NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: KUNCI YANG TERJATUH

Sensasi dingin dari rantai besi yang terlepas masih melekat di telapak tangan Clara. Kehadiran Arsen yang mendadak di belakang punggungnya membuat seluruh persendian gadis itu mati rasa. Suasana di ujung lorong barat yang gelap kian menghimpit, menyisakan deru napas Arsen yang berhembus menekan di ceruk lehernya.

Arsen mengulurkan tangannya yang lain, menyambar gembok berkarat dan kunci kuningan kecil dari jemari Clara. Cengkeramannya begitu kuat hingga kunci itu hampir melesak ke dalam kulitnya.

"Siapa yang memberimu izin melangkah ke lorong ini?" suara Arsen terdengar sangat rendah, hampir berupa geraman yang sarat akan bahaya.

"Arsen... aku cuma..." Clara mencoba berbalik, namun Arsen menahan kedua bahu gadis itu, menekannya pelan ke permukaan pintu kayu yang berdebu.

"Aku sudah memperingatkanmu, Clara. Rumah ini penuh dengan racun masa lalu," bisik Arsen, mata pekatnya berkilat liar di bawah remang lampu lorong. "Kenapa kamu selalu mencoba menggali hal-hal yang bisa menghancurkanmu?"

"Karena ini tentang ibuku!" teriak Clara tertahan, matanya berkaca-kaca menatap Arsen tanpa rasa takut yang biasanya. "Aku mendengar semuanya! Ibu bukan cuma pelayan biasa... Ibu adalah istri Baskara yang dikurung di kamar ini! Aku berhak tahu rahasia apa yang disembunyikan di balik pintu ini, Arsen!"

Mendengar pengakuan jujur dari bibir Clara, rahang Arsen bertaut rapat. Ada ketakutan tak kasat mata yang berkilat sejenak di balik pendar matanya yang dominan. Arsen menyadari bahwa tabir yang selama ini ia jaga mati-matian mulai terkoyak dari segala sisi.

"Kamu tidak tahu apa-apa, Clara," pangkas Arsen dingin. Ia dengan cepat memasang kembali rantai besi itu ke gagang pintu, menguncinya rapat-rapat, lalu melemparkan kunci kuningan kecil itu ke celah gelap di bawah lemari pajangan tua di lorong.

Cring!

Suara logam terjatuh bergema halus sebelum menghilang ditelan kegelapan.

"Kunci itu tidak boleh ada di tanganmu," tegas Arsen. Tanpa memberi celah bagi Clara untuk memprotes, Arsen merengkuh pinggang Clara dan mengangkatnya, memaksanya menjauh dari pintu kamar tersegel itu.

Clara berontak pelan dalam dekapan Arsen saat pria itu menyeretnya kembali menuju kamar utama. Namun, di dalam kepalanya, memori visual lokasi jatuhnya kunci kuningan itu sudah terekam sempurna. Kunci itu tidak hilang—kunci itu hanya terlempar ke bawah lemari pajangan tua yang berjarak tiga meter dari pintu.

Begitu pintu kamar utama ditutup dan dikunci kembali oleh Arsen dari dalam, Arsen mendudukkan Clara di tepi ranjang. Pria itu berlutut di hadapan Clara, menggenggam kedua tangan dingin gadis itu dengan raut wajah yang dipenuhi frustrasi mendalam.

"Jangan pernah mendekati kamar itu lagi, Clara," bisik Arsen serak, menyandarkan dahinya di atas genggaman tangan mereka. "Ayah sudah mulai mengawasimu. Kalau dia tahu kamu mencoba membongkar isi kamar itu, dia tidak akan segan-segan melenyapkanmu seperti yang dia lakukan pada ibumu."

Clara terdiam membisu, menatap pucuk kepala Arsen yang tertunduk. Di balik gertakan dan sifat posesifnya yang gila, Clara bisa merasakan getaran kecemasan yang amat sangat dari Tuan Mudanya.

Namun, tekad di dalam dada Clara telah bulat. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Kunci kecil yang terjatuh di bawah lemari tua itu adalah satu-satunya jembatan baginya untuk membuka kebenaran atas darah dan masa lalunya yang terikat di mansion ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!