NovelToon NovelToon
Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dewi tan

Dicky Pradita, seorang Dokter muda spesialis anak, menyelamatkan Fitri, seorang wanita korban pemerkosaan yang akan bunuh diri karena depresi.

Untuk menutup aibnya karena Fitri hamil, Dokter Dicky terpaksa menikahi wanita itu, niat awal hanya untuk melindunginya.

Akankah cinta akan tumbuh di antara mereka yang berbeda kehidupan dan latar belakang? Akankah trauma yang di alami Fitri akan hilang melalui ketulusan hati sang Dokter?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jantung Yang Berdebar

Setelah Dicky mengantarkan Fitri pulang ke rumah, dia langsung kembali lagi ke rumah sakit, karena pasien yang telah menunggu.

Sementara Fitri juga langsung beranjak ke dapur untuk mempersiapkan masakan untuk makan malam nanti.

"Bahan makanan masih ada di kulkas kan Bi?" tanya Fitri.

"Mbak Fitri istirahat dulu, makan malam kan masih lama, nanti sorean saja memasaknya!" sahut Bi Sumi.

"Aku cuma mau siapkan saja bahannya Bi, masaknya nanti sorean, hari ini kata Mas Dicky dia pulang agak cepat, jadi aku tidak mau telat!" ujar Fitri.

"Uhm, sekarang sudah lebih mesra panggilnya, Pak Dokter itu kan agak pemalu, Mbak Fitri dong yang banyak inisiatif, Bibi bahagia kalau melihat Pak Dokter dan Mbak Fitri bahagia!" ucap Bi Sumi.

"Doakan aku bisa membuat suamiku bahagia Bi!" gumam Fitri. Dia mulai menyiangi sayuran dan bumbu yang akan di masaknya nanti.

"Pasti Bibi doakan Mbak, Pak Dokter itu sudah Bibi anggap sebagai anak Bibi sendiri, pertama kali kerja di sini waktu Pak Dokter baru menjabat sebagai Dokter, tadinya pak Dokter tinggal di asrama kedokteran!" ungkap Bi Sumi.

"Sudah berapa lama Bu Sumi bekerja di sini?" tanya Fitri.

"Sekitar dua tahunan Mbak, Pak Dokter kan belum lama lulus kuliah, makanya dia masih muda kan? Tampan lagi!" jawab Bi Sumi.

Setelah mempersiapkan bahan untuk di masak, Fitri segera naik ke atas menuju ke kamarnya, sekedar untuk beristirahat sebentar.

Fitri mulai membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, lalu memompa ASI nya sebentar, kemudian dia membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya.

Karena lelah dan mengantuk, akhirnya Fitri ketiduran, entah berapa lama dia tertidur.

Fitri mengerjapkan matanya saat dia merasakan ada yang memeluknya dari belakang.

Saat Fitri menoleh, dia sedikit terkejut melihat Dicky yang kini sudah ada di sampingnya.

"Mas Dicky? Kau sudah pulang?" tanya Fitri terkesiap.

"Sudah Fit, kau tidur nyenyak sekali, aku tak berani membangunkan mu!" jawab Dicky.

"Ya Ampun Mas, aku belum memasak untuk makan malam, padahal aku sudah menyiapkan bahan-bahannya!" ujar Fitri panik, dia langsung bangun dari posisi berbaringnya.

"Tidak udah masak Fit, Bi Sumi sedang mengolah masakannya di bawah, biarkan dia yang mengerjakannya!" sergah Dicky.

"Tapi Mas, aku sangat niat memasak untukmu, maafkan ya, biar aku ke bawah membantu Bi Sumi!" ujar Fitri.

"Fit, aku tidak ingin kau sibuk memasak untukku, aku ingin kau ada di sisiku saat ini!" sahut Dicky.

Fitri tertegun mendengar ucapan Dicky. Tidak biasanya tatapan Dicky terhadapnya begitu mendamba, sorot matanya menyiratkan perasaan yang sangat dalam, namun Dicky belum pernah mengungkapkan apapun dengan perkataannya.

Fitri tidak berani menebak-nebak, karena kalau dia salah dia akan sakit hati sendiri.

Perlahan Dicky menangkup wajah Fitri, wajah itu semakin lama semakin dekat, Fitri menahan nafasnya dan mulai memejamkan matanya, tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi.

Perlahan Dicky mulai mengecup bibir Fitri, Fitri terkejut namun dia berusaha untuk mengendalikan dirinya.

"Mas Dicky ..." ucap Fitri tertahan.

Dicky terus mengecup bibir Fitri beberapa kali, ada rasa manis dan hangat yang Fitri rasakan, saat merasakan sentuhan bibir Dicky di bibirnya.

Jantung Fitri berdebar dengan sangat keras, dia seperti anak remaja yang baru pertama kali jatuh cinta.

"Fitri, bolehkan aku memberikan nafkah batin padamu? Menjalankan kewajibanku sebagai suami?" bisik Dicky. Bulu kuduk Fitri meremang seketika.

"Mas, aku ... aku ..." Fitri menghentikan ucapannya, sesungguhnya batinnya belum siap, bayang-bayang tragedi masa lalunya tiba-tiba muncul di ingatannya.

Tiba-tiba Fitri mendorong tubuh Dicky menjauh darinya.

"Tidak! Tidak!" jerit Fitri sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Dicky langsung merengkuh Fitri dan membenamkan kepalanya di dada bidangnya sambil memeluknya erat.

"Maafkan aku Fit, aku tau kau belum siap, maafkan aku!" ucap Dicky.

"Mas, aku yang minta maaf, entak kenapa bayangan itu datang lagi, di mana orang-orang itu telah merenggut paksa kehormatanku, aku benci!!" tangis Fitri di dada Dicky.

Dicky membelai rambut Fitri dengan lembut, kemudian mengecup keningnya.

"Dengarkan aku Fit, kau jangan berpikiran kalau hal itu selalu buruk dan menakutkan, hubungan suami istri itu indah Fit, kalau kita melakukannya dengan tepat, aku akan bersabar menunggumu Fit!" ucap Dicky.

"Maafkan aku Mas, aku tidak bermaksud menolakmu, aku hanya perlu waktu untuk mengenalmu lebih dalam lagi!" balas Fitri.

"Baiklah, pertama-tama kau harus mengenal ini!" Dicky langsung melepaskan pelukannya dan membuka resleting celananya.

Ada suatu benda besar dan keras yang sudah keluar dengan bebasnya, yang membuat Fitri membulatkan matanya.

"Kau harus menyayangi benda ini, aku adalah suamimu, aku bukan penjahat, mungkin kau pernah melihatnya dengan kondisi yang buruk dan takut, tapi milikku bukan untuk menakuti mu, aku membukanya di hadapanmu karena kau adalah istri sah ku Fit!" ucap Dicky.

"Iya Mas, aku pernah melihat itu waktu aku di perkosa, tapi tidak sebesar punya Mas Dicky!" sahut Fitri polos.

"Aku tidak buru-buru, aku akan terus sabar menunggumu, kita menikah sudah hampir satu tahun, tapi sedikitpun aku tidak pernah menyentuhmu, aku akan terus menunggu kau ijinkan aku untuk menyentuhmu!" ujar Dicky sambil mulai berbaring terlentang.

"Maafkan aku Mas, aku belum siap, tapi aku tidak ingin mengecewakanmu, bolehkan benda ini aku sentuh?" tanya Fitri.

"Tentu saja boleh Fit, sentuhlah dan peganglah sesuka hatimu, aku akan memejamkan mataku!" jawab Dicky.

Fitri lalu mulai menyentuh dan memainkan benda besar itu, ada rasa hangat yang ia rasakan, Fitri mulai belajar mengenal milik suaminya.

Sementara di bawah Bi Sumi nampak sibuk menyelesaikan masakannya. Hingga saat sudah rampung, Bu Sumi mulai menyajikan makanannya di meja makan.

Kring ... Kring ...

Telepon di meja telepon berdering, Bi Sumi bergegas jalan ke meja telepon lalu mengangkat teleponnya.

"Halo!

"Halo selamat sore, ini dari rumah sakit Cahaya, Dokter Dicky nya ada? Ponselnya tidak di angkat-angkat!" tanya suara di sebrang.

"Oh, Pak Dokter lagi di atas, mungkin sedang istirahat!" jawab Bi Sumi.

"Bisa tolong panggilkan? Ini urgen karena ada anak yang harus di operasi malam ini!" jelas sang penelepon.

"Baik, saya akan panggilkan!" jawab Bi Sumi yang segera bergegas naik ke lantai atas.

*****

1
SRI HANDAYANI
chika ortunya kan dokter dan ceo kok anaknya opname di RS tdk ada yg jaga🤭🤭😀😀
SRI HANDAYANI
dokter ranti otak busuk😡😡😡
Jasreena
suami dalam novel manis sekali... mau dong satuuu
Jasreena
di novel " Hujan " Ranti blm sempet cerai sm suaminya dah keburu meninggal...
Sri Astuti
smp bertemu lagi salam
Sri Astuti
duuh.. terharu aku.. si ksmpret ternyata sdr Dicky
Sri Astuti
rasain skrg.. gmn msh mau sensi
Sri Astuti
bu Eni ga blh dong banding"in... orang punya takdir dan bagian sendiri"
Sri Astuti
kan Keyla yg pamer
Sri Astuti
jgn" itu tunangan si Donny
Sri Astuti
rejeki orang tdk dibatasi aplg yg sebaik Dicky yg suka berbagi
Sri Astuti
bu Anjsni lupa bhw dia jg dulu orang kampung.. ternyata mmg Alex mau dijauhkan dr Fitri.. insting bu Eni sangat tajam
Sri Astuti
jgn smp bu Anjani mau pisahin Fitri dr suami dan anaknya
Sri Astuti
jgn" itu Arini
Sri Astuti
Bram kecewa lahannya jd kering
Sri Astuti
dr mana orang" itu tahu klo Dicky ke Jepang
Sri Astuti
lydia Kandau masa jd bu Eni.. norak gt
Sri Astuti
sita mungkun
Sri Astuti
orang sdh ditolong kok tambah songong si Romlah ini
Sri Astuti
emang norak sih emaknya Fitri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!