NovelToon NovelToon
Cerita Cinta Naina

Cerita Cinta Naina

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Warning!!! 🚫 Bagi yang tidak suka adegan kekejaman dan penyiksaan, sebaiknya TIDAK USAH DIBACA!!! OK?! 🚫

Agar tidak meninggalkan komentar jelek diawal ❌❌❌

Cerita HAPPY ENDING 😍 jadi usahakan apabila ingin membaca, jangan dikasih komentar jelek sebelumnya!!! 🚫🚫🚫

Cerita penderitaan seorang gadis yang bernama Naina. Yang setiap hari disiksa oleh seorang Tuan Muda kejam (Arjuna Wijaya Kusuma).

Saran Author: Cukup baca season 1 & 2 saja.

Terimakasih 😍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai menata kehidupan baru

Ya Rumah itu sudah dibakar oleh bodyguard lelaki itu. Mungkin itu salah satu cara licik Tuan Muda supaya Naina tidak bisa berpikir pergi dari rumah besar itu.

Naina mendekati sebuah tumpukan barang yang terbakar, dia melihat sebuah foto lama. Foto dia saat masih bayi yang di gendong ibunya. Foto itu terbakar bagian atasnya namun wajah ibunya dan Naina masih terlihat sangat jelas.

Naina mengambil foto itu dan menyimpannya di saku celananya. Mereka berjalan meninggalkan tempat itu dan menuju tempat pemakaman, Naina mencari makam ibunya.

Diantara banyaknya makam yang berjejer di tempat itu ternyata ada satu milik ibunya. Benar, Bu Lastri tidak berbohong. Tuan Muda benar benar merawat makam ibunya. Makam ibunya terlihat lebih bagus daripada makam makam lainnya.

Naina menangis disana, Ia membacakan doa untuk ibunya. Naina teringat kembali kejadian itu, disaat ibunya sakit hingga beliau meninggal Naina tidak diperbolehkan menemui ibunya untuk yang terakhir kalinya.

Bu Lita ikut duduk disamping Naina, beliau pun membacakan doa untuk wanita yang sudah melahirkan dan merawat Naina.

Selesai membaca doa dan meletakkan karangan bunga mereka berjalan perlahan menuju mobil yang terparkir dekat areal pemakaman. Naina menatap tempat ini untuk terakhir kalinya dengan tatapan sedih. Terlalu banyak kenangan yang dia lalui di kampung itu.

Mereka kembali ke apartemen milik bu Lita. Naina langsung menemui anaknya, baru setengah hari tanpa bayi imut itu Ia sudah merasakan kerinduan yang amat sangat.

......................

Naina dan bu Lita sudah duduk didalam pesawat yang akan membawa mereka menuju kota X. Ekspresi wajah Naina berubah ubah, Kadang terlihat sangat senang dan kadang juga terlihat sangat sedih. Bu Lita mengerti wanita di sampingnya sedang merasakan gejolak batin yang sangat hebat.

Setelah beberapa jam, pesawat itu mendarat disebuah bandara di Kota besar itu. Ini Perjalanan Naina yang pertama kalinya dalam seumur hidupnya. Pertama kali merasakan yang namanya naik pesawat dan pertama kalinya ia menjejakkan kakinya di kota orang.

Ada yang membuat Bu Lita tak bisa menahan tawa nya ketika melihat ekspresi Naina saat pesawat take off. Naina memeluk dirinya yang sedang menggendong si mungil dengan wajah tegang dan terlihat sangat pucat.

" Aku akan jatuh... Aku akan jatuh..." itu yang keluar dari bibir manisnya. Bu Lita paham karena itu pengalaman pertama bagi Naina tapi melihat ekspresinya tadi membuat ia tidak bisa menahan tawanya. Bahkan beberapa penumpang lain juga terlihat tertawa memperhatikan ekspresi hebohnya saat itu. Begitu pula saat pesawat akan landing, Naina kembali berekspresi seperti itu.

Naina dan bu Lita menunggu mobil yang akan menjemput mereka. Tuan Herdinan Permana, Suami Bu Erlita (Lita), yang akan menjemput mereka. Bu lita sudah menceritakan semua tentang Naina, Tuan Herdinan mengizinkan Naina untuk tinggal bersama mereka.

Mobil Mewah Tuan Herdinan menepi, Terlihat seorang lelaki gagah dengan stelan jas berwarna hitam keluar dari dalam mobil. Rambut yang tersisir rapi walaupun terlihat beberapa helai rambut putih yang tersembunyi dibalik rambut hitamnya. Hal itu tak mengurangi kadar ketampanan nya.

Beliau menyambut kedatangan istri tercintanya. Tuan Herdinan mencium dan memeluk istrinya dengan erat, Mungkin kerinduan beliau terhadap istrinya itu begitu dalam.

Naina melihat kemesraan pasangan yang tidak lagi muda itu. Keharmonisan mereka membuat Naina ingin memiliki seseorang seperti Tuan Herdinan. Yang dapat mencintainya sepenuh hati dan menerima dirinya apa adanya.

" Suamiku... Ini Naina yang aku ceritakan semalam " Bu Lita memperkenalkan Naina pada suaminya.

" Herdinan..." Tuan Herdinan mengulurkan tangannya kepada Naina.

" Naina... " Ia tersenyum menyambut tangan lelaki itu.

Tuan Herdinan menatap Wajah Naina dengan senyuman manisnya itu membuat ia mengingat seseorang.

" Lihat suamiku... Ini cucu kita... Dia tampan kan..." Bu Lita memperlihatkan bayi Naina yang ia gendong.

" Owh... Tampan sekali... cup... cup... cup... " Tuan Herdinan begitu senang melihat bayi mungil itu.

Bu Lita dan Tuan Herdinan memang pasangan yang memiliki harta yang berlimpah namun mereka tidak memiliki keturunan.

Sudah berbagai cara dilakukan oleh bu Lita untuk mendapatkan keturunan namun selalu gagal. Tuan Herdinan menerima bu Lita apa adanya. Mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka bersama hingga ajal menjemput mereka.

Bu Lita tidak ingin mengadopsi anak karena Ia akan merasa sangat bersalah mengingat kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan dimasa mudanya.

Lain halnya dengan Naina, Penderitaan gadis ini membuat hatinya terbuka lebar untuk menerima mereka sebagai bagian dari keluarganya.

" Mari... " Tuan Herdinan membukakan pintu mobil belakang dan mempersilahkan Naina masuk.

Naina kembali tersenyum ia memasuki mobil itu. Bu Lita duduk di depan bersama suaminya. Bu Lita masih menggendong bayi itu, Ia seakan tidak rela sedikitpun terpisah dengan bayi imut itu. Naina duduk di kursi belakang, matanya terus memandangi gedung gedung tinggi yang mereka lewati.

Naina begitu takjub melihat kota itu. Sepanjang perjalanan ia hanya melihat pemandangan kota sampai membelalakan matanya saking takjubnya. Bu Lita dan Tuan Herdinan saling tatap dan tersenyum melihat ekspresi Naina.

Akhirnya mereka sampai disebuah kawasan perumahan Elit. Tuan Herdinan memasuki kawasan itu dan berhenti disebuah Rumah yang sangat megah walau tak sebesar Rumah Tuan Muda Arjuna namun rumah itu terlihat lebih menyejukkan mata.

Tuan Herdinan bergegas keluar dan membukakan pintu untuk istrinya setelah itu ia juga membukakan pintu untuk Naina.

Mereka memasuki rumah itu, Ada seorang pelayan yang menghampiri mereka. Wanita paruh baya seusia dengan bibi yang bekerja di apartemen bu Lita. Wanita itu membawakn barang bawaan bu Lita, Naina lebih memilih membawa pakaiannya sendiri (pakaian yang dibelikan oleh bu Lita). Ia tidak tega kalau melihat wanita tua itu membawa banyak barang.

Bu lita membuka pintu sebuah kamar tamu yang akan ditempati Naina. Kamar itu sangat besar dan terasa nyaman.

" Naina ini kamarmu sekarang. Kalau ingin mengubah warnanya kau bisa hubungi ayah, biar dia mengurus nya. Dan soal kamar si kecil ini... Nanti ibu akan membuatkan ruangan baru special untuk cucu kesayangan ibu ini... "

Bu Lita mencium cium bayi itu membuat si bayi membuka matanya dan mengedip ngedipkan matanya melihat kearah bu Lita kemudian bibir kecil itu mengeluarkan kata kata khas bayinya. Membuat Bu Lita semakin gemas dan mereka tertawa melihat ekspresi bayi mungil itu.

" Bu... Ini sudah lebih dari cukup, aku suka kamar ini dan sebaiknya si kecil tidur bersama aku aza, gak usah di buatkan kamar baru. Aku benar benar tidak enak bu..." Naina mencoba meyakinkan bu Lita.

" Eeehhh... Enak aza, Kamu jangan geer ya... ibu kan ngasih buat cucu ibu bukan buat kamu... " Bu Erlita ngotot ingin memberikan ruangan khusus untuk si bayi. Naina tertawa lepas melihat ekspresi bu Lita, ia merasa wajah bu Lita yang manyun begitu terlihat sangat lucu. Bu Lita pun mendekati Naina dan memeluknya. Entah mengapa bu Lita merasakan ada ikatan batin antara dia dan Naina.

Naina segera merapikan kamar barunya. Bu Lita membawa bayi itu ke ruang utama. Menghampiri suaminya yang tengah duduk santai disana. Melihat istrinya datang, Tuan Herdinan mengambil bayi itu dan menggendongnya. Pasangan itu terlihat sangat bahagia dengan kehadiran Naina dan bayi itu. Seakan membawa angin segar dirumahnya, yang akan mengisi kekosongan di rumah itu dengan suara suara kecil yang akan dikeluarkan anak itu nanti.

...****************...

1
Wahtu Saliga
buat yang ikhlas dan ridho di poligami ☺️ insyaallah jaminannya surga


kalau ikhlas
EndRu
setan
EndRu
cepet banget hamilnya..
perasaan baru beberapakali hari Lo
EndRu
mengerikan
EndRu
kejamnya melebihi hewan tuh Juna
EndRu
piring gelas kotor sebanyak itu siapa yang Makai. padahal Arjuna sendirian Lo. apa piring gelas oara pelayan yaa
EndRu
ya Tuhan.. sakitnya...
Lilis Rikawati
masa naina segitu cetek nya Thor rasa cinta nya SM romi.cepat banget dia luluh SM juna.kalau d lihat dr cinta nya naina ke Romi rasa" aneh dia SDH dapat menerima orang lain apalagi orang itu orang yg paling kejam.mesti nya naina bisa berjuang buat anak" nya tanpa juna.biar kan Juna menyesali perbuatan nya & menemukan wanita lain
Lilis Rikawati
ya ampun Thor ini mah ator halus nya yg jahat terlalu sadis.semoga d akhir cerita naina TDK bersatu dng arjuna.buat Arjuna menderita lahir & bathin
Nur Lizza
kapn bhgia nya naina.br mau bahagia dh ada aja penggangguny
Nur Lizza
sabar y naina sebentar lg amanda akn kenak karma ny
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
rsakn kamu junA
Nur Lizza
mantp
Nur Lizza
seru seru
Nur Lizza
bkn ny uda nikahy kok pulng
Nur Lizza
pasti juna.
ohy juna uda lht ankny blm y thor
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
juna2 nunjuki rasa cintany sm naina dgn cr menyiksany aneh
Nur Lizza
kapn si juna sdr uds di tinggal sm naina pn gk sdr jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!