NovelToon NovelToon
Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Mafia / Gotcha ! Hati Boss Mafia / Cinta Seiring Waktu / Mata-mata/Agen / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:23.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Vivian Adison adalah seorang agen yang diutus ke Amerika untuk mencari seorang penjahat paling berbahaya dari Amerika. Selama penyelidikan, targetnya tertuju pada seorang Mafia yang ada di Amerika dan tanpa sengaja, dia bertemu dengan orang yang dia curigai.
Pertemuan pertama mereka begitu tak terduga apalagi pertemuan kedua mereka, semakin membuat Matthew tergoda tapi Vivian tidak tertarik dengannya karena Vivian memiliki masa lalu yang kelam.

Demi membuktikan diri jika dia bukan target yang dicari Vivian, Matthew membantu Vivian dalam misinya dan tanpa mereka sadari mereka punya musuh yang sama.

Seorang penghianat yang ada di organisasi selalu menggagalkan misinya dan pil pahit harus Vivian telan saat mengetahui siapa sebenarnya target yang sedang dia cari. Cinta yang dia pertahankan, hancur berantakan.

Akankah Matthew memenangkan hati Vivian? Bagaimana kisahnya? Jangan lupa dengan Michael, dia selalu membantu kakaknya dari belakang. Apa dia juga akan mengalami kesulitan dalam percintaan seperti kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teka teki

Matthew kembali kerumahnya setelah Vivian pergi bekerja, dia sedang temenung memikirkan bagaimana caranya agar trauma yang dialami Vivian cepat sembuh.

Dia ingin mereka bisa lebih dekat lagi, jika Vivian takut dengannya bagaimana dia bisa menggoda gadis itu?

Matthew menghela nafasnya dan pada saat itu, Albert masuk kedalam ruangan dan melihat putranya yang tampak sedang memikirkan sesuatu.

"Ada apa denganmu boy?"

"Tidak ada dad," jawab Matthew seraya melihat ayahnya.

"Lalu? Kenapa kau seperti orang yang sedang banyak hutang?"

Matthew diam saja dan memperhatikan ayahnya, sepertinya dia harus menanyakan sesuatu pada ayahnya.

"Dad, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Matthew.

"Apa yang ingin kau tanyakan boy?"

"Aku ingat dulu sewaktu mommy baru bertemu dengan daddy, sepertinya mommy takut ketika daddy mendekatinya. Apa benar dad?"

"Ya begitulah, bahkan mommymu takut saat daddy menyentuhnya."

"Oh ya? Kenapa mommy takut dengan daddy?"

"Boy, itu karena kesalahan yang telah daddy buat sehingga mommymu mengalami trauma dan takut dengan daddy!"

"Lalu bagaimana daddy membuat mommy tidak takut dengan daddy lagi?"

"Kau sepertinya begitu penasaran?" Albert melihat putranya dengan serius.

"Ayolah dad, beri tahu aku caranya?"

"Mudah saja, pegang tangannya dan peluk secara tiba-tiba jika perlu tiap malam kau masuk kedalam kamarnya secara diam-diam dan tidur dengannya. Ini terapi yang paling bagus untuk menyembuhkan trauma ya jika dia takut denganmu."

Matthew tampak mengangguk, pantas saja dulu sewaktu mereka bangun ayahnya sudah tidak ada di kamar mereka.

"Boleh daddy tahu boy, kenapa kau bertanya demikian? Kau tidak membuat seseorang trauma dan takut denganmu seperti yang daddy lakukan bukan?"

"Kakak sedang jatuh cinta dad!" sela Michael. Dia berjalan mendekati kakak dan ayahnya dan duduk bersama dengan mereka.

"Wow, dengan gadis mana? Bawa kemari aku ingin melihatnya, gadis mana yang sudah mencuri hatimu!"

"Daddy terlalu berlebihan, aku saja belum terlalu tahu siapa dia!" jawab Matthew.

"Kak, kenapa tidak kau ambil kartu identitasnya?"

"Ini tidak mudah Mich, aku harus berhati-hati supaya tidak diusir olehnya!" jawab Matthew.

"Boy," Albert menepuk bahu putra sulungnya.

"Aku percaya, bakat mommymu pasti mengalir dalam darahmu," ucapnya.

"Maksud daddy?" Matthew dan Michael melihat ayahnya dengan serius.

"Apa kalian mau tahu bagaimana aku bertemu dengan mommy kalian?"

"Yes!" jawab kedua putranya.

"Di kamarku! mommy kalian masuk kedalam rumahku dan menyelinap kedalam kamarku."

"Wow!" gumam kedua putranya secara serempak.

"Dan apa kalian tahu apa yang mommy kalian ambil?"

Matthew dan Michael menggeleng, mereka tampak begitu penasaran.

"Celanaku, dia mangambil celanaku!" ucap Albert tanpa tahu Kate berdiri dibelakangnya.

"Hahahahahaha!" Matthew dan Michael tertawa, sedangkan Kate menggeram marah.

"Albert! Kenapa kau menceritakan hal memalukan ini pada putra kita, hah?!"

Albert memalingkan wajahnya saat mendengar suara istrinya, "Wow, kapan kau ada dibelakangku darling?"

"Sini kau!" Kate menarik telinga Albert dan membawanya pergi.

"Mom, pelan-pelan memukulnya!" teriak kedua putranya.

"Boy, kau mengertikan maksud daddy?" tanya Albert sambil berteriak karena dia sudah ditarik pergi oleh istrinya.

"Yes dad!" jawab Matthew.

"Memangnya apa yang kakak mengerti?" tanya Michael.

Sebelum Matthew menjawab, Ainsley masuk kedalam dan duduk disamping kedua kakaknya.

"Kak, temani aku pergi belanja."

"Sory Ainsley, aku tidak bisa karena ada pekerjaan penting di kantor!" tolak Michael.

"Kak Matthew?"

"Kenapa tidak pergi dengan Amelie saja?"

"Kak Amelie sibuk kak, please temani aku ya?" ajak Ainsley sambil menarik tangan kakaknya.

"Baiklah, jam berapa?"

"Siang saja kak, kita sekalian makan siang di luar," jawab adiknya.

"Oke, jika begitu kakak mau mengajak seseorang," ucap Matthew seraya bangkit berdiri.

"Kakak mau ajak siapa?" tanya Ainsley.

"Kau akan tahu nanti," Matthew mengacak rambut adiknya dan setelah itu dia berjalan pergi masuk kedalam kamar karena dia ingin menghubungi Vivian.

Saat itu Vivian dan para rekannya sedang bersiap-siap untuk melakukan menyergap di pelabuhan. Mereka harus menggagalkan penyeludupan senjata dan obat-obatan dari pelabuhan Hueneme, jangan sampai barang-barang itu dibawa keluar dari California.

Sebelum berangkat tentu mereka kembali menyusun rencana mereka dengan matang, para pasukan harus ingat dimana mereka bertugas dan jangan sampai melakukan kesalahan.

Team yang akan mengintai di titik-titik tertentu juga sudah siap, mereka juga sudah menyiapkan senjata mereka.

Saat itu waktu baru menunjukkan pukul sebelas siang, mereka akan menuju lokasi pukul satu dan akan melakukan pengintaian dari pukul dua.

Kapal akan berangkat jam delapan malam jadi mereka harus mengintai siapa sipemilik kapal. Mereka tidak hanya melakukan pengintaian tapi mereka juga akan mensterilkan lokasi. Jangan sampai ada peledak dipasang oleh pelaku di Port Hueneme dan tentunya mereka harus melakukannya secara diam-diam. Jangan sampai pelaku curiga dan mengetahui keberadaan mereka tapi sayangnya rencana mereka sudah bocor.

Pada saat Matthew mengghubunginya, Vivian sedang mengecek isi peluru senjata apinya.

Vivian segera mengambil ponselnya dan pada saat melihat siapa yang menghubunginya, Vivian berdecak kesal.

"Babe."

"Ada apa?" tanyanya dengan dingin.

"Makan siang denganku babe, apa kau bisa?"

"Sory aku tidak bisa. Aku sibuk jadi lain kali saja!" tolak Vivian.

"Apa kau sedang menangani kasus?"

"Ini bukan urusanmu Fredd!"

"Oke baiklah, jika kau butuh bantuan hubungi aku babe, aku pasti akan membantumu!"

"Ck, memangnya apa yang bisa kau lakukan?!"

"Berjanjilah padaku babe, jika ada apa-apa hubungi aku. Aku pasti akan datang membantumu!"

"Baiklah, aku akan meminta bantuanmu jika memang perlu."

"Janji babe?"

"Ya aku janji!" jawab Vivian kesal sedangkan Matthew terkekeh.

Setelah selesai berbicara dengan Matthew, Vivian segera pergi untuk makan siang dengan rekan-rekannya, mereka harus mengisi perut mereka sebelum mereka pergi menjalankan misi mereka.

Di luar sana, seorang pria berhenti di depan kantor mereka. Pria itu bertugas mengantarkan surat untuk Vivian dan pada saat pria itu mengantarkan surat, waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang dimana para agen sedang bersiap-siap untuk berangkat ke pelabuhan.

Karena itu hanya sebuah surat jadi tidak ada yang curiga dan surat itu langsung diberikan pada Vivian.

"Angel, surat untukmu!" seseorang menghampirinya dan memberikan surat itu.

"Surat?" Vivian mengambilnya dan merasa curiga.

Tidak mau membuang waktu karena mereka sudah mau berangkat, Vivian segera membuka surat itu dan membacanya.

..."Dua kembang api akan meledak diwaktu yang bersamaan dan Saat matahari sudah hendak tenggelam, dua bayang Malaikat yang mengepakkan sayapnya akan melindungi manusia yang ada disekitarnya. Ini teka teki untukmu Angel, aku sudah menyimpan dua bom ditempat berbeda dan jika kau mau menyelamatkan orang-orang maka segeralah temukan benda-benda itu jika tidak, maka banyak korban yang akan mati. Waktumu hanya dua jam Angel, semoga berhasil, M."...

"Oh my God! Damn!" umpat Vivian dan para agen langsung melihatnya.

"Guys, rencana berubah!" Vivian memberikan surat yang dia dapat dan mereka membatalkan rencana mereka untuk menyusun rencana baru.

1
Ros_10
baca ulang 2025😍
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Terjebak Pernikahan Kontrak Dengan Dosen Pembimbingku'

terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Rita Wati
Jawabannya: Ga ada sapi betina, krn sapi betina sedang istirahat di kandang sehabis melahirkan
Rita Wati
Selama bersama kel Smith, pasti ada kesempatan u/ beraksi. Minimal beraksi saat menyambut calon menantu.
Rita Wati
Pepatah bilang, tahi mata sendiri ga keliatan, tapi tahi mata orang lain kelihatan jelas skl🤣😄
Rita Wati
Bukan hanya untuk sesaat, tapi you are the king of looser
Rita Wati
As fast as
As far as
Rita Wati
Gary jadi penjahat yg super pengecut.
Pecundang
Rita Wati
Lebih enak kl Matt langsung menyebutkan nama Mich drpd menyebutkan adikku, kesannya Lebih akrab. Krn Vivi & Mich sudah saling kenal.
Rita Wati
Horeee.... buaya akan berpesta lagi🤣
Rita Wati
Mengapa saat pertama kali bertemu dgn Vivi, Gary tdk menggunakan nama aslinya?
Rita Wati
debt collector
Rita Wati
Tradisi kenalan dgn calon menantu gaya baru, ga pa ke drama lagi😄🤣
Rita Wati
Dan ruang atasan & ruang rapat seharusnya kenapa suara
Rita Wati
Mengapa pria Smith semuanya numpang tinggal di rumah targetnya???😄😄
Rita Wati
Kl tdk peduli dgn nyawa org lain pasti bukan Mat.
Nicaaaaa♥
luar biasaa
Milani Eman
jadi nga suka dgn vivian dia nga peka
Milani Eman
carli kyknya
Milani Eman
sharusnya vivian harus cutiga dgn Clark, krn selain Clark dan Keluarganya tak ada yg tau namana aslinya juga nma panggilan ya, dan knp Clark tau semua tentang dia, jdi agen hrusl punya insting kuat.
Milani Eman
Clark mau menghancurkan vivian dgn cara menghasut joget maxyon ayahnya untuk benci dgn David dan maxyon tdk tau jika vivian yg dia nggp sudah mayi masih hidup dan davidlah yg menyelamatkan anknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!