NovelToon NovelToon
Ryeana

Ryeana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:104.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hertati

Sebelum membaca jangan lupa di Favoritin ❤️ dulu ya kakak.

"Maaf aku hanya mampu menjadi pengagum rahasia mu dan seseorang yang senantiasa melangitkan namamu" Ryeana.

Ryeana Allura Clarabelle adalah remaja SMA yang sangat mencintai sahabat laki-lakinya sejak SMP. Ryeana adalah tipe gadis yang sangat sulit dimengerti, dia akan terlihat dingin dan cuek didepan orang baru. Dan akan terlihat hangat di depan orang terdekatnya.

Ryeana bukanlah tipe gadis yang mau menunjukkan perasaannya secara frontal, gadis itu lebih memilih memendam dan menyalurkan rasa cinta dan sukanya lewat cara rahasia dia sendiri.

Jadi, mungkinkah bagi seorang gadis remaja seperti Ryeana berhasil mendapatkan cinta yang sangat diinginkannya dari sahabat laki-lakinya itu ?

Ikuti dan baca terus novel "Cinta Ryeana" dan jangan lupa kasih komentar mu di setiap Bab.

Happy Reading 🌻

Follow Instagram : @nona_rie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hertati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ryeana-31

Di anak tangga menuju lorong kelas X, dua orang laki-laki saling menghadap, memandang manik mata lawan dengan tatapan membunuh.

Nicholas yang ingin menuju ke ruangannya di hadang oleh Devan yang ingin turun ke lapangan.

Dengan senyuman menjengkelkan ia tujukan pada Nicholas. Nicholas mendengus kesal karena merasa muak dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu.

"Mau apa lagi Lo?" tanya Nicholas malas.

"Jangan lupa, ini hari pertama Lo untuk yakini Ryeana. " ucap Devan menjengkelkan, ia menyandarkan punggungnya ke pegangan tangga.

Suara langkah kaki dari lantai bawah mengganggu pembicaraan mereka, keduanya menoleh ke arah yang datang. Tepat sekali disana sosok Ryeana muncul dengan pandangan menunduk ke bawah, gadis itu terus menaiki anak tangga, tanpa tahu siapa yang ada di atas sana.

Devan memunculkan smirknya dengan menaikkan salah satu alisnya pada Nicholas.

"Orangnya panjang umur, waktu Lo cuman 3 hari dan itu di mulai dari sekarang, kalo Lo lupa." bisikknya di telinga Nicholas lalu turun ke bawah mendekati Ryeana yang masih belum sadar dengan sekitarnya.

"Kalo jalan jangan tunduk, nanti jatuh." peringat Devan sambil menepuk pelan pucuk kepala Ryeana saat sudah di samping gadis itu. Ryeana terkejut, refleks dia mengangkat kepalanya menoleh ke sampingnya. Raut wajah yang terkejut langsung berubah menjadi malas saat melihat siapa yang sudah menyapanya.

Wajah Devan mendekati wajah Ryeana, yang berhasil membuat gadis itu memundurkan kepalanya kebelakang.

"Kamu cantik" bisiknya.

Devan tersenyum menatap Ryeana, kemudian melanjutkan langkahnya setelah melirik sekilas Nicholas yang berada di anak tangga atas sedang memperhatikan mereka berdua.

Setelah kepergian Devan, Ryeana kembali melanjutkan langkahnya, baru satu langkah, ia kembali dikejutkan dengan sosok Nicholas. Berbeda dengan Devan tadi, raut wajah Ryeana bukan malas melainkan senang. Gadis itu tersenyum manis menyapa Nicholas.

"Pagi Kodok" sapanya mempercepat langkah agar lebih dekat dengan Nicholas hingga jarak mereka hanya berbeda satu tangga.

"Pagi Ri. Sendirian? Andira belum masuk sekolah ya?" ucap Nicholas tak kalah ramah.

"Iya seperti biasa. Harusnya hari ini sih udah. Tapi gak tahu juga ya, ponsel ku gak aktif sedari kemarin sore."

Nicholas mengangguk, kemudian mengajak Ryeana menuju ruangan kelas masing-masing.

"Ri nanti jam istirahat pertama, aku jemput ya. Ada yang mau aku omongin" ucap Nicholas saat mereka sudah tiba di depan kelas X-1.

"Mau ngomong apa Dok?" tanya Ryeana penasaran.

"Ada deh. Yaudah gih sana masuk. "

Ryeana mengangguk, kemudian masuk ke dalam kelas setelah Nicholas beranjak dari depan kelasnya. Sekolah masih belum terlalu ramai, ruangan kelas Ryeana masih ada beberapa orang saja didalam yang sibuk dengan dunianya masing-masing.

***

Mendengar bel istirahat berbunyi, Ryeana langsung buru-buru membereskan buku-bukunya dan dimasukkan ke dalam tas. Gadis itu sudah tidak sabaran bertemu dengan Nicholas. Shaka yang memperhatikan teman sebangkunya itu terburu-buru mengernyit heran.

"Lo kenapa bebs ? Kesambet? Tumben banget buru-buru gini?" tanya Shaka heran

Ryeana tidak menjawab, gadis itu hanya tercengir kuda saja.

"Ri. Lo Ryeana teman gue kan. Perasaan tadi pas belajar MTK baik-baik aja kok" ucap Shaka bodoh sambil meletakkan punggung tangannya di kening Ryeana lalu beralih meletakkan di bokongnya. Ryeana yang melihat itu langsung memukul lengan teman gila nya itu.

"Auchhh sakit Ri bodoh" umpat Shaka meringis.

"Lagian lo sih, ngapain juga Lo samain kepala gue sama pantat Lo. " sungut Ryeana.

Pandangan Ryeana beralih ke pintu kelas, siluet tubuh Nicholas sudah terlihat disana. Gadis itu langsung meninggalkan Shaka dan mengabaikan segala rancauan cowok cantik itu.

"Gue pasti bisa dapetin Lo"

***

Siapa yang tidak akan bahagia, diajak duduk berdua memandang yang indah disana. Bercanda gurau mengundang gelak tawa yang menggelitik perut, apalagi menghabiskan waktu dengan orang yang berulang kali membuat mu jatuh, dan teramat jatuh padanya. Dunia seakan menjadi milik berdua ya. Tidak peduli bagaimana orang menatap mu, tidak peduli bagaimana orang berbicara tentang mu. Selama orang yang kamu cintai menerima dan menganggap mu ada.

Namun, siapa yang bisa menduga, bahwa orang yang memberi mu bahagia adalah orang yang juga memberi mu luka. Tidak ada sama sekali.

Sedetik kamu di beri tawa, maka sedetik kemudian kamu akan menangis.

Nicholas dan Ryeana saat ini duduk di bangku taman, bertemankan roti cokelat kesukaan Ryeana dan dua botol minuman fa*ta kesukaan Nicholas yang terlebih dulu dipesan oleh laki-laki itu sebelum menjemput Ryeana ke kelasnya.

"Ri kok kamu suka banget sih sama roti cokelat. Emang gak sakit gigi tiap hari makan beginian?" tanya Nicholas sambil membolak-balik kemasan roti itu. Semua orang yang mengenal Ryeana sejak lama, pasti tahu kesukaan gadis itu, yaitu roti cokelat. Segala hal yang berbau cokelat juga termasuk.

Ryeana menggeleng sambil mengunyah.

"Yah ha-bis gi-mana Dok, mau su-ka kamu, ta-pi ka-mu sudah a-da yang pu-nya" gumam Ryeana pelan namun masih bisa di dengar oleh Nicholas.

"Apa, apa, apa barusan. Kamu bilang apa?" tanya Nicholas sedikit kaget.

Ryeana kelimpungan, ia langsung menelan kasar kunyahan yang didalam mulutnya.

"Apa? Salah dengar kali kamu Dok" kilah Ryeana sambil membuka botol minuman merah dan bersoda itu.

"Masa sih salah dengar." ucap Nicholas memastikan. Ryeana tertawa paksa.

"Iya ih. Memangnya kamu dengar apaan coba?"

"Kamu bilang kamu suka sama aku" ucap Nicholas polos. Ryeana tertawa lagi.

"Ge'er ihhhh" ucap Ryeana pura-pura geli.

"Iya deh. Tapi bagus juga sih Ri. Kamu jangan suka ya sama aku. Aku cinta sama Lala dan aku gak mau buat dia sakit hati. Aku tuh sayang banget sama kamu, kamu sahabat aku satu-satunya yang paling ngerti aku. " ucap Nicholas jujur.

Deg

Hati Ryeana mencelos. Ini yang dia takutkan, dia tak ingin memberi tahu Nicholas tentang perasaannya karena ikatan persahabatan sekaligus karena Nicholas sudah ada yang punya.

Rasanya sangat sakit sekali ketika ucapan itu di ucapkan oleh Nicholas langsung. Dia belum memulai saja, sudah dipalang merah begini. Ryeana tersenyum miris. Merasa kasihan dengan dirinya sendiri. Sudah bertahun-tahun ia menyimpan perasaan ini, berharap akan ada kesempatan namun bukan kesempatan yang ia dapat melainkan penolakan.

"Ryeana, Ryeana, Dia hanya bersenda gurau, kamu seharusnya tertawa bukan jatuh cinta. "

Ryeana mengeratkan remasannya pada botol minuman itu. Matanya memejam ketika bayangan-bayangan seseorang yang dulu menegurnya untuk berhenti berharap pada Nicholas.

"Bukan dia yang menyakitimu, tapi harapanmu yang terlalu jauh padanya"

Suara itu kembali menginterupsi pikiran Ryeana. Haruskah ia menyerah sekarang?

"Ri. Kenapa ? Kok tutup mata ?" Nicholas menepuk pipi Ryeana pelan menyadarkan gadis itu dari lamunannya.

Ryeana membuka matanya dan menatap Nicholas dalam.

"Mencintaimu hanyalah ilusi, memilikimu hanyalah imajinasi, kamu sosok yang nyata namun seperti fatamorgana" ucapnya dalam hati.

Ryeana tersenyum. "Kalau aku jatuh cinta sama seseorang. Menurut kamu gimana Dok?"

"Ya gak pa-pa. Asal jangan jatuh sama orang yang sudah ada pawangnya ya. Eh, tapi jangan biar aku aja yang pilih yang cocok buat kamu." ucap Nicholas posesif.

"Kenapa gitu?"

"Ya karena aku tahu kamu, aku kenal kamu, aku gak mau nanti kamu salah pilih. Makanya aku udah siapin orang yang pas buat jagain kamu Ri." ucapnya mantap.

Ryeana terkekeh samar mendengar ucapan Nicholas. Jika memang benar laki-laki ini mengenal dirinya, bukankah seharusnya dia tahu siapa laki-laki yang sudah membuat seorang Ryeana jatuh teramat dalam.

"Kamu mau kan Ri sama dia?" tanya Nicholas lagi. Ryeana bingung, mau apa ? Sama siapa? Dia tidak fokus mendengar kalimat terakhir Nicholas tadi.

"Ma-maksudnya apa?"

"Jadi tujuan aku ngajak kamu kesini itu karena aku mau kamu nerima cintanya Devan. "

"Apa? Devan? Kenapa jadi Devan? Kamu kan tahu, gara-gara dia aku jadi kena serang Monika" ucap Ryeana tak terima. Nicholas menghela nafasnya. Sungguh dia sebenarnya tidak rela Ryeana dengan Devan, tapi mengingat kekalahannya kemarin, terpaksa dia harus melakukannya. Niatnya mengajak tanding Devan untuk memberi pelajaran buat laki-laki itu agar bisa mengusir ondel-ondel yang terus mengganggu sahabatnya, karena dianggap perebut Devan, tapi ternyata Nicholas jadi terjebak sendiri.

"Justru karena itu Ri. Biar kamu gak digangguin Monika lagi, sekalinya kamu dituduh, yaudah lakuin aja Ri." ucap Nicholas asal, membuat Ryeana mendelik tajam.

"Jadi maksud kamu, aku harus terima Devan jadi pacar aku, biar Monika tahu rasa gitu. Gilak. Apa kamu pikir aku semurahan itu ? Aku bukan cewek pemain Dok. Aku memang belum pernah pacaran, tapi aku gak sejahat itu untuk mempermainkan sebuah hubungan" ucapnya kesal sambil berdiri dari duduknya. Nafasnya naik turun, bercampur rasa sesak setiap kali meminum minuman bersoda, namun Ryeana menahannya, dia tak ingin Nicholas melihat dirinya sedang kesakitan. Andai Ryeana tahu, bukan dia yang mempermainkan melainkan Nicholas dan Devan lah yang sedang mempermainkan dirinya, mungkin entah apa yang akan gadis itu lakukan.

"Bukan gitu maksud aku Ri. Kamu tenang dulu dong. " ucap Nicholas menahan lengan Ryeana agar duduk kembali, namun gadis itu menghempaskan tangan Nicholas dan berlalu meninggalkan Nicholas sendirian.

Rasanya sangat sesak sekali, ucapan Nicholas bercampur dengan minuman itu semakin menusuk ulu hatinya. Ryeana berlari ke Rooftop, beberapa orang yang tidak sengaja terkena senggol mengumpat Ryeana habis-habisan.

***

Di Rooftop Ryeana terduduk lemas sambil bersandar ke dinding pembatas tangan kanannya meremas perut bagian atasnya dan tangan kirinya meremas dada yang begitu sesak. Tubuhnya sudah keringat dingin. Ingatkan bahwa Ryeana memiliki riwayat asam lambung yang kata dokter tidak boleh memakan makanan yang mengandung Soda, tapi berhubung itu pemberian Nicholas, Ryeana tetap meminumnya menaruhkan kesehatan tubuhnya sendiri demi menghargai orang yang dicintainya.

"Papa sakit sekali" gumam Ryeana menahan sakit.

Seseorang datang menepuk pundak gadis itu, dan dengan susah payah ia menoleh ke atas dengan raut wajah yang sudah sembab menahan tangis.

"Eh Lo kenapa Ri?" tanyanya panik melihat wajah pucat Ryeana. Dia adalah Dino.

"Sa-sakit Kak"

Tanpa aba-aba, Dino langsung mengangkat tubuh Ryeana membawanya turun menuju belakang sekolah. Jam istirahat sudah berakhir lorong sekolah sudah mulai sepi karena jam belajar sudah di mulai. Dino sangat beruntung dengan situasi ini, ia langsung membawa Ryeana lewat pintu gerbang belakang. Mobilnya ia parkir disana, ketepatan yang sangat menguntungkan. Jarang-jarang seorang Dino membawa mobil tapi entah kenapa hari itu juga ia ingin sekali membawanya.

Dino memasukkan tubuh Ryeana di kursi penumpang yang disebelah pengemudi, memasangkan set belt , lalu Dino masuk ke mobil kemudian melajukan mobilnya dengan cepat.

***

Di dalam kelas Shaka dibuat bingung dan gelisah, pasalnya guru sejarah mereka yang terkenal sangat galak itu sudah duduk di kursinya. Sedangkan Ryeana belum balik juga ke dalam kelas. Berulang kali Shaka mengumpat karena gadis yang cerdas namun ceroboh itu suka sekali bolos jam pelajaran belakangan ini.

Ibu Eka mengedarkan pandangannya, memeriksa kehadiran siswanya. Hingga pandangannya tertuju pada meja Shaka. Melihat tatapan itu, Shaka dibuat panas dingin. Bahkan untuk menelan salivanya saja ia tak sanggup lagi.

"Shaka dimana teman sebangku mu?" tanya Ibu Eka dingin.

Shaka menggeleng, "Tidak tahu buk" cicitnya pelan.

"Jam pelajaran pertama tadi hadir?" tanyanya lagi. Shaka mengangguk.

Brak

Ibu Eka menggebrak meja dengan sangat kuat. Membuat isi kelas terkejut bersamaan.

"SUDAH IBU BILANG, KALO IBU MASUK JANGAN ADA SISWA YANG BERKELIARAN DI LUAR. CEPAT CARI TEMAN KALIAN ITU. SATU YANG BERBUAT MAKA SEMUANYA YANG KENA" bentak Ibu Eka marah.

Shaka berinisiatif untuk bangkit berniat mencari Ryeana, namun langkahnya terhalangi oleh Devan.

"Biar saya aja buk yang cari. Tadi saya tidak sengaja lihat dia" ucapnya lalu beranjak keluar. Devan berjalan menuju ruangan kelas X-4, karena setahunya Ryeana pergi bersama Nicholas tadi.

Devan mengetuk kelas X-4 disana sudah ada guru yang mengajar. Devan mengedarkan pandangannya ke isi kelas disana ada Monika yang grasak-grusuk sambil tersenyum manis padanya dan ada juga para cewek-cewek yang diam-diam menyukai Devan sambil tersenyum tipis menatapnya, Devan mengabaikannya, pandangan terakhir jatuh mendapati Nicholas yang sedang menatapnya malas.

"Ada perlu apa nak?" tanya Guru di dalam.

"Saya mau izin panggil Nicholas buk, disuruh ibu Eka" kilah Devan dengan menjual nama guru sejarahnya itu. Guru itu mengangguk dan memerintahkan Nicholas agar menurut.

"Apa?" ucap Nicholas saat sudah berhadapan dengan Devan. Devan menarik lengan Nicholas kasar menjauh dari depan kelas X-4 menuju toilet.

"Lo mau apa sih. Bukannya tadi Lo bilang gue dicari buk Eka" sentak Nicholas menarik lengannya.

"Dimana Ryeana?" tanya Devan to the point ia menatap Nicholas tajam.

"Maksud Lo?" tanya Nicholas emosi.

"Lo kan orang terakhir yang bareng Ryeana tadi?"

"Iya. Tapi Ryeana uda balik dari tadi."

"Ryeana gak ada di kelas! " teriaknya marah pada Nicholas.

"Yah Lo gak usah ngegas gitu! Gue gak tahu Ryeana dimana! " balas Nicholas tak kalah emosi. Ia mendorong tubuh Devan hingga terkena tembok.

Devan yang tersulut emosi langsung memberi bogeman mentah ke wajah tampan Nicholas.

Bugh

"Itu buat Lo yang gak becus " ucapnya lalu pergi meninggalkan Nicholas yang terjatuh ke lantai karena pukulan Devan.

"Ri Lo dimana? " ucap Nicholas dalam hati. Nicholas mengeluarkan ponselnya lalu mencari nomor Ryeana. Suara operator wanita memberi balasan padanya, yang isinya nomor yang dihubungi sedang diluar jangkauan. Nomor Ryeana tidak aktif. Nicholas mengacak rambutnya frustasi. Teringat dengan ucapan Ryeana, bahwa ponselnya sedang tidak aktif sejak kemarin. Nicholas bangkit dan berlari menuju taman.

Setibanya di taman Nicholas mengedarkan pandangannya mencari siluet Ryeana. Nihil.

Tidak ada orang disana. Nicholas beranjak dari situ kemudian menuju kantin, kosong, di sana hanya ada kakak kelasnya yang laki-laki duduk dipojokkan sudah bisa dipastikan mereka sedang bolos. Nicholas kemudian menuju perpustakaan, gedung belakang sekolah dan hasilnya sama. Tidak ada Ryeana disana.

"Ri, please Lo dimana? Jangan buat gue khawatir Ri."

1
ajiu jiu
hadehhhh.....kemana lg author ny 😤😤
Koes Tiyah
nyaris lupa thor kalo dlu sllu nungguin up, sudah lama sekali....
IG: Saya_Muchu
Salam hangat dari novel Jangan Salahkan Takdir, mari kita saking support karya satu sama lain, dengan kasih rate 5, like, komen, dan tekan favorit, semoga sukses bersama.
JW🦅MA
nexk
JW🦅MA
semangat
JW🦅MA
HADIR YA
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Lanjut thor
M⃠
like dl yg mampir zie, bacanya ngantri ya, folback balik ke karyaku jg 🤗
♕FiiStory_
hadir lagi, Jangan lupa untuk mampir di karyaku juga
ajiu jiu
koq gitu Thor , setdk ny ceritain mrka berbaikan lah, cerita andira/Alex jga smkin seru 😌😌😌
Koes Tiyah
iya thor, alex andira buat selingan aja..
fokusnya ttep ryeana & nicho
ajiu jiu
Andira/Alex lg Thor , TQ sdh up .....
Koes Tiyah
seneng deh thor kalo tiap hari up 😊
☣️✨️私 ジーチャン✨️
up up up
Koes Tiyah
lanjut thor..
Koes Tiyah
knpa ryeana g ingat alex?
trs kok alex nyalahin ryeana?
emosi sih emosi tpi g mesti nyalahin orang lain kan..
ajiu jiu
dsr kamu Thor , maen gantung aj 😑😑😑
♕FiiStory_
mampir jangan lupa mampir juga
Koes Tiyah
pertemukan alex dan andira thor,.
Luthfia Ardhana Farhan
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!