Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ucapan Sayang
Sebelum membaca, Please klik tombol Like juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian
***
Raina menggeliatkan tubuhnya sembari merenggangkan otot-ototnya yang terasa remuk akibat ulah Dave, Raina meraba-rabakan tangannya mencari sesuatu yang berada disamping tempat tidurnya dengan mata yang masih terpejam.
"Dave kemana?" Bathinnya
Raina memaksa kedua matanya untuk bangun dan melihat ranjang sebelahnya telah kosong, menutupi tubuhnya dengan selimut dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Dave.
"Dimana Dave?" Lirihnya
Kedua mata Raina tertuju pada nampan yang berisi makanan dan minuman, terselip sebuah kertas dibawah piring dan Raina mengambilnya.
- Pagi sayang, jangan lupa makan ya dan nanti kalau bagian intim kamu sakit tolong berendam pakai air hangat. Love You (Dave) 💋 -
Raina menyunggingkan senyumnya setelah membaca ucapan dari seorang Dave Grissham, lalu meletakkan kertas tersebut dan mengambil nampan yang berisi makanan, dilahapnya dengan rakus karena Raina terasa sangat lapar sekali seusai pulang jalan-jalan yang justru malah meladeni sikap agresif Dave diatas ranjang.
"Ternyata dia so sweet juga ya." Ucapnya senyum-senyum
"Tapi tunggu dulu, kalo gua hamil gimana?" Lirihnya
"Ya ampun kok gua lupa kalo habis ngelakuin gitu bisa hamil, astagaaaaaa Raina bodoh sekali." Rutuknya
"Perasaan apa sih ini, kenapa gua mau aja sih digituin sama dia, Aah tenang-tenang Raina katanya dia akan segera menikahimu dan ini waktu yang tepat untuk membawanya kehadapan ayah." Raina mencoba menenangkan hatinya
Setelah Raina menghabiskan makanannya, kini ia lebih memilih untuk rebahan diatas ranjang sembari menatap langit-langit kamar.
"Kenapa semenjak gua masuk mansion ini, jarang sekali sekolah ya, meskipun Dave selalu mengizinkannya."
"Apa kata sahabat dan guru-guru disana, sehingga aku tidak berani mengangkat telpon dari Sandra dan Susan jika aku tidak masuk sekolah, alasan apa yang harus ku berikan kepadanya."
Raina menatap ponselnya sembari melihat panggilan masuk dari kedua sahabatnya yang tidak pernah terhitung saking banyaknya.
Tring! (Suara WhatsApp messenger masuk)
Terlihat nama Dave yang tertera pada layar ponsel Raina (Tuan Muda Sialan)
- Sayang sebentar lagi aku pulang, apa kau sudah bebersih? -
Raina membulatkan matanya dan melirik jam dinding yang bertengger disudut kamar.
"Astaga sudah pukul 16.15 WIB, kenapa waktu cepat sekali." Rutuknya sembari berburu-buru beranjak dari ranjang
"Auh sakit." Lirihnya saat merasakan sakit pada area kewanitaannya
"Benar kata Dave, jika itu ku sakit aku harus berendam dengan air hangat." Lirihnya sembari berjalan pelan-pelan menuju kamar mandi
Raina merebahkan tubuhnya diatas bathup sembari mengatur suhu air dan memberikannya wewangian dan tak lupa memutar lagu romantis agar hati dan pikirannya rileks.
***
"Kenapa dia tidak membalas pesanku?" Bathin Dave
"Apa dia marah padaku atau belum bangun? Aah masak belum bangun." Gerutunya kembali.
Dave merasa sangat resah dan meminta Leo untuk segera mengemudikan mobilnya untuk pulang ke mansion. Saat mobil telah masuk kedalam halaman, Dave segera berlari masuk kedalam rumah dengan terburu-buru dan Leo hanya menggelengkan kepalanya melihat Dave seperti orang kesetanan.
Dave berlari kelantai atas dan menuju kamar utama, didepan pintu Dave menempelkan ibu jarinya untuk mengakses masuk kedalam kamar, setelah pintu terbuka Dave mengedarkan pandangannya dan tidak melihat Raina diatas ranjang, lalu berjalan mendekat kearah ranjang dan melihat warna merah seperti darah segar diatas ranjang putih yang sudah mengering. Dave menyunggingkan senyumnya dan berhasil memiliki tubuh Raina yang masih virgin serta memilikinya seutuhnya, Dave berjalan kearah kamar mandi setelah mendengar suara musik samar-samar dan membukanya.
Ceklek!
Bersambung. . .
Kali ini author bakal Crazy Up, nantikan episode-episode selanjutnya ya, pantau terus!
Jangan lupa untuk selalu support, Like dan Vote ya!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa