" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Mendadak nikah ( 7 )
Abdul menjatuhkan badannya begitu saja diatas kasur setelah membersihkan dirinya didalam kamar mandi.
Tubuhnya benar benar merasa letih, keliling dari rumah saudara yang satu ke rumah saudara yang lainnya selama dua hari ini.
Kalau lebaran tahun lalu, palingan juga kerumah saudara yang kekerabatannya paling dekat, namanya masih bujangan.
Kalau sekarang gak bisa gitu, ada keluarga Sarah, dan keluarga Zainal, mau tidak mau harus rombongan biar saling mengenal.
Abdul memejamkan matanya mengingat bagaimana Wak Wahab memperlakukan dirinya sekarang memang jauh lebih baik, kalau dulu hanya sekedar karena Abdul keponakan jauh, ya tetap baik dan ramah, tapi sekarang berbeda lagi.
" Dul, Abah titip Sarah, bimbing dia untuk menjadi istri yang pantas untukmu dan tegur dia jika dia melakukan kesalahan tapi jangan melukai pisiknya, Abah gak ikhlas jika kamu main tangan, kenapa Abah yang memintamu untuk menjadi suami Sarah, karena hanya kau yang yang terbaik di mata Abah "
Abahnya Sarah berucap pelan saat Wak Wahab meminta waktu berbicara pada Abdul hanya berdua saja.
Sejak acara ijab qobul, Wak Wahab dan Abdul tidak pernah bertemu secara pribadi, apalagi berbicara dari hati ke hati.
" Insya Alloh, Bah "
" Abah juga tidak tahu banyak bagaimana perasaan Sarah pada pria itu, karena Sarah tidak pernah memperlihatkan kesedihannya setelah mengetahui hal yang memalukan itu, berusahalah untuk kalian berdua saling menyukai, Abah dan Emak sudah tidak sabar ingin segera menimang cucu, Dul "
Pandangan mata Wak Wahab melembut menatap Abdul.
Abdul melongo, Wak Wahab lalu terkekeh.
Cepat cepat Abdul menutup mulutnya.
Cucu ? memang cuma megang megang rambut saja Sarah bisa hamil ?
Ingin sekali Abdul menepuk jidatnya.
Wak Wahab juga sengaja mengatakan itu, dia pria yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, dan Wak Wahab tahu jika Abdul bisa dipastikan belum menyentuh Sarah, terlihat dari reaksi Abdul yang terkejut, kalau sudah pasti Abdul sedikit malu malu atau malu malu'in.
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Sarah sudah selesai mandi, rambutnya masih basah karena hanya dililitkan handuk kecil secara asal di atas kepalanya.
Abdul menelan salivanya.
Melihat perempuan baru keluar dari kamar mandi, dengan wajah yang fresh natural, beuh, pikiran sudah traveling kemana mana, apalagi nganten baru kaya' Abdul.
" Sar, sini, ! Abang bantuin ngeringkan rambutnya, ini sudah malam, kalau belum kering di bawa tidur, nanti kamu masuk angin "
Abdul menggeser kursi yang biasa Sarah gunakan di depan cermin.
Sarah sedikit terkejut melihat perubahan Abdul yang terlihat semakin akrab, perlahan kakinya berjalan mendekat.
Seperti orang yang sedang di hipnotis Sarah duduk di kursi di depan Abdul.
Abdul juga terkejut sendiri dengan apa yang baru dikatakannya, apakah ini efek dari Wak Wahab yang meminta cucu ? entahlah, Abdul saja gak tahu apalagi Mak othor.
" Sar, apakah hanya karena rambut, seseorang bisa jatuh cinta ? " eh.
Abdul keceplosan, dia terlalu jujur.
Habisnya rambut Sarah terlalu indah, sedikit pirang, lembut, panjang bergelombang seperti ombak.
Iklan shampoo saja kalah, karena kalahnya hanya Abdul yang bisa menikmati keindahan rambut Sarah sendiri, kalau iklan kan enggak, apalagi kalau sudah ada si surat kabar, bisa buat bungkus bawang atau terasi, beda kelas dengan rambut Sarah.
Tidak ingin membuat Abdul malu karena Sarah tahu Abdul berucap spontan.
" Bisa aja bang, seperti Ken Arok yang jatuh cinta pada Kendedes hanya karena tidak sengaja melihat betis Kendedes "
" Kamu masih ingat sejarah itu ya Sar ? "
Abdul mengeringkan rambut Sarah pelan pelan dengan handuk kecil, lama kelamaan bukan mengeringkan lagi, tetapi menciumnya dengan cara mencuri curi agar jangan sampai Sarah mengetahuinya.
Ce-ela bang Dul, kalau Sarah tahu juga gak apa apa kali, kan Sarah itu istri Abang.
" Bang "
Duh lembutnya suara Sarah manggil, bisa hamil telinga Abdul.
" Hem "
Pelan Abdul menjauhkan rambut yang tadi diciuminya, atau Abdul akan lepas kendali, malu dong.
" Abah tadi ngomong apa dengan Abang di dalam kamar "
Sarah kepo karena Abahnya berbicara pada Abdul di dalam kamar, tepatnya kamar Sarah sebelum Sarah menikah dengan Abdul.
" Abah minta cucu "
Abdul kembali memukul mulutnya sendiri, kok lemes banget mulutnya sekarang, padahal belum pernah latihan dengan Sarah ( ngarep ya bang Dul ).
Spontan Sarah memalingkan wajahnya menatap Abdul.
" Ka-kalau ka-kamu..."
Abdul tergagap tidak tahu mau ngomong apa.
" Sarah siap kapan saja Abang mau "
ujar Sarah lalu menundukkan kepalanya.
Hah ?
...******...
...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻