NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21.

Mendengar nada menyindir Anna pada Lara, kaki Stefan melangkah maju satu langkah ke depan.

"Nyonya! anda ternyata sudah sangat tua, dan perlu untuk periksa mata! mata anda sudah rabun parah, sehingga tidak dapat melihat dengan jelas wajah seseorang!!"

Mata Anna membulat mendengar apa yang dikatakan Stefan.

"Siapa kamu berani sekali bicara tidak punya sopan padaku!!" bentak Anna, lalu memandang ke arah Lara.

"Lara! setelah bercerai, pergaulanmu jadi seperti berandalan! kamu itu sudah tua, bukan gadis berusia dua puluh tahun lagi!!"

David pun kembali ikut terpancing, karena Stefan maju membela Lara.

"Diam kamu! pria tua! sekali lagi kamu bicara kasar pada Lara, ku tinju wajahmu itu!!!"

Jari telunjuk Stefan seketika mengacung ke arah wajah David, dengan raut wajahnya yang terlihat penuh emosi.

Mata David membulat memandang ke arah Lara.

Tatapan mata tajamnya memperingati Lara, untuk menegur Stefan agar tidak bersikap lancang padanya.

Lara yang menyadari tatapan mata tajam David padanya, hanya angkat bahu acuh tak acuh saja tidak memperdulikan pandangan mata David.

Sementara Cindy, seketika dengan cepat berlindung ke balik punggung David.

Raut wajah Stefan yang merah padam, mengingatkan ia pada malam Stefan menampar wajahnya.

"Kak Lara, kalau kamu marah padaku, datang padaku untuk bicara!" kata Cindy dengan nada yang kecewa.

"Kita bicara empat mata meluruskan, apa yang telah kulakukan padamu, jangan menghamburkan uangmu untuk menyewa lelaki liar, yang tidak tahu asal-usulnya menggertak ku!" katanya lagi dengan nada yang terdengar sedih.

Mendengar apa yang dikatakan Cindy, emosi David kembali naik lagi, "Untuk apa kamu perhatian padanya! dia ku panggil ke mari untuk berlutut meminta maaf padamu!!"

"Dia yang seharusnya berlutut minta maaf pada Lara!!"

Jari telunjuk Stefan mengarah pada Cindy, dan sontak membuat Cindy semakin menyembunyikan dirinya ke balik punggung David.

"Diam kamu!! kamu yang telah membuat wajahnya terluka, kan?! dasar berandalan! apa kamu tidak tahu siapa aku?! aku bisa membuatmu tidak pernah lagi berkeliaran di kota ini!!" bentak David dengan mata tajam memandang garang pada Stefan.

"Oh, ya?! benarkah?! aku mau lihat kekuasaan apa yang kamu punya, sampai begitu berani menggertak ku!!" tantang Stefan membalas David dengan tatapan yang lebih garang lagi.

"Lara! kalau kamu tidak ingin dia mengalami sesuatu, cepat! kamu akui kesalahan mu! dan berlutut meminta maaf pada Cindy!!!" teriak David semakin naik darah melihat Stefan menantangnya.

"Tidak akan!!" jawab Stefan menahan Lara, untuk tidak melakukan apa yang diperintahkan David.

Lara yang juga sebenarnya tidak menuruti perintah David, diam ditempatnya memandang punggung Stefan yang tengah melindunginya.

Stefan kembali membelanya, membuat hatinya berdesir oleh rasa yang nyaman, dengan apa yang dilakukan Stefan padanya.

Dua kali Stefan berdiri di depannya, untuk melindunginya dari kemarahan orang-orang, yang selalu menginginkan dirinya ditindas oleh mereka.

"Lara!!!" teriak David dengan mata, yang semakin membulat tajam memandang Lara.

Buk!!

Tiba-tiba Stefan melayangkan tinjunya menghantam wajah David.

Tubuh David pun terhuyung ke belakang, dan menabrak kursi di belakangnya.

"Aaa... !!!" Cindy dan Anna sontak menjerit melihat David yang terhuyung dipukul Stefan.

"Kamu semakin keterlaluan! berani sekali kamu membentaknya!!" geram Stefan dengan tatapan dingin memandang David.

David memegang rahangnya yang terasa begitu sakit.

Ia tidak menyangka, mahasiswa yang disewa Lara memiliki tenaga yang kuat, dan tidak takut sedikit pun dengan ancamannya.

Cindy dengan wajah panik bergegas mendekati David, dan membantu David berdiri dengan benar.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan nada yang terdengar begitu cemas.

David tidak menjawab Cindy, tapi perhatian Cindy padanya, membuat ia menyeringai penuh amarah memandang ke arah Lara.

"Bagus, Lara! sepertinya aku terlalu lunak padamu! kamu tidak mendengarkan kesempatan yang ku berikan padamu!!" katanya dengan geram.

Stefan menarik Lara ke balik punggungnya, dan menantang David kembali dengan tatapan tajam, yang begitu dingin pada David.

Melihat situasi yang semakin tegang dan tidak terkendali, Anna segera menengahi keadaan.

Tujuan mereka tidak boleh gagal untuk membuat kepolosan Lara tercemar.

Rencana yang akan membuat Lara menikah dengan seseorang yang telah mereka siapkan, dan membawa Lara jauh dari kota.

Sebuah desa, yang akan membuat Lara tinggal selamanya di sana.

Anna pun bergegas mendekati Lara, dan dengan suara lembut merayu Lara agar bersedia mendengarkannya.

"Lara, kita ini satu keluarga! sudahlah, jangan libatkan orang asing dalam permasalahan keluarga kita, apa lagi sampai menyewa pria liar untuk memprovokasi David!"

Plak!!

"Akh!!"

Lara menepis tangan Anna yang hampir meraih tangannya, "Jangan pura-pura baik padaku! aku bukan anak kecil lagi, yang mudah terpedaya dengan rayuan munafikmu itu!!"

Anna memegang tangannya, yang terasa begitu sakit karena tepisan tangan Lara.

Ia ingin sekali menampar Lara, tapi mengingat rencananya harus berhasil, ia pun menahan rasa amarahnya.

Dengan terpaksa ia pun memperlihatkan senyum ramahnya, sembari menahan geram, yang ingin sekali menarik rambut Lara, sampai Lara menjerit kesakitan.

"Lara, Mama ingin kita tidak saling bermusuhan lagi, mari duduk minum dulu!" Anna kembali mencoba meraih tangan Lara.

Plak!!

Tangan Lara dengan kencang menampar wajah Anna, dan Anna pun sangat terkejut dengan tindakan Lara tersebut.

"Ka.. kamu memukul ku?!" matanya membulat memandang Lara tidak percaya.

"Sudah ku katakan, kalau kamu itu bukan Mamaku! jangan berpura-pura lembut padaku! perempuan munafik!!" sentak Lara tajam.

Cindy yang melihat Lara tidak melunak dengan sikap lemah lembut Ibunya, ia pun terpaksa mencoba bersikap lembut, untuk menyelesaikan rencana mereka.

"Kak Lara!" panggil Cindy dengan lembut, dan terdengar sedikit bergetar dengan raut wajah yang terlihat ramah.

Lara mendengus dingin melihat raut wajah ramah Cindy, yang jelas sekali ia tahu itu hanya akting Cindy saja.

"Cih! jangan panggil aku, dengan panggilan kak Lara! merinding aku mendengar nada lembut mu itu, dasar munafik!!" sentak Lara mendorong bahu Cindy.

"Iya! kelihatan sekali dia bermuka dua! kemarin malam dia jelas sekali bicara kasar padamu, sekarang pura-pura lemah lembut menutupi sifat aslinya! cih!!" kata Stefan membenarkan apa yang dikatakan Lara.

Raut wajah David seketika berubah mendengar apa yang dikatakan Stefan.

Tidak dengan Cindy! ia seketika menjadi panik mendengar perkataan Stefan.

"Kamu jangan memfitnah!!" sentak Cindy, "David, jangan dengarkan apa yang dikatakan laki-laki liar itu! dia ingin membuat kamu salah paham padaku!"

"Benar! jangan dengarkan berandalan itu! dia hanya orang bayaran, yang sengaja menjelek-jelekkan Cindy, agar kamu membenci Cindy!!"

Anna pun dengan cepat ikut bicara, begitu melihat perubahan pada wajah David.

Sudut bibir Lara menyunggingkan senyuman dingin.

Ia dapat melihat, kalau David percaya dengan apa yang dikatakan Cindy dan Anna.

"Memang tolol! kamu memang tidak akan bisa terselamatkan lagi! sama seperti si Tuan Darius yang buta itu! sama-sama bodoh! bisa dikendalikan dua betina licik itu!!" kata Lara tersenyum miring.

Bersambung........

1
Lia siti marlia
ya ampun tuh bocah berasa di per...os oleh padal dia yang meped terus
Endang Sulistiyowati
Ya ampun Lara, Stefan minta tanggung jawab tuh karna udah 2x bobo bareng. Modus banget Stefan,
nuraeinieni
dasar modus,,,bilang aja kamu keenakan di peluk lara
nuraeinieni
aduh cindy kamu salah orang,ingin mencelakai lara malah steven yg kena,untung lara dan steven cepat menghindar.
nuraeinieni
curiga nih lara,dgn orang2 nya steven
Cindy
lanjut
Dian Rahmawati
stefan 🤣
mars
iya tuh udh 2x ditiduri,tanggung jawab lo udh ga suci lagi🤣🤣🤣🤣🤣 koplak
Lia siti marlia
mulai mulai terkuak sedikit demi sedikit
Ariany Sudjana
kak penulis, tolong jangan sampai Lara dirusak Stefan, gara-gara minuman itu
Ariany Sudjana
aduh kenapa air itu diminum sama Stefan? jangan sampai Lara jadi pelampiasan karena minuman laknat itu. kenapa sih bukannya David saja yang minum? kan sudah ada pelampiasannya? ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan
Ariany Sudjana
hahaha benar kata Stefan, kalau David sudah dibutakan sama jalang peliharaannya dan juga Mak Lampir Anna itu
Maria Mariati
kejebak sama permainan sendiri 🤣🤣🤣💪💪💪😍😍
nuraeinieni
cindy dan mama anna,sandiwara kalian tdk mempan,lara sdh muak dgn kebusukan kalian.
nuraeinieni
aduh sepertinya minuman itu sdh di kasi masuk obat perangsang
nuraeinieni
enak ya david dapat hadiah bogemam dari berondong
Lia siti marlia
hadeh bisa bisa stefan nyoblos lara lagi gara gara minuman yang di berikan cindy
Ariany Sudjana: iya, ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan. gimana sih kak penulis?
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Endang Sulistiyowati
Bener tuh kata Lara, 2 pria bodoh yang dengan mudah dikendalikan 2 wanita licik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!