mafia yang terkenal sangat kejam dan dingin kepada siapapun orang di dekatnya...
Lalu mampukah sang agen menaklukkannya? atau malah sebaliknya dia yang akan ditaklukkan oleh sang raja kegelapan ini?
jangan lupa stay tune guys...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuina 24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Manis dan Nakal
Kim mulai melancarkan aksinya lagi...
Kim mencium pipi Aom lembut dari arah belakang karena ia memeluk istrinya dari belakang...
"Berbaliklah.." bisik Kim membuat Aom semakin merinding merasakan hasratnya yang semakin meningkat menguasai akal sehatnya...
Aom berbalik dan ditarik oleh Kim sampai ia harus bertumpu pada dada bidang Kim yang terbalut kemeja putih yang telah basah itu...
"Kiimm.." ucap Aom saat tatapan mereka bertemu dengan jarak yang begitu dekat
"Aku akan menghabiskan waktu seharian ini hanya bersamamu Aom.." ujar Kim lalu dengan cepat meraih dagu Aom dan dengan lembut mencium bibir Aom yang selalu tampak menggoda baginya...
Cukup lama mereka larut dalam ciuman pagi mereka itu....Kim melepaskan ciumannya..
"Tahan nafasmu ya" ujar Kim dan tanpa sempat Aom bertanya apapun Kim kembali mencium bibirnya dan menariknya tenggelam dalam jacuzzi itu Aom terkejut dan berusaha keluar namun tangan Kim lebih kuat memeluk dan memegang tengkuknya...
Akhirnya Aom pasrah dan mengikuti keinginan Kim, mencoba untuk terus mengimbangi Kim menahan nafasnya...
Entah kenapa ia juga dapat merasakan sebuah sensasi berbeda dengan gaya berciuman yang sedikit ekstrim ini...
"Huhuhu..." Ucap Kim sambil tersenyum sangat senang saat melepaskan ciumannya dari Aom...
"Apa kamu bisa merasakan suatu sensasi yang menyenangkan berciuman dibawah air Aom? Hahaha" goda Kim sambil menyibakkan rambut Aom yang basah...
"Aku rasa ini sedikit gila tapi ada perasaan yang aneh kurasakan.. apa melakukan hal yang aneh menjadi salah satu kebiasaanmu Kim?" Sahut Aom dan tertawa geli
"Bukan aneh hanya saja sedikit melebihi batas wajar orang lain Aom.. aku suka melewati batas hahaha" sahut Kim sambil menarik keluar Aom dari jacuzzi itu...
"Ayo mandi setelah itu kita bisa makan sesuatu... Aku lapar" ujar Kim lalu membaluri Aom dengan sabun cair yang wangi itu, Aom sedikit ragu untuk membalas perlakuan kim, Aom pun membaluri tangannya dengan sabun itu juga dan mengusapkannya ke bagian leher Kim lalu turun ke pinggang Kim dan masuk dibalik kemeja putih yang basah itu..
ini membuat jarak mereka sangat dekat, tiba-tiba Kim mendorongnya sampai terhentak ke tembok shower itu..
"Kenapa Kim? Kamu tidak mau aku menyabuni tubuhmu?" Tanya Aom yang terkejut dengan gerakan Kim yang tiba-tiba iti
"Tidak... Aku hanya tidak bisa menahannya lagi aom,.. maaf jika aku kasar padamu" ujar Kim mendekat
Akhirnya mereka melakukan itu lagi di bawah guyuran shower itu...
Kim menyatukan keningnya dengan Aom dan tersenyum melihat Aom yang begitu kelelahan dengan nafasnya yang masih memburu itu. Lalu mencium singkat bibir Aom sebelum menurunkan Aom dari gendongannya....
Kim mengecup kening Aom lagi...
mengekspresikan betapa senangnya ia bisa memiliki wanita ini sebagai istrinya saat ini...
"terima kasih karena telah menerima aku sebagai suamimu Aom..." ujar Kim lembut
"sayang.." sahut Aom pelan dan ragu-ragu...
"Panggil lah aku dengan sebutan sayang tanpa ragu Aomku sayang.. aku lihat kamu masih begitu canggung mengatakan padaku... Tapi berbeda saat kita sedang bercinta... Aku sangat menikmati setiap ucapan yang keluar dari bibir manismu ini... hahaha" ujar Kim sedikit tertawa sambil meraba bibir lembut Aom...
"Akan aku coba terus sampai tak terdengar canggung Kim hehe" sahut Aom malu-malu
"Tambah dengan desahan aku akan lebih suka" goda Kim sambil menguatkan volume guyuran shower itu ke tubuh mereka yang sudah sangat basah itu...
Belum sempat Aom menyanggah godaan Kim itu Kim kembali mencium bibirnya dan sedikit memainkannya Aom membalasnya juga dengan lembut....
Kim melepaskan ciumannya dan mengusap kembali tubuh Aom dengan sabun sampai bersih..
"Semakin lama seperti ini di depanku aku rasa aku akan bercinta terus denganmu sampai besok Aom..." Ujar Kim dengan senyuman jahilnya
Aom menutupi dadanya dengan kedua tangannya seakan menghalangi Kim untuk terus memandangi tubuhnya dan kembali bercinta dengannya... Aom bukan berarti tidak ingin bercinta dengan Kim... tak dapat dipungkiri ia juga menikmati rasa nikmat yang memuncak dan bergejolak di dalam dirinya itu saat bersama Kim...
Namun jika harus bercinta dengan Kim seharian penuh juga ia tak akan sanggup... Beberapa jam saja sudah membuatnya kehabisan tenaga apalagi seharian? Bisa-bisa ia mati kelelahan karenanya...
Melihat tingkah lucu Aom seperti itu membuat Kim tertawa senang...
"Hahaha.... Makanya cepat selesaikan mandinya.. setelah itu masak sesuatu untuk kita makan sayang.." ujar Kim sambil menyelimuti Aom dengan handuk putih besar yang ia ambil di desk kamar mandinya itu...
"Kamu ingin makan apa Kim?" Tanya Aom sambil melilitkan handuk itu ke tubuhnya
"Apapun yang kamu buat akan aku makan dengan senang hati Aom.." sahut Kim tersenyum lalu berjalan ke arah shower hendak melanjutkan mandinya
"Makanan beracun pun akan kamu makan?" Respon Aom mengada-ada, lalu ia sadar kata-katanya itu sebuah kesalahan besar untuk posisinya sekarang
"Jika kamu memang ingin membunuh suamimu ini, silahkan saja..." Ujar Kim berbalik dan tersenyum pada Aom
"Maaf bercandaku keterlaluan kim..." sahut Aom menundukkan kepalanya
"Hahaha.. ayolah tidak apa Aomku sayang..." Sahut Kim kembali menghidupkan showernya lalu melanjutkan mandinya...
Aom keluar dari kamar mandi dan duduk di meja rias, mengamati banyaknya kissmark yang dibuat oleh Kim tadi.. ia tersenyum geli melihat dirinya penuh dengan bercak merah seperti itu akibat ulah Kim Hans...
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
lanjuuttttt..
jangan lama2 ya...
sukses sllu thoorrr.
lanjut trus ya sampe tamat
trus lanjut jg cerita ART di novel yg satunya 🥰🥰