NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18.

Tidak juga menemukan posisi tidur yang nyaman, Stefan bangun dari berbaringnya.

Ia meraih selimut dan bantal yang diberikan Lara padanya, lalu melangkah menuju pintu kamar Lara.

Dengan pelan tangannya membuka daun pintu.

Kakinya dengan pelan melangkah masuk ke dalam kamar, dan melihat Lara sepertinya sudah terlelap di balik selimut.

Stefan meletakkan bantal dan selimut yang ia pegang di sebelah Lara, lalu ia duduk di tepi tempat tidur memandang wajah terlelap Lara.

Dengan pelan tangannya menyentuh pipi Lara, dan mengelusnya dengan lembut sembari tersenyum.

"Kak, tahukah kamu pertama kali aku mengenali mu? walau aku dalam keadaan dibius, aku masih dapat mengenali mu" gumam Stefan.

Jari telunjuknya menyentuh bintik kecil berwarna coklat pada pipi Lara, "Tanda ini sangat aku kenali, kakak cantik dan baik hati, yang menolong ku saat aku nyaris ditabrak mobil dua belas tahun yang lalu"

Jemari telunjuk Stefan kemudian menyentuh ujung hidung Lara, "Aku tidak pernah lupa dengan tanda ini, tanda kakak yang membuatku tidak dapat melupakannya, dan sangat ingin ku nikahi kalau aku sudah dewasa"

Melihat Lara tidak terganggu dengan sentuhannya, Stefan kembali mengelus pipi Lara, " Sekarang aku sudah dewasa, dan dapat menikahi kakak! untung lah kamu sudah menceraikan lelaki itu, lelaki brengsek yang tidak layak mendapatkan cinta mu, kak"

Perlahan Stefan menundukkan wajahnya mendekati wajah Lara, lalu bibirnya dengan pelan dan lembut mengecup bibir Lara.

Melihat Lara tidak terjaga dengan kecupannya, ia kembali menunduk dan mengecup bibir Lara.

Dan tanpa sadar ia perlahan mengulum bibir Lara.

Karena merasakan lembutnya bibir Lara, membuat Stefan tidak tahan ingin merasakan lebih dalam rasa lembut bibir Lara.

Tiba-tiba Lara bergerak, dan ia pun menghentikan ciumannya mengulum bibir Lara.

Ia pikir Lara terbangun karena ciumannya, ternyata Lara hanya bergerak sedikit saja, dan masih tetap memejamkan matanya.

"Kak, apakah seperti ini kalau tertidur nyenyak? tidak terjaga sedikit pun merasakan sesuatu pada mu?" gumam Stefan bertanya pada Lara yang terlelap.

Stefan kemudian mengangkat wajahnya, lalu naik ke atas tempat tidur, dan membaringkan tubuhnya di samping Lara.

Ia tersenyum merasakan tubuh jangkungnya terbaring sempurna di samping Lara.

Stefan meletakkan satu tangannya ke bawah leher Lara, lalu dengan pelan meraih Lara merapat padanya.

Senyum Stefan semakin merekah bahagia dengan apa yang ia rasakan saat ini.

Ia mendekap tubuh ramping Lara dalam pelukannya, lalu ia pun memejamkan matanya.

Pagi harinya.

Lara menggeliat kan tubuhnya, dan ia merasa tangannya memeluk sesuatu yang terasa kokoh.

Perlahan Lara membuka matanya.

Saat matanya terbuka, ia menatap wajah seorang pria yang cukup tampan di sampingnya.

Ia mengedipkan matanya, merasa seperti belum bangun dari tidurnya.

Ia kembali mengedipkan matanya, merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

Wajah pria tampan itu masih terbaring lelap di sampingnya memejamkan mata, dan ia pun sontak mengangkat tubuhnya untuk duduk.

Mata Lara membulat melihat dengan jelas, kalau ia ternyata tidak sedang bermimpi.

Stefan tidur di ranjangnya hanya mengenakan bathrobe, dan sepertinya sepanjang malam ia tidur dalam dekapan Stefan.

Lara dengan cepat menyingkirkan selimutnya, lalu turun dari atas tempat tidur.

Kenapa Stefan bisa tidur dikamarnya, bukankah anak muda itu tadi malam tidur di sofa? pikir Lara merasa bingung.

"Stefan! bangun!!"

Lara menggoyang bahu Stefan, yang tampak masih terlelap tidur dengan nyenyak.

"Bangun, Stefan!!" kembali Lara membangunkan Stefan.

Mata Stefan pun perlahan terbuka, dan dengan mata setengah tertutup memandang Lara.

"Ada apa, kak? sudah jam berapa ini? aku masih mengantuk!" jawab Stefan dengan suara serak, dan menarik selimut untuk kembali melanjutkan tidurnya.

"Ka.. kamu! kamu!!" wajah Lara memerah melihat sikap acuh tak acuh Stefan, yang merasa tidak bersalah telah tidur dikamarnya.

"Aku masih mengantuk, kak!" jawab Stefan lagi dengan suara mengantuk.

"Ka.. kamu! kenapa kamu bisa tidur di kamarku? bukankah kamu seharusnya tidur di ruang depan?!" tanya Lara mulai kesal.

"Sofanya terlalu pendek, aku tidak dapat tidur dengan nyaman!" jawab Stefan dengan begitu tenangnya sembari memejamkan mata.

Melihat sikap tenang Stefan, membuat mata Lara membulat memandang Stefan tidak percaya.

Tetangga baru yang baru ia kenal, sudah begitu berani mengambil kesempatan di saat ia tidur.

"Ka.. kalau kamu merasa tidak nyaman, kenapa tidak kembali saja ke apartemenmu?!" tanya Lara mulai semakin kesal melihat jawaban santai Stefan.

"Kakak kan sudah jadi pacarku!" jawab Stefan, "Bukankah biasanya, orang yang berpacaran boleh berbagi tempat tidur?"

Lara tidak dapat berkata-kata mendengar jawaban santai dan terdengar begitu tenang dari Stefan.

Matanya hanya bisa membulat memandang Stefan, yang berbaring memejamkan mata meringkuk di bawah selimut.

Lara rasanya ingin mengamuk, tapi tidak dapat ia lampiaskan melihat Stefan yang sepertinya sudah kembali tertidur.

Astaga! kenapa setelah aku menyerah pada David, aku jadi terlibat dengan pria muda sepertinya, apakah aku beruntung, atau sangat sial? pikir Lara memandang Stefan yang terlihat begitu nyaman tidur dibalik selimutnya.

Ia hanya ingin hidup untuk dirinya sendiri, setelah bercerai dan putus hubungan, antara putri dan Ayah dengan orang tua bias seperti Ayahnya.

Ia tidak pernah terpikir akan menjalin hubungan secepatnya ini dengan seorang pria, dan bahkan untuk dekat dengan seorang mahasiswa.

Lara yang terpaku memandang Stefan, perlahan menghela nafas dengan berat.

Dengan langkah berat ia terpaksa keluar dari dalam kamarnya.

Setelah sikat gigi, dan cuci muka ia membuat sarapan untuk dirinya, dan dengan terpaksa menambah satu porsi lagi untuk Stefan.

Ia meletakkan sarapan di atas meja makan, lalu membuat susu hangat untuk dua orang.

"Aaa.. !!"

Ia nyaris saja melompat, dan menjatuhkan gelas yang sedang ia isi dengan susu hangat.

Dua tangan tiba-tiba merayap dari belakang merangkul pinggangnya, dan tubuhnya kemudian dipeluk dari belakang.

"Kak, ini aku! wangi sekali, kakak buat sarapan untuk aku, ya?"

Wajah Stefan nyaris menempel pada pipinya melihat apa yang sedang ia lakukan, dengan menundukkan wajah lewat bahunya.

Lara meletakkan teko stainless yang ia pegang, dan kemudian memutar tubuhnya untuk mendorong Stefan menjauh darinya.

"Apa yang kamu lakukan! kamu semakin tidak sopan! menjauh dari.. akh!!"

Lara tidak menyangka, tindakannya memutar tubuhnya dengan cepat, membuat ia jadi menempel pada tubuh Stefan yang masih memakai bathrobe.

Matanya membulat, dan ia pun sontak menjauhkan dirinya dengan mendorong dada Stefan.

Dan tindakannya yang spontan itu, membuat tubuhnya nyaris jatuh ke belakang, dan membentur kabinet dapur, kalau tangan Stefan tidak cepat meraih pinggangnya.

Tubuhnya membentur tubuh kokoh Stefan, dan ke dua tangannya menempel pada dada bidang Stefan.

Bersambung..........

1
Lia siti marlia
ya ampun tuh bocah berasa di per...os oleh padal dia yang meped terus
Endang Sulistiyowati
Ya ampun Lara, Stefan minta tanggung jawab tuh karna udah 2x bobo bareng. Modus banget Stefan,
nuraeinieni
dasar modus,,,bilang aja kamu keenakan di peluk lara
nuraeinieni
aduh cindy kamu salah orang,ingin mencelakai lara malah steven yg kena,untung lara dan steven cepat menghindar.
nuraeinieni
curiga nih lara,dgn orang2 nya steven
Cindy
lanjut
Dian Rahmawati
stefan 🤣
mars
iya tuh udh 2x ditiduri,tanggung jawab lo udh ga suci lagi🤣🤣🤣🤣🤣 koplak
Lia siti marlia
mulai mulai terkuak sedikit demi sedikit
Ariany Sudjana
kak penulis, tolong jangan sampai Lara dirusak Stefan, gara-gara minuman itu
Ariany Sudjana
aduh kenapa air itu diminum sama Stefan? jangan sampai Lara jadi pelampiasan karena minuman laknat itu. kenapa sih bukannya David saja yang minum? kan sudah ada pelampiasannya? ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan
Ariany Sudjana
hahaha benar kata Stefan, kalau David sudah dibutakan sama jalang peliharaannya dan juga Mak Lampir Anna itu
Maria Mariati
kejebak sama permainan sendiri 🤣🤣🤣💪💪💪😍😍
nuraeinieni
cindy dan mama anna,sandiwara kalian tdk mempan,lara sdh muak dgn kebusukan kalian.
nuraeinieni
aduh sepertinya minuman itu sdh di kasi masuk obat perangsang
nuraeinieni
enak ya david dapat hadiah bogemam dari berondong
Lia siti marlia
hadeh bisa bisa stefan nyoblos lara lagi gara gara minuman yang di berikan cindy
Ariany Sudjana: iya, ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan. gimana sih kak penulis?
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Endang Sulistiyowati
Bener tuh kata Lara, 2 pria bodoh yang dengan mudah dikendalikan 2 wanita licik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!