Kim Aira Kusuma
Aira (17) adalah anak ketiga dari pasangan Kim Woo Joon dan Indira Kusuma dan memiliki kakak kembar yang sangat menyanyanginya, yaitu Kim Jayden Kusuma dan Kim Jordan Kusuma.
Kenzo Aditama
Kenzo (18) merupakan anak pertama dari pasangan Nathan Aditama dan Lydia Aditama dan tak lupa adiknya yang bernama Daniel Aditama.
Mereka dijodohkan oleh kedua orang tua mereka yang mana adalah sahabat dari mereka kuliah. Mereka pun akhirnya menikah diam-diam tanpa ada yang tahu hubungan mereka, hingga mereka saling jatuh cinta walaupun banyak masalah. Setelah 1 tahun pernikahan mereka Kenzo membuat kesalahan yang fatal mengakibatkan Aira pergi meninggalkannya dalam keadaan hamil sampai tak seorang pun yang tau keberadaannya.
Apakah Aira akan kembali dan memaafkan Kenzo atau Aira akan meninggalkan kenzo selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sherly02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sensitif
Dengan cepat Rara menghapus air matanya saat melihat Kenzo keluar dari supermarket itu dengan membawa dua kantong besar yang penuh akan pembalut.
"Astaga kak, kenapa beli pembalut nya banyak banget kayak ini. Padahal 2 pack ini aja Rara udah cukup", ucap Rara
"Gak apa-apa sayang. Biar di rumah kamu ada stoknya, jadi gak perlu beli lagi nantinya", ujar Kenzo mengelus kepala istrinya.
"Umm... Ya udah makasih ya suamiku tersayang yang ganteng. Perhatian banget sih sama istrinya, apa jangan-jangan kakak udah pernah ya beliin perempuan lain pembalut kayak ini?", tanya Rara penuh selidik pada suaminya.
"Gak pernah sayang. Ini pertama kalinya kakak beli pembalut untuk perempuan apalagi untuk istri kakak sendiri. Tapi kakak di dalam tadi malu banget karena beli pembalut ini, mungkin orang-orang kira kakak cowok mesum karena beli pembalut sebanyak ini dan langsung aja kakak bilang kalo ini untuk istri kakak", jelas Kenzo membuat Rara tertawa dengan bahagianya.
"Ketawa aja terus. Puas kamu ya ketawain kakak yang di kira cowok mesum", lanjut Kenzo
"Lagian kakak belinya terlalu banyak. Mending kita pulang yuk kak, Rara mau ganti dan pakai pembalutnya udah gak nyaman nih. Rara takutnya akan kenapa kursi mobil kakak", ucap Rara khawatir jika darah haid akan mengenai kursi mobil sang suami.
"Ya udah kita pulang sekarang", singkat Kenzo
•••
Malam Harinya
Setelah makan malam kini semua keluarga berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang ringan sebelum mereka tidur.
Rara duduk disebelah Kenzo di sofa yang sama, sofa sebelahnya ada Jayden dan Jordan dan untuk sofa di depan mereka ada daddy Woo Joon dan mommy Indira.
"Ra hari ini tanggal 15, gimana apa sakit pinggang kamu sayang? Stok kamu masih banyak kan?", tanya Jayden pada adik bungsunya. Karena Jayden tau jika tanggal itu selalu membuat adiknya mengalami sakit pinggang setiap bulannya jika siklus haidnya datang.
"Iya gak apa-apa oppa. Rara baik-baik aja tadi ada kak Ken yang bantu Rara apalagi beliin Rara pembalut di supermarket", sahut Rara
"Beli pembalut di supermarket. Masa iya kamu suruh suami kamu beli pembalut wanita nak di supermarket lagi, apa kata orang yang liat suami kamu beli pembalut", ucap mommy Indira yang tak habis pikir anaknya akan menyuruh suaminya untuk membelikan pembalut untuknya.
"Ya mau gimana lagi mom, kalo Rara yang beli sendiri nanti Rara jadi bahan ketawaan orang-orang di supermarket. Mommy liat sendiri kan tadi rok sekolah Rara ada noda darahnya, makanya Rara minta tolong sama kak Kenzo buat beli pembalutnya", terang Rara pada mommy nya
"Makanya lain kali kalo udah tanggalnya harus selalu bawa kemana-mana tuh pembalut biar gak repoti orang. Ya kali suami kamu disuruh beli pembalut yang ada orang-orang pikir kalo Kenzo itu cowok mesum. Dasar pembuat masalah selalu aja buat orang repot dan harus selalu turuti semua keinginan kamu, gak bisa apa lakuin sendiri", celetuk Jordan membuat Rara terdiam.
"Gak apa-apa kok hyung. Kenzo sama sekali gak merasa di repotin, wajarkan kalo Rara minta tolong sama Ken suaminya", jelas Kenzo setelah melihat istrinya bersedih dengan perkataan kakak nya.
Rara bangkit dari duduk nya tanpa mengatakan apapun dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya. Semua yang melihat Rara telah masuk ke kamarnya menatap heran dengan sedikit membantingkan pintu kamarnya hingga terdengar sampai ke bawah.
"Jordan, kamu tau kan kalo adik kamu itu sensitif kalo lagi haid, kenapa kamu ngomong nya seperti itu. Tuh kamu liat sendiri kan dia sampai banting pintu kamarnya", ucap mommy Indira. Sedangkan daddy Woo Joon hanya diam.
"Kenapa lo ngomong kayak itu sih, tau sendiri kalo Rara lagi haid kayak apa. Lo kayak itu lagi. haish dasar lo emang", ucap Jayden pada adik kembarnya.
•••
Di Kamar
Rara menangis dalam kamarnya setelah mendengar ucapan dari Jordan yang menurutnya menyakiti hatinya. Dengan cepat Rara menghapus air matanya dan mengambil handphone nya di atas nakas dan ingin menghubungi seseorang.
Belum sempat menelpon seseorang ada sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal nya dan itu nomor yang sama dengan yang siang tadi mengiriminya pesan teror.
"KENZO MILIK GUE SEORANG. GUE LEBIH SAYANG DAN CINTA SAMA KENZO DIBANDINGKAN DENGAN LO YANG GAK ADA APA-APA NYA ITU. PUTUSIN KENZO DAN TINGGALIN DIA BUAT GUE. LO AKAN TERIMA AKIBATNYA KALO LO GAK MAU NURUT SAMA GUE", Rara membulatkan matanya tak percaya dengan isi pesan tersebut. Masih saja ada orang yang mengiriminya pesan teror itu.
Rara menutup pesan itu dan langsung menghubungi seseorang saat ini juga.
Tut...tut...tut...
Terdengar nada hubungnya dan tak lama orang yang di sebrang sana mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum ma", ucap Rara yang menelpon ibu mertuanya.
"Wa'alaikumsalam mantu mama yang cantik. Kenapa sayang telpon mama malam kayak ini, kamu sudah makan malam kan sayang?", tanya mama Lydia
"Sudah ma. Rara dan kak Kenzo sudah makan malam kok. Mama sama papa sudah makan malam juga?", tanya balik Rara
"Iya sayang mama sama papa kamu sudah makan malam. Ada apa kamu telpon mama nak?", kembali mama Lydia bertanya maksud mantunya menelpon nya.
"Ma, boleh gak selama 3 hari atau lebih ma Rara sama kak Kenzo menginap di rumah mama dan malam ini Rara dan kak Kenzo ke sana. Rara mau tidur di sana apalagi ada Dea", Rara memberitahukan maksudnya menelpon mama Lydia.
"Tentu boleh dong sayang. Mama malah senang kamu sama Kenzo mau nginap di rumah mama papa. Ya udah kamu siap-siap dulu ya sayang baru ke rumah mama papa, sekarang mama mau suruh bik Yati bersihkan kamar untuk kalian ya. Ingat di jalan nanti hati-hati ya nak", ucap mama Lydia senang mengetahui jika anak dan menantu nya mau menginap.
"Oke ma. Ya udah Rara mau siapkan baju-baju ya ma. Assalamu'alaikum", ucap Rara
"Wa'alaikumsalam sayang", jawab mama Lydia seraya mematikan telponnya.
Rara meletakkan kembali handphone nya di atas nakas dan dia mengambil koper besar yang ada di samping lemarinya. Ia mengambil baju sekolah ia dan suaminya di masukan ke dalam koper dan beberapa pakaian dalam miliknya dan Kenzo. Tak lupa juga baju tidur dan baju santai mereka berdua selama mereka berada di sana.
•••
Kediaman Aditama
Setelah mendapat telpon dari menantunya mama Lydia langsung menyuruh bik Yati untuk membersihkan kamar Kenzo malam itu juga.
"Bik Yati...tolong bersihkan kamar Kenzo ya sekarang, karena mereka akan menginap malam ini dan beberapa hari ke depan", perintah mama Lydia
"Baik Nyonya, saya permisi ke kamar tuan muda", ucap bik Yati diangguki mama Lydia.
Dari kejauhan papa Nathan, Dea dan orangtua Dea merasa heran dengan mama Lydia dan langsung bertanya.
"Mama ngapain suruh bik Yati bersihin kamar Kenzo", tanya papa Nathan
"Mereka berdua mau menginap di sini selama beberapa hari ke depan, pa", jawab mama Lydia
"Beneran ma, kak Kenzo dan kakak ipar mau menginap disini selama beberapa hari", kini giliran Dea yang bertanya.
"Iya sayang, mereka mau menginap di sini selama beberapa hari ke depan", ucap mama Lydia
"Hore...Dea ada teman sekarang di rumah. Yeay kakak ipar nginap disini, jadi Dea ada teman ngobrol", teriak Dea yang sangat senang mengetahui kakak dan kakak iparnya bakalan menginap.
Melihat Dea yang begitu senang nya menyambut kedatangan kakak dan kakak iparnya itu membuat semua orang tertawa dengan tingkah gadis cantik itu.
•••
Selesai mengemas pakaian yang akan di bawa nya, Rara mengambil kunci mobil milik suaminya yang ada di dalam laci nakasnya. Dengan membawa koper yang sudah rapi, ia turun kembali ke bawa dengan koper besar di tangannya.
Dengan sedikit menghentakan langkahnya Rara menuruni tangga, membuat semua orang menoleh ke arahnya. Mommy Indira, daddy Woo Joon, Kenzo, Jayden dan Jordan yang melihat ada koper besar yang di bawa Rara merasa bingung.
"Sayang kamu mau kemana malam-malam kayak ini bawa koper besar kayak ini?", tanya mommy Indira tapi tak dihiraukan.
"Rara sayang, kamu mau kemana malam kayak ini bawa koper besar ini", Jayden ikut bertanya tapi tetap saja tak dihiraukan oleh adiknya.
"Kak Kenzo, ayo kita pergi dari rumah ini sekarang juga. Nih Rara udah berkemas dan ini kunci mobil kakak", ucap Rara menyerahkan kunci mobil pada suaminya.
"Tapi kita mau kemana sayang malam-malam kayak ini", tanya Kenzo pada istrinya.
"Udah kak, kita pergi aja dulu nanti baru Rara kasih tau sama kakak dijalan", jawab Rara menarik tangan suaminya dan berjalan ke pintu utama rumahnya.
"Tapi kita pamit dulu sama yang lain sayang", kata Kenzo
"Gak perlu pamit kak, biarin aja. Ayo kak sekarang kita pergi", ujar Rara yang sedikit menaikan suara nya hingga terdengar oleh semuanya.
"Panda sayang, anak kesayangan daddy mau kemana nak malam begini sayang", ucap daddy Woo Joon namun sama saja Rara mengabaikan semua pertanyaan dari keluarganya.
Rara mengabaikan semua pertanyaan itu dan menarik tangan Kenzo serta menyeret koper besar yang ada di tangannya keluar dari rumah menuju dimana mobil suaminya berada.
"Kamu liat kan, gara-gara kamu bicara begitu sama adik kamu yang lagi sensitif. Kamu liat kan dia sampai keluar dari rumah ini malam-malam begini, mommy gak tau di bakalan tidur dimana. Kamu liat dan dengarkan mommy, daddy dan hyung kamu bertanya padanya tapi diabaikannya. Kamu tau sendiri kalo Rara lagi sensitif karena haid mudah tersinggung belum lagi nanti dia akan hamil, maka sensitifnya melebihi ini bisa-bisa dia bunuh diri", ucap mommy Indira pada Jordan dan ia merasa khawatir akan anak bungsunya yang pergi meninggalkan rumah dan membuat Jordan bungkam. Kemudian mommy Indira bangkit masuk ke dalam kamarnya disusul daddy Woo Joon.
"Tuh lo liat kan, Rara udah pergi dari rumah. Puas lo hah!", ucap Jayden kecewa.
Jordan pun merasa bersalah telah mengatakan itu kepada adik perempuan nya. Apa yang harus dilakukannya sekarang. Jordan begitu menyesali perkataan nya.
makasih udah mau up