NovelToon NovelToon
Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Single Mom / Anak Genius / Duda / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Sanjana

Bagaimana jika kita tiba-tiba menjadi ibu dari anak calon suami kita sendiri ,apa yang akan kita lakukan ?Memutuskan hubungan begitu saja ?atau tetap lanjut . Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk nya ,Rara Aletta Bimantara . Akan ku usahakan semua nya untuk mu ,Terimakasih Sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak Ku _Rama Alexandra Gottardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Sanjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum Pembaca

Seminggu setelah kabar baik dari Ms. Ani, cetakan kedua "Hati yang Bersama" akhirnya selesai. Pak Anton membawa dua kotak buku ke sekolah pada pagi hari, dan aroma kertas baru langsung memenuhi ruang klab sastra. Lila, Siti, Dina, dan Rian berdiri melingkar, tak berani membukanya terlebih dahulu.

"Yuk, buka bareng!" ujar Rian dengan tangan yang sedikit gemetar, membuka salah satu kotak.

Ketika buku pertama diangkat, mereka semua terkejut. Desain sampul baru yang dibuat Dina dan diedit Rian terlihat lebih cantik dari yang dibayangkan—warna-warni yang lembut, gambar mereka berempat yang penuh kehangatan, dan tulisan judul yang menonjol. Lila membuka halaman dalam, dan melihat cuplikan cerita yang ditulis Siti tersusun rapi, disertai ilustrasi baru yang cantik.

"Ini... ini benar-benar buku kita," bisik Siti dengan mata yang mulai merah.

Hari itu sore, penerbit mengatur acara pembukaan ulang cetakan kedua di toko buku terbesar di kota. Rama, Rara, Pak Anton, dan Bu Rina ikut serta untuk mendukung. Ketika mereka tiba, toko buku sudah dipenuhi orang—murid, orang tua, bahkan beberapa wartawan yang mendengar kabar tentang buku yang menginspirasi.

Ms. Ani naik ke panggung kecil di toko. "Selamat sore semuanya! Kita bangga mengumumkan cetakan kedua 'Hati yang Bersama', dengan tambahan cerita dan ilustrasi baru yang dibuat oleh penulis asli—Lila, Siti, Dina, dan Rian! Mari kita sambut mereka!"

Mereka naik ke panggung, disambut tepukan meriah. Lila mengambil mikrofon. "Kita ingin berterima kasih pada semua pembaca yang telah mendukung kita dari awal. Cerita ini bukan cuma milik kita, tapi juga milik semua yang telah memberikan cinta dan harapan kepada kita."

Saat acara berjalan, banyak orang mendatangi mereka untuk meminta tanda tangan. Seorang wanita dengan anak kecil mendekat, mata penuh air mata. "Maaf, aku mau ngucapin terima kasih. Cerita kalian membuat anakku yang dulu takut berbicara di depan orang jadi berani. Dia bahkan mulai menulis cerita sendiri loh!"

Anak kecil itu, yang berusia sekitar sembilan tahun, mengeluarkan buku catatan kecil dan menunjukkan cerita yang dia tulis. Siti langsung mengambil pena dan menuliskan pesan di sana: "Ceritamu sangat bagus—tetap tulis, ya!"

Setelah itu, seorang pria yang bekerja di perpustakaan kota mendekati. "Kita ingin memesan 50 buku untuk perpustakaan. Kita mau bikin acara bacaan bersama untuk anak-anak di daerah ini, bisa kan kalian datang?"

Lila tersenyum lebar. "Tentu bisa! Kita senang banget bisa berbagi cerita dengan lebih banyak anak."

Sore hari semakin larut, dan orang-orang mulai pulang. Tiba-tiba, seorang gadis muda yang mengenakan seragam sekolah lain mendekat. Dia melihat Dina dengan ragu, lalu berkata: "Kak Dina? Aku temanmu di SD dulu, ingat? Kamu dulu selalu suka menggambar tapi takut orang lihat. Sekarang lihat kamu—ilustrasimu di buku ini sangat cantik! Kamu jadi inspirasiku buat melanjutkan hobi ku yang suka melukis."

Dina terkejut dan tersenyum. "Terima kasih, ya. Kalau kamu suka melukis, jangan pernah berhenti. Semua orang punya keunikannya sendiri."

Ketika acara berakhir, mereka semua berdiri di depan toko buku, melihat kotak buku yang sudah hampir habis. Rama memegang tangan Lila. "Lihat itu—semua senyum pembaca itu adalah hadiah terbaik yang kita bisa dapatkan."

Rara membawa es krim untuk semua orang. "Mari kita pulang dan merayakan. Kamu semua sudah bekerja sangat keras, dan hasilnya luar biasa."

Di jalan pulang, Siti berdiri di tengah Lila, Rama, dan Rara, memegang buku yang sudah ditandatangani banyak orang. "Kak Lila, ingat waktu dulu aku cuma anak yang takut semuanya? Sekarang aku bisa berdiri di depan banyak orang dan berbagi cerita. Aku senang banget hidupnya ada kalian."

Lila memeluknya. "Kita juga senang banget punya kamu, sayang. Dan ini cuma awal loh—ada banyak cerita lagi yang akan kita buat dan bagikan bersama."

Mereka semua tertawa dan berjalan bersama, mata penuh harapan untuk hari-hari yang akan datang. Di langit, matahari terbenam dengan warna oranye dan merah muda—seperti tanda bahwa cinta dan harapan akan selalu menyertai mereka di setiap langkah jalan.

1
Sri Peni
thanks cerita edukasinya🙏🙏
Sri Peni
bikin yg bc puyeng serasa dipaksa sehinhha logika
Sri Peni
kok lila sm siti umurnya berubah jd terpaut 1 thn. inicerita hsl fc ya
Sri Peni
logika itu hrs jg dipakai wl hny cerita. sang tokoh lila kok jaraknya dgn adiknya terpauh 7th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!